Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 65: Pilih kamar


__ADS_3

"dek.. mau jalan jalan nggak?"


tanya Fani langsung, padahal letih nya


dari pulang sekolah pun belum hilang.


"kemana??"


tanya Ayu mengipasi wajah dengan


tangannya.


"rujak mang udin."


sahut Fani.


"whatt??! rujak?


siapa? siapa yang pengen?


kakak? atau kak Nurul?"


bau bau dapat ponakan baru nih pikir Ayu.


"lah.. kenapa kamu syok banget sih?


beliin ya..😚 pliss. nih, pakai mobil


Mas mu, minta anter pak supir gih.."


bujuk Fani antusias.


Ekpresi Dimas saat itu sungguh berbeda,


ia seperti sedang berharap pembibitan


nya berhasil kali ini.


"widih... cair nih kelihatannya.."


bisik Vino.


Sementara Ayu tampak keberatan.


"ya ampun kak.. harus banget sekarang?


nanti atau besok nggak mau gitu kak?


atau suruh siapa gitu.."


rengek nya sambil menghempaskan diri


di sofa dekat tv.


"yang tau lokasi mang udin kan cuma


kita kita dek, orang sini mah mana


tau lokasi gang senggol itu."


imbuh Nurul.


"Mas aja yang belikan, mau berapa?"


Dimas sangat siaga tampak nya.


"jangan ngawur Mas.! 30 menit lagi


Mas ada meeting kan?"


sewot Fani.


"oh iya.. lupa..


ya udah Yu, demi kakak mu.


bergegas lah, nanti Mas belikan yang


kemarin." Dimas menyinggung tentang


laptop yang di inginkan Ayu untuk kegiatan


belajar sekaligus drakoran.


"ihhh.. ya ampun kak.. Mas..


oke Ayu bakal belikan, tapi nggak sekarang.


Ayu capek loh ini.. ihhhh!!"


Ayu sampai menghentak hentakkan


kaki nya ke tangan sofa hingga sofa


itu berguncang keras. memang definisi


anak bontot yang terzulimi.


kalau tidak ada Dika hilang predikat


anak bontot itu ratu pada diri Ayu.


"HHHH!!! siapa sih!!


tidak bisa diam apa??!"


rutuk seseorang bersuara berat yang


terbangun dari sofa di belakang Ayu.


Ayu yang tengah berbaring dengan


muncung bebek nya seketika terkejut


melihat Rey bangkit dari sofa sebelah.


Rey ketiduran akibat semalaman di gembur


oleh Dimas dan Adit untuk menyiapkan


salinan data proyek minggu depan.


"ganggu saya tidur kamu..!"


ucap Rey dengan songong nya.


udah numpang tidur, nggak tau diri lagi


pikir nitizen.


Ayu yang sedang kesal pun membalas


celetukkan songong Rey.


"salah siapa tidur di sini!!

__ADS_1


kalau mau tidur itu di kamar!!"


"loh lok nyolot sih? kalau jengkel


sama mereka jangan lampiaskan ke saya


dong.."


"siapa yang nyolot?! orang santai kok.


sendiri nya yang nyolot..πŸ˜’"


gumam Ayu kesal.


"ada apa ini ribut ribut??"


sapa Dika dengan senyum sumringah nya.


"kak Dika....πŸ˜”πŸ˜”"


rengek Ayu manja, ya kini kedua kakak nya


sudah memiliki pasangan masing masing.


jadi semakin berkurang orang yang


memperhatikan nya.


"bagus... selagi kalian semua kumpol..


aku mau cerita sesuatu yang sangatttt


spesial.." Dika langsung duduk sambil


merangkul Ayu.


"apa???"


sontak semua orang berkumpul


termasuk Rey yang juga kepo dengan


titik putih di ujung mata nya.


"jadi gini........


kakak inget tompel??πŸ‘¨πŸ‘©πŸ•ΊπŸ•ΊπŸ’ƒπŸ•΄οΈπŸ•ΊπŸ•ΊπŸ•΄οΈπŸ•΄οΈπŸ•ΊπŸ‘¦πŸ‘¨πŸ§”πŸ•ΊπŸ•ΊπŸ•ΊπŸ’ƒπŸ•΄οΈπŸ•ΊπŸ•ΊπŸ’ƒπŸ‘„πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ€²πŸ€πŸ‘Šβœ‹πŸ‘ŠπŸ™ŒπŸ‘Žβœ‹πŸ˜«πŸ˜²πŸ˜“πŸ˜©πŸ˜“πŸ€•πŸ˜žπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€©πŸ€©πŸ€©πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ˜”πŸ‘¨πŸ˜„β€οΈβ€οΈπŸ’πŸ’πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’—πŸ’žπŸ‘°πŸ‘°πŸ‘°πŸ‘°πŸ‘°πŸ‘°πŸ‘°πŸ‘°πŸ‘°πŸ—£οΈπŸ—£οΈπŸ—£οΈπŸ€΅πŸ€΅πŸ€΅πŸ€΅πŸ€΅


ternyata itu Gaby.."


"hhhhhhaaaaahhhhhhhh????"


😲😲😲😲


Semua penduduk rumah baik goib


maupun nyata ikut terkejut mendengar


kisah Dika.


"G..Gaby bestie Nur kak?? serius???"


sungguh jodoh dari orok, batin Nurul


takjub.


"iya dek.. ngak nyangka sumpah


kakak juga nggak nyangka.."


namun penuh cinta.


"seirus dek? Gaby itu Dita anak nya


Bu Hana?? ya ampun..


kok kakak nggak ngeh ya waktu lihat


dia di nikahan Nur kemarin,


pantes kaya kenal.. astaga...


kapan kapan main yuk ke sana.."


Fani merasa berhutang budi karena


dulu orang tua Gaby sangat banyak


membantu mereka.


"pantes anak bujang mama nggak


pernah bawa cewek, ada hati yang


di jaga ternyata..."


imbuh Rianti membuat Dika tersipu malu.


"cieee......."


ledek mereka semua serempak.


"btw tadi pada ngomongin rujak siapa


yang ngidam?? kamu Nur??"


tanya Dika.


"ya nggak lah kak..kak Fani tuu.."


elak Nurul.


"Ayo Yu,...kita belikan.


ntar ngiler loh hahahaha..."


Ayu langsung semangat jika Dika


yang ngajak.


"okey... sekalian beli boba ya kak.


sama kebab juga😁😁"


"oke... aman.."


untuk si bontot, apa yang enggak.


"hehehe... yeeeyyy...."


Ayu sampai berjoget seperti ulat bulu


saking senang nya.


"yeeey.. hehehheπŸ™„πŸ˜’"

__ADS_1


tiru Rey meledek, ia masih dendam karena


Ayu mengganggu waktu tidur nya.


"apaan sih.."


sewot Ayu sambil melempar tatapan sinis.


...~~~~...


Sore hari nya, Vino Nurul dan El pergi


bersama untuk melihat calon hunian


mereka. letak nya di lantai lima, desain


dan interior nya cukup mewah dan elegan


dengan taman di balkon yang membuat pemandangan sangat sejuk dan rileks.


"Rancangan Kak Fani memang top.."


ucap Nurul bangga, ya selama menikah


Fani memang sesekali terlibat dalam


pembuatan interior di proyek Dimas.


dan ini salah satu nya.


"wahh...ternyata ini rancangan nya


mama Fani ya Bunda??"


El tampak takjub melihat langit langit


yang tersusun mewah.


"iya sayang..."


"kalau Ayah, punya rancangan nggak?"


"mm...punya, di perut bunda.."


seperti biasa, Vino selalu menjawab sesad pertanyaan anak nya.


"oh iya, El pilih gih mau kamar yang mana.


kemarin janji kan mau tidur sendiri??"


Nurul menuntun El ke arah kamar di


sisi utara.


"El mau tidur sama Ayah Bunda...πŸ™ƒ"


Vino langsung menoleh spontan.


"eehhh?? kok??


janji nya kemaren gimana?"


"kan El janji nya sama Oma kemarin hehe.."


Kulit kepala Vino menjadi gatal seketika.


"sssshh...ayo lah El..


El kan sudah besar, kalau El tidak mau


tidur sendiri Ayah sama Bunda nggak


jadi deh buatin El dede bayi."


"oke... El akan tidur sendiri, tapi


minggu depan dede bayi nya harus ada."


"a..Apa??! minggu depan?"


Nurul dan Vino nyaris kehilangan


kewarasan nya mendengar permintaan El.


"iya.. gimana? setuju???😁"


sempat sempat nya El tersenyum ringan


bagaikan bayi yang meminta jajanan.


dia pikir buat dede bayi dari adonan?


Ingin sekali rasa nya Nurul menjelaskan


secara ilmiah bahwa bayi akan tumbuh


jika sel telur di buahi sel spΒ£rma, dan


untuk hal itu di butuhkan waktu yang


tidak sebentar. belum lagi masa mengandung


sembilan bulan yang pasti membuat


El berakar menunggu nya.


"El... seandai nya kamu besar nanti,


kamu akan malu jika mengingat momen


minta adik ini.,😏"


gerutu Vino sambil mengepalkan tangan


ingin meremas kepala El sampai botak.


"Oke.! Ayah setuju.!"


jawab Vino mantap setelah menarik


nafas panjang.


"Mas???"


alis Nurul menyatu dengan mata melebar.


"bener nih?? horeee....."


El langsung melompat lompat ria


sambil berputar mengelilingi Ayah dan


Bunda nya yang sedang memijat pelipis.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2