Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 10: Salah bawa bekal


__ADS_3

Di kantor Dimas. Vino sedang membujuk Dimas untuk memberi nya pekerjaan lagi di sana.


"ayo lah Dimas. tolong bantu saudara mu ini."


"ck..ck.. aku tidak mengerti isi pikiran mu.


papa mu membutuhkan mu di perusahaan nya. kenapa kau malah mengemis di sini?


cepatlah pergi aku tidak punya waktu untuk mu."


"kau tau kan aku tidak suka perhiasan wanita.


di sana itu bukan passion ku."


Steve atau papa nya Vino adalah seorang CEO perusahaan yang menaungi bisnis perhiasan, dari berlian, emas hingga perak. ia bahkan mengelola tambang nya sendiri di 4 Negara sekaligus.


tapi entah kenapa Vino tak tertarik untuk mengarungi bisnis raksasa itu bersama papa nya. dengan alasan terkesan feminim.


ia lebih suka perusahaan Dimas karena terkesan sangat manly. ya begitu lah kalau orang kebanyakan duit. cari kerjaan bukan seberapa gaji nya, tapi seberapa pantas nya.


"uang keluarga mu tidak akan habis 7 turunan, kalau kau tidak suka di sana maka jadi pengangguran saja. tidak akan ada beda nya untuk mu." Dimas mulai malas menanggapi Vino.


Vino bangkit dari kursi nya pura pura bersedih.


"hhff.. ya sudah kalau kau tidak mau menerima ku. seperti nya aku harus bilang kepada Fani bahwa harga mobil antik mu sebenarnya 14 milyar. bukan 60 juta."


"kau mau posisi apa? manajer?


direktur? katakan?"


dari pada nyawa nya dalam bahaya.


Senyum licik di lebarkan Vino.


"benarkah? aku ingin menjadi sekertaris mu lagi.."


"mmm.. ku akui kau sangat handal soal itu.


tapi maaf posisi mu sudah di gantikan oleh Rey."


"Rey yang itu? saingan nya Riko waktu itu?"


"hmm..."


"baiklah.. kalau begitu aku akan mengikuti tes Manajer, atau supervisor. beri tahu aku kapan tanggal nya ya.. bye muuachh.."


Dimas langsung merinding kaku melihat tingkah Vino."ck..ck.. ku rasa otak nya sudah hilang setengah."


...--...


Saat hendak keluar ruangan Dimas, tak sengaja ia menabrak Mila yang baru saja keluar dari ruangan Riko.


"heh..! mata mu kemana?" bentak Mila kesal.


"di sini.." sahut Vino santai sambil menunjuk


bola mata nya.


"wahh.. kau sangat seksi sekarang..


aku penasaran Vitamin apa yang di berikan


Riko untuk mu."

__ADS_1


plakkk!


kepala Vino di hantam Map oleh Riko.


"jaga mata mu!"


"ssshh..." rintih Vino kesakitan.


Mila tercengang saat tersadar orang yang menabrak nya adalah Vino.


"tunggu.. kau? Vino? Vino si buaya merayap? wahh!! kenapa kau kembali kesini?"


"wahh.. siapa yang memberi julukan itu?"


"tunggu.. kalian masih langgeng sampai sekarang? wahh ku kira kalian tak akan bertahan lama." imbuh Vino lagi sambil geleng kepala.


"tentu saja, walaupun kami menikah karena terpaksa tapi kami menjaga komitmen itu"


ketus Mila.


"ya.. kami benar benar menikah, punya anak dan bahagia. tidak seperti mu yang hanya singgah bercocok tanam lalu pindah lahan. hahahahah..." tawa Riko terdengar lepas namun terasa menikam untuk Vino.


"wah...pasangan itu benar benar membunuh ku bergantian. aaww dada ku perih seperti tertusuk. siall!"


Vino tersungkur ngenes di tembok sambil memandangi betapa bahagia nya pasangan kucing dan tikus itu.


...~~~~...


Hari ini, kebetulan jam mengajar Bian dan jam kuliah nya Nurul berbarengan. jadi mereka bisa makan siang bersama di bawah pohon rindang yang menjadi tempat favorit mereka.


Bian membuka kotak makan siang nya.


"mama abang masakin udang saus tiram ni dek."


dia memang selalu membawa bekal untuk menghemat uang jajan nya.


"lah kok..?" Nurul terkejut saat melihat kotak makan nya berisi nasi goreng dan omlete telur.


"bang, kaya nya Nur salah bawa bekal deh.."


"hah? kok bisa? memang nya itu bekal siapa?"


"nggak tau, mungkin punya kak Dika.."


"hahahah.. masa iya dek?kok bekal nya Dika


kaya bekal anak TK."


"he'em.. mana asin lagi.. nggak beres


memang kak Dika tu.." ia tertawa geli,


bisa bisa nya Dika gagal memasak nasi goreng padahal pakai bumbu instan.


Sebelum berangkat kuliah, kalau bibik belum siap masak. biasanya Nurul akan membuat menu simple sendiri untuk di bawa ke kampus. jadi ia berpikir hari ini Dika juga memasak. kalau Ayu tidak mungkin, karena ia tidak suka nasi goreng.


"yahh.. melayang deh nasi bola ayam ku.."


batin Nurul sambil mengunyah udang saus tiram milik Bian. walau asin dan rasa nya tidak jelas, Nurul tetap memakan nasi goreng itu. mungkin karena di barengi lauk dari Bian jadi asin nya tidak terasa.


"dek.. abang minta maaf ya soal kemarin,


abang bener bener terburu buru sampai tidak sempat ngabarin kamu,."

__ADS_1


"iya nggak apa apa bang.." sahut Nurul tersenyum kecil. ia merasa sudah biasa kalau


Bian tiba tiba menghilang tanpa kabar.


"lusa gimana? abang Of, kamu juga liburkan? kita nonton Film terbaru.."


"mendingan nggak usah di rencanakan bang,


soal nya setiap kita susun rencana untuk kencan pasti gagal. besok kalau memang abang nggak sibuk langsung telpon Nur aja setengah jam sebelum otw biar Nur langsung siap siap..


gimana??"


"boleh deh.. " sahut Bian sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulut Nurul.


"abang makan juga dong, Nur terus dari tadi yang ngunyah.."


"hahaha.. iya lupa, abis lihat kamu makan aja perut abang sudah kenyang rasa nya.."


"ihhh.. mulai..." Nurul mencubit lengan Bian sambil tertawa kecil.


"hahahahahha...."


...~~~~...


Pagi sebelum Nurul kuliah...


El mengajak Vino untuk bertamasya di taman,


ia ingin melihat lihat suasana Negara baru nya.


karena Duma sibuk dengan pekerjaan nya, Vino pun mengajak Rianti agar ada yang membantu mengawasi El.


Pagi pagi El dan Vino sudah tiba di rumah Rianti, mereka juga berencana mengajak Keenan dan Ica kalau Fani mau.


"kata nya ayah janji mau buatin nasi goreng kalau kita tamasya.." El menagih janji nya pada sang ayah.


Karena tak ingin anak nya kecewa, Vino pun meminjam dapur Rianti untuk membuatkan


El nasi goreng. setelah selesai, ia meletakkan nya di atas meja bersebelahan dengan bekal nya Nurul.


"ayah.. bunda mana?" tanya El kala tak melihat Nurul di sana.


"bunda lagi mandi sayang, dia mau sekolah."


sahut Rianti. Vino sangat senang saat mendengar Rianti menyebut Nurul bunda


di depan El.


"yah.. padahal El ingin bunda ikut.."


"besok aja ya, kalau bunda libur kita piknik lagi, sekarang kita aja dulu. kan ada Keenan,Ica sama mama Fani. jadi pasti seru karena ramai."


ucap Rianti dengan senyum lembut nya.


"iya deh oma.." El manggut sambil tersenyum.


"ayo Vin, kita berangkat. keburu macet.."


Rianti menggendong El menuju mobil, sementara Vino memasukkan mainan dan bekal untuk El.


namun karena terburu buru ia malah memasukkan bekal nya Nurul ke dalam tas nya El.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2