Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 55


__ADS_3

Kondisi Risa hari ini sudah cukup stabil, dia pun di perbolehkan untuk pulang ke rumah, Kinar begitu antusias saat menjemput Risa di rumah sakit.


" Akhirnya mama udah boleh pulang, kinar kangen banget sama mama " Ucap Kinar sambil bergelayut manja di pangkuan Risa.


" Mama juga kangen banget sama anak mama yang cantik ini" Balas Risa.


" Udah siap semua? ayo kita pulang sekarang" Kata kevin.


Selama di perjalanan pulang hingga sampai di rumah, Kinar tidak mau lepas dari Risa sedikitpun. Dia selalu berada di samping Risa dan memegang tangannya dengan erat.


" Kinar, biarkan mama istirahat di kamar ya. Kinar main dulu sama oma dan nenek" Pinta mami Ratna.


" Kinar masih kangen sama mama oma" Gerutu Kinar.


" Kan nanti masih bisa main lagi, Kinar mau mama cepet sembuh kan biar bisa pergi berlibur bersama? " Bujuk mami Ratna lagi.


" Kita jadi pergi liburan bareng oma? " Tanya Kinar dengan antusias.


" Tentu saja jadi, makanya biarkan mama istirahat dulu supaya cepat pulih. Jadi jadwal liburan kita tidak di undur lagi" Kinar bersorak gembira saat mendengar jawaban dari omanya.


" Yeeeyyyy, akhirnya Kinar bisa liburan bareng sama mama. Mama cepet sembuh ya, biar nanti bisa main bareng Kinar lagi" Ucap Kinar.


" Iya sayang, mama istirahat dulu ya. Kinar jangan lupa makan dan belajar" Kata Risa.


" Siap bos" Jawab Kinar sambil mengangkat tangannya di atas kepala mirip gerakan hormat.


Sesampainya di kamar, Risa pun membaringkan tubuhnya di ranjang. Kevin yang ikut masuk dengan Risa ke kamarpun langsung duduk di sampingnya dengan membelai kepala Risa.


" Mas gak ada kerjaan hari ini? " Tanya Risa.

__ADS_1


" Nggak ada sayang, kan ada papi di kantor. Jadi semuanya udah di kerjain sama papi". Jawab Kevin.


" Kalau begitu, sekarang mas sini temenin aku bobok" Ucap Risa sambil menepuk ranjang di sebelahnya.


" Dengan senang hati sayang"


Tapi baru saja kevin merebahkan tubuhnya, Handphone nya berdering. Dia melihat ID pemanggil dan melihat ke arah Risa.


" Aku angkat telpon sebentar ya sayang" Kata kevin dan di angguki oleh Risa.


Kevin pun berjalan ke arah balkon dan menerima panggilan itu.


" Hallo, ada apa? "


".... "


".... "


" Baiklah, aku ke sana sekarang juga" Kevin pun memutuskan panggilan dan berjalan ke arah Risa kembali.


" Sayang, sepertinya mas harus pergi sebentar. Mas ada pekerjaan penting yang tidak bisa di wakilkan oleh papi" Ucap kevin saat berada di samping Risa.


" Iya mas, pergilah"


" Mas akan panggil mama buat nemenin kamu di sini"


" Gak usah mas, aku mau langsung tidur aja".


" Yasudah, kalau ada apa-apa segera minta tolong sama mama atau mami. Mas akan segera pulang jika semua sudah beres".

__ADS_1


" Iya mas, Hati-hati di jalan"


Setelah mengecup kening Risa, kevin pun berjalan keluar meninggalkan kamar. Di bawah, dia juga berpamitan dengan mami dan mama Sinta sekalian menitipkan Risa.


" Mau kemana emangnya vin? " Tanya mami.


" Ada sedikit masalah di kantor mi, jadi kevin harus segera ke sana".


" Yaudah kalau gitu, langsung pulang jika sudah selesai. Kasihan Risa kalau kelamaan kamu tinggal" Pesan mami Ratna.


" Iya mi, aku berangkat dulu ya mi, ma. Kinar sayang, papa pergi dulu ya ". Pamit Kevin.


" Oke pa"


Lima belas menit berkendara, Kevin pun sampai di tempat tujuan. Dia berdiam diri di mobil dengan melihat kantor polisi yang ada di depannya.


Kevin berjalan keluar mobil dan menuju ke pintu masuk. Setelah memberitahukan maksud kedatangannya kepada petugas, diapun di antar menuju ke ruang besuk yang sudah di sediakan.


Lima menit menunggu akhirnya orang yang ingin dia temui pun muncul di depannya. Seorang wanita dengan baju tahanan dan borgol di tangannya duduk di kursi depan Kevin.


" Akhirnya kamu datang juga vin" Ucapnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Kevin melihat wajah yang dulu begitu terawat, kini terlihat sayu dan pucat.


" Tidak usah banyak basa-basi, cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan. Aku sudah muak melihat wajahmu. " Ucap kevin dengan nada sinis.


" Sebegitu bencinya kah kau dengan ku hingga melihat ku saja kau tak mau? " Tanyanya.


" Kau fikir saja sendiri, kurasa kau pun sudah cukup faham tanpa aku jelaskan secara gamblang " Lanjut Kevin.


" Maafkan aku vin" Ucapnya pada akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2