Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
19


__ADS_3

Pagi hari saat risa melangkah kan kaki memasuki kantor, dia merasa banyak orang yang menatapnya dan membicarakannya. Entah apa yang salah dengan dirinya atau penampilannya, berulang kali dia melihat pantulan nya di cermin dan tak ada satupun yang salah dengan penampilannya.


Begitu memasuki ruang kerjanya, salsa berlari kearahnya dan berbicara dengan panik.


"Ris, kamu gak papa kan? kamu baik-baik saja kan? tenang saja, semua berita itu pasti akan hilang jika pak kevin sudah menjelaskan nya".Risa semakin bingung dengan apa yang di bicara kan sahabat nya itu.


" Apa maksud kamu Sa? berita apa? kenapa bawa-bawa nama pak kevin segala?". Tanya risa


"Kamu beneran gak tau apa-apa ris?".


" Nggak" jawab risa sambil menggeleng kan kepala.


"ayo ikut aku".


Salsa membawa risa ke tempat duduknya dan mengambil HP di meja kerja.


" Coba lihat ini". kata salsa sambil menunjukkan gambar yang membuat matanya melebar karena terkejut. bukan hanya gambar tapi caption yang di tulispun begitu menyudutkan nya.


"Si.. siapa yang mengunggah foto ini?"


"Gue gak tau tapi feeling gue mengatakan kalau ini perbuatan rena".


Foto risa di ruang kevin beberapa hari yang lalu terpampang di depannya. Risa yang terlihat menindih kevin di sofa dengan caption yang menuduhnya menggoda bosnya itu.


" Ris, apa bener yang di foto itu kamu?". Tanya cika.


"Tapi gue gak yakin kalau itu kamu". ucap roy.


" Iya bener banget, itu pasti cuma editan kan? lagian kamu juga bakal nikah bentar lagi". Imbuh sonia.


"Makasih ya karena kalian masih mau percaya sama gue, nanti gue bakal ceritain yang sebenrnya ke kalian tapi gak sekarang". risa merasa beruntung memiliki rekan kerja yang begitu pengertian seperti mereka.


Belum hilang rasa terkejutnya, risa di kagetkan dengan datangnya segerombolan orang di depan ruangannya.


"Ooh jadi dia dari divisi marketing".


" Gak tau diri banget sih beraninya dia menggoda bos kita".


"Lagaknya aja yang sok alim eeh ternyata pelakor juga".


" Iya nih, kasihan banget tunangannya pak kevin".

__ADS_1


"Cewek kayak gitu harusnya di pecat aja".


Dan masih banyak lagi hinaan dan cacian yang risa dengar dari mulut mereka. Salsa di sampingnya menggenggam erat jari jemari risa membuatnya sedikit tenang.


" Sabar ya ris, kalau mereka tau apa yang sebenarnya terjadi pasti mereka gak akan berani ngatain kamu".


"Iya gue gak papa kok".


" Kalian ke kantor mau kerja atau mau ngerumpi? kembali segera ke ruangan masing-masing". Suara pak tirto membubarkan mereka semua.


"Risa, ke ruangan saya sekarang". pinta pak tirto saat tiba di depan meja risa.


" Baik pak".


Risa pun segera berdiri dan mengikuti pak tirto menuju ruangannya.


"Semangat ris". Ucap teman-teman nya, risa hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.


Tiba di depan ruangan pak tirto risapun mengetuk pintu dan di persilahkan masuk.


" Silahkan duduk ris". ucap pak tirto begitu risa masuk.


" Risa, saya yakin kamu pasti sudah paham kenapa saya memanggil kamu ke sini? ". Risa hanya diam mendengar ucapan pak tirto.


" Bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, apakah itu benar kamu? dan kenapa bisa sampai ada foto seperti itu?" Tanya pak tirto pada risa.


" Itu memang benar saya pak tap.. "


"Jadi itu memang benar kamu? apa maksud kamu berbuat seperti itu risa? memang pak kevin seorang duda tapi dia baru saja bertunangan ris. apa tidak ada laki-laki lain hingga kamu berani menggoda lelaki yang sudah memiliki tunangan?". suara pak tirto yang keras membuat risa sedikit tercekat.


" Bukan seperti itu pak. saya.. ". Belum selesai risa berbicara, pak tirto sudah memotong bicaranya.


" Lalu seperti apa risa? kamu sudah membuat malu divisi kita. perbuatan kamu itu sudah melewati batas, apa ini yang di ajarkan orang tua kamu? bekerja di perusahaan besar dan merayu bosnya? Benar-benar memalukan kamu ris. kamu akan saya skorsing selama 1 minggu". maki pak tirto.


"Sudah cukup pak, seharusnya anda bertanya dulu kejadian yang sebenarnya seperti apa dan mendengarkan penjelasan saya hingga akhir. saya rela jika anda hanya mencela saya, tapi saya tidak Terima anda menjelakka orang tua saya". Ucap risa dengan suara lantang. Pak tirto sempat kaget mendengar ucapan risa tapi dia tidak mau terlihat lemah di depan bawahannya.


"Lalu apa yang mau kau jelaskan?". tanya pak tirto.


" Sekarang saya sudah tidak berminat menjelaskan pada anda, ini surat pengunduran diri saya. saya berhenti mulai hari ini" Risa meletakkan map berisi surat pengunduran dirinya yang tadi sempat dia bawa dan berdiri melangkah keluar.


"Saya harap anda tidak menyesal dengan keputusan anda pak". ucap risa ketika sampai di pintu.

__ADS_1


Setelah dari ruangan pak tirto, risa berlari ke toilet dan masuk di salah satu bilik kamar mandi. dia menangis sambil membekap mulutnya agar tidak di dengar oleh orang di luar.


Tak beberapa lama, datang beberapa orang ke kamar mandi sambil membicarakan risa.


"Iya, lagaknya aja sok alim padahal pelakor juga".


" pantesan aja dulu pernah nolak cowok yang hanya seorang staff biasa, ternyata dia nyarinya yang tajir".


"Katanya sih denger-denger dia mau nikah, tapi pas di suruh ngenalin calon suaminya dia gak mau dan banyak sekali alasannya".


" Jangan-jangan dia jadi simpanan om-om lagi terus jadi bini kedua, makanya malu mau ngenalin lakinya".


"Iya bener banget tuh".


" Iya mungkin aja, kalian tau gak sekarang kan dia ke kantor bawa mobil mewah. terus waktu traktir gue dan temen lainnya dia pake black card juga".


"Waah udah pasti sih itu dia jadi simpenan om-om".


Risa mendengar suara yang begitu di kenalnya dan sudah di anggap sebagai sahabat baik, dengan teganya dia menuduh dirinya dan membicarakan hal-hal buruk tentangnya di belakangnya.


" Gue gak nyangka banget nia ternyata lo cuma pura-pura baik di depan gue doang". sonia yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke belakang.


Betapa terkejutnya dia melihat risa sudah berdiri Di belakangnya. Mukanya pucat pasi karena malu sudah ketahuan oleh risa.


"Ri.. risa, sejak kapan lo di sini?" tanya sonia dengan gugup.


"Gue udah lumayan lama untuk mendengar semua yang kalian semua bicarain". jawab risa dengan senyum sinis.


" Gue gak bermaksud gitu ris".


"Udahlah nia, gue udah denger semua dengan sejelas-jelasnya. jadi lo gak perlu cari alasan buat jelasin lagi".


" Ngapain lo takut banget sama dia sonia, palingan bentar lagi juga dia di pecat dari sini". kata salah satu dari mereka.


"Dah yuk ah, kita balik. jangan lama-lama ngobrol sama pelakor, ntar kita ketularan dia lagi". Mereka pun berjalan keluar tanpa rasa bersalah sedikitpun dengan risa.


" Maafin gue ris". ucap sonia saat sampai di samping risa.


Setelah kepergian sonia dan teman-temannya, risa segera ke wastafel untuk cuci muka agar tak terlalu kelihatan bahwa dia habis menangis.


"Waah... wah... wah, coba lihat nih ada siapa di sini". Risa segera menoleh dan mendapati rena dan teman-temannya di sana.

__ADS_1


__ADS_2