
" Pelakunya adalah Bella... ".
Jawaban dari papinya seakan membuat hatinya hancur. Ternyata ini juga adalah kesalahannya, orang dari masa lalunya lah yang mencoba untuk mencelakai Risa.
" kurang ajar kau Bella, berani-beraninya kau mencelakai istriku. Aku tak akan pernah mengampunimu jika terjadi sesuatu pada istriku ". Geram Kevin.
" Tapi seperti nya Bella sudah melarikan diri setelah tahu orang suruhannya tertangkap. Sekarang kepolisian bekerja sama dengan pihak imigrasi dan bandara agar jangan sampai dia pergi ke luar negeri". Jelas papi Arya.
" walau dia pergi ke ujung duniapun, aku akan tetap mencarinya dan memberikan hukuman yang setimpal buatnya". Ucap Kevin dengan kebencian yang dalam.
" Sudahlah, kamu jangan fikirkan itu dulu sekarang. Kamu fokus saja pada Risa dulu, biar papi yang mengurus semuanya".
" Iya pi, beritahu Kevin jika Bella sudah tertangkap".
" Sebaiknya jangan beritahu masalah Bella kepada mami dan juga mertuamu sampai dia tertangkap terlebih dahulu".
" Baik pi".
" Baiklah, ayo sebaiknya kita kembali ke dalam. Takutnya nanti dokter sudah lebih dulu selesai". Papi Arya pun mengajak Kevin untuk kembali ke dalam menunggu Risa.
" Dari mana saja kalian? ". Tanya mami Ratna saat melihat putra dan juga suaminya kembali.
" Dari luar mi, membicarakan masalah Risa".Jawab papi Arya.
" Apakah pelakunya sudah di tangkap pi? ". Tanya mami Ratna lagi.
" Semua masih dalam proses penyelidikan mi, kita tunggu saja prosesnya dari pihak kepolisian". Ucap papi Arya lagi.
" Pokoknya mami mau pelakunya segera di tangkap dan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Mami juga mau dia di hukum seberat-beratnya". Terlihat api kemarahan di mata mami Ratna saat dia mengucapkan kata.
" Bagaimana mi, apakah sudah ada kabar dari dokter yang menangani Risa? ". Tanya Kevin.
" Belum ada kabar apapun dari dokter". Jawab mami Ratna dengan sendu.
__ADS_1
" Yasudah, kita berdoa saja semoga tidak ada hal yang serius pada Risa. Dia anak yang kuat, papi yakin dia akan mampu melewati ini semua". Papi Arya menenangkan semua yang ada di sana.
Setelah satu jam berlalu, dokter pun keluar. Kevin dan juga yang lain pun segera berdiri dan mendekat ke dokter untuk mengetahui keadaan Risa.
" Bagaimana keadaan istri saya dok? ".
" Tidak ada yang serius dengan anak saya kan dok? ". tanya mama Sinta.
" Untuk keadaan ibu Risa, Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar dan sudah melewati masa kritis". Jawab dokter itu yang membuat semua orang merasa lega.
" Alhamdulillah... ". Jawab mereka serempak.
" Tapi kami mohon maaf karena tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di kandungan ibu Risa". Ucap dokter itu lagi.
" Istri saya sedang hamil dok? ". Tanya Kevin yang terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh dokter.
" Iya Pak, istri anda sedang hamil dengan usia kandungan 5 minggu saat terjadi kecelakaan. Karena terjadi benturan yang sangat keras hingga menyebabkan terjadinya pendarahan hebat pada bu Risa. untuk menyelamatkan nyawa ibu Risa, kami melakukan operasi pengangkatan janin yang sudah dalam keadaan tak berdetak lagi". lanjut dokter itu lagi.
" Keadaan ibu Risa sudah cukup stabil sekarang, sebentar lagi kami akan memindahkannya ke kamar perawatan". Ucap dokter.
" Terima kasih dok".
" Iya sama-sama Pak, kalau begitu saya permisi dulu". Pamit dokter.
Kini Risa sudah berada di kamar perawatan dengan Kevin yang selalu duduk di sampingnya dengan menggenggam tangannya. Sementara mama Sinta, Kinar dan mami Ratna duduk di sofa yang ada di dalam kamar. Sementara papi Arya pamit pergi ke kantor polisi karena sudah ada perkembangan atas kasus kecelakaan Risa.
Kevin terus memandang wajah Risa yang terlihat sangat pucat karena kehilangan banyak darah. Dia begitu menyesal karena tidak bisa menjaga istrinya hingga mereka kehilangan calon bayi yang sedang di kandung Risa.
*Ceklek...
Semua orang menoleh untuk melihat siapa yang membuka pintu ruangan. Ternyata papi Arya yang datang dengan membawa makanan di tangannya.
" Bagaimana pi, perkembangan kasus Risa. Apakah pelakunya sudah tertangkap? ". Tanya mami Ratna saat tahu suaminya telah datang.
__ADS_1
" Lebih baik kita makan dulu mi, kasian Kinar belum makan apa-apa dari tadi siang". ucap papi Arya.
Mami Ratna pun segera mengambil kotak makan yang di bawa suaminya kemudian memberikannya pada besannya dan juga Kinar.
" Makan dulu jeng, kita harus tetap sehat agar bisa menjaga Risa".
" Terima kasih jeng". Mama Sinta pun menerima makanan yang di berikan oleh mami Ratna.
" Ayo vin makan dulu, kamu bisa sakit kalau tidak makan".
" Iya pi, Terima kasih". Jawab Kevin sambil menerima kotak makan dari papinya.
Mereka pun makan dengan keadaan hening, hanya suara sendok mereka yang saling bersautan.
" Lebih baik kalian pulang saja dulu, biar Kevin yang menjaga Risa di sini". Usul Kevin setelah mereka selesai makan.
" Mama mau di sini juga vin buat nemenin Risa". Ucap mama Sinta.
" Lebih baik mama pulang saja buat istirahat dulu, besok baru ke sini lagi".
" Iya jeng, lebih baik jeng pulang saja dengan kami. Untuk malam ini menginap saja di rumah saya, agar besok bisa ke sini lagi sama-sama".
Akhirnya dengan bujukan mami Ratna, mama Sinta mau pulang dengan orang tua Kevin dan menginap di sana. Setidaknya dia akan merasa sedikit tenang jika mertuanya itu berada di rumah orang tuanya dan tidak sendirian di rumah.
Sudah berulang kali Kevin dan Risa membujuk mama Sinta agar mau tinggal dengan mereka, tapi mama Sinta selalu menolak dengan alasan lebih nyaman tinggal di rumah yang penuh dengan kenangan almarhum ayah Risa.
" Kami pulang dulu vin, segera kabari kami jika terjadi sesuatu".
" Iya pi".
Setelah kepergian keluarganya, kini tinggal Kevin dan Risa yang ada di ruangan itu. Tangan Kevin tak pernah lepas dari tangan Risa hingga dia tertidur di samping ranjang.
Kevin tidak mau sedetikpun meninggalkan Risa, dia selalu berada di sampingnya untuk mengurangi penyesalannya karena telah gagal menjaga Risa. Meskipun dia tahu bahwa semua ini sudah takdir dari yang maha kuasa.
__ADS_1