
"dek.. mau jalan jalan nggak?"
tanya Fani langsung, padahal letih nya
dari pulang sekolah pun belum hilang.
"kemana??"
tanya Ayu mengipasi wajah dengan
tangannya.
"rujak mang udin."
sahut Fani.
"whatt??! rujak?
siapa? siapa yang pengen?
kakak? atau kak Nurul?"
bau bau dapat ponakan baru nih pikir Ayu.
"lah.. kenapa kamu syok banget sih?
beliin ya..π pliss. nih, pakai mobil
Mas mu, minta anter pak supir gih.."
bujuk Fani antusias.
Ekpresi Dimas saat itu sungguh berbeda,
ia seperti sedang berharap pembibitan
nya berhasil kali ini.
"widih... cair nih kelihatannya.."
bisik Vino.
Sementara Ayu tampak keberatan.
"ya ampun kak.. harus banget sekarang?
nanti atau besok nggak mau gitu kak?
atau suruh siapa gitu.."
rengek nya sambil menghempaskan diri
di sofa dekat tv.
"yang tau lokasi mang udin kan cuma
kita kita dek, orang sini mah mana
tau lokasi gang senggol itu."
imbuh Nurul.
"Mas aja yang belikan, mau berapa?"
Dimas sangat siaga tampak nya.
"jangan ngawur Mas.! 30 menit lagi
Mas ada meeting kan?"
sewot Fani.
"oh iya.. lupa..
ya udah Yu, demi kakak mu.
bergegas lah, nanti Mas belikan yang
kemarin." Dimas menyinggung tentang
laptop yang di inginkan Ayu untuk kegiatan
belajar sekaligus drakoran.
"ihhh.. ya ampun kak.. Mas..
oke Ayu bakal belikan, tapi nggak sekarang.
Ayu capek loh ini.. ihhhh!!"
Ayu sampai menghentak hentakkan
kaki nya ke tangan sofa hingga sofa
itu berguncang keras. memang definisi
anak bontot yang terzulimi.
kalau tidak ada Dika hilang predikat
anak bontot itu ratu pada diri Ayu.
"HHHH!!! siapa sih!!
tidak bisa diam apa??!"
rutuk seseorang bersuara berat yang
terbangun dari sofa di belakang Ayu.
Ayu yang tengah berbaring dengan
muncung bebek nya seketika terkejut
melihat Rey bangkit dari sofa sebelah.
Rey ketiduran akibat semalaman di gembur
oleh Dimas dan Adit untuk menyiapkan
salinan data proyek minggu depan.
"ganggu saya tidur kamu..!"
ucap Rey dengan songong nya.
udah numpang tidur, nggak tau diri lagi
pikir nitizen.
Ayu yang sedang kesal pun membalas
celetukkan songong Rey.
"salah siapa tidur di sini!!
__ADS_1
kalau mau tidur itu di kamar!!"
"loh lok nyolot sih? kalau jengkel
sama mereka jangan lampiaskan ke saya
dong.."
"siapa yang nyolot?! orang santai kok.
sendiri nya yang nyolot..π"
gumam Ayu kesal.
"ada apa ini ribut ribut??"
sapa Dika dengan senyum sumringah nya.
"kak Dika....ππ"
rengek Ayu manja, ya kini kedua kakak nya
sudah memiliki pasangan masing masing.
jadi semakin berkurang orang yang
memperhatikan nya.
"bagus... selagi kalian semua kumpol..
aku mau cerita sesuatu yang sangatttt
spesial.." Dika langsung duduk sambil
merangkul Ayu.
"apa???"
sontak semua orang berkumpul
termasuk Rey yang juga kepo dengan
titik putih di ujung mata nya.
"jadi gini........
kakak inget tompel??π¨π©πΊπΊππ΄οΈπΊπΊπ΄οΈπ΄οΈπΊπ¦π¨π§πΊπΊπΊππ΄οΈπΊπΊπππππππ€²π€πβπππβπ«π²ππ©ππ€πππππ€©π€©π€©πππππ¨πβ€οΈβ€οΈππππππππππ°π°π°π°π°π°π°π°π°π£οΈπ£οΈπ£οΈπ€΅π€΅π€΅π€΅π€΅
ternyata itu Gaby.."
"hhhhhhaaaaahhhhhhhh????"
π²π²π²π²
Semua penduduk rumah baik goib
maupun nyata ikut terkejut mendengar
kisah Dika.
"G..Gaby bestie Nur kak?? serius???"
sungguh jodoh dari orok, batin Nurul
takjub.
"iya dek.. ngak nyangka sumpah
kakak juga nggak nyangka.."
namun penuh cinta.
"seirus dek? Gaby itu Dita anak nya
Bu Hana?? ya ampun..
kok kakak nggak ngeh ya waktu lihat
dia di nikahan Nur kemarin,
pantes kaya kenal.. astaga...
kapan kapan main yuk ke sana.."
Fani merasa berhutang budi karena
dulu orang tua Gaby sangat banyak
membantu mereka.
"pantes anak bujang mama nggak
pernah bawa cewek, ada hati yang
di jaga ternyata..."
imbuh Rianti membuat Dika tersipu malu.
"cieee......."
ledek mereka semua serempak.
"btw tadi pada ngomongin rujak siapa
yang ngidam?? kamu Nur??"
tanya Dika.
"ya nggak lah kak..kak Fani tuu.."
elak Nurul.
"Ayo Yu,...kita belikan.
ntar ngiler loh hahahaha..."
Ayu langsung semangat jika Dika
yang ngajak.
"okey... sekalian beli boba ya kak.
sama kebab jugaππ"
"oke... aman.."
untuk si bontot, apa yang enggak.
"hehehe... yeeeyyy...."
Ayu sampai berjoget seperti ulat bulu
saking senang nya.
"yeeey.. hehehheππ"
__ADS_1
tiru Rey meledek, ia masih dendam karena
Ayu mengganggu waktu tidur nya.
"apaan sih.."
sewot Ayu sambil melempar tatapan sinis.
...~~~~...
Sore hari nya, Vino Nurul dan El pergi
bersama untuk melihat calon hunian
mereka. letak nya di lantai lima, desain
dan interior nya cukup mewah dan elegan
dengan taman di balkon yang membuat pemandangan sangat sejuk dan rileks.
"Rancangan Kak Fani memang top.."
ucap Nurul bangga, ya selama menikah
Fani memang sesekali terlibat dalam
pembuatan interior di proyek Dimas.
dan ini salah satu nya.
"wahh...ternyata ini rancangan nya
mama Fani ya Bunda??"
El tampak takjub melihat langit langit
yang tersusun mewah.
"iya sayang..."
"kalau Ayah, punya rancangan nggak?"
"mm...punya, di perut bunda.."
seperti biasa, Vino selalu menjawab sesad pertanyaan anak nya.
"oh iya, El pilih gih mau kamar yang mana.
kemarin janji kan mau tidur sendiri??"
Nurul menuntun El ke arah kamar di
sisi utara.
"El mau tidur sama Ayah Bunda...π"
Vino langsung menoleh spontan.
"eehhh?? kok??
janji nya kemaren gimana?"
"kan El janji nya sama Oma kemarin hehe.."
Kulit kepala Vino menjadi gatal seketika.
"sssshh...ayo lah El..
El kan sudah besar, kalau El tidak mau
tidur sendiri Ayah sama Bunda nggak
jadi deh buatin El dede bayi."
"oke... El akan tidur sendiri, tapi
minggu depan dede bayi nya harus ada."
"a..Apa??! minggu depan?"
Nurul dan Vino nyaris kehilangan
kewarasan nya mendengar permintaan El.
"iya.. gimana? setuju???π"
sempat sempat nya El tersenyum ringan
bagaikan bayi yang meminta jajanan.
dia pikir buat dede bayi dari adonan?
Ingin sekali rasa nya Nurul menjelaskan
secara ilmiah bahwa bayi akan tumbuh
jika sel telur di buahi sel spΒ£rma, dan
untuk hal itu di butuhkan waktu yang
tidak sebentar. belum lagi masa mengandung
sembilan bulan yang pasti membuat
El berakar menunggu nya.
"El... seandai nya kamu besar nanti,
kamu akan malu jika mengingat momen
minta adik ini.,π"
gerutu Vino sambil mengepalkan tangan
ingin meremas kepala El sampai botak.
"Oke.! Ayah setuju.!"
jawab Vino mantap setelah menarik
nafas panjang.
"Mas???"
alis Nurul menyatu dengan mata melebar.
"bener nih?? horeee....."
El langsung melompat lompat ria
sambil berputar mengelilingi Ayah dan
Bunda nya yang sedang memijat pelipis.
...*******...
__ADS_1