Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 68


__ADS_3

Saat masuk ke dalam kamar hotel, aku melihat Risa yang sedang tertidur di ranjang. Aku mendekatinya dan mengecup pucuk kepalanya dengan pelan karena takut akan membangunkan nya.


Tapi Risa malah tersentak kaget saat aku mendaratkan ciumanku di keningnya, dia tampak ketakutan lalu menjauh dariku. Saat melihat bahwa aku yang ada di depannya, mimik wajahnya berangsur menjadi tenang.


" Mas udah balik" Tanya nya padaku.


" Iya sayang, maaf jika aku membuatmu terkejut" Ucapku dengan penuh penyesalan. Dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan pelan.


" Kamu sudah lapar? " Tanyaku padanya. Dan lagi-lagi dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Mau mas pesenin makanan sekarang?, nanti papi ngajak kita buat makan di restoran" Ucapku.


" Yaudah kalau gitu nanti aja makannya pas di restoran aja bareng-bareng " Jawab Risa.


" Mas pesenin makanan ringan saja dulu ya, biar gak laper banget" Aku pun langsung mengambil telpon yang ada di meja dan memesan pada staff hotel untuk mengantarkan makanan ringan ke kamar.


" Tadi papi ngomong apa mas? " Tanya Risa saat aku duduk di sebelah nya.


" Papi akan bantu buat nyelidikin kasusu ini juga sayang, kamu tenang aja ya" Jawabku mencoba menenangkan Risa.


" Terimakasih ya mas" Kata Risa sambil menyandarkan kepalanya di pundakku.

__ADS_1


Jam 7 malam, aku mengajak Risa untuk makan malam di restoran. Awalnya Risa ragu untuk pergi karena khawatir Toni akan mengikuti nya lagi, tapi setelah aku bujuk dan beri pengertian akhirnya dia pun setuju untuk ikut. Saat sampai di sana, papi dan yang lainnya sudah menunggu kedatangan kami.


" Ris, kok kamu pucat banget, kamu lagi sakit ya? " Tanya mama Sinta saat aku dan Risa duduk di sampingnya. Aku tahu pasti mama Sinta merasakan jika putrinya itu sedang dalam masalah. Tapi sebisa mungkin kami mencoba untuk bersikap biasa saja agar mereka tidak curiga.


" Nggak ma, Risa hanya kecapekan aja mungkin" Jawab Risa dengan senyum di bibir nya.


" Yaudah kalau gitu cepat makannya, biar kamu bisa langsung istirahat Ris" Ucap mami.


Kami pun makan malam bersama dengan di temani celotehan Kinar yang sedikit membuat Risa lupa akan masalah yang sedang di hadapinya.


" Mas, aku pengen ke kamar mandi" Bisik Risa dengan pelan padaku.


" Mau mas temenin? " tawarku pada Risa.


" Sepertinya di kamar mandi sedang ramai mas, dia pasti tidak akan berani berbuat macam-macam padaku. Aku ke sana sendiri saja " Ucapnya sambil mengamati area di sekitar toilet.


" Baiklah, kamu hati-hati. Jika dia berani berbuat macam-macam, kamu teriak saja" Kataku pada Risa, dia menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Setelah berpamitan dengan yang lain, Risa pun berjalan ke toilet dengan mengamati sekitarnya. Aku menatap papi dan dia menganggukkan kepala sebagai kode bahwa orang suruhannya sudah mengamati Risa dari jauh.


Beberapa saat kemudian aku melihat Risa kembali dengan wajah yang begitu pucat, aku yakin sekali pasti ada sesuatu yang sudah terjadi tadi. Dia duduk di sampingku lalu meminum minumannya hingga tandas. Aku memegang tangannya yang bergetar untuk sedikit menenangkan nya.

__ADS_1


Aku memutuskan kembali ke hotel terlebih dahulu dengan alasan Risa yang sedang tidak enak badan. Meski awalnya Kinar sedikit rewel karena tidak mau di tinggalkan oleh Risa, tapi akhirnya mami bisa membujuknya hingga mengizinkan kami pergi.


" Ada apa sayang? " Tanyaku pada Risa saat kami sampai di dalam kamar hotel.


" Tadi Toni menemuiku lagi mas, dia juga mengancam ku akan menghancurkan hubungan ku dengan mu" Jawab Risa.


Dia menangis sesenggukan dalam pelukanku, aku menepuk pelan punggung nya sebagai isyarat untuk menenangkan nya. Risa pasti sudah menahan tangisnya sejak di restoran tadi. Tapi dia tidak mungkin menangis di depan mama nya dan yang lainnya karena mereka pasti akan khawatir.


" Kamu tenang lah sayang, papi sudah menyuruh orang untuk mengikuti Toni. Mereka pasti akan segera menyelesaikan masalah ini secepatnya, Kamu bertahanlah sebentar lagi" Ucapku masih dengan memeluknya.


" Jadi tadi waktu Toni menemuiku, orang suruhan papi sudah mengikuti nya? " Tanya nya padaku.


" Iya sayang, kita akan segera tahu siapa sebenarnya dalang di balik ini semua" Jawabku.


Setelah Risa tenang, dia pun akhirnya tertidur karena kelelahan. Tangan nya tak melepaskan ku sama sekali, dia meminta agar aku tetap berada di sampingnya hingga dia terlelap.


Setelah memastikan Risa tertidur, aku beranjak menjauh darinya dan menelpon seseorang.


📱 " Bagaimana, apakah ada informasi? " Tanyaku pada orang di ujung telpon.


📲 ".... "

__ADS_1


📱" Baiklah, tetap ikuti dia dan segera laporkan padaku jika ada informasi yang penting" Aku pun segera mematikan telpon setelah tidak ada lagi yang ingin di sampai kan oleh orang suruhanku dan papi.


Aku pun kembali ke sisi Risa karena khawatir dia akan terbangun dan mencariku yang tidak ada di sampingnya.


__ADS_2