Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 81


__ADS_3

" Narendra apa ya tadi " Risa masih berusaha mengingat.


" Maksud mu Narendra corporation? " Teriak Kevin menyela ucapan Risa hingga membuat nya tersentak kaget.


" Hah!!! bagaimana mas tahu? " Tanya Risa dengan polosnya.


" Kamu serius eyang kamu pemilik Narendra Corporation? " Tanya Kevin memastikan.


" Mama bilang sih gitu, tapi gak tahu juga bener apa nggak" ucap Risa dengan tenang.


" Siapa nama opa kamu? " Kevin masih penasaran.


" Nama opa saya Emeril wicaksono Narendra sedangkan eyang Aretha hazna kazeem " Jawab Risa.


" Apa aku sedang mimpi? " Kevin tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


" Kenapa mas?" Risa heran dengan reaksi Kevin.


" Kamu tahu nggak Ris, Narendra corporation bukan hanya masuk ke dalam sepuluh besar perusahaan terbesar di indonesia, tapi yang paling besar. Bahkan di tingkat asia perusahaan eyang kamu juga urutan ke dua" Jelas Kevin.


" Hah!!! mas serius perusahaan eyang sebesar itu? " Risa masih linglung mencerna apa yang di katakan Kevin barusan.


" Saya dulu pernah mengikuti seminar yang di hadiri opa kamu dan waktu itu beliau mengajak anak laki-laki nya. Dan ternyata itu papa kamu ". ucap Kevin.


" Seharusnya sih iya karena opa cuma punya seorang anak laki-laki yaitu papa dan seorang anak perempuan yang sudah tinggal di Dubai sejak kecil" Jelas Risa.


" Pantas saja aku merasa tidak asing waktu melihat foto ayah kamu di rumah, ternyata dulu memang kami pernah bertemu " Lirih Kevin.


" Mas sudah pernah melihat papa? " Tanya Risa terkejut.


" Iya waktu itu mas masih kecil, baru berusia sekitar 10 tahun. Papi sering mengajak mas ikut seminar ataupun acara perusahaan karena memang ingin memperkenalkan ku pada dunia bisnis. Makanya mas bisa bertemu dengan opa dan papa kamu" jawab Kevin.


" Waah ternyata dunia ini kecil ya mas" ucap Risa.


" Papi dan mami pasti terkejut jika tahu bahwa kamu adalah putri dari keluarga Narendra" Tukas Kevin.


Tanpa terasa hari sudah tengah malam saat Risa dan Kevin berhenti membicarakan tentang keluarga Risa yang baru di ketahui ternyata seorang konglomerat di Indonesia itu. Mereka memutuskan untuk tidur karena Risa sudah beberapa kali menguap karena mengantuk.


***

__ADS_1


Pagi hari seperti biasa Kevin berangkat ke kantor sekalian mengantar Kinar ke sekolah. Kinar sudah mulai sekolah karena dia bilang sudah rindu dengan teman-temannya. Mau tidak mau akhirnya Kevin dan Risa pun mengizinkannya tapi dengan syarat harus ada pengawal yang selalu menemani nya.


" Bye sayang, belajar yang bener ya" Ucap Risa saat mengantar Kinar di depan rumah.


" Bye mama, jangan kangen sama Kinar ya. Kinar cuma sebentar kok" celoteh Kinar.


" Mama nggak bisa kalau nggak kangen sama putri cantik mama yang satu ini" Risa mencubit kedua pipi Kinar.


" Sekarang ada nenek yang nemeninin mama, jadi nggak akan kesepian lagi kalau Kinar tinggal ke sekolah" jawab Kinar.


" Duh pinter banget sih anak mama ini, Sini peluk dulu" Risa merentang kan kedua tangan dan di sambut hangat oleh Kinar.


" Ayo sayang, nanti kamu terlambat" Kevin memanggil Kinar karena tidak sabar lagi menunggu drama ibu dan anak itu hingga selesai.


"Tunggu sebentar papa" ucap Kinar.


Setelah mencium mama dan Nenek nya, Kinar pun pergi ke sekolah dengan papanya.


" Gimana Ris, udah bicara sama Kevin soal pertemuan kamu dengan Eyang? " Tanya mama Sinta setelah kepergian Kinar dan Kevin.


" Udah ma semalem, Mas Kehinjuga mau nemenin Risa pergi" Jawab Risa.


" Mama nggak ikut? " Tanya Risa.


" Kalian saja yang pergi, takutnya eyang ngerasa gak enak kalau ada mama di sana" jawab mama Sinta.


" Ma, kata mas Kevin perusahaan eyang itu besar banget ya?" Tanya Risa lagi.


" Setahun mama sih gitu kata papa kamu dulu, keluarga eyang di Dubai juga punya tambang batu bara dan juga minyak" Jelas mama Sinta.


" Waah kaya banget dong kalau gitu" Risa tidak menyangka kalau ternyata keluarga papa nya ternyata sekaya ini.


Malam pun tiba, Risa sudah bersiap-siap menunggu Kevin menjemput nya untuk bertemu dengan eyang. Sebenarnya Risa sangat takut dan deg-degan karena ini baru pertama kalianya dia bertemu dengan salah seorang keluarga dari pihak papanya.


Dulu papa dan mamanya selalu beralasan kalau dia menanyakan tentang keluarga papa nya yang tidak pernah menemui nya. Mama nya bilang kalau rumah mereka jauh jadi belum bisa berkunjung ke rumah mereka. Risa yang masih kecil pun percaya hingga dewasa tidak pernah lagi bertanya soal keluarga papanya.


Tin.... Tin...


" Itu kayaknya mas Kevin deh ma" Ucap Risa yang sedang duduk di ruang tamu bersama mama dan juga Kinar.

__ADS_1


" Yaudah sana kamu cepetan keluar" suruh mama Sinta.


" Yaudah Risa pergi dulu ya ma, titip Kinar sebentar"


" Iya kamu tenang aja, Kinar aman sama nenek. Iya nggak Kin? "


" Iya dong nek" jawab Kinar.


" Kinar gak boleh nakal ya, mama sama papa cuma pergi sebentar kok" pamit Risa pada Kinar.


" Oke ma" jawab Kinar sambil mengacungkan jempolnya.


Risa pun pergi berlalu dari hadapan mama dan juga Kinar untuk menghampiri Kevin yang masih setia menunggu di dalam mobil.


" Kita berangkat sekarang sayang? " tanya Kevin saat Risa sudah masuk ke dalam mobil.


" Iya mas sekarang aja, takutnya nanti macet malah telat sampai sana nya. Gak enak kalau sama eyang kalau keduluan" Jawab Risa.


Kevin pun melajukan kendaraan nya meninggalkan pelataran rumah menuju ke restoran tempat mereka bertemu dengan eyang Aretha. Benar saja kata Risa kalau sekarang sedang macet karena memang banyak orang yang baru saja pulang kerja.


" Mas nervous banget sayang mau ketemu sama eyang kamu" Ucap Kevin di saat sedang menyetir.


Risa pun menoleh ke arah Kevin dan mengerutkan dahinya.


" Nervous kenapa mas? " tanya Risa.


" Ini kan pertama kalinya mas ketemu sama eyang kamu, terus juga eyang bukan orang biasa" Jawab Kevin.


" Kalau bukan orang biasa terus apaan mas? " Risa tertawa mendengar suaminya itu ternyata bisa merasa grogi juga.


" Eyang kamu kan kaya, banget malah. Mas gak ada apa-apa nya kalau di bandingkan dengan keluarga kamu sekarang" ucap Kevin dengan lesu.


" keluarga saya ya kamu mas sekarang, lagian yang kaya kan eyang aku bukan akunya" Risa mencoba menghibur Kevin agar tidak merasa rendah diri. Kevin tersenyum mendengar penuturan dari istrinya itu, sejujurnya dia takut Risa berubah saat tahu kalau dirinya sudah menjadi kaya sekarang.


Setengah jam kemudian mereka sampai di restoran western yang di jadikan tempat janjian Risa dan eyang Aretha. Untung saja letak restoran itu tidak jauh dari rumah jadi mereka bisa sampai tepat waktu meskipun sedang macet di jalan.


Saat masuk ke dalam restoran, waiters pun mengantar mereka ke tempat duduk karena eyang sudah memesan tempat sebelumnya.


" Clarissa?? " Sapa seseorang dari arah belakang mereka.

__ADS_1


__ADS_2