
" Apakah sudah ada janji sebelumnya? " Tanya satpam itu lagi.
" kami barusan.... " Tapi belum sempat Kevin berbicara, seseorang sudah memotong ucapannya.
" Untuk apa kau ke sini Vin? mau bersaing dengan perusahaan ku untuk mendapat kan proyek dari Narendra Corporation? "
Risa dan Kevin pun menoleh dan melihat om Alfin yang baru saja datang. Mungkin perusahaan nya juga ingin bekerja sama dengan Narendra Corporation di lihat dari kata yang di ucapkan om Alfin barusan.
" Bukan urusan om saya ke sini mau apa" Jawab Kevin.
" Hahaha, kau masih saja bersikap sombong sementara perusahaan mu sudah hampir bangkrut" Om Alfin mencemooh.
" Lebih baik kau pulang saja, kau tidak akan pernah menang melawan ku. Lagian perusahaan mana yang mau bekerja sama dengan perusahaan yang hampir bangkrut" Lanjut om Alfin.
" Kami ke sini nggak ada urusannya dengan anda, untuk masalah mau atau tidak perusahaan ini bekerja sama dengan perusahaan mas Kevin bukan anda yang menentukan, tapi pemimpin Narendra Corporation" Balas Risa yang membuat om Alfin mengepalkan tangannya menahan emosi.
Baru saja om Alfin ingin membalas ucapan Risa, seseorang sudah memanggil nya.
" Ada yang bernama pak Alfin di sini? " Tanya salah seorang staff.
" Iya saya Alfin dari PT. HARTANTO GROUP" jawab om Alfin dengan menekan kata hartanto group sambil melirik ke arah Kevin.
" Silahkan ke ruang tunggu yang kami sediakan, bapak akan kami panggil kembali jika ibu Aretha sudah tidak sibuk" Ucap staff itu lalu berjalan pergi.
Om Alfin mengikuti staff itu pergi dengan memperlihatkan senyum kemenangan kepada Kevin. Saat dia belum terlalu jauh berjalan, seseorang juga menghampiri kami.
" Dengan pak Kevin dan Ibu Risa? " Tanya orang itu.
" Iya betul" Jawab Kevin.
" Mari ikut dengan saya, ibu Aretha sudah menunggu di ruangan nya" ucap nya lagi.
Om Alfin memberhentikan langkahnya sejenak, pasti dia mendengar apa yang di ucapkan orang itu barusan karena jarak kami tidak terlalu jauh. Tapi Kevin dan Risa tidak memperdulikan nya dan berjalan mengikuti orang yang mengajak kami tadi.
***
sesampainya di depan ruangan Eyang Aretha, staff yang ternyata asisten pribadi eyang itu pun mengetuk pintu. Setelah terdengar jawaban dari dalam diapun membuka pintu dan berbicara dengan seseorang yang Risa tebak adalah eyang nya.
" Ibu Risa dan pak Kevin sudah tiba bu" ucap asisten eyang.
" Suruh mereka masuk" Jawab eyang yang masih bisa kami dengar.
__ADS_1
Asisten eyang yang bernama Dewi itu pun membuka pintu dan bergeser ke samping supaya Risa dan Kevin bisa lewat.
" Silahkan masuk" Dewi mempersilahkan kami untuk masuk.
" Risa sini duduk" Ucap Eyang saat melihat Risa masuk.
" Terimakasih eyang" ucap Risa.
Risa dan Kevin pun bergantian mencium tangan eyang Aretha sebelum duduk di sofa yang berada di dalam ruang kerja eyang.
" Kamu nggak usah terlalu formal begitu dengan eyang" Ucap Eyang kepada Risa sambil tersenyum. Risa hanya mengangguk dan membalas senyum eyangnya.
" Bagaimana Vin, sudah kamu siapkan berkas-berkasnya? " Tanya Eyang beralir menatap Kevin.
" Sudah Eyang, ini silahkan di baca" Kevin menyerahkan sebuah map berwarna coklat yang di bawanya kepada Eyang Aretha.
Eyang pun menerima dan membaca sekilas lalu mengangguk-anggukkan kepala.
" Bagus, saya setuju dengan kontrak ini" Ucap Eyang Aretha tampak puas dengan Kevin.
" Dewi masuk lah" panggil Eyang.
" Ada yang bisa saya bantu bu? " Tanya Dewi dengan sopan.
" Kamu siapkan kerja sama dengan DIRGANTARA secepatnya " Perintah eyang sambil menyerahkan map yang tadi di bacanya kepada Dewi.
" Baik bu, ada yang lain lagi? " tanya Dewi.
" Apakah saya ada janji bertemu dengan orang lagi hari ini? " tanya eyang.
" Anda ada janji bertemu dengan direktur dari PT HARTANTO GROUP siang ini, dan beliau sudah menunggu di ruang tunggu di bawah" Jawab Dewi.
" Suruh dia menemui ku sekarang, dan siapkan minuman untuk cucu ku sekalian" ucap Eyang Aretha.
" Baik bu, saya permisi" Dewi pun segera berlalu menjalankan tugas yang di berikan padanya.
" Kamu tidak apa-apa kan Ris kalau Eyang bertemu dengan klien sebentar di sini. Lagian kamu juga harus belajar mulai dari sekarang sebelum Eyang menyerahkan perusahaan ini pada mu" Ucap Eyang.
Risa begitu terkejut mendengar ucapan dari Eyang nya itu. Benarkah Eyang berencana memberikan perusahaan yang begitu besar padanya?.
" Eyang serius mau Risa menjalankan perusahaan sebesar ini? " Tanya Risa.
__ADS_1
" Tentu saja, karena kamu adalah salah satu pewaris Narendra corporation. Eyang sudah tua, tidak mungkin bisa mengurus perusahaan ini selamanya. Eyang juga ingin beristirahat dan menikmati masa tua eyang" Ucap eyang Aretha.
" Tapi kenapa nggak mas Ilham saja yang meneruskan perusahaan, lagian kan mas Ilham anak laki-laki, jadi dia lebih berhak di banding kan saya eyang " usul Risa.
" Kakak kamu sudah eyang beri amanat untuk mengurus perusahaan yang di surabaya, jadi yang di sini kamu lah penerusnya. Untuk yang lainnya sudah ada orang kepercayaan yang mengurus, kalian berdua hanya tinggal menerima laporan nya setiap bulan" jawab Eyang.
" Mas Ilham sudah bertemu dengan Eyang? " Risa tampak terkejut dengan ucapannya Eyang nya. Lantaran kakak nya tidak pernah memberi tahunya tentang hal ini.
" Sudah dua minggu yang lalu sebelum Eyang ketemu dengan mama kamu" tutur Eyang.
" kenapa mas Ilham tidak memberitahu ku" sungut Risa dengan kesal.
" Eyang yang meminta kakak mu untuk merahasiakan pertemuan kami pada mu karena eyang mau langsung bertemu dengan mu" Jelas eyang Aretha.
" Tapi Risa gak punya pengalaman mengurus perusahaan sebesar ini eyang. Risa takut nanti malah Risa membuat banyak kesalahan " Risa merasa tidak percaya diri mengurus perusahaan yang begitu besar.
" Kamu bisa belajar mulai sekarang, lagian kan ada Kevin yang begitu hebat. Dia pasti mau membantu kamu menjalankan perusahaan ini. Iya kan Vin? " Eyang Aretha menatap Kevin yang duduk di samping Risa.
Mendengar namanya disebut Kevin pun langsung menoleh. pasalnya dia dari tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan Risa dengan eyang Aretha karena merasa ini bukan ranahnya untuk ikut campur.
" Iya eyang" Kevin mengangguk kan kepalanya dengan mantap.
" Tuh kan, Kevin siap buat bantuin kamu. Lagian nanti juga ada Dewi yang akan menemani kamu, dia sudah cukup lama bekerja di sini. Jadi dia bisa di andalkan, eyang sudah terlalu lelah untuk terus bekerja" Ucap eyang Aretha.
" Baik lah eyang, Risa akan mencobanya" Risa akhirnya menyetujui permintaan eyang nya tersebut karena tidak tega melihat nya di usia senja masih harus bekerja keras mengurus perusahaan.
Tok... Tok... Tok..
" Masuk" ucap eyang Aretha.
Pintu pun terbuka dan benar saja seperti yang Kevin dan Risa fikirkan, itu pasti tidak lain adalah om Alfin. Begitu dia masuk, di tertegun sejenak karena terkejut melihat Kevin yang berada di ruangan Direktur.
" Selamat Siang nyonya Aretha, perkenalkan saya Alfin dari Hartanto group" Om Alfin memperkenalkan dirinya pada eyang Aretha.
" Iya silahkan duduk" ucap eyang mempersilahkan om Alfin untuk duduk.
" Hei Vin, buat apa kau mengajak istri miskin mu itu ke sini? " sarkas Om Alfin.
Karena melihat eyang Aretha hanya diam saja, om Alfin pun melanjutkan menghina Risa. Tapi yang tidak dia sadari adalah eyang Aretha diam karena menahan emosi mendengar cucu nya di hina oleh seseorang yang level nya berada jauh di bawah keluarganya.
" Nyonya Aretha, apakah perusahaan anda akan bekerja sama dengan perusahaan mereka yang hampir bangkrut itu? "
__ADS_1