
" Bella.... ". Seru Kevin dan Risa bersamaan.
Bella pun tersenyum manis ke arah Kevin, lalu berjalan dan berusaha memeluk Kevin. Tapi dengan sigap Kevin menepis Bella dan menjauhkan diri darinya.
" Kevin, kenapa kamu menolak pelukanku. Memangnya kamu tidak rindu dengan ku? ". Sungut Bella sambil mengerucutkan bibirnya.
" Seharusnya kamu menjaga sikapmu Bella, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku juga sudah menikah, kamu harus bisa menjaga perasaan istri saya". Ucap Kevin sambil memegang pundak Risa.
Bella yang menyadari kehadiran Risa di sana bertambah emosi. Tadi dia begitu fokus pada Kevin sehingga tidak melihat jika Risa juga turut hadir di sana.
" Hai Vin, akhirnya elo sampai juga. Ayo duduk dulu, jarang-jarang kan kita ada waktu untuk kumpul bareng kayak gini". Ucap Farhan memecah kecanggungan di antara mereka.
Saat Bella akan duduk di kursi sebelah Kevin, Kevin lebih dulu mempersilahkan Istrinya untuk duduk di sana. Mau tidak mau, akhirnya Bella duduk di sebelah Farhan dan berhadapan dengan kursi Risa.
" Apa kabar kamu Vin, katanya kemarin elo nikah. Kok gak ngundang gue sih". Ucap Farhan.
" Seperti yang lo lihat, kabar gue baik-baik saja. Soal undangan, sorry banget gak sempet ngundang karena gue fikir elo masih di Jerman". Jawab Kevin.
__ADS_1
" Kenalkan juga, ini Risa istri saya". Lanjut Kevin memperkenalkan Risa pada teman lamanya itu.
" Risa". g Risa pun mengulurkan tangan dan di sambut oleh Farhan.
" Farhan, temen Kevin waktu kuliah dulu". Balas Farhan dan di balas senyum oleh Risa.
" Kenapa elo mengundang dia juga han, bukankah kita mau membicarakan soal kerja sama kita? ". Tanya Kevin dengan tatapan sinis pada Bella.
" Kan Bella juga ikut dalam bisnis ini Vin, makanya dia juga datang ke sini". Jawab Farhan.
Kevin pun mengerutkan kening tampak berfikir dengan jawaban dari temannya itu.
" Gue kira elo bakal setuju aja Vin, makanya gue gak ngasih tau ke elo. Lagian, Bella juga bilangnya elo pasti tidak akan keberatan dengan bergabungnya dia. Maka dari itu gue gak ngomong". Ucap Farhan dengan pelan karena takut menyinggung temannya itu.
Dia sadar akan kesalahan nya itu, seharusnya dia memberi tahu dulu ke Kevin tentang keikutsertaan Bella di sana. Tidak serta merta percaya pada ucapan Bella yang bilang bahwa Kevin pasti akan menerimanya. Dia juga tahu bagaimana dulu Bella menghianati Kevin dan membuat hancur hidup temannya itu. Jadi tidak heran jika Kevin bereaksi seperti itu mengetahui keberadaan Bella di sana.
" Maaf Han, seperti nya gue gak bisa lanjutin kerja sama kita ini. Gue gak mau membuka jalan buat Bella masuk ke kehidupan gue lagi. Gue juga harus menjaga perasaan istri gue". Pilih Kevin pada akhirnya.
__ADS_1
" Sebegitu bencinya elo sama gue Vin, sampai-sampai melihat gue aja sepertinya elo gak terima. Gue tau kesalahan gue, gue juga dah berkali-kali memohon maaf sama elo. Kenapa elo tega banget ke gue sih Vin". Teriak Bella pada akhirnya setelah dari tadi hanya diam menyimak pembicaraan Kevin dan Farhan.
Karena suara keras dari Bella, beberapa pasang mata yang berada di restoran itu pun memandang ke arah meja mereka yang semakin membuat Kevin berang.
" Pelan kan nada bicara kamu itu, seharusnya kamu sudah tahu jawabannya tanpa saya memberi tahu". Ucap Kevin dengan sinis.
" Elo lebih memilih wanita kampungan ini di bandingin gue Vin, apa kelebihan dia yang membuat elo begitu tergila-gila setengah mati padanya? ". Bella semakin mengeraskan suaranya dan memandang remeh ke arah Risa.
Mendengar penuturan Bella, darah Kevin sudah mulai mendidih. Dia tidak Terima ada yang menghina istri yang begitu di cintainya itu. Tapi saat dia akan bicara, Tangan Risa menggenggam lembut jemarinya dan menyuruhnya untuk tetap tenang.
Melihat tidak ada reaksi apapun dari Kevin, Bella mengira bahwa dia sudah mulai memikirkan apa yang di ucapakannya barusan. Sehingga dia semakin semangat untuk mempermalukan Risa di depan umum.
" Dan elo Ris, cewek miskin yang gila harta. menikahi Kevin hanya untuk mendapatkan uang dan kemewahan juga bukan?. Harusnya elo itu ngaca, pantas gak lo itu bersanding dengan Kevin yang seorang CEO. Yang ada elo itu bakal bikin malu Kevin nantinya". Umpat Bella dengan menggebu-gebu. Farhan yang berada di sebelahnya merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan Bella barusan.
Kevin mengeraskan rahangnya, terlihat dia sudah begitu tak tahan dengan ucapan Bella barusan. tapi saat dia akan bicara, Risa sudah lebih dulu berdiri dan membalas tuduhan Bella padanya.
" Gue emang miskin dan kampungan seperti apa yang elo barusan bilang. Tapi setidaknya gue masih punya etika dan sopan santun di tempat umum seperti ini. Gue gak pungkirin kalau gue suka dengan kehidupan mewah dan harta yang di berikan mas Kevin ke gue. Lagian, siapa sih wanita yang gak suka hidup serba berkecukupan, Realistis saja lah dan gak usah sok munafik". Ucap Risa dengan santai.
__ADS_1
" Tapi perlu elo tahu ya nona Bella yang terhormat, gue mencintai mas Kevin tulus, kalaupun dia kaya itu hanyalah bonus. Gue juga akan terus mendukung dan berdiri di samping mas Kevin, apapun yang terjadi. Walaupun suatu saat dia tidak mempunyai apa-apa lagi, gue masih akan tetap menjadi orang pertama yang mendukung nya dan terus mensuport nya". Lanjut Risa.
" Dan satu hal lagi, gue gak se norak elo yang teriak-teriak di depan umum. Ngaca dulu sebelum elo neriakin orang lain, udah bener belum kelakuan lo. Sok-sok an lagi mau ceramahin gue. Udah yuk mas kita pulang aja, gak ada faedahnya juga ngurusin orang yang katanya berpendidikan tapi gak punya sopan". Setelah berbicara, Risa pun menarik tangan Kevin untuk pergi dari sana.