Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 115: Hipnotis


__ADS_3

Setiba nya di rumah orang tua, Dimas menggendong Fani naik le lantai atas di ikuti asisten rumah tangga yang membantu membawa tas berisi pakaian mereka.


"berat kan Mas?" ujar Fani menggoda Dimas.


Dimas tersenyum hangat.


"nggak sayang.. kamu kan tau Mas ini sangat kuat"


"hihihi... iya ini kuat banget, otot otot nya sampe keluar semua ini" Fani meraba raba lengan berototnya Dimas.


"jangan sayang.. jadi bangun nih.." bisik Dimas.


"eh.. sensitif banget sih Mas.masih pagi juga"


"udah lama nggak di belai sama kamu soal nya"


"lama? perasaan baru seminggu"


"ya seminggu itu lama sayang.. kamu nggak tau sih gimana rasa nya menidurkan tentara yang bangun karena ingin beraksi"


"hahahhaha.. Mas ada ada aja loh"


Fani terkekeh geli melihat ekpresi Dimas.


Sesampai nya di kamar, Dimas membaringkan Fani perlahan di atas kasur. Fani kelihatan begah dan serba salah dengan posisi nya karena perut nya yang dua kali lebih besar dari pada orang hamil pada umum nya.


Dimas sigap membantu Fani dan memberikan bantal di sekeliling nya agar ia berbaring dengan nyaman.


"lucu ya sayang... Mas nggak pernah bayangkan perut kamu membesar karena ulah Mas"


"apalagi Fani, nggak nyangka bakalan hamil anak om Dimas.."


"mwaachh..." kecupan hangat mendarat di kening Fani.


"maaf ya udah buat kamu nggak nyaman,


andai bisa Mas bakal pindahin si dimdim ke perut Mas biar kamu nggak kewalahan" ucap Dimas sambil tersenyum iba.


"ya kalau di pindah ke perut Mas keluar nya dari mana?" timpal Fani terkekeh.


"maka itu Mas pakai kata 'andai' bumil..."


Dimas mencolek hidung Fani.


Mereka lanjut mengobrol sembari Dimas mengoleskan cream pelembab yang di berikan dokter agar perut Fani tidak mengalami


stretch mark, mereka juga mulai membahas pemberian nama untuk si kembar.


...~~~~...


Di lantai bawah, Nurul yang sedang membereskan barang barang nya di mobil di kejutkan oleh Vino.


"sayang..." panggil Vino lirih dengan pede nya, seperti nya panggilan Ran kurang spesial dari panggilan Bian yakni 'dek', jadi ia membuat panggilan sayang seenak jidat nya.


Nurul kaget dan langsung mengangkat kepalanya hingga hampir kebentur pintu mobil, beruntung Vino cepat melindungi kepala Nurul dengan tangan nya.


"hih.. ngapain sih pak!" ketus Nurul kesal, pagi damai nya kacau karena Vino.


Vino menatap Nurul.


"saya mau ke pengadilan.. kamu nggak mau berikan semangat gitu?"


"handphone saya mana?" ucap Nurul.


Vino memberikan ponsel Nurul sambil tersenyum manis, semalaman ia mengutak atik ponsel Nurul. ia juga mengganti wallpaper hingga foto profil di whatsApp nya Nurul menjadi foto nya.


Nurul melihat ke layar ponsel nya dan langsung terkejut.


"pak?gatel banget ya tangan nya, ngapain coba di ganti foto bapak" ketus nya sambil membuka menu pengaturan berniat menghilangkan foto Vino.

__ADS_1


"jangan di ganti... atau saya cium kamu"


bisik Vino tepat di depan wajah Nurul.


Nurul langsung mati kutu, ia memejamkan mata nya karena tak kuat melihat wajah Vino yang sangat dekat itu.


"iya.. nggak Nur ganti pak.." ujar nya terbata bata.


"buka mata kamu.." ucap Vino masih dengan nada lembut berbisik.


Nurul menggelengkan kepala nya.


Vino tersenyum tipis, kemudian ia meniup perlahan wajah Nurul. entah lah, seperti nya nafas Vino mengandung pelet sehingga Nurul langsung membuka mata nya perlahan.


selama beberapa detik mereka bertatapan dengan jarak hanya satu jengkal.


nafas mereka bersahutan membuat kedua nya menghirup nafas satu sama lain.


Vino mulai membisikkan sesuatu lagi kepada Nurul.


"dengarkan saya..


mulai hari ini..


jangan dekat dekat dengan laki laki manapun selain saya.


jangan memandang laki laki selain saya.


jangan berikan senyum manis mu kepada laki laki selain saya.


dan jangan buat saya cemburu. bisa??"


Nurul menganggukkan pelan kepala nya sambil terus memandangi Vino, tatapan Vino seakan meruntuhkan segala rencana yang sudah di susun untuk menjauhi nya.


"berjanji lah..." ucap Vino lagi.


Nurul kembali menganggukkan kepala nya.


Setelah Vino melangkah cukup jauh, Nurul baru tersadar dan bernafas lega.


"apa?!.. apa maksut pak Vino?


dan kenapa aku mengangguk? aihhh!!!" ia terus saja menggerutu memarahi diri nya sendiri. ia merasa Vino menghipnotis nya tadi.


"dasar orang tua licik!!"


rutuk nya sambil memandang sinis punggung Vino yang semakin menjauh.


...~~~~...


Di tempat lain, Riko baru terbangun dari tidur nikmat nya. ia memandangi wajah Mila yang masih tertidur pulas.


"sejak kapan dia secantik ini?"


Riko membelai lembut anak rambut Mila yang menutupi keningnya.


Kembali ia teringat momen mendebarkan semalam saat berhasil menaklukan Mila.


Flashback••••••••


"kau mau es krim?" tanya Riko dengan tatapan nakal nya.


"mau.. segar pasti, aku sedang gerah soal nya.."


sahut Mila mengangguk dengan mata berbinar.


"sebentar ku cuci dulu.." Riko beranjak menuju kamar mandi.


Setelah beberapa menit, ia keluar dari kamar mandi dengan handuk di jinjing seperti orang habis sunat. Mila melirik ke tangan kanan Riko, kata nya nawarin es krim tapi kok nggak keliatan.

__ADS_1


apa es krim spek goib?


"mana es krim nya?"


"nah..." Riko menyodorkan 'es krim' batangan yang baru di basuh nya agar Mila nyaman menikmati nya.


Mila melotot bingung melihat itu, apa maksut nya Riko menyuruh untuk...?


"kau tidak tau? bagi para istri ini adalah es krim yang paling nikmat" ucap Riko tersenyum nakal,akhir nya bakat yang ia tonton dari video nganu nggak sia sia.


"jangan bilang kau tidak tau cara melakukan nya.." ujar Riko lagi.


Mila masih terdiam, ia tau apa maksut Riko karena dulu ia pernah nobar Video begitu bareng teman teman gesrek seangkatan nya.


tapi untuk praktek langsung ya dia belum pernah, masih terpikirkan oleh nya emang kalau kena gigi nggak sakit?


Tanpa banyak basa basi Riko langsung mengajarkan cara nya kepada Mila, dan ntah kenapa Mila menurut dan mengikuti semua arahan nya Riko. apa ini hipnotis? batin Mila sambil menyusaikan posisi nya.


"nah.. iya begitu..


mmmhhh...." Riko tampak sangat menikmati belaian halus dari bibir nya Mila.


ia mencengkram erat rambut bagian belakang Mila sambil merem melek, sementara Mila di bawah kewalahan menyesuaikan ukuran 'eskrim' nya.


*sisa nya bayangin aja sendiri😜


Flashback selesai*••••••••


...~~~~...


Di pengadilan....


Zey duduk di kursi saksi dan memberikan keterangan yang sejujur jujur nya tentang kelakuan Sean.


Merasa di permainankan oleh Zey Sean pun mengamuk lalu menjambak rambut Zey hingga Zey terjatuh ke lantai.


suasana ricuh pun tak bisa di elakkan, para pengawas sidang kewalahan melerai Sean yang membombardir Zey dengan sangat brutal.


"saudara Sean! kalau anda tidak bisa tenang maka hukuman anda akan semakin berat!"


tegas Hakim ketua sambil menggebrak meja nya.


Di dampingi pengawas sidang Zey kembali ke kursi belakang dengan rambut acak acakan dan hidung berdarah.


"hishh!! setan baj'ngan itu! aku berharap dia di jatuhi hukuman mati!" rutuk Zey kesal.


ia duduk di sebelah Vino sambil merapikan rambut nya.


"nih.. seka hidung mu" Vino memberikan selembar sapu tangan pada Zey.


"terimakasih.." Zey menerima sapu tangan itu dengan wajah lesu, padahal ia berharap Vino menyeka,atau merapikan rambut nya. karena biasa nya kan Vino sangat perhatian.


Sementara Dimas di barisan depan duduk mendampingi keluarga kedua korban agar memiliki keberanian untuk bersaksi.


"jangan khawatir.. saya berjanji akan menjamin keluarga bapak dan ibu tetap aman"


ucap Dimas.


Bukti dan saksi terus saja bergilir maju ke hadapan Hakim ketua, begitu juga alibi Sean yang kuat menandingi beberapa bukti yang di tunjukkan oleh pihak korban.


"sa.. saya masih menyimpan robekan baju dari mereka yang mulia" ujar korban dengan trauma berat itu, ia menangis ketakutan saat mengeluarkan sobekan kaos berwarna hijau tua itu.


Bukti pun di ambil dan di cocokkan dengan bukti dari kepolisian.


Jaksa penuntut: "dari serat,bahan, dan juga sobekan nya ini sangat cocok dengan kaos milik terdakwa yang mulia"


"ck..itu bukan milik ku!!


aku mengenakan kemeja LV sebagai koleksi ku.

__ADS_1


orang seperti ku tidak akan memakai baju murahan!" bantah Sean dengan wajah emosi.


...*******...


__ADS_2