
"Ris gue pulang duluan ya " Pamit salsa pada Risa.
" Tungguin dong Sa, gue pulang bareng lo aja"
" Lah pak kevin gimana? kan lo tadi denger sendiri pak kevin ngajakin lo pulang bareng"
" Gue risih banget jadi bahan gosip seisi kantor"
Sejak kejadian di kantin tadi, Risa banyak mendapat cibiran dan juga tatapan sinis dari banyak karyawan. Emang gak semua, tapi hampir 80% karyawan seakan menjadikan risa topik untuk bergosip. sisanya hanya masa bodoh saja tidak mau menanggapi berita yang beredar.
" Yaudah ayok" Salsa pada akhirnya mengalah karena sejujurnya dia juga merasa kasihan dengan sahabat nya itu yang di tuduh merayu kevin.
Tapi baru saja mereka keluar dari ruangan, HP risa sudah berbunyi. Risa segera meraih HP nya dari dalam tas. terlihat nama kevin di layar, Risa dan salsa saling pandang sebelum akhirnya mengangkat telvon dengan wajah lesu.
" Halo... "
" Ris, aku tunggu di parkiran bawah tanah sekarang ya"
"Tapi pak...!! "
Tuuut.... tuuut.. tuuut....
Belum sempat Risa berkata, kevin sudah memutuskan sambungan telpon nya.
" Yasudah ris, mumpung sepi cepetan kamu ke parkiran"
Mereka berdua lalu masuk ke lift bersama.
DING..
Sampai di lantai satu salsa pun keluar karena parkiran sepeda motor ada di lantai satu. sementara parkiran mobil berada di basement.
" Gue duluan ya ris, semangat" ucap salsa menyemangati sahabatnya itu.
" Iya udah cepetan, mumpung lagi sepi nih"
risa segera menekan tombol kembali menuju ke parkiran mobil. Saat keluar dari lift, risa celingukan mencari keberadaan mobil kevin. setelah ketemu dia segera berlari dan mengendap-endap seperti maling karena takut ada yang melihat dia masuk ke mobil kevin. Setelah di rasa aman risa segera masuk ke mobil kevin.
" Huuuft untung saja gak ada yang lihat" ucap syukur risa sambil mengatur nafas nya yang ngos-ngosan seperti habis lari marathon.
" kamu kenapa ris sampe engap gitu nafas nya" kevin heran dengan risa yang terlihat kelelahan itu.
" Tadi aku lari ke sini vin karena takut ada yang lihat. yaudah yuk buruan jalan".
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang terus mengawasi kepergian mereka. dengan tatapan penuh amarah. siapa lagi kalau bukan rena, sekertaris kevin.
Terlihat kebenciannya pada risa semakin memuncak. karena dia merasa tujuannya untuk mendekati kevin di halangi oleh keberadaan risa.
*Di mobil kevin.
" Ris kita mampir makan malam dulu ya"
" Nanti kinar gimana vin, gak kelamaan nungguin kamu pulang? "
" Gak papa, soalnya ada oma sama opa nya yang nemenin di rumah"
" Ooh yaudah boleh kalau gitu, lumayan dapet traktiran"
"Mau makan apa kamu ris? "
" Terserah kamu aja"
Kevin segera melajukan mobilnya menuju ke rumah makan langganan nya. 10 menit kemudian mereka sampai ke tempat tujuan.
Setelah memarkirkan mobilnya, kevin dan risa turun dan masuk ke dalam.
" Selamat datang pak kevin, untuk berpa orang? " sapa pramuniaga saat mereka masuk ke dalam.
" Baik mari ikut saya pak, bu" Pramuniaga itu menuntun kevin menuju meja yang masih kosong dan mempersilahkan mereka duduk lalu menyerahkan buku menu.
" Kamu mau pesan apa ris? " Tanya kevin pada risa.
" Aku samain aja sama kamu vin"
" steak 2 sama minumnya lyce tea 1. kamu minum apa ris?
" orange juice"
" Udah itu aja dulu"
" Baik, silahkan di tunggu sebentar pak, bu. permisi" pamit pramuniaga itu.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka terlihat mengobrol santai membicarakan masalah kinar kadang juga kevin bertanya tentang keluarga risa.
setelah selesai makan kevin langsung mengantarkan risa pulang ke rumah.
"Gak mau mampir dulu nak kevin? " ucap mama Sinta saat mereka sampai di depan rumah risa.
__ADS_1
" Gak usah tante, udah malem. lain kali aja" jawab kevin
" Saya langsung pamit pulang tante, Assalamu'alaikum " lanjut kevin sambil mencium tangan mama Sinta.
" waalaikumsalam " mama Sinta dan risa menjawab bersamaan.
" Hati-hati di jalan nak kevin " lanjut mama Sinta sambil melambaikan tangan pada kevin.
Setelah mobil kevin tak terlihat lagi mereka pun masuk ke dalam rumah.
" kamu sudah makan ris? "
" udah ma, tadi sekalian mampir sama kevin"
" waah anak mama udah makin deket aja nih kayaknya. Udah di ajakin dinner juga" goda mama Sinta.
" Apa sih ma, tadi tu sekalian aja kevin mampir karena udah laper" kilah risa.
"sepertinya kevin naksir sama kamu ris"
" Gak mungkin lah ma, orang seperti kevin pasti banyak yang suka, yang mau sama dia pasti ngantri. Dan yang pasti lebih sempurna dari pada risa. masak iya kevin milih saya yang bukan siapa-siapa ini" jawab risa panjang lebar.
" Cinta gak mandang status ris, kalau emang udah takdirnya kamu sama dia, kamu bisa apa? lagian mama lihat juga kevin kayaknya anak baik-baik, gak neko-neko, dan sayang keluarga juga. Mama juga setuju kalau memang kevin benar-benar mau meminang kamu.
Ini bukan masalah kevin orang kaya terus mama setuju sama dia, tapi yang mama lihat kevin itu bertanggung jawab dan bisa mama percayain buat jagain kamu nantinya. kinar juga sepertinya udah sayang banget sama kamu. bahkan dia pernah bilang sama mama kalau mau kamu yang jadi mama buatnya nanti. Tapi ya itu tadi, cinta gak bisa di paksa. semua terserah sama risa saja, mama akan selalu mendukung apapun keputusan kamu nanti".
Risa hanya diam mendengarkan kata-kata mamanya. memang benar akhir-akhir ini kevin sering memberikan dia perhatian yang lebih. risa juga tau kalau kevin sedang berusaha mendekatinya. Dia juga teringat beberapa hari yang lalu saat kinar meminta dia menjadi mamanya.
" Tante cantik, mau gak jadi mama baru kinar? " Dengan nada bicaranya yang khas anak-anak, kinar meminta risa untuk menjadi mamanya.
Tapi risa tidak terlalu menganggap serius ucapan bocah 4 tahun itu karena dia merasa itu hanyalah lelucon bocah saja. risa tak menyangka kalau kinar juga meminta hal yang sama pada mamanya.
" kenapa malah melamun? cepetan mandi terus istirahat. udah malem ini" suara mama Sinta menyadarkan risa dari lamunannya.
" ooh.. iya ma, risa ke kamar dulu ya" Risa berlalu menuju ke kamar dan mandi.
Malam kian larut tapi risa belum juga bisa memejamkan matanya. Dia masih ingat semua yang mama dan kinar katakan padanya untuk menjadi mama kinar.
*Tring... triiing...
Saat risa sibuk dengan fikiran nya sendiri, sebuah notifikasi panggilan masuk ke HP nya. segera dia meraih handphone yang berada di atas meja itu dan melihat nama kevin di sana.
Risa sejenak ragu untuk mengangkat telvon itu atau mengabaikannya.
__ADS_1