
..."Bisnis bakso kerap di goyang isu tak sedap menggunakan daging tikus, bangkai ayam hingga daging babi. Masih ingat kasus bakso malang Cak Sam yang sempat viral?"...
..."Hari ini Senin 13 Desember, seorang pria dengan inisial J di tangkap petugas saat akan meninggalkan Bandara Abdul Rahman Saleh."...
..."Kendati sudah hampir satu tahun bersembunyi, kali ini pihak kepolisian Polres Malang berhasil meringkusnya."...
..."J pelaku yang terekam kamera amatir itu terlihat meluapkan amarahnya saat menemukan ekor tikus mengapung di dalam mangkuk bakso yang ia pesan. Hingga Vidio itu tersebar dan viral, Januari akhir 2021."...
..."Saat jumpa pers siang tadi, J di hadirkan dan mengaku jika dirinya di bayar untuk mencemarkan warung bakso Cak Sam."...
..."Hal itu lantas menyeret salah satu pegawai ASN di Balaikota Malang dengan inisial B"...
..."Belum di ketahui persis motif di balik pencemaran warung bakso Cak Sam. Rencananya Polisi yang menangani kasus ini akan melakukan pemanggilan terlebih dahulu terhadap ASN dengan inisial B tersebut."...
..."Jika terbukti bersalah, keduanya bisa di jerat pasal 310 ayat (1) KUHP, tentang pencemaran nama baik dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun atau denda maksimal satu milyar rupiah."...
Rambut Saras masih basah setelah berkeramas sore ini. Kepala terasa enteng seakan beban hidupnya ikut luruh bersama ketombe. Saras menjatuhkan pantat di samping ibunya yang tumben-tumben nonton berita. Mata gadis itu membulat tak percaya dengan apa yang dia lihat di acara berita Liputan 8 petang terkini.
"Umik, cubit tangan Saras!"
"Auchhh... sakitttttt!"
Hajah Maesaroh sukses di buat bingung dengan tingkah anak gadisnya. "Kamu itu kenapa?"
"Lihat berita kayak lihat hantu saja, ga percaya? ini sudah aktual, tajam, dan terpercaya hlo!"
Saras mengerjapkap mata berkali-kali, hingga Hajah Maesaroh sempat berpikir jika anaknya mengidap cacingan. "Wah, berita besar ini, Umik lihat berita tadi bukan?"
Hajah Maesaroh mengangguk meski belum paham. "Memangnya kenapa?"
"Ah Umik, ini kasus warung bakso kakeknya Mas Paijo, Saras tahu persis, benar itu pelakunya. Beberapa bulan yang lalu orang itu bahkan hampir mencelakai Saras dan Mas Paijo. Untung kami bisa kabur."
"CELAKA? Maksud kamu apa?" Hajah Maesaroh tentu panik, selama ini Saras memang tidak pernah cerita masalah itu.
Sementara Saras sedang berpikir inisial B. Apa mungkin itu Bambang? Saras bengong. Tepukan di lengannya sontak saja mengembalikan nyawanya yang sempat traveling.
"Cerita sama Umik, kamu hampir celaka bagaimana? Malah bengong!"
"Ahhh... itu sudah tidak penting Umik. Jangan khawatir Saras masih sehat sampai sekarang."
Saras buru-buru melompat dari duduknya, ingat pada Paijo. Apa dia sudah dengar berita ini. Hajah Maesaroh sampai terlonjak kaget dengan pergerakan Saras. Anak gadisnya itu buru-buru berlari untuk mengambil Hp di kamar. Beberapa detik kemudian dia kembali duduk dengan kasar di sebelah ibunya lagi.
"Hissh... untung sofa mahal, kalau ini sofa abal-abal mungkin pantat kamu nuncep di per sofa Saraswati tak gintang gintung!"
Saras hanya nyengir. "Hallo Mas,"
"Udah dengar berita tentang warung bakso Cak Sam?"
__ADS_1
Suara Paijo menginterupsi di sana. "Udah, tadi Mbah yang telpon."
Was-was Saras bertanya, "Mas, apa menurutmu B itu Bambang?"
"Iya, namanya memang Bambang. Tapi untuk lebih jelasnya menunggu kelanjutan besok bagaimana,"
Saras meremas tepi sofa yang di gadang-gadang ibunya berharga mahal. Giginya bergelatuk menahan amarah. "Keterlaluan! kalau benar dia pelakunya aku tidak akan pernah memaafkannya. Perbuatannya sangat tidak terpuji, kasihan Cak Sam harus susah payah waktu itu"
"Boroknya sudah mulai kelihatan, untung saja perjodohan kami batal!"
"Sudah begitu, masih berani dia tempo hari kesini dan berbicara hoax, bilang aku hamil, hamil anak kodok?! Ciki aja belum pernah"
"Baru kali ini aku bersyukur di fitnah," cicit Saras lagi.
"Hush! Saru!" Saras menggigit bibir bawahnya setelah mendapat teguran dari Paijo, untung Umik ga paham apa itu ciki, tahunya chiki cheetos. Padahal maksudnya ciki ya itu kegiatan suami istri yang jumpalitan memompa di malam hari. UPS, maaf.
"Maaf ya aku juga mau pengakuan dosa. Sebenarnya itu..."
"Apa?" dosa apa? Saras sudah ketar ketir.
"Sebenarnya yang berbohong itu ibuku. Demi membantu menggagalkan acara perjodohan kalian, Ibu ke rumah Bambang dan mengatakan pada orang tua Bambang jika kamu sudah hamil anakku,"
"Hah?serius?"
"Iya... aku juga shock pas waktu itu"
"Enggaklah marah! Aku bilang tadi 'kan bersyukur di fitnah, apa aku harus ketemu ibu kamu dan mengucapkan terimakasih secara langsung? hehe..."
"Syukurlah kalau kamu tidak--"
"Eh udah dulu, mobil Tuan Takur kayaknya masuk garasi. Aku tutup ya Mas, nanti kabar-kabar lagi Ok!?"
Saras buru-buru mengubah wajah ke mode anteng. Hajah Maesaroh sampai geleng-geleng di sebelahnya.
"Ga ada kapoknya!"
"Bambang siapa maksudnya?" bisik Hajah Maesaroh yang mulai kepo setelah menyimak obrolan Saras dengan Paijo.
"Siapa lagi, Bambang calon yang gagal jadi mantu Hajah Maesaroh lah,"
"Hishh....Terus hubungan sama berita tadi apa?"
"Nanti saja Saras cerita. Kalau fix dia pelakunya, Umik yang harus cerita ke Tuan Takur,"
"Pelaku fitnah warung bakso di berita tadi?" Saras mengangguk he'eh.
Ibu dan anak itu menyudahi obrolan mereka ketika bunyi sendal yang beradu dengan lantai marmer terdengar mendekat. Sepertinya ibu Saras sepakat memanggil suaminya dengan julukan Tuan Takur. Terbukti sama sekali tidak protes dari tadi.
__ADS_1
"Eh.... Abah udah pulang. Mau di buatin teh apa kopi?" tanya Hajah Maesaroh dengan senyum mengembang. Sedangkan Saras melirik jail, mengejek ibunya dalam hati.
Ya benar Umik, sambut Tuan Takur dengan baik, agar tidak marah-marah saja tiap hari.
***
Dua hari setelah berita itu, Paijo kembali di kabari oleh Cak Sam jika pria dengan inisial B itu benar Bambang, pegawai pemerintah kota Malang yang berasal dari Kabupaten Kendal. Saat di mintai keterangan Bambang mengaku jika motif perbuatannya ini di dasari karena rasa cemburu. Memalukan sekali memang.
Dan sore ini, orang tua Bambang datang bertamu ke rumah Paijo. Mereka memohon agar kasus ini di selesaikan secara kekeluargaan.
"Kami mohon Pak kades Burhan, bantu kami,"
Paijo tidak ingin banyak bicara. Kasihan memang, tapi bukankah ini yang Bambang tanam? Sudah sewajarnya dia memetik hasil perbuatannya sendiri bukan?
"Nak Paijo, Budhe mohon maafkan Bambang, dia hanya khilaf karena begitu mencintai Saras."
"Masa depannya sudah hancur, dia bahkan sudah di pecat secara tidak terhormat, hiks..."
Ibu Bambang berderai air mata, anak laki-laki yang dia banggakan kini berstatus terdakwa dan terancam jadi member penghuni jeruji besi.
Setelah beberapa menit menjadi pendengar, Pak Burhanuddin buka suara. "Pak Haji, kasus ini sudah jadi wewenang pihak kepolisian. Hukum sudah berjalan. Andai anak Bapak jauh hari mau mengakui dan meminta maaf, mungkin kami bisa membantu."
"Saya dengar, preman suruhan Bambang juga hampir menyelakai Paijo. Belum lagi kerugian yang harus di tanggung Bapak saya,Cak Sam"
"Kami juga tidak menuntut banyak, sebagai orang tua mari kita jadikan ini pelajaran untuk anak-anak kita,"
Haji Rojak menundukkan kepala, lesu. Sedangkan ibu Bambang masih meneteskan air mata. Entah berapa lembar tisu yang habis di pakai untuk menyeka air mata Ibu Bambang.
"Ini tidak hanya pencemaran nama baik, tapi sudah kriminal karena melibatkan tangan seorang preman. Dan itu yang tidak bisa kami toleransi!" Tandas Pak Burhan lagi.
Orang tua Bambang mau tidak mau menelan pil pahit ulah anak laki-lakinya. Kasus ini telah bergulir, tidak ada cara lagi selain menerima segala keputusan hakim di pengadilan nanti. Taat hukum adalah sikap terbaik yang harus mereka lakukan.
Borok itu di obati, bukan di tutupi. Setiap perbuatan ada pertanggung jawabannya. Entah itu baik atau buruk.
Game over mister B!!!
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
like dan komen, bagi hadiah boleh banget.š