Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 36


__ADS_3

Risa merasa ada benda yang berat menimpa perutnya, hingga dia membuka pelan matanya dan mengucek nya. Di lihatnya tangan kekar kevin berada di atas tubuhnya, memeluk dengan erat.


*Pantas saja tubuhku berat sekali sekali rasanya*. Gumam Risa lalu berusaha dengan pelan menyingkirkan tangan Kevin.


Merasakan pergerakan di dalam pelukannya, Kevin pun membuka mata dan melihat Istrinya sudah dalam posisi setengah duduk hendak bangun.


" Mau ke mana sayang". Ucap Kevin.


" Aku mau ke kamar mandi mas, udah jam sepuluh malam. Aku laper mau makan". Jawab Risa.


Sejak menginjakkan kaki ke kamar hotel, Kevin selalu meminta jatahnya hingga entah berapa kali. Sampai akhirnya mereka berdua kelelahan dan terlelap bersama.


" Hmmm masih sakit gak sayang". Tanya Kevin khawatir.


" Udah gak sakit kok mas, mau mandi sekalian atau nanti sendiri". Tawar Risa malu-malu.


" Kamu duluan aja, aku nanti gampang. Aku gak akan kuat kalau melihat kamu mandi di depan ku". Ucap kevin yang di iringi tawa renyah oleh keduanya.


***


" Mau makan di kamar atau kita ke bawah sayang?". Tanya Kevin saat ke duanya sudah selesai mandi.


" Makan di luar saja mas, aku juga pengen jalan-jalan sebentar. Boleh ya mas". Pintar Risa sambil menggoyang kan lengan Kevin, dan jawab anggukan kepala oleh nya.


" Yeeeyyy... makasih mas. Kamu memang suami terbaik". Risa merasa senang hingga memeluk Kevin dan mencium pipinya.


Kevin merasa lucu dengan tingkah Risa yang manja ini. Persis seperti Kinar saat meminta sesuatu padanya.


Selesai makan malam berdua, Mereka pun jalan-jalan di tepi pantai sesuai keinginan Risa. Kevin tersenyum melihat Risa yang berlarian ke sana ke mari dengan tawa yang selalu terpancar di bibirnya.


" Mas, fotoin aku dong". Pinta Risa saat mereka sudah duduk di kursi yang tersedia di sana.


Kevin pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan mengambil gambar Risa dari berbagai sudut.

__ADS_1


" Mas, bisa minta tolong fotoin kita berdua gak? ". Tanya kevin pada salah satu pengunjung yang melintas di depan mereka.


" Boleh mas, sini HP nya". Jawab pengunjung itu dengan senyum.


Kevin pun menyerahkan ponselnya dan berterima kasih padanya. Mereka berdua di foto dengan berbagai gaya mulai yang kocak hingga yang romantis.


Setelah di rasa cukup banyak, kevin pun mengambil ponselnya kembali dan tak lupa mengucapkan Terima kasih sekali lagi pada pengunjung itu.


" Waah yang ini bagus mas, yang ini juga cantik". Risa antusias melihat hasil foto di handphone Kevin.


" Mas, boleh nggak aku share di sosial media ku?". Tanya Risa penuh harap.


" Tentu saja boleh sayang, kamu juga boleh menandai akun ku juga".


" Beneran mas? ".


" Iya sayang". Jawab Kevin yang di sambut senyum bahagia di bibir Risa.


Risa begitu sibuk memilih foto yang bagus untuk di bagikan nya ke akun sosial media miliknya, dan tak lupa juga menandai akun milik sang suami.


Risa hanya tersenyum membaca berbagai komentar yang datang, dan juga menekan tanda love pada komentar yang dia sukai atau membalas komentar yang berisi doa dan ucapan selamat kepadanya.


" Sudah malam sayang, yuk balik ke hotel lagi. Besok selesai acara kita pergi lagi". Ajak Kevin saat melihat jam sudah menunjukkan hampir tengah malam.


Kevin dan Risa pun berjalan kembali ke hotel yang terletak tidak jauh dari pantai. Mereka berdua pun berjalan beriringan sambil bercanda.


Sesampainya di hotel, mereka berdua pun langsung tidur karena besok pagi akan ada acara peresmian hotel baru papi Arya.


.


.


.

__ADS_1


" Sayang, sudah siap belum. Sebentar lagi acaranya mulai". Ucap kevin yang sudah duduk di sofa.


" Ini udah selesai mas. Kita mau berangkat sekarang?". Risa berjalan menghampiri sangat suami yang tengah membaca majalah.


" Iya, mobil kita sudah menunggu di bawah". Jawab kevin.


Kevin dan Risa pun menempuh perjalanan untuk sampai di Hotel milik papi Arya. Ternyata jarak dari hotel lama ke hotel yang baru tidak begitu jauh, hanya setengah jam perjalanan menggunakan mobil.


Kendaraan yang mereka tumpangi pun memasuki Hotel. Risa membaca plang nama yang terdapat di depan hotel dengan nama " VINSA HOTEL".


" Mas, kenapa namanya Vinsa hotel? kenapa gak pake nama dirgantara juga seperti yang lainnya? ". Tanya Risa penasaran.


" Nanti juga kamu akan tahu. Ayo turun, kita sudah sampai". Jawab Kevin sambil tersenyum penuh misteri. Risa hanya mengernyitkan dahi mendengar jawaban dari Kevin, tapi dia tetap turun sesuai instruksi dari suaminya itu.


" Selamat Pagi pak Kevin, bu Risa". Sapa para Staf dan tamu yang hadir.


Ternyata di dalam sudah banyak tamu yang datang. padahal acara di mulai pukul sembilan pagi, sedangkan sekarang masih setengah sembilan.


Risa menemani Kevin menyapa para kolega dan tamu undangan yang hadir. Kevin juga mengenalkan Risa sebagai istrinya pada mereka semua. Hingga terdengar MC pun memulai acara hari ini.


" Selamat pagi bagi semua tamu yang sudah berkenan hadir hari ini untuk acara peresmian VINSA HOTEL, saya mewakili pak Kevin dan Bu Risa sebagai penyelenggara acara mengucapkan banyak Terima kasih atas waktu dan dukungan yang telah anda berikan... ".


" Untuk memeprsingkat acara, mari kita dengarkan sambutan dari pak Kevin Sebastian Dirgantara. Di mohon untuk pak Kevin menaiki podium yang sudah di sediakan". Ucap MC dan di iringi tepuk tangan dari para tamu undangan.


Risa pun tampak terkejut saat Kevin menarik tangannya untuk naik ke atas podium. Dia begitu gemetar dan nervous karena baru kali ini berdiri di depan begitu banyak orang dan menjadi pusat perhatian.


" Selamat pagi semua, kepada investor, kolega bisnis dan seluruh tamu undangan yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Hari ini sudah berkenan hadir untuk pembukaan sekaligus peresmian hotel baru kami ini. Terima kasih banyak atas waktunya ". Ucapan pembukaan dari kevin dan di sambut tepuk tangan dari para tamu yang datang.


" Untuk mempersingkat acara, mari kita persilahkan untuk bapak Kevin dan Bu Risa untuk melakukan pemotongan pita". Ucap MC.


Risa dan Kevin pun menuju ke tempat pemotongan pita. kemudian pegawai datang membawa nampan berisi gunting yang kemudian di ambil oleh Kevin dan Risa.


" Mari kita hitung bersama untuk pemotongan pita ini. Satu.... dua... tiga... ".

__ADS_1


Kevin dan Risa pun bersamaan memotong pita dan di sambut tepuk tangan yang meriah dari seluruh tamu yang hadir di sana.


Tiba-tiba sebuah banner besar muncul di belakang Risa dan membuatnya terkejut saat membaca tulisan di banner itu.


__ADS_2