Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 56: Berdebat


__ADS_3

Vino menghentikan mobil nya tepat


di samping Mei.


Nurul pun langsung turun menghampiri


Mei yang tampak pucat dan hampir


basah kuyup.


"hei.. apa yang kamu lakukan?!"


tanya Nurul khawatir.


"aku??


kamu sendiri ngapain? kenapa kamu


kesini? kenapa kamu perduli aku melakukan


apa?? kenapa??!!"


Mei malah berteriak membuat Nurul


terkejut.


Saat ini, bukan hanya Nurul saja yang


terluka. Mei pun sama frustasi nya mengingat


apa yang telah ia lakukan hingga membuat


kehidupannya sendiri hancur.


dan yang paling sakit, tak ada satu


orang pun keluarga nya yang perduli


akan hal itu.


"bukan kah aku udah bilang..


hidup lah dengan baik.


kenapa kamu malah seperti ini??"


selain raut sedih Mei, ada lagi yang


membuat Nurul merasa kasihan.


yaitu luka yang belum kering di tubuh Mei


tampak meradang karena terkena air hujan.


Sementara di dalam mobil Vino hanya


menghela nafas. ia heran kepada Nurul.


sebenar nya dia itu benci atau kasihan


pada Mei.


"Ran.. masuk saja, biarkan dia mau


kemana terserah."


ucap Vino tanpa sedikitpun intonasi


ramah.


Namun Nurul tak mendengarkan Vino.


ia tak tega jika harus membiarkan


Mei di jalanan dengan keadaan seperti


itu.


"kamu mau kemana?


biar kami antarkan.."


tawar Nurul.


Mei tak menjawab, ia malah menangis


sesenggukan sambil memeluk erat


tas ransel nya.


...~~~~...


Sementara itu di rumah Rianti


para keluarga sedang sibuk menyiapkan


undangan dan juga souvernir yang berisikan


parfume dan logam emas seberat 3,5 gram.


Si kembar dan El pun sibuk menyusun


bunga bunga untuk mainan mereka.


dan yang menjadi korban adalah Dika


yang hanya bisa pasrah kepala nya


di ubek ubek si bocil.


"wiihhh...Om Dika cantik deh..


kaya mermaid." ucap Ica tertawa.


"bukan mermaid, tapi Tinkerbell


hahahhaha...."


imbuh Keenan tak kalah usil.


"ih.. kalian jangan jahat sama Om Dika.


nanti Om Dika nangis loh.."


ujar El kasihan melihat Dika hanya bisa


pasrah.


"aduh.. jangan yang itu, yang kecil aja.."


Dika menolak saat Ica hendak memasangkan


bunga besar ke atas rambut nya.


"ihh.. ini cantik loh Om.."


"jangan Ica.. jelek itu."


tolak Dika.


"ya udah yang ini aja ya.."


El malah menyodorkan bunga


mawar merah kepada Ica.


"lah.. kamu gimana sih El..


tadi kasihan sama Om, sekarang


malah mendukung mereka."


"hehehe.. tapi itu cantik.."

__ADS_1


El menyeringai lebar.


Akhir nya kepala Dika di penuhi


bunga bungaan. bahkan Ica mengoleskan


lipstik Fani ke bibir Dika agar penampilan


nya semakin mendukung.


"Siang semuaaa......"


sapa Gaby yang baru saja datang.


ia berniat membantu sekaigus menikmati


hari hari terakhir masa lajang nya Nurul.


"ehh.. Gaby, masuk sini.."


sambut Duma dan Rianti ramah.


"hehehehe.. maaf ya tante,


gara gara hujan, jadi nggak berani ngebut."


Rianti: "iya nggak apa apa..


sudah makan.? si Nur lagi ke makam


Ibu nya, paling bentar lagi pulang."


"oh iya tante..


mana, ada yang bisa Gaby bantu?"


"ambilkan kantong begini nya lagi ya..


di sana tuh, minta aja sama bibik."


Rianti menunjuk ke arah ruang tengah,


di mana Dika sedang di jadikan korban


oleh anak anak.


Gaby pun segera menuju kesana


sambil mata nya beredar mencari


keberadaan sang babang idola.


"eh.. onti Gaby??"


ucap Ica berbinar, ia memang sangat


akrab dengan Gaby.


"Gaby??!"


Dika langsung melepaskan


semua sampah yang ada di kepala nya.


fffftttt....🤭


Gaby tersenyum kecil melihat


wajah Dika bak ondel ondel.


"hai kak.."


sapa Gaby tersenyum kecil.


"hmm.."


balas Dika datar.


duduk sini cepat.. kami dandanin


jugak.." Ica menarik tangan Gaby.


"eh...onti di suruh ngambil


tas souvenir sama Oma.."


"biar Kei yang ambil kan.


onti duduk situ ya.. biar Om Dika


ada ratu nya.."


Keenan langsung ngibrit mengambilkan


barang tersebut.


Dika: "udah ya..main nya sama onti Gaby aja.


Om mau ke.."


El langsung menghadang Dika.


"eits..! Om sini aja.. kita kan mau main


raja dan ratu."


Kepala Dika langsung panas dingin.


mau di tolak pasti anak anak maksa,


di ladenin malu..


Sementara Gaby hanya tersenyum


sambil menatap Dika yang sedang


panik.


"udah lah kak..


sini aja.. sekali kali mainan.


jangan kerja terus, ntar stress loh."


udah tau Dika salah tingkah, Gaby malah


semakin senang menggoda.


Akhir nya Dika pun duduk lagi.


dengan kepala di penuhi bunga


seperti badut, ia terpaksa sok cool


demi menjaga citra nya sebagai


lelaki tamvan.


"hai semua......"


Nurul tiba sambil membawa seseorang


yang tentu saja membuat suasana


rumah menjadi panas.


"ayahhh.......


bunda..."


ujar El kegirangan sambil


berlari ke arah mereka.

__ADS_1


Rianti langsung berdiri dengn wajah


jengah.


"Nur?? ngapain kamu bawa dia


ke sini??"


"ma.. boleh dia menginap di sini


untuk beberapa hari?


sampai luka nya sembuh."


pinta Nurul.


Melihat kemarahan Rianti,Mei tak


berani berkutik. ia hanya menunduk


di belakang Nurul.


"nggak!!


ngapain sih? emang nya dia nggak


punya keluarga?"


ketus Rianti menaikkan suara nya.


"iya ngapain sih dek kamu bawa dia?"


imbuh Fani juga sedikit jengkel.


"begini Ma.. kak..


kita semua tau kan seperti apa sifat


ibu nya dia kemarin.


semenjak kepergian orang itu,


Mei selalu menjadi sasaran kemarahan


Bu Evi Ma..


jadi Mei nggak bisa pulang ke rumah


karena pasti Ibu nya akan bertambah


menyalahkan diri nya.


jadi,, boleh ya Ma.. dia di sini


sampai lula nya membaik."


Ya, semua perlakuan yang Mei terima


tak lepas dari persoalan uang.


semenjak kepergian Rudi, Mei selalu


di salahkan karena tak mau menuntut


apapun dari keluarga Nurul.


ya karena memang Mei tau mereka


tak pantas melakukan itu.


"berapa hari yang kau butuhkan?


dua hari? tiga hari? satu minggu?"


tanya Rianti jengah sambil melempar


tatapan panas.


Menyaksikan itu, amarah di kepala Dika


semakin memuncak.


"ini.. carilah penginapan!"


ketus nya sambil memberikan


sejumlah uang kepada Mei.


"kak.. ini bukan masalah uang.


kalau ke hotel atau kemana Nur juga


bisa bayar. masalah nya dia ini lagi sakit


kak, kakak tau kan seberapa lama dia


istirahat biar kesehatan nya pulih.


kalau ada apa apa sama dia gimana


coba?"


"kenapa kamu jadi perhatian sama dia?!


kamu nggak ingat apa yang telah dia


lakukan ke keluarga kita?!"


"itu kesalahan ibu nya!


bukan kesalahan dia."


Yang ada di pikiran Nurul adalah


Mei anak tiri Ayah nya.


karena membesarkan Mei lah Ayah nya


harus bekerja keras.


untuk membesarkan nya lah


sang Ayah mati matian mencari uang.


bukankah setidak nya kehidupan Mei


harus baik agar usaha Ayah nya tidak


sia sia.


"kalau begitu kembali lah


kerumah sakit agar ada yang merawat!"


ketus Dika dengan tatapan tajam.


"atau tidur di rumah ku saja.."


Gaby unjuk diri, ia juga merasa


kasihan kepada Mei. terlepas apa


yang di lakukan Mei kepada Nurul.


mereka tetap pernah menjadi teman


dekat, satu geng pula.


jadi ia merasa iba kepada nasib malang


Mei.


...*********...

__ADS_1


__ADS_2