Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 54:


__ADS_3

Dika, Gaby, Vino dan juga Nurul


menuju lift untuk pulang.


kebetulan sift Dika sudah selesai,


jadi ia juga ikut pulang bersama dengan


Nurul.


Jam menunjukkan pukul 12:30


dimana para pekerja rumah sakit sedang


beristirahat untuk makan siang mereka.


semua lift penuh membuat mereka


harus berdesakan dengan orang orang


lainnya.


Mereka masuk lalu dan berdiri di bagian


paling belakang, dalam sekejap lift itu


penuh hingga membuat mereka semua


hampir berhimpitan.


"sini.."


Dika menggeser Gaby ke belakang nya


agar tidak terhimpit oleh orang orang


di depan nya.


"makasih kak.."


pipi Gaby bersemu merah saat itu juga.


Sedangkan Vino, ia memberikan


lengan kekar nya sebagai tameng agar


Nurul tidak tersentuh oleh manusia


manusia di sana.


Kepala nya terasa panas, mata nya hampir


keluar dan gigi nya menggerat erat.


bukan, bukan karena suasana padat di sana.


melainkan karena Bian yang juga berdiri tepat


di hadapan nya.


"hei.. tidak bisakah kau berbalik badan?


kenapa kau menghadap ke sini?πŸ˜’"


ucap Vino kesal.


"aku ingin melihat nya..."


tatapan Bian yang teduh menembus


kalbu Nurul dan membuat nya


teringat akan segala ketulusan Bian.


Vino bergeser agar Bian tak bisa melihat


Nurul, namun Bian malah ikut bergeser.


"berani sekali kau mengatakan itu


di depan ku hah?"


Bian tersenyum tipis.


"kau juga berani mencium nya di depanku


waktu itu."


"dek.. apa kabar?"


"ba...baik bang.."


sahut Nurul gugup.


Bak pedang samurai, sorot mata Vino


langsung menusuk ke arah Nurul


karena menjawab sapaan Bian.


"diam.." bisik nya ketus.


Sementara Bian terus memandangi

__ADS_1


wajah Nurul yang sedang menunduk


ketakutan.


"heh..heh..! jaga mata mu ya.."


ketus Vino.


"kenapa? keindahan di cipatakan


memang untuk di nikmati kan?"


sahut Bian santai.


"tapi keindahan ini milikku,


jadi kau tidak berhak memandangi nya."


"selama nama kalian belum tercatat


di buku nikah. maka keindahan nya


masih milik kita bersama."


"wahh.. kau anggap dia apa?


barang?" Vino tampak semakin kesal.


Bian: "tidak. dia sangat spesial bagi ku."


Vino: "hhh..


tapi kau tidak punya tempat di hati nya."


Bian: "tapi aku pernah bertahta di hati nya."


Vino: "chh.. kau memang sempat mengisi


hati nya, tapi yang bertahta di hati nya


hanya AKU..!😎 dari dulu, sekarang,


dan selama nya.."


"selama nya?? kau yakin umur mu


sepanjang itu?" ledek Bian.


"weyy?! umur muda juga tidak menjamin


umur yang panjang." bantah Vino.


Orang orang di dalam lift itu sampai


mereka yang melibihi debat capres.


Sementara itu suster dan dokter wanita


di hadapan Bian terus saja berbisik bisik.


"kamu saja yang minta.."


"kamu saja.."


bisik mereka berniat meminta


nomor pribadi Dika.


iya nomor pribadi, soal nya nomor


yang tertera di rumah sakit kan


nomor untuk kerja.


"hehehe...


Pak.., mau minta nomor handphone


boleh?" si suster tersenyum malu malu.


"saya sudah menikah.."


sahut Dika datar tanpa menatap


suster berparas cantik itu.


ting.....


Pintu lift terbuka.


"benarkah?? bukan nya anda masih lajang?"


Dika menggelengkan kepala nya.


namun suster itu ternyata cukup kepo


karena Dika selalu mengatakan sudah


menikah, padahal mereka semua tak


pernah mendengar kabar pernikahan


itu secara resmi.

__ADS_1


Saat Dika dan yang lainnya hendak


melangkah keluar, suster itu dengan


berani memegang lengan Dika.


"tunggu....


saya,, sudah lama menyukai anda Pak.


dan saya tau Bapak belum menikah.."


"saya sudah menikah..


kalau kamu kesepian, kejar saja Pak Bian.


dia juga butuh teman hidup..."


Dika menepis tangan suster itu lalu


melanjutkan langkah nya.


"hei? dia barusan mengasihaniku


atau menghinaku?"


Bian tampak tak bisa menerima


perlakuan Dika barusan.


"ck..


cari lah teman hidup mu.."


gumam Vino sambil melewati Bian.


"aku sudah mendapatkan nya..


tapi kau mencuri nya dari ku."


lirih Bian sambil memandangi langkah


kaki Nurul yang mengikuti Vino.


Sambil berjalan menuju parkiran,


Gaby terus saja memandangi Dika


dengan raut wajah penasaran.


"kenapa kamu.?"


Dika menaikkan sebelah alis nya.


"kenapa kakak bilang sudah nikah tadi?


kalau kakak nggak suka kan bisa


menolak dengan hal yang lebih masuk akal.


semua orang tau kali kakak belum


menikah." Gaby betul betul tak habis


pikir dengan pola pikir Dika.


"itu bukan omong kosong."


jawab Dika.


"siapa? dengan siapa kakak nikah?


Kirana nggak pernah cerita tuh??"


"hhhh..."


tanpa menatap Gaby, Dika hanya


tersenyum tipis.


...~...


Beb.. maaf banget ya ilang2 an otor UP nyaπŸ˜™


sebelah rumah otor ada yg nikahan jadi dua hari full ini rewang terus.. 😌tau rewang kan ya?πŸ˜…


dan besok hari ha nya...


seharian full rewang bahkan gk sempet


pegang hp walau 5 menit.


jadi mungkin sampai tanggal 16 besok otor


masih tenggelam, ini otor usahain UP


walaupun dikit biar kalian nggak pada lupa


sama otor.😘


mohon maaf ya beb😘


maaf banget 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2