Terjerat Cinta Mas Paijo

Terjerat Cinta Mas Paijo
Chapter 72: GEGER GEDHEN


__ADS_3

Mungkin Paijo sudah gila. Dia seperti diantara gerbang hidup dan mati, lalu terombang-ambing nyaris tak sadarkan diri. Apa dia sudah benar-benar gila sekarang? Paijo bahkan tidak malu menangis, meraung dengan segila-gilanya, dibawah tatapan mata kedua orangtuanya dan dua orang laki-laki yang tak diharapkan kedatangannya.


Pagi ini sebelum matahari bangun dengan sempurna. Terjadi keributan di rumah Paijo, 'Geger Gedhen'. Perut mereka bahkan masih kosong, belum sama sekali diisi oleh pemiliknya. Beruntung saja mereka semua sudah sempat gosok gigi dan menjalankan kewajiban di subuh tadi. Kenapa Haji Bagong setega itu. Bahkan jika akan ada perang saja pihak lawan harus memberi peringatan terlebih dulu. Kenapa Haji Bagong tidak.


"PULANG SEKARANG!!!!" Lantang Haji Bagong meluapkan amarahnya pada Saraswati. Sama dengan sang kekasih Saras sudah menangis berderai air mata.


"Tidak..." jawab Saras lirih di sela tangisnya.


Tangan Saras dan Paijo bertautan sekuat mungkin. Tidak rela di pisahkan. Mereka ingin egois. Tidak peduli dunia menentang, mereka hanya ingin bersama. Paijo dan Saras meyakini, sekali ini Saras kembali ke Haji Bagong, maka mustahil mereka bersama lagi.


"KAMU MEMALUKAN SARAS!!!


"PULANG ABAH BILANG!!!"


Di tarik-tarik dengan kasar sekalipun pegangan mereka berdua tidak terlepas. Pak Burhanuddin yang sudah berusaha sabar semenjak Haji Bagong menerobos masuk ke dalam rumahnya mulai angkat suara.


"Ji, jangan keterlaluan! Kita bisa bicarakan ini baik-baik!"


"Mari kita du-"


"AH... TIDAK PERLU!" Haji Bagong menepis tangan Burhanuddin yang hendak mampir di pundaknya.


"INI ANAK SAYA! SAYA BERHAK MEMBAWA DIA PULANG!"


"TAPI INI RUMAH KAMI, DAN ANDA SANGAT TIDAK SOPAN!" Salma tidak terima ucapan suaminya di potong. Kini dengan kecepatan cahaya dia giliran menjawab. Dalam hati jiwa the power of emak-emaknya meronta, lumayan pagi-pagi diajak baku hantam sekalian pun Salma tidak akan mundur apalagi kendur kayak tali B-H.


Terbukti akurat jika emak-emak yang melawan. Haji Bagong sedikit menurunkan suara. Meski nada intimidasi darinya tidak akan pudar sama sekali. "Kalian bersalah, jika menyembunyikan anak saya seperti ini"


"Saya bisa laporkan ini ke polisi!"


"LAPORKAN SANA!!!" Salma masih menggebu-gebu. "KAMI JUGA BISA LAPOR BALIK!!"


"SUDAH TIDAK SOPAN MASUK KE RUMAH ORANG, MASIH TIDAK TAHU DIRI!!"


"TANTE STOP!!!" lerai Andre yang kesetiaannya pada Haji Bagong mengalahkan anjing peliharaan.


"APA HAH!?" Tantang Salma lagi, rasanya Salma ingin mengambil sapu lidi untuk mengusir Haji Bagong dan Andre. Anggap mereka lalat hijau yang menjijikkan.

__ADS_1


"BUK'E! Cukup! Jangan ikut emosi, nanti tensi kamu naik hlo,"


Sementara mereka beradu mulut, Paijo dan Saras masih pada posisinya terduduk di lantai dengan tangan berpegangan dan air mata yang seakan tidak ada habisnya.


"DRAMA SEMUA!!! ANDRE, UDAH KAMU GENDONG AJA ITU SARAS!!!"


Dan tanpa jawaban hanya tindakan, Andre sigap meraih tubuh Saras. Paijo tidak terima diam, kakinya bergerak menendang ke segala arah. Peduli setan mau kena kaki Andre, tangan, perut atau kepala sekalipun. "JANGAN PEGANG SARAS BANGSAT!!"


BUGH!!!


Satu pukulan mendarat di wajah Paijo. Andre lepas kontrol, di bilang bangsat oleh lawan yang meski tidak tahu jika dia punya rasa pada Saras. Itu menyakitkan.


"HEIH" Teriak Burhanuddin tak terima. Paijo belum sempat membalas Andre, namun tangan bapaknya sudah mendarat di pipi Andre.


PLAKKKK!!!!


Salma yang paling sadar diantara mereka terperangah tak percaya. Lebih baik dia menepi kalau para laki-laki sudah pakai otot. Sedangkan Andre tidak mungkin membalas orang tua. Dia menahan emosinya, meski pipinya panas.


Andre kembali fokus ke tubuh Saras yang semakin hari semakin kurus di matanya.


"Ayo pulang! Kamu jangan mempersulit ini Saraswati! atau kamu kepingin ada tumpah darah disini!"


"Saya sudah berniat baik mengajak kalian bicara baik-baik. Tapi sepertinya percuma, orang kaya yang matanya sudah ketutup menimbun harta sepertinya gampang menjadi orang bodoh dan sombong!"


"CUKUP!!!" Haji Bagong tetap Haji Bagong di manapun berada dia itu titisan tuan Takur. Setiap titahnya adalah perintah yang harus dilaksanakan. Nada suaranya bahkan sudah tercetak mengintimidasi sejak dia berupa janin.


"Sekarang kamu pilih Saras, ikut Abah pulang atau Abah coret kamu dari Kartu Keluarga! Abah tidak akan menyesal andai kamu ingin menyusul kakak kamu!"


Pilihan yang sulit, bahkan menakutkan. Saras takut, Saras sadar pasti malaikat sudah mencatat di pundaknya jika dirinya termasuk anak durhaka sejak kabur lompat pagar tadi malam. Saras gila, Paijo pun bisa ikut gila andai mereka berpisah. Kenapa? Kenapa semesta membuat semuanya sesulit ini? Kenapa mereka tidak bisa memiliki hubungan semudah orang lain.


Orang lain bahkan dengan mudah menjalin cinta atau bahkan dengan mudah mempermainkan cinta. Berselingkuh, mendua, bahkan ada yang lebih dari tiga. Saras tidak minta dua apalagi tiga, Saras hanya minta satu, Paijo.


"Hiks...hiks... Abah maafkan Saras...huaaaa...."


Saras ngesot dibawah kaki Haji Bagong. Memegangi kaki laki-laki yang dia sebut Abah sejak dia kecil. "Abah, maaf-kan Saras, hiks...hiks ..."


Kepala Haji Bagong terangkat, meski mata berkaca, namun keangkuhannya menolak untuk menangis. Saras hanya berulang kali meminta maaf dan Haji Bagong sudah cukup paham. Kecewa pada Saras itu sudah pasti.

__ADS_1


"Baiklah, mulai hari ini kamu bukan anak saya lagi!!!"


"Huaaaaaaaa....huaaaaa....huaaaaa...." Saras meraung, air mata bercampur ingus seakan bisa menenggelamkan mereka semua.


Berat ini berat, Saras memegang kaki Haji Bagong untuk meminta ampun meski dia tetap pada pendiriannya. Namun, laki-laki itu menyentak tubuh Saras hingga duduk terjungkal. Paijo dan ibunya langsung mendekap tubuh kurus tak berdaya itu. Saras terisak di dalam pelukan mereka.


"Kita pergi dari sini Ndre!"


"Tunggu!" Langkah mereka terhenti. Namun Haji Bagong enggan membalikkan badan. Cukup telinganya saja yang dia ijinkan bertugas.


"Ji! Anda sendiri yang membuang anak perempuan anda. Jangan salahkan kami jika kami akan menjadikannya sebagai anak kami. Jangan salahkan kami!"


"Jika anda tidak ingin menikahkan mereka, maka saya sendiri yang akan menikahkan mereka! Ketika itu terjadi, anda tidak boleh menyalahkan saya Ji! Karena hari ini, anda sendiri yang membuang anak anda sendiri layaknya sampah!" tandas Burhanuddin.


Sumpah demi apapun, bulu kuduk semua orang berdiri. Meski dengan nada rendah tapi ucapan Burhanuddin sangat menohok hingga ulu hati. Dan bukan Haji Bagong kalau tidak sombong dan angkuh. Salma bahkan sempat membatin jika Haji Bagong bukan manusia, melainkan Iblis yang menyamar sebagai manusia. Kesombongannya sangat luar biasa.


"Terserah! Saya sudah tidak peduli!"


Jika manusia kemanapun dia pergi masih menggembol kotoran di dalam perutnya, lalu apa yang patut di sombongkan?


Tampar saja Haji Bagong agar dia sadar!


Wkwkwkwkkw....


.


.


.


.


.


Yoh like dan komen Yoh....


Pisuh-pisuh Haji Bagong juga gpp,🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


No, ngajari jelek ya?


Tetep komen yang sopan deh😘😘😘


__ADS_2