Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 62: Malam ini...


__ADS_3

Warning!!


yang belum nikah skip aja!!


ntar kepengen berabe loh...πŸ™ˆ


harap bijak dalam membaca ya beb..


Ketika Vino memasuki kamar mandi,


Nurul langsung buru buru menuju lemari


pakaian nya. namun malam ini sepertinya


keberuntungan tak berpihak pada


Nurul karena kunci lemari juga


di sembunyikan oleh Vino.


"ihhh..! gimana dong.."


Nurul hampir menangis karena


merasa di zholimi, padahal mah


sudah jadi kewajibannya untuk


melayani suami.


10 menit kemudian...


krieettt....


pintu kamar mandi terbuka.


jantung Nurul semakin tak karuan


rasa nya.


Vino langsung berjalan ke arah


Nurul dengan handuk melilit


di pinggang.


"hai sayang..."


"hehehe.. iya Mas..


kok cepet banget mandi nya?"


bahkan untuk menatap mata Vino pun


Nurul tak berani.


"ngapain lama lama, ntar juga


keringetan lagi."


Vino meraba perlahan bahu Nurul.


"ee... Mas nggak makan dulu?"


"kan sudah tadi.."


"mau minum dulu?"


"nggak sayang..


yang Saya mau kamu.."


"Nur halangan Mas!"


tukas nya sambil menjauh beberapa


langkah.


Vino hanya tersenyum tipis,


mata tajam nya menyorot pekat


ke arah wanita bergelar istri


di hadapan nya itu.


"hhh... jangan bohong.


saya tau kok masih 10 hari lagi


sampai ke jadwal bulanan kamu."


Kini Nurul benar benar kalah telak.


"gilaa?? sampe di hitung?"


Nurul merengek sambil menutup rapat


rapat dada nya.


"aduh.. plisss di pending aja ya Mas.


Nur capek beneran.."


"hahahha.. jangan harap!


saya sudah lama menantikan momen ini."


Vino berjalan cepat kearah Nurul,


namun Nurul malah semakin merinding,


berlari lah ia ke sudut pintu.


"kan sudah janji kalau saya sehat


sampai pagi. sekarang kok ingkar hayo.."


"t..tapi kan nggak harus malam ini Mas."


"oke.. oke, kita tidur sama sama aja


malam ini seperti biasa."


Vino mulai memakai akal nya untuk


menjebak Nurul.


"sama El??"


tanya Nurul berharap.


"hanya kita berdua.."


sorot mata Vino kini turun namun masih


tajam, senyum tipis ia sematkan


pada ujung bibir nya.


Tak berpikiran macam macam,


Nurul pun mengiyakan.


ya, begitu mudah nya ia tertipu


kata kata Vino. padahal mana ada sih


laki laki yang bisa menahan nafsu


jika satu ranjang dengan wanita,


apalagi kini Nurul sudah menjadi istri nya


dan malam pertama pula.


"ee.. kunci lemari mana?"


Vino menyilangkan tangannya di dada,


entah siasat apa yang ada di kepala nya


saat itu.


"eh.. ketinggalan di kamar mandi


kaya nya. ambil gih, saya juga mau


ambil baju."


Tanpa banyak bertanya Nurul langsung


berjalan menuju kamar mandi.


saat melewati Vino, ia sedikit mempercepat


langkah nya. namun Vino dengan gesit

__ADS_1


menarik jubah handuk Nurul dan....


ssssaaatttttt.....


Seandai nya bisa lompat keluar,


jantung Nurul pasti sudah melesat


jauh karena separuh tubuh nya


tersingkap jelas sejelas jelas nya.


😳😳😳😳😳


"uuuuuhh......"


lirih Vino sambil melangkah


kehadapan Nurul.


gtk...tk...tkk...


suara gigi yang beradu menjelaskan


seberapa gugup Nurul saat itu.


ia hanya bisa mematung karena


seluruh tubuh nya kaku.


Tanpa ragu, Vino pun menanggalkan


handuk nya lalu mendekap tubuh Nurul.


"kamu sudah milik saya Ran..."


bisik nya sembari meniup daun telinga


Nurul.


"jangan pingsan..


kamu harus menetapi janji mu malam ini


hhhh...."


"pingsan Nur.. ayo pingsan..!"


rutuk Nurul dalam hati nya.


"malam ini.. kita nikmati surga dunia."


bisik Vino lagi, kini tangan nya sudah


merayap ke bagian dada.


"t..tapi Nur belum siap Mas.."


ucap Nurul terbata dengan suara


bergetar.


Vino tersenyum sambil mengusap


pelan tengkuk Nurul.


"kamu tidak perlu menyiapkan apa apa


sayang.. biar saya yang bekerja keras


malam ini."


"t..takut sakit.."


telapak tangan dan kaki nya


sampai dingin seperti es.


"nggak sakit kok..


paling kaya di gigit semut."


tapi semut nya semut amazonπŸ‘»


Lain dengan Nurul yang keringat dingin,


suhu tubuh Vino malah memuncak panas


karena semangat untuk menjebol gawang


yang berapi-api.


istri nya itu menuju ke atas ranjang.


mata nya pun tak bisa lepas dari


tubuh ranum yang sedikit tersingkap


membuat tegangan kabel induk semakin


tinggi.


Kalau soal pemanasan jangan di tanya,


sudah pasti Vino ahli nya.


secara pengalaman dan pengetahuan.


tak hanya teori, melainkan prakteknya


langsung. jadi jangan sebut nama nya


Vino jika tak bisa membuat wanita nya


melayang hanya dengan beberapa sentuhan.


"shh ...AAAKK!!!"


teriak Nurul saat si alex mulai


menerobos masuk.


"aduhh.... sakit Mas..."


rintih nya.


"tahan sayang.. bentar kok sakit nya."


bisik Vino sambil bermain di sekitaran


leher hingga meninggalkan jejak merah.


"aduhhh..sssshhh... pelan pelan Mas..


sakit banget.. ngilu."


Nurul sampai mendorong perut Vino


agar berhenti sejenak.


"iya sayang..pelan kok,


cuma pucuk nya ini, pun belum masuk semua."


"nggak mau ah.. sakit.."


ia menggeleng dengan mata berkaca kaca.


"tahan ya..."


Vino mencoba sekali lagi.


"sakit Mas... sakit.."


bahu dan lengan Vino pun menjadi


korban cakaran dari jemari lentik nya.


"aahhhg...."


"udah ah.. nggak mau.. nggak.."


rengek Nurul sambil berusaha menutup


kedua paha nya.


Namun Vino tak mendengarkan,


ia malah menambah dorongan hingga


membuat Nurul menjerit kesakitan.


"AAAA!!!!! aduhh Mas...."


"mmm... sempit banget sayang..."


bisik Vino di iringi deru nafas berat.

__ADS_1


"udah Mas.. udah.. sakit banget


perih..."


"uuhhh.... mmhh..."


tak perduli akan rengekan istri nya,


Vino malah membungkam bibir Nurul


dengan ciuman lembut sambil mendesah


sementara Nurul merintih kesakitan.


Tangan kekar nya mengunci kedua


telapak tangan Nurul di atas kepala.


kalau di biarkan bisa bisa sobek semua


badan nya kena cakaran Nurul.


tampak nya, malam ini Vino benar benar


akan membuat Nurul begadang setelah


sekian tahun fakum dari dunia


percocok tanaman.


...~~~~...


Di rumah nya, Gaby tak bisa tidur


karena memikirkan sikap Dika.


"kenapa sih? apa maksut nya?"


Sudah hampir dua jam ia berguling


ke kanan dan kiri, namun tak kunjung


tidur karena masih penasaran dengan


sikap Dika.


Akhir nya ia pun memberanikan diri


untuk bertanya melalui pesan.


[kak.. sudah tidur??]


Ternyata, Dika pun mengalami kegelisahan


yang sama atas penantian nya yang


tak kunjung berakhir.


ia langsung membuka pesan dari Gaby.


[ada apa?]


to the point sekali bukan?


ya, nggak mungkin kan Gaby


mengirim pesan tengah malam begini


kalau tanpa alasan.


[kakak tadi siang kenapa sih?]


Dika menghela nafas berat, malu rasa nya


karena telah mengira Gaby itu Dita yang


selama ini ia cari dan nanti.


"ck.. sudah pasti bukan dia.."


[maaf sebelum nya, apa boleh aku


nanya siapa nama orang tua kamu?]


"hah? untuk apa dia nanya nama ortu ku?


apa mau ngasih bpjs?"


gumam Gaby heran.


[nama lengkap? atau nama panggilan?


ortu cewek atau cowok?]


"sshh! kenapa mahkluk yang nama nya


wanita itu ribet banget!"


rutuk Dika kesal.


[kedua nya.]


Gaby ternyata sudah tertidur,


jadi ia tak merespon lagi pesan dari


Dika.


"lama banget sih balas nya..


bisa mati penasaran aku kalau


gini cerita nya."


Dika sampai mengangkat ponsel nya


karena mengira jaringan yang bermasalah.


[Gaby..?]


[sudah tidur?]


[Gaby??]


[😌 selamat tidur, jangan lupa


kasih tau nama orang tua kamu


kalau sudah bangun!]


Maksa banget nggak tuh?


jika memang benar Dita yang selama


ini ia cari adalah Gaby.


maka ia akan langsung menyatakan


cinta secara resmi tak perduli di terima


atau di tolak.


Dika membenamkan wajah nya di


bawah bantal.


"semoga dia benar Dita ku..πŸ˜”


tapi kalau bukan.. kemana lagi aku


harus mencari mu istri kecil ku??


dan jika ternyata Gaby dan kamu orang


yang berbeda, mau kah kamu memaafkan


ku karena ingkar janji?"


Janji yang mereka buat dulu untuk


tetap saling menjaga cinta, dan janji


apabila mereka bertemu mereka akan


menikah. namun seperti nya Dika


sudah sedikit melanggar janji karena


menaruh rasa pada Gaby sejak awal


mereka bertemu.


...**********...


semangatin otor napa weeπŸ˜”


capek banget mondar mandir..

__ADS_1


lelah jasmani dan rohaniπŸ™ƒ


__ADS_2