Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
22


__ADS_3

Hari-hari Risa kini di sibukkan dengan persiapan pernikahannya dengan kevin. mulai dari foto prewedding, rias pengantin hingga undangan. sebisa mungkin dia ikut andil dalam menyelesaikan semua dengan di bantu tim WO.


Sejenak dia juga melupakan masalah Rena yang di pecat dari kantor setelah kejadian waktu itu. kevin juga sudah menjelaskan semuanya agar risa tak terlalu memikirkannya.


Pernikahan mereka tinggal satu minggu lagi, rencananya hari ini dia akan ke kantor memberikan undangan pada temannya dan sekalian membawakan kevin makan siang.


"Aku akan memberikan kejutan untuk mas kevin hari ini, dia pasti senang melihat aku datang ke kantor membawakan makan siang untuknya". gumam risa sambil menyiapkan nasi di kotak makan.


" Kamu jadi ke kantor kevin ris?". Suara mama Sinta yang datang dari arah belakang. sontak risa langsung menoleh ke arah mamanya dan menjawabnya.


"Iya ma, sekalian mau anter undangan juga buat temen di kantor".


" kamu naik apa ke sana?"


"sepertinya bawa mobil ma, aku mau mampir ke butik sore nanti untuk fitting yang terakhir".


" Yasudah kalau gitu, Hati-hati dijalan. selesaikan semua urusanmu hari ini, besok kamu sudah tidak boleh pergi-pergi lagi karena harus di pingit". ucap mama Sinta.


"Iya ma, risa berangkat dulu ya Assalamu'alaikum". pamit Sinta sambil mencium punggung tangan mamanya.


" Wa'alaikumussalam ".


.


.


.


sepanjang jalan risa begitu bahagia, menyanyikan lagu sambil terus menyetir. Dia tak bisa membayangkan bagaimana wajah terkejut mantan rekan kerjanya dulu saat tahu dia menikah dengan kevin Sebastian dirgantara.


Selama ini risa tetap diam meski mereka selalu menanyakan tentang siapa calon suaminya itu. karena dia tidak mau di perlakukan berbeda karena tahu dia adalah calon istri dari CEO mereka.


Tak terasa perjalanannya pun telah sampai pada tempat tujuan. Dia segera memarkirkan mobilnya di depan kantor dan masuk ke dalam. Banyak karyawan yang menatap heran dengan kehadiran Risa ke kantor. pasalnya mereka sudah tahu bahwa risa telah mengundurkan diri dari sini.


"Selamat siang seina". sapa Risa pada resepsionis yang sudah lama dia kenal.


" Selamat siang mbak risa, ada perlu apa nih mbak kok tumben dateng ke kantor". Tanya sangat resepsionis.


"Mau ketemu sama Salsa, ada sedikit urusan". jawab Risa dengan tersenyum.


" Ooh begitu, kirain mau balik kerja lagi mbak".


"Hehehe ya enggak lah na. yaudah kalau begitu saya ke atas dulu ya. takut keburu mereka pada istirahat nanti. bye...!!". ucap risa sambil melambaikan tangan dan di balas lambaian tangan juga oleh seina.


.

__ADS_1


.


.


Saat di lift risa melihat jam di pergelangan tangannya. sebentar lagi sudah jam istirahat, dia ingin segera memberikan undangan itu lalu bertemu dengan kevin dan makan siang bersama.


*Ting...


Lift yang membawanya telah sampai ke tempat tujuannya. dia pun segera keluar dan menuju ke ruang divisi marketing. Dia jadi rindu dengan suasana di kantor ini, semuanya masih tampak sama seperti saat dia meninggalkannya.


Langkah kakinya terhenti saat sampai di ruang kerja Salsa dan teman yang lainnya. Dia melihat teman-teman nya sudah berdiri bersiap untuk makan siang.


Tok..


tok..


tok...


"permisi... ". ucap risa saat sampai di depan pintu.


" Risa...!!! ". Salsa, cika, roy dan yang lainnya berteriak histeris saat tahu siapa yang datang. mereka pun berhambur ke sisi risa bergantian memeluk dan menjabat tangannya.


" Kita kangen banget tau gak ris sama kamu. kok gak pernah main ke sini sih". kali ini cika yang berbicara.


" Kamu jadi nikah ris? waah kapan nih". tukas roy.


"Minggu depan, kalian semua dateng ya. ini sekalian aku bawain undangan buat semuanya". Risa pun segera memberikan undangan untuk mereka satu persatu.


" Kenapa gak di titipin ke aku sekalian aja ris, kan kamu jadi gak perlu buat datang ke sini". ujar Salsa.


"Aku juga ada keperluan ke sini. lagian kan gak enak juga sama kalian kalau aku gak ngasih ini secara langsung". Risa melihat sonia yang hanya diam sambil memandangnya dari arah kejauhan. Dia tahu kalau sonia benar-benar menyesal atas apa yang terjadi waktu itu.


Dia pun berjalan ke arah sonia dan memberikan undangan itu padanya. " Kamu jangan lupa dateng ya nia".


"maafin aku ya ris, atas apa yang aku ucapkan tempo hari". sesal sonia.


" Iya gak papa nia, aku udah maafin kamu kok".


"Makasih ris, makasih juga buat undangan nya ini. aku usahain buat dateng ke acara bahagiamu".


Mereka berdua pun berpelukan dan dia terhenyak saat mendengar suara histeris dari cika.


" Risa aaa.... kamu serius ini calon suami kamu?". cika memperlihatkan undangan pada risa.


"Kevin sebastian dirgantara, kayak kenal dengan nama ini". gumam diki tampak berfikir.

__ADS_1


" Ya pastinya kenal lah, ini kan nama pak kevin CEO kita". teriak cika sambil memukul pelan lengan diki.


"Masak sih? beneran nih ris pak kevin bos kita?". Tanya diki lagi memastikan.


" Pasti bener lah, gak lihat apa itu nama ayah calon pengantin nya Raka putra dirgantara, beliau kan yang punya kantor ini" imbuh cika.


"Jadi selama ini kamu udah berhubungan dengan pak kevin ris?". tanya sonia.


" iy.. iya, maaf ya gak pernah cerita soal ini. aku gak mau sikap kalian berubah sama aku kalau tahu aku calon istri pak kevin". lirih Risa pelan.


"pantesan aja tanggal lamaran kalian sama. lah wong emang kalian berdua yang lamaran". ucap roy.


" Waah selamat ya bu bos. jangan lupain kita ya kalau udah jadi bini orang kaya. untung-untung kita kebagian enaknya juga". kelakar cika dan di sahuti tawa oleh yang lainnya.


Setelah cukup lama mereka bercanda amelepas rindu, risa pun pamit untuk segera ke ruangan kevin.


"Udah waktunya makan siang nih, gue ke atas dulu ya mau nganterin makanan buat calon suami". ucap risa.


" Iya ris, sekali lagi selamat ya". balas sonia.


Risa pun melangkahkan kakinya menuju ke lift dan menekan tombol 17 di mana ruangan kevin berada. dia mengeluarkan handphone nya bermaksud untuk menghubungi kevin tapi dia urungkan karena mau memberikan kejutan pada kevin.


.


.


.


*Ting...


Pintu lift pun terbuka, segera risa melangkahkan kaki keluar dan berjalan menuju ruangan kevin. Saat menapakkan kaki keluar dari lift, perasaan risa tiba-tiba saja merasa tak enak seperti ada yang mengganjal.


Tapi segera dia tepis semua rasa itu karena sebentar lagi akan bertemu dengan lelaki yang selalu menghiasi mimpi indahnya selamat beberapa bulan terakhir ini.


Saat sampai di depan ruang kevin, tanpa mengetuk diapun langsung membuka pintu bermaksud untuk memberikan kejutan.


*Ceklek...


"Sur.... ". Belum sempat kata surprise dia ucapkan, lidahnya kelu melihat pemandangan di depan matanya.


Bayangan seorang perempuan yang tengah begelayut manja pada pria itu sontak membuat dia menjatuhkan kotak makanan yang dia bawa.


*Kluntang...


Suara yang begitu nyaring membuat dua orang yang ada di dalam itu langsung menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


__ADS_2