Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
eposide 101: Kau milikku..


__ADS_3

Mila menurunkan pandangannya,jarak mereka hanya setipis iman Vino saat itu.


tetapan Riko terasa sangat dan sendu hingga Mila tak sanggup untuk menatapnya


"jangan melakukannya. Kalau kau sampai melakukannya, aku tidak bisa menjamin kau akan baik baik saja" Mila berusaha mendorong tubuh Riko menjauh namun tangannya yang gemetar tak kuasa untuk menggeser tubuh Riko.


"hahaha, memangnya apa yang bisa kau lakukan? aku yakin jika aku melakukannya kau tidak sanggup menolak"


Riko semakin mendekatkan wajahnya kepada Mila.


"Kenapa kau tidak mau melakukannya?kita sudah menikah. bukankah wajar melakukannya?"


bisik Riko dengan nada menggoda.


"karena aku kita belum saling mencintai"


Mila semakin gugup saat Riko semakin dekat dengannya.


"aku mencintaimu...


kenapa kau tidak percaya" kali ini pernyataan Riko sungguh sungguh.


"karena kau selalu menipuku" ujar Mila


"lihat aku,tatap mataku.."


Mila mengangkat pandangannya perlahan dan menatap Mata Riko.


"aku....mencintaimu.."


Riko benar benar tulus dengan ucapan nya.


"kau berbohong lagi kan?"


"aku tidak berbohong.


kau pikir aku mau menikahi wanita yang tidak kucintai?"


Mila terpaku menatap Riko,nafasnya naik turun tak karuan saat melihat tatapan Riko yang begitu meyakinkan.


Mila pun teringat dengan artikel yang pernah dia baca bahwa seorang akan jujur ketika dia mabuk. ide itu pun muncul, Mila mengajak Rico untuk minum sampai mabuk dan dia akan menanyakan apakah Riko benar benar mencintai nya.


"kau mau minum??"


dengan kekuatan yang belum stabil, Mila menunduk dan mengeluarkan dirinya dari kurungan lengan nya Riko. ia berjalan ke kulkas lalu mengambil 5 botol minuman beralkohol dan mengajak Rico meminumnya bersama.


"kalau kau mampu menghabiskan 5 botol ini,maka aku akan merelakan kau menyentuhku"


ucap Mila.


Tanpa ragu Riko pun menyetujuinya.dan benar saja dalam waktu kurang dari lima menit, sudah hampir 3 botol dihabiskan Riko dan dirinya mulai mabuk berat.


Namun tidak seperti Kebanyakan orang yang akan meracau dan banyak bicara saat mabuk,Riko malah kembali ke bentuk aslinya yaitu dingin dan cuek. ia kembali ke sosok Riko yang beku seperti yang dikenal Mila.


"apa kau benar-benar mencintaiku?" Mila bertanya ragu.


"hmmm..."


jawab Riko cuek sambil menggoyang goyangkan kaki nya.


"coba rayu seperti sepasang kekasih oada umum nya jika kau benar benar mencintai ku."


Mila masih tak percaya kalau Riko benar benar jujur.


"Kau itu sangat cerewet.


Kau sangat kejam padaku waktu di kampus.


Kau itu pemberani tapi juga mudah menangis.


Kau sangat galak kau mudah marah.


kau susah untuk didekati"


dengan enteng Riko mengucapkan kalimat kalimat itu,rayuan berkedok unek unek ini mah.


"heii!!..aku menyuruhmu untuk merayu ku bukan mencelaku" Mila mulai sebal karena Riko lagi-lagi menjelekkan dirinya.


Karena sedang mabuk Riko tak mendengarkan kata-kata Mila dan dia tetap melanjutkan


perkataannya tadi.

__ADS_1


"kau suka memukul orang...


kau suka memarahi orang...


kalau bicara selalu berteriak-teriak.....


kau wanita paling menyebalkan yang pernah kukenal.


Tapi aku mencintaimu...


aku mencintai semua itu...


aku menyukaimu..


aku menyukaimu yang susah untuk didekati yang selalu marah-marah yang selalu ingin memukulku aku mencintaimu..."


Mila mematung seketika mendengar kata-kata Riko tadinya iya sedikit tidak percaya. tapi ia yakin kalau Riko benar-benar mabuk karena matanya merah dan wajahnya terlihat sangat berbeda.


Karena merasa tak siap kalau Riko benar-benar mencintainya, Mila pun menenggak juga minuman itu hingga akhirnya ia juga sedikit mabuk.


"apa kau tidak mencintaiku Riko?"


bertanya balik pada Mila.


Mila yang mulai mabuk meracau tidak jelas.


"aku tidak pernah mencintai laki-laki manapun aku pernah mencintai satu lelaki. tapi dia menipuku. dan aku sangat marah,aku mekujul kepala nya saat saat tau dia berselingkuh hahahha..."


"apa kau keberatan Kalau aku mencintaimu?"


tanya Riko lagi.


"tidak,aku senang kau mencintaiku. tapi entah belum atau tidak aku tidak ada rasa itu pada mu"


"kau tidak mencintaiku, tapi kau selalu terpana ketika melihat tubuh seksi ku" sempat-sempatnya Riko menggoda Mila.


"karena aku menyukai nya...


aku tidak tahu kamu mempunyai tubuh yang bagus" Mila mempraktikkan perut sixpack nya Riko sambil berdiri sempoyongan.


"tapi aku tau tubuh mu bagus"


Riko masih ingat saat dia membantu Mila mengganti perban waktu itu.


"aku sudah menghabiskan lima..


kau mau melakukannya?" bisik Riko di daun telinga Mila.


"aku tidak ingin melakukannya,aku tidak mau.. itu melelahkan" sahut Mila sembari menenggak sekali lagi minuman nya.


"biar aku yang melakukannya kau nikmati saja.."


perlahan tangan Riko merayap di tubuh Mila.


ia membuka perlahan kancing baju Mila sambil membuat gigitan kecil di leher Mila.


"sshhh.. apa yang kau lakukan?"


Mila menahan tangan Riko agar tak melanjutkan aksi nya.


"diam lah.. kau ini milikku! jadi aku berhak melakukan apa saja"


tegas Riko sambil terus melepaskan kancing piyama itu.


alkohol begitu cepat menguasai Mila hingga kesadaran nya hanya tinggal 30 persen.


sementara alkohol pada Riko malah mengembalikan Riko seratus persen ke wujud asli nya yang dingin,angkuh dan cuek. apabila A kata nya,maka harus A.


lakukan,ya lakukan. tidak ada penolakan.


Dengan gairah menggebu,ia mengangkat tubuh Mila ke atas kasur lalu melucuti pakaian Mila satu persatu.


"jangan kurang ajar ya... aku ini lebih tua dari mu.. kau tidak boleh begitu..tidak sopan..


dasar botak jelek..!"


lagi lagi Mila meracau dan marah marah pada sosok berkepala botak yang samar samar berdiri tegak di penglihatan nya.


"hei..turun! kenapa kau menaiki orang yang lebih tua dari mu?! kau tidak permmmm...."


Mila di bungkam total oleh Riko dengan bibir nya yang sangat agresif.

__ADS_1


"mmmmhhh..." Mila mencakar lengan Riko kala merasakan sakit yang area ibu kota nya.


air mata nya sampai menitik karena perlahan


senjata Riko semakin menghujam hingga rasa perih,sakit dan ngilu semakin di rasakan oleh Mila.


"aaagghhh..." desah Riko menikmati pembukaan pintu surga dunia itu. bertempur lah mereka berdua dan menciptakan sejarah baru.


...~...


Di rumah sakit..


karena merasa bosan dan belum mengantuk Nurul keluar dari ruangan Fani dan berniat berkeliling untuk mencari udara segar.


Jam menunjukkan sudah pukul 21.30 malam,


kunjungan pada pasien di rumah sakit sudah dihentikan sejak jam 21:00 tadi maka dari itu suasana rumah sakit saat ini sangat sepi.


ia berkeliling sambil bersenandung ria menikmati heningnya suasana rumah sakit.


"mau ke mana kamu?"


Vino yang tiba-tiba muncul dan membuat Nurul terkejut.


"Astaga..pak Vino?kaget tau Nurul.."


Nurul mengelus dada nya yang hampir meledak karena Vino.


"kamu tuh yang bikin saya kaget malam-malam nyanyi di depan kamar mayat,saya kira mbak kunti tadi lagi nyanyi"


ujar Vino,ia baru saja selesai menghabiskan dua batang rokok di taman rumah sakit sambil memeriksa beberapa laporan yang akan di buat untuk besok.


"Bapak pasti habis ngerokok lagi ya?


nggak bagus tau pak ngerokok terus ntar sakit.


umur Bapak kan udah tua terus nanti kalau Bapak mati sebelum punya anak gimana? siapa yang akan nerusin garis keturunan bapak?"


oceh Nurul sambil memasang wajah seram untuk menakuti Vino.


"bocil bawel banget sih...


cuma sedikit kok saya nggak candu candu banget"


"sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit loh Pak.."


imbuh Nurul lagi.


"iya, iya, emang kamu mau ke mana malam-malam begini kelayapan,ntar diculik pocong tahu rasa" Vino balik menakut nakuti Nurul.


"mau jalan-jalan aja cari angin,bosen di dalam Kak Dika udah tidur jadi nggak ada yang diajak bercanda" sahut nya.


"bercanda sama saya aja kalau gitu.."


"kalau sama Bapak mah Nur bercanda terus"


"oh iya..?"


"Bapak ganteng.."


ucap Nurul sambil tersenyum manis.


Vino langsung terbang melayang di buat Nurul.


"bercanda tapi..."


Gedebuk....


Seketika Vino terbanting hinga remuk sampai ke usus dua belas jari nya.


"mau pacaran sama saya nggak??"


ucap Vino dengan alis naik turun.


"hahahhaha... lucu bercanda nya bapak"


Nurul terpingkal pingkal karena melihat ekpresi wajah Vino. ia pun beranjak dari sana sambil terus tertawa tak henti henti.


"padahal aku serius.."


gumam Vino menyusul langkah Nurul.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2