Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 50 : Kangen


__ADS_3

21+


Setelah 4 jam menunggu,akhir nya Vino dan Nurul kembali dari pertualangan panjang mereka demi rujak mang udin.


"aduhh maaf kak lama, kami nyasar tadi di kebun kelapa pak burhan hahahah" Nurul tertawa geli karena bisa bisa nya dia nyasar di habitat lama nya.


"mana rujak nya?" tanya Fani spontan.


seyum di bibir Nurul pun memudar karena diri nya merasa di kacangin.


"nih.. nggak pake timun kan kak?"


"iyaa.. makasih ya dek."


Fani langsung membedah bungkus rujak itu,sungguh perjuangan yang luar biasa hanya untuk seporsi rujak.


Mata nurul berkeliling mencari keberadaan keluarga nya yang lain.


"loh.. mama sama papa mana Mas?"


"Mas suruh pulang duluan.. kasihan si Ayu ngantuk berat tadi."


jawab Dimas sambil memijat kaki Fani yang sebelum nya di keluhkan kebas.


"oohh" Nurul menganggukkan kepala nya santai.


padahal dalam hati nya bingung nanti diri nya pulang dengan siapa?


Fani: "kamu pulang sama Pak Vino aja ya.."


"Saya..?" Vino terlihat keberatan karena diri nya sangat lelah dan ingin sekali merebahkan diri sekarang juga.


Nurul yang melihat Vino sudah sangat lelah pun mengerti.


"Nur tidur sini aja nggak apa apa kak. toh besok hari libur"


"iya bagus.. kalau gitu saya tidur di sini juga, saya udah nggak kuat lagi nyetir mobil kerumah." timpal Vino sambil merebahkan diri nya di sofa


khusus pendamping pasien.


"yaahh kok pada tidur disini? padahal aku berniat untuk -- ahh sudah lah.." batin Dimas lesu, padahal niat nya ia ingin melakukan simulasi ringan malam ini.


Nurul duduk santai di tepi jendela menikmati pemandangan gemerlap nya kota, ya pemandangan di jalan sangat jelas telihat dari kamar rumah sakit itu, Nurul terus menatap kagum ke arah luar sambil menghabiskan sisa rujak nya tadi.


Dari sofa Vino diam diam memperhatikan Nurul, mata nya tak bisa lepas dari sana barang sedetik pun.


lalu tiba tiba.....


Brakkk!!!!


Sebuah bantal mendarat di wajah Vino yang sedang serius memperhatikan Nurul.


pelaku nya adalah Dimas, ternyata dari tadi dia memperhatikan gelagat Vino.

__ADS_1


Vino melirik ke arah Dimas, lalu Dimas melebarkan mata nya ke arah Vino sambil mulut nya komat kamit,ntah apa yang coba ia katakan.


"sebelah sini Mas.." Fani menunjuk betis kiri nya agar gantian di pijat oleh Dimas.


"iya sayang.." sahut Dimas mengiyakan permintaan sang istri.


sembari memijat,Fani juga menyuapi Dimas rujak agar tidak mengantuk.


Dimas langsung megap megap karena kepedasan.


"ya ampun pedas banget sayang... udah jangan di makan lagi nanti kamu sakit perut.."


"dikit lagi Mas.. tanggung tuh."


"sayang.. nanti lambung kamu sakit lo.. nurut ya sama Mas."


"Mas.. dikit lagiiii yaa.. yaaa..."


Fani mengedip kan mata nya untuk merayu Dimas.


"kamu udah makan banyak banget lo sayang.. nanti anak kita kenapa kenapa gimana?" Dimas langsung mengeluarkan kartu As nya yaitu bawa bawa anak.


Fani pun menuruti Dimas,ia juga tidak mau calon bayi nya kenapa kenapa. bagaimana pun juga ia ingin membuat Dimas bahagia dengan si buah hati sebagai hadiah nya.


ia tahu betul kalau Dimas sudah lama mendambakan seorang anak, jadi ia tak mau buah cinta mereka kenapa kenapa.


...-...


...-...


...-...


Ponsel Vino berdering menandakan pesan masuk,ternyata Dimas lah yang mengrimi nya pesan.


Dimas:"jaga mata mu! kau pikir aku tidak tau kau terus memperhatikan adik ku?"


Vino langsung menoleh kearah Dimas setelah membaca pesan itu. sedangkan Dimas langsumg memasang wajah jengah ke arah Vino.


Vino: "kenapa?? apa masalah mu?" Vino membas pesan Dimas.


Dimas: "aku tau isi otak mu, Nur masih sekolah jadi jangan kau masukkan adik ku kedalam pikiran mesum mu."


Vino: "hahha.. kenapa? kau bahkan sudah menyukai istri mu sejak dia umur 10 tahun. bukankah otak kita sama😎😎"


Dimas langsung Vanass membaca balasan pesan dari Vino. tentu saja ia tak terima jika adik iparnya di dekati oleh playboy kelas kakap seperti diri nya. (padahal sendiri nya mantan playboy internasianal🙄)


...~~~~...


Srak...


Sean melemparkan lembaran kertas kontrak di depan Zey.


tertulis di dalam kontrak bahwa 3 bulan kedepan Zey akan menjadi model untuk mengiklankan proyek terbaru dari perusahaan BRAM'S property.

__ADS_1


Sean bersusah payah mendapatkan kontrak itu tanpa sepengetahuan Dimas.


"kau punya waktu 3 bulan untuk menyelesaikan rencana kita. jika gagal,bersiap lah. aku akan membuat mu tidak di terima di belahan bumi mana pun." Sean menuding Zey dengan jari telunjuk nya.


Zey hanya diam saja,tangan nya meremas kuat ponsel di genggaman nya.


di antara semua kebusukan yang pernah ia lakukan, ini lah yang paling ia benci.


ia seperti sedang menginjak ranjau,bergerak atau pun tidak ia tetap akan mati di posisi nya.


satu satu nya harapan adalah Vino, ia berharap Vino bisa mengeluarkan nya dari situasi ini.


...~~~~...


Beberaha hari kemudian...


Keadaan Fani sudah membaik,ia juga sudah pulang kerumah nya tapi tetap dengan catatan tidak boleh kelelahan dan stres.


Fani sedang duduk di depan meja rias,sementara Dimas membantu nya menyisir rambut di belakang nya.


"kamu nggak kangen sama Mas?"


Dimas mengecup kepala Fani.


"kangen?? kan kita ketemu terus beberapa hari ini Mas?" Fani heran dengan tingkah Dimas.


"kangen yang begini... "


Dimas melum*at lembut bibir Fani sambil tangan nya perlahan lahan menyusuri area yang membangkitkan gairah nya.


"Mas...." desah Fani lirih sambil berusaha menghentikan Dimas.


Dimas membopong tubuh Fani kekasur lalu melanjutkan aktivitas nya, mata Fani yang tadi nya terpejam langsung terbuka lebar ketika mengingat diri nya sedang hamil.


"Mas..Fani lupa tanya sama dokter gimana cara yang aman untuk berhubungan badan. Fani takut si utun nanti di dalam jadi terguncang trus sakit gimana??" wajah nya panik ketika membayangkan apa yang akan terjadi pada janin nya jika mereka melakukan smackdown malam ini.


"Mas akan pelan pelan sayang..." jawab Dimas sambil terus membuat jejak kecil berwarna merah di leher Fani.


Fani tetap gelisah dan berusaha menghentikan Dimas.


"ta..tapi Fani pernah baca kalau Sp*rma bisa bikin kontraksi dan bahaya buat janin yang masih muda Mas.."


"Sayang... kamu jangan khawatir,kalau soal itu Mas ahli nya. jadi kamu nggak perlu takut"


Dimas membanggakan diri nya yang memang sudah ahli dalam hal bercocok tanam.


"iya juga yaa....aku lupa dengan siapa aku menikah." batin Fani, akhir nya ia sedikit rileks kala mengingat sang suami yang sudah 2 kali jadi duda. tentu saja pengalaman mencangkul lahan nya sudah di atas rata rata.


"Pelan pelan ya Mas.." bisik Fani sambil mencengkram erat lengan kekar Dimas.


sekali lagi ia mengantisipasi agar baku hantam kali ini di lakukan dengan penuh kesadaran dan kehati hatian yang amat sangat agar si janin tidak kenapa kenapa.


Dimas hanya tersenyum sambil menikmati kehangatan yang mulai menyelimuti benda pusaka nya yang sudah kehausan selama beberapa hari.

__ADS_1


...********...


__ADS_2