
Hari ini tiba saat nya Fani dan Dimas pindah kerumah baru mereka, letak nya tak jauh dari dari rumah orang tua Dimas hanya berkisar 40 menit perjalanan.
"kalian yakin dek nggak mau ikut kakak?"
tanya Fani kepada adik adik nya saat berpamitan.
"nggak kak.. kita mau temenin mama aja, lagian kita nggak mau ah ganggu kakak dan om Dimas. eh manggil nya apa ya.. masa om??" ujar Dika bercanda sambil di angguki adik yang lain nya.
"panggil mas aja kali ya.. kan sekarang om Dimas udah jadi abang ipar kita." imbuh Nurul.
mereka pun setuju dengan usulan yang di berikan Nurul.
"mas jaga kak Fani baik baik ya.." pesan Dika kepada Dimas. ya tentu saja ia masih merasa aneh memanggil om nya dengan sebutan mas.
Setelah mengucapkan beberapa pesan pamit, Fani dan Dimas pun berangkat ke rumah baru mereka.
Di perjalanan wajah Dimas benar benar berseri seri,karena akhir nya ia bisa mendapatkan istri yang kalem,polos,baik,tidak di kenal banyak orang, dan yang paling penting masih ting ting.🤭
...~~~~...
Setelah melalui kemacetan yang amat melelah kan,akhir nya mereka sampai di istana baru mereka.
Dimas menempati salah satu perumahan mewah yang di bangun oleh perusahaan nya sendiri.
dan yang paling istimewa adalah Rumah tersebutlah yang di impikan Fani hingga dia menyimpan foto desain nya.
"wahhhhh.... beneran ini rumah nya om?" Fani berdecak kagum sekaligus senang karena ia tidak menyangka bahwa impian nya memiliki rumah mewah tersebut menjadi kenyataan.
"beneran sayang.."
Dimas memainkan sebelah mata nya ke arah Fani.
lalu menggandeng tangan Fani masuk ke rumah itu.
"selamat datang tuan dan nyonya.." sapa para pengawal dan juga asisten rumah tangga di sana.
Fani membalas sapaan mereka dengan hangat.
ada 10 orang pengawal yang menjaga keamanan rumah, dan 2 asisten rumah tangga yang akan membantu Fani.
"om...apa nggak terlalu banyak orang di sini?" tanya Fani,karena ia sedikit tak nyaman oleh pengawal yang wajah nya sangar sangar.
"pengawal itu tidak akan terus disini,mereka sebenar nya menjaga seluruh kawasan di perumahan disini. dan asisten rumah tangga itu tidak akan tidur di sini. jadi privasi kita tetap akan terjaga." terang Dimas,ia juga tipe orang yang sangat menjaga privasi nya, jadi dia tidak menginginkan orang lain di rumah nya.terlebih lagi ia tidak bisa leluasa nanti nya dengan Fani.
Fani pun mengangguk lega.
"apa?? apa yang ku katakan, bukannya malah bagus kalau banyak orang di rumah ini. tapi kenapa aku malah risih." Fani membatin dan menggerutu sendiri.
...~~~~...
Menjelang malam...
Dimas menghampiri Fani ke kamar, sudah seharian dia berbaring di sana. lagi lagi ia bersedih karena mengingat ibu nya yang sudah pergi dan tidak bisa menikmati kemewahan yang di impi impikan semasa hidup nya.
__ADS_1
" kamu udah mandi??" Dimas duduk di sebelah Fani yang tengah berbaring.
"belum om.." jawab nya lesu sambil menarik nafas panjang.
"oh iyaa..om belum memberitahu kamu ya, nanti malam teman teman kampus om bakal main kesini, ini udah seperti tradisi bagi kami setiap ada yang punya rumah baru pasti kami mengadakan acara makan bersama.apa kamu nggak keberatan?"
"iya nggak apa apa om.."
jawab Fani datar.
Dimas pun pergi kekamar mandi, setelah itu ia bersiap menggunakan pakaian rapi untuk menyambut teman teman nya.
Dimas: "kamu nggak mau ikut??"
Fani tak menjawab dan ia hanya memandangi Dimas dengan tatapan sayu nya.
"ya sudah.. kamu istirahat aja, om akan bilang sama mereka kalau kamu lagi nggak enak badan."
ujar Dimas sambil tersenyum hangat,ia mengerti perasaan Fani,lagi pula yang akan datang teman teman nya semua. pasti akan canggung bagi Fani untuk bercengkrama dengan mereka.
Setengah jam kemudian. teman teman Dimas pun sampai,ada sekitar 20 mobil yang datang.
ada yang membawa istri dan anak nya.. ada yang sendiri,ada juga yang membawa kekasih nya.
ya,mereka semua adalah teman akrab Dimas saat masih kuliah,bahkan mereka pernah terlibat dalam kerjasama sesekali.
"selamat ya Dimas..maaf aku tidak bisa datang kemarin, karena istriku sedang mabuk dahsyat."
ujar salah satu teman nya sambil mengelus perut istri nya yang sedang mengandung.
"wahh.. makin ganteng aja kamu Dimas."
ujar teman yang lainnya.
Setelah menyambut mereka,Dimas langsung menyuruh mereka semua masuk dan menikmati hidangan yang sudah di siapkan.
di bantu dua ART nya Dimas menyiapkan sajian dengan berbagai jenis.
"oh iyaa.. istri kamu mana??"
"iya nih.. kenalin kita dong.."
ujar teman teman nya bergantian.
" ehh.. istri ku sedang nggak enak badan, jadi dia ku suruh ..."
"selamat malam semua nya.. perkenalkan saya Fani istri nya Dimas." sapa Fani memotong kata kata Dimas yang belum selesai. ia sudah berdandan rapi dengan riasan natural yang memancarkan kecantikan nya, di tangan nya juga sudah ada nampan dengan beberapa gelas di atas nya.
"biar saya aja nyonya." ujar salah satu Art paruh baya tersebut.ia ingin mengambil nampan dari tangan Fani karena ia merasa kalau itu tugas nya.
"nggak apa apa buk.. saya aja." ujar Fani.
"silahkan di minum... " Fani meletakkan gelas itu satu persatu di hadapan para tamu.
__ADS_1
Dimas yang sedang berdiri di ujung meja malah terpesona dengan senyuman Fani yang amat sangat ramah.
"wah..pak Dimas pinter banget cari istri,cantik masih muda lagi." ujar salah satu istri teman nya Dimas.
"ahaha.. kakak bisa aja.. kakak juga cantik banget,Fani minder malah sama aura kakak.." sahut Fani sambil tersenyum manis, lalu ia pun duduk di salah satu kursi.
"Mas... ayo duduk sini.." Fani melambai ke arah Dimas yang sedang terperangah.
"apa?? dia memanggil ku Mas?" ujar Dimas dalam hati sembari berjalan menuju kursi di sebelah Fani.
Mereka pun bercengkrama sembari menikmati makan malam, beberapa teman Dimas menceritakan bagaimana kelakuan Dimas saat masih kuliah dulu. mereka juga menyebutkan kebiasaan jelek Dimas yang selalu gonta ganti pasangan saat itu.
wajah Dimas pun merah padam mendengar aib nya di bongkar di depan Fani. namun Fani malah tertawa dan terus mengorek ngorek apa saja kebiasaan Dimas yang belum ia ketahui.
Beberapa jam berlalu..
teman teman Dimas pun berpamitan pulang.begitu juga dengan kedua Art nya,mereka langsung pulang setelah selesai membereskan peralatan makan.
"om kekamar duluan ya Fani,gerah. mau mandi."
ujar Dimas sambil berjalan menaiki anak tangga.
"iya mas.." jawab Fani yang sedang menata kembali kulkas nya.
"apa?.. apa kata mu?" tanya Dimas tersenyum malu malu. ia mengira tadi Fani memanggil nya Mas karena ada teman teman nya.
"iya Mas Dimas...." Fani mengulangi perkataan nya sambil tersenyum manis.
Dimas pun turun kembali dari tangga lalu menghampiri Fani dengan wajah merah merona akibat tersipu malu, ia merasa terbang melayang saat Fani memanggil nya dengan sebutan Mas.
"bisa ulangi lagi..??" pinta Dimas sambil tersipu malu.
"Mas.." ucap Fani lembut.
Dimas pun langsung salah tingkah di hadapan Fani. "sshhhh.... kenapa kamu tiba tiba manggil om dengan sebutan Mas?" Dimas manatap Fani dengan wajah yang masih salah tingkah.
"apa Fani harus punya alasan untuk manggil suami sendiri dengan panggilan Mas?" Fani menjawab santai dengan wajah polos nya.
"hahahah.. baiklah.. ffuuuhhh...panggilan itu sangat mendebarkan.. bolehkah Mas mu ini memeluk istri nya?" tanya Dimas ragu ragu.
Fani tak menjawab,dan ia langsung memeluk pinggang Dimas dengan penuh kelembutan. tentu saja Dimas sangat senang saat itu,ini kali pertama Fani memeluk diri nya secara suka rela.
Dimas pun langsung membalas pelukan Fani lalu menggangkat tubuh mungil itu di pelukan nya.
"eh.. mas..mas.. turunin nanti jatuh gimana."
ujar Fani dengan wajah Panik.
"Mas memang mau menjatuhkan mu di atas kasur.."
bisik Dimas tersenyum penuh cinta sambil membawa Fani menaiki anak tangga.
Sementara tubuh Fani sudah keringat dingin saat membayangkan apa yang akan terjadi selanjut nya.
__ADS_1
...***********...