
" Pak Kevin nganterin Jeni ke rumah sakit, katanya anaknya di bawa ke rumah sakit. Terus waktu pak Kevin meminta saya untuk memberi tahu ibu Jeni bilang dia akan menelpon ibu langsung" jelas Riza.
" Hah!!??? " Risa terkejut.
" Bu Risa beneran tidak tahu soal ini? " tanya Riza.
Risa pun hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban. Saat dia masih larut dalam fikirannya, handphone nya pun berdering. Risa segera meraih ponsel yang berada di dalam tas nya dan melihat nama Kevin di sana.
" Hallo" ucap Risa saat telpon mulai tersambung.
" Sayang kamu di mana? kenapa belum pulang juga? " tanya Kevin dari seberang sana.
" Menurut mu? " tanya Risa balik dengan nada sedikit jutek.
" hah!! maksudnya?? " balas Kevin yang tak tahu maksud dari ucapan Risa.
" Kamu masih main sama Salsa? mau mas Jemput sekarang? " lanjut Kevin.
" Nggak usah, aku bisa pulang sendiri" tanpa menunggu jawaban dari Kevin, Risa pun langsung mematikan telponnya.
Riza yang mendengar semuanya pun merasa kasihan dengan istri bosnya itu. Sebenarnya dia sadar Jeni memiliki niat buruk pada bosnya, tapi dia tidak berani bilang pada Risa karena takut mereka bertengkar dan makin memperburuk suasana.
" Bu Risa mau saya antar pulang? " tawar Riza.
" Nggak usah Za, kamu pesankan taksi saja saya tunggu di bawah" jawab Risa.
" Baik bu" dengan segera Riza pun memesankan taksi untuk Risa.
Sementara Risa sudah berjalan pergi menuju ke lift yang ada di depannya. Perasaan Risa sekarang sudah tak bisa lagi di ungkap kan dengan kata-kata. Tapi dia berusaha tetap tenang di hadapan sekertaris suaminya.
Sesampainya di bawah taksi yang di pesan oleh Riza sudah menunggu di depan pintu lobby, setelah memastikan pada sang sopir Risa pun masuk dan memberitahukan tempat tujuan ke sopir itu.
Sepanjang jalan Risa hanya diam dan memandang lampu kota di jendela mobil yang berjalan. Selama itu pula handphone nya terus berbunyi dan banyak pesan masuk. Risa tak berminat sekalipun untuk mengangkat ataupun sekedar membalas pesan yang suaminya itu kirimkan.
***
Setengah jam kemudian taksi yang di tumpangi Risa pun berhenti di depan rumah nya, dia pun segera turun setelah memberikan uang pada pak sopir.
*Ceklek...
__ADS_1
Saat Risa baru saja membuka pintu, Kevin langsung berlari dan memeluknya dengan erat. Terlihat kekhawatiran dari raut wajah Kevin.
" Sayang kamu dari mana saja, kenapa gak angkat telpon dari mas? mas khawatir dengan mu" Tanya Kevin.
Ternyata Kevin menunggu nya di ruang tamu sejak tadi, pantas saja dia khawatir karena sekarang sudah jam 9 malam.
" Aku mau mandi dulu mas" ucap Risa dengan melepaskan pelukan Kevin.
Risa pun segera berjalan menjauh dari Kevin tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Kevin tadi.
Kevin yang melihat istrinya seperti itu pun semakin khawatir, pasalnya Risa tidak pernah sampai mendiamkan nya seperti ini.
" Apa dia marah karena aku nganterin Jeni ke rumah sakit tadi? " Gumam Kevin.
Sementara Risa di kamar segera masuk ke kamar mandi dan dengan cepat membasuh tubuhnya dengan air shower untuk menenangkan hatinya yang sedang tidak baik-baik saja.
" Sayang ini minum tehnya dulu biar anget badan nya" ucap Kevin yang baru saja masuk ke kamar dengan secangkir teh yang dia letakkan di atas meja nakas.
" Iya Terima kasih" jawab Risa singkat.
" Sayang, kamu marah sama mas? " tanya Kevin.
" Maafin mas sayang, tadi mas buru-buru karena Jeni mendapat kabar kalau anaknya di larikan ke rumah sakit" jelas Kevin.
Risa masih saja tak bergeming padanya dan tetap saja diam, Kevin yang tak sabar pun segera memegang kedua pundak Risa dan menghadapkan padanya.
" Ayolah sayang, mas sudah minta maaf. keadaan nya tadi mendesak karena anak Jeni yang di larikan ke rumah sakit. Kenapa kamu masih saja mendiamkan mas, kamu jangan egois dan bertingkah seperti anak kecil seperti ini" Teriak Kevin di depan Risa yang membuatnya sedikit tersentak karena terkejut.
Dia tidak habis fikir jika suaminya malah menilainya seperti itu. Harusnya dia yang marah karena Kevin sudah mengabaikannya tadi, bukan malah sebaliknya.
Karena malas berdebat dia pun segera menepis kedua tangan Kevin dari pundaknya dan naik ke atas ranjang.
" Aku capek mau istirahat mas" ucap Risa.
Risa segera berbaring membelakangi Kevin dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Sementara Kevin mengacak rambutnya dengan tangan karena menyesal sudah membentak Risa barusan.
"Sayang maafin mas, mas gak bermaksud membentak mu tadi" ucap Kevin dengan mengusap pelan kepala Risa.
Karena masih tidak mendapat respon dari Risa, Kevin pun akhirnya ikut berbaring di sebelah Risa dengan memeluknya. Sementara air mata Risa mulai menetes dalam tidurnya, hatinya masih sangat terasa sakit dengan ucapan yang Kevin lontarkan padanya tadi.
__ADS_1
***
Pagi sebelum subuh Risa sudah terbangun, dia melihat tangan Kevin masih memeluknya. Dengan pelan dia pun menyingkirkan tangan itu lalu beranjak bangun menuruni ranjang.
Risa pun keluar kamar dan menuju ke kamar Kinar putrinya, di sana dia melihat Kinar yang masih terlelap dalam tidur nya yang pulas. Risa mencium pucuk kepala Kinar lalu berlalu dari sana.
Dia menuju dapur dan melihat mbok Minah yang sudah mulai menyiapkan masakan untuk sarapan seorang diri. Biasanya ada mama nya yang membantu, tapi kemarin beliau pergi ke rumah kakak nya menengok cucunya yang sedang sakit.
" Masak apa mbok? " tanya Risa pada mbok minah.
" Mau bikin nasi goreng sama goreng ayam yang kemarin di buat sama bu Sinta buat bekal non Kinar" jawab mbok Minah.
"Biar Risa aja mbok yang masak, mbok bisa ngerjain yang lain" ucap Risa.
" Neng Risa nggak ke kantor hari ini? " tanya mbok Minah.
" Nggak mbok, hari ini Risa di rumah" jawab Risa sambil tersenyum.
Mbok Minah pun hanya manggut-manggut lalu pamit pergi dari dapur, sedangkan Risa mulai memasak menu untuk sarapan pagi keluarga kecilnya.
Sementara di kamar Kevin bangun dan mendapati Risa sudah tak berada di sisi nya lagi, dia pun segera bangun untuk mandi dan bersiap berangkat ke kantor.
Kevin tersenyum saat keluar dari kamar mandi dan sudah mendapati satu set baju kerja sudah Risa siapkan di atas tempat tidur. Dia pun gegas mengambil lalu memakainya.
" Selamat pagi sayang" sapa Kevin pada Kinar yang sedang makan di meja makan.
" Pagi papa" jawab Kinar.
" Mama mana sayang? " tanya Kevin yang tidak melihat keberadaan Risa.
" Mama lagi di dapur nyiapin bekal buat Kinar pa" jawab Kinar.
Tak lama kemudian Risa pun keluar dari dapur dengan membawa kotak bekal milik Kinar. Kevin yang melihat Risa masih memakai pakaian rumah pun heran.
" Kamu belum siap-siap sayang? " tanya Kevin.
" Hari ini aku di rumah mas" jawab Risa seperti biasa karena tidak mau Kinar melihat mama papa nya sedang bertengkar.
" Kenapa? kamu sakit atau ada masalah apa? " tanya Kevin dengan panik.
__ADS_1