
Warning!!
yang belum nikah skip aja!!
ntar kepengen berabe loh...π
harap bijak dalam membaca ya beb..
Ketika Vino memasuki kamar mandi,
Nurul langsung buru buru menuju lemari
pakaian nya. namun malam ini sepertinya
keberuntungan tak berpihak pada
Nurul karena kunci lemari juga
di sembunyikan oleh Vino.
"ihhh..! gimana dong.."
Nurul hampir menangis karena
merasa di zholimi, padahal mah
sudah jadi kewajibannya untuk
melayani suami.
10 menit kemudian...
krieettt....
pintu kamar mandi terbuka.
jantung Nurul semakin tak karuan
rasa nya.
Vino langsung berjalan ke arah
Nurul dengan handuk melilit
di pinggang.
"hai sayang..."
"hehehe.. iya Mas..
kok cepet banget mandi nya?"
bahkan untuk menatap mata Vino pun
Nurul tak berani.
"ngapain lama lama, ntar juga
keringetan lagi."
Vino meraba perlahan bahu Nurul.
"ee... Mas nggak makan dulu?"
"kan sudah tadi.."
"mau minum dulu?"
"nggak sayang..
yang Saya mau kamu.."
"Nur halangan Mas!"
tukas nya sambil menjauh beberapa
langkah.
Vino hanya tersenyum tipis,
mata tajam nya menyorot pekat
ke arah wanita bergelar istri
di hadapan nya itu.
"hhh... jangan bohong.
saya tau kok masih 10 hari lagi
sampai ke jadwal bulanan kamu."
Kini Nurul benar benar kalah telak.
"gilaa?? sampe di hitung?"
Nurul merengek sambil menutup rapat
rapat dada nya.
"aduh.. plisss di pending aja ya Mas.
Nur capek beneran.."
"hahahha.. jangan harap!
saya sudah lama menantikan momen ini."
Vino berjalan cepat kearah Nurul,
namun Nurul malah semakin merinding,
berlari lah ia ke sudut pintu.
"kan sudah janji kalau saya sehat
sampai pagi. sekarang kok ingkar hayo.."
"t..tapi kan nggak harus malam ini Mas."
"oke.. oke, kita tidur sama sama aja
malam ini seperti biasa."
Vino mulai memakai akal nya untuk
menjebak Nurul.
"sama El??"
tanya Nurul berharap.
"hanya kita berdua.."
sorot mata Vino kini turun namun masih
tajam, senyum tipis ia sematkan
pada ujung bibir nya.
Tak berpikiran macam macam,
Nurul pun mengiyakan.
ya, begitu mudah nya ia tertipu
kata kata Vino. padahal mana ada sih
laki laki yang bisa menahan nafsu
jika satu ranjang dengan wanita,
apalagi kini Nurul sudah menjadi istri nya
dan malam pertama pula.
"ee.. kunci lemari mana?"
Vino menyilangkan tangannya di dada,
entah siasat apa yang ada di kepala nya
saat itu.
"eh.. ketinggalan di kamar mandi
kaya nya. ambil gih, saya juga mau
ambil baju."
Tanpa banyak bertanya Nurul langsung
berjalan menuju kamar mandi.
saat melewati Vino, ia sedikit mempercepat
langkah nya. namun Vino dengan gesit
__ADS_1
menarik jubah handuk Nurul dan....
ssssaaatttttt.....
Seandai nya bisa lompat keluar,
jantung Nurul pasti sudah melesat
jauh karena separuh tubuh nya
tersingkap jelas sejelas jelas nya.
π³π³π³π³π³
"uuuuuhh......"
lirih Vino sambil melangkah
kehadapan Nurul.
gtk...tk...tkk...
suara gigi yang beradu menjelaskan
seberapa gugup Nurul saat itu.
ia hanya bisa mematung karena
seluruh tubuh nya kaku.
Tanpa ragu, Vino pun menanggalkan
handuk nya lalu mendekap tubuh Nurul.
"kamu sudah milik saya Ran..."
bisik nya sembari meniup daun telinga
Nurul.
"jangan pingsan..
kamu harus menetapi janji mu malam ini
hhhh...."
"pingsan Nur.. ayo pingsan..!"
rutuk Nurul dalam hati nya.
"malam ini.. kita nikmati surga dunia."
bisik Vino lagi, kini tangan nya sudah
merayap ke bagian dada.
"t..tapi Nur belum siap Mas.."
ucap Nurul terbata dengan suara
bergetar.
Vino tersenyum sambil mengusap
pelan tengkuk Nurul.
"kamu tidak perlu menyiapkan apa apa
sayang.. biar saya yang bekerja keras
malam ini."
"t..takut sakit.."
telapak tangan dan kaki nya
sampai dingin seperti es.
"nggak sakit kok..
paling kaya di gigit semut."
tapi semut nya semut amazonπ»
Lain dengan Nurul yang keringat dingin,
suhu tubuh Vino malah memuncak panas
karena semangat untuk menjebol gawang
yang berapi-api.
istri nya itu menuju ke atas ranjang.
mata nya pun tak bisa lepas dari
tubuh ranum yang sedikit tersingkap
membuat tegangan kabel induk semakin
tinggi.
Kalau soal pemanasan jangan di tanya,
sudah pasti Vino ahli nya.
secara pengalaman dan pengetahuan.
tak hanya teori, melainkan prakteknya
langsung. jadi jangan sebut nama nya
Vino jika tak bisa membuat wanita nya
melayang hanya dengan beberapa sentuhan.
"shh ...AAAKK!!!"
teriak Nurul saat si alex mulai
menerobos masuk.
"aduhh.... sakit Mas..."
rintih nya.
"tahan sayang.. bentar kok sakit nya."
bisik Vino sambil bermain di sekitaran
leher hingga meninggalkan jejak merah.
"aduhhh..sssshhh... pelan pelan Mas..
sakit banget.. ngilu."
Nurul sampai mendorong perut Vino
agar berhenti sejenak.
"iya sayang..pelan kok,
cuma pucuk nya ini, pun belum masuk semua."
"nggak mau ah.. sakit.."
ia menggeleng dengan mata berkaca kaca.
"tahan ya..."
Vino mencoba sekali lagi.
"sakit Mas... sakit.."
bahu dan lengan Vino pun menjadi
korban cakaran dari jemari lentik nya.
"aahhhg...."
"udah ah.. nggak mau.. nggak.."
rengek Nurul sambil berusaha menutup
kedua paha nya.
Namun Vino tak mendengarkan,
ia malah menambah dorongan hingga
membuat Nurul menjerit kesakitan.
"AAAA!!!!! aduhh Mas...."
"mmm... sempit banget sayang..."
bisik Vino di iringi deru nafas berat.
__ADS_1
"udah Mas.. udah.. sakit banget
perih..."
"uuhhh.... mmhh..."
tak perduli akan rengekan istri nya,
Vino malah membungkam bibir Nurul
dengan ciuman lembut sambil mendesah
sementara Nurul merintih kesakitan.
Tangan kekar nya mengunci kedua
telapak tangan Nurul di atas kepala.
kalau di biarkan bisa bisa sobek semua
badan nya kena cakaran Nurul.
tampak nya, malam ini Vino benar benar
akan membuat Nurul begadang setelah
sekian tahun fakum dari dunia
percocok tanaman.
...~~~~...
Di rumah nya, Gaby tak bisa tidur
karena memikirkan sikap Dika.
"kenapa sih? apa maksut nya?"
Sudah hampir dua jam ia berguling
ke kanan dan kiri, namun tak kunjung
tidur karena masih penasaran dengan
sikap Dika.
Akhir nya ia pun memberanikan diri
untuk bertanya melalui pesan.
[kak.. sudah tidur??]
Ternyata, Dika pun mengalami kegelisahan
yang sama atas penantian nya yang
tak kunjung berakhir.
ia langsung membuka pesan dari Gaby.
[ada apa?]
to the point sekali bukan?
ya, nggak mungkin kan Gaby
mengirim pesan tengah malam begini
kalau tanpa alasan.
[kakak tadi siang kenapa sih?]
Dika menghela nafas berat, malu rasa nya
karena telah mengira Gaby itu Dita yang
selama ini ia cari dan nanti.
"ck.. sudah pasti bukan dia.."
[maaf sebelum nya, apa boleh aku
nanya siapa nama orang tua kamu?]
"hah? untuk apa dia nanya nama ortu ku?
apa mau ngasih bpjs?"
gumam Gaby heran.
[nama lengkap? atau nama panggilan?
ortu cewek atau cowok?]
"sshh! kenapa mahkluk yang nama nya
wanita itu ribet banget!"
rutuk Dika kesal.
[kedua nya.]
Gaby ternyata sudah tertidur,
jadi ia tak merespon lagi pesan dari
Dika.
"lama banget sih balas nya..
bisa mati penasaran aku kalau
gini cerita nya."
Dika sampai mengangkat ponsel nya
karena mengira jaringan yang bermasalah.
[Gaby..?]
[sudah tidur?]
[Gaby??]
[π selamat tidur, jangan lupa
kasih tau nama orang tua kamu
kalau sudah bangun!]
Maksa banget nggak tuh?
jika memang benar Dita yang selama
ini ia cari adalah Gaby.
maka ia akan langsung menyatakan
cinta secara resmi tak perduli di terima
atau di tolak.
Dika membenamkan wajah nya di
bawah bantal.
"semoga dia benar Dita ku..π
tapi kalau bukan.. kemana lagi aku
harus mencari mu istri kecil ku??
dan jika ternyata Gaby dan kamu orang
yang berbeda, mau kah kamu memaafkan
ku karena ingkar janji?"
Janji yang mereka buat dulu untuk
tetap saling menjaga cinta, dan janji
apabila mereka bertemu mereka akan
menikah. namun seperti nya Dika
sudah sedikit melanggar janji karena
menaruh rasa pada Gaby sejak awal
mereka bertemu.
...**********...
semangatin otor napa weeπ
capek banget mondar mandir..
__ADS_1
lelah jasmani dan rohaniπ