Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 71 : Paket komplit


__ADS_3

"Buk Mila..." sapa Fani yang berjalan cepat karena langkah Dimas yang begitu jenjang.


Mila hanya membalas dengan senyuman sambil terus mengetik File yang kemarin tertunda karena libur.


"ck..ck... pasangan itu selalu saja membuatku iri


romantis, penuh cinta. sudah bisa di pastikan kehidupan rumah tangga ku nanti kebalikan dari mereka" ujar nya lirih sambil terus mengetik.


hanya ada dia di ruangan itu,semua orang sedang menikmati makan siang di kantin.


sedangkan dia harus segera menyelesaikan rincian File itu.


Dimas mengunci pintu ruangan nya rapat rapat agar tidak ada yang menganggu mereka.


lalu ia mendudukkan Fani di atas pangkuan nya sambil tersenyum manis.


"kamu kenapa sih sayang.. kok dari kemarin cemberut terus.."


"Mas sih,,nggak jujur sama Fani.."


ucap nya sambil memilin milin ujung dasi nya Dimas.


"hmm?? soal apa?"


tampak nya Dimas belum menyadari kalau Fani mengetahui kejadian di studio itu.


"rambut yang tersangkut itu punya kak Zey kan?"


deggg...


Jantung Dimas langsung tersentak,ia membayangkan pasti Fani berpikiran yang tidak tidak.


"kejadian nya nggak seperti yang di pikiran kamu sayang.. Mas nggak ada apa apa sama dia"


Fani yang sudah tau kejadian sebenarnya pun tak begitu risau lagi dengan Dimas,tapi ia tetap kecewa karena Dimas tak mau jujur dengan nya.


"walau begitu kenapa Mas nggak jujur aja sama Fani kemarin.. Mas selalu cemburu kalau Fani dekat sama Vino tapi Mas nggak mikirin apa kalau Fani juga bisa cemburu"


ujar nya dengan bibir mengerucut.


"iya maaf sayang.. Mas tau Mas salah,Mas cuma takut kamu bakal menanggapi hal itu sama kaya Mas waktu itu, Mas takut kamu marah. maka nya Mas nggak berani jujur"


"mulai sekarang Mas harus jujur pokok nya! sakit tau hati Fani Mas..."


ujar nya sedikit marah namun wajah nya malah menggemaskan.


"iyaa.. maaf yaa.. sekarang Mas tau kalau kamu ternyata sabar dan dewasa banget. besok Mas pasti jujur gimana pun situasi nya.. mau kan maafin Mas?"


ujar Dimas sangat tulus,ia benar benar merasa bersalah karena sudah membuat Fani kepikiran hal itu.


"iyaaa...." jawab Fani masih dengan bibir manyun nya.


"ternyata istri ku ini ngambek seharian karena cemburu..." Dimas malah menggoda Fani, hati nya sangat senang mendengar Fani cemburu. itu berarti Fani sudah benar benar mencintai dan takut kehilangan nya kan.


"tapi tetap ya Mas nggak mau kamu terlalu dekat sama Vino atau laki laki manapun!" tegas Dimas.


"Vino kan sepupu Mas...berarti dia jadi saudara Fani juga lah"


"yang sepupuan itu Mas sama dia, kamu dan dia itu tetap nggak ada ikatan darah jadi apapun bisa terjadi" ujar Dimas menegaskan.


"hmmm... iya. Mas juga jangan dekat dekat perempuan lain!! Fani nggak mau tau pokok nya mau itu rekan kerja! mau teman! pokok nya JANGAN!!"


"beribu perempuan yang Mas lihat setiap hari nya, yang cantik tetap kamu sayang.. cuma kamu yang ada di sini..." ucap Dimas sambil meletakkan tangan Fani di dada nya.


Dimas: "kamu mau tau rahasia Mas?"

__ADS_1


Fani: "rahasia, apa?"


"dua kali Mas menikah, Mas nggak pernah secinta ini sama pasangan Mas.." ujar nya sambil membenamkan wajah di gunung kembar Fani.


"hilihhhhhh... Mas bohong banget sih gombalin nya.."


"beneran sayang .. dulu memang Mas nikah,tapi Mas kaya merasa nggak punya istri.


apa apa sendiri, istri Mas selalu sibuk dengan pekerjaan nya. kami cuma bisa berudaan kalau mau tidur saja itu pun nggak lama.."


Dimas memejamkan mata nya mengingat akan masa masa pahit itu.


"maka itu Mas bersyukur banget punya istri kaya kamu. baik,rajin, perhatian,lembut,sabar dan yang paling istimewa kamu langsung kasih keturunan buat Mas,kembar lagi. benar benar paket lengkap istri ku ini"


"cantik nya nggak di sebutin??"


"kalau cantik nya nggak usah di tanya...


kecantikan kamu itu nggak ada dua nya, kalau lihat muka kamu bawaan nya pingin Mas gempur"


"hahahaha.. ada ada aja Mas,Fani curiga jangan jangan Mas udah punya pikiran macem macem ke Fani bahkan sebelum kita nikah"


"heheheh..." Dimas hanya menyengir karena tabiat OMES nya ketahuan.


"nahhh itu yang bahaya.. jangan jangan Mas gitu juga ke perempuan lain"


"BIG NO!! kamu nggak inget Mas dulu di gosipkan homo karena nggak pernah tertarik sama perempuan? satu satu nya yang bisa membangkitkan tombak pusaka Mas setelah bertahun tahun itu ya kamu"


"sejak kapan??"


tanya Fani menyelidiki,ia menduga pasti sejak mereka belum menikah.


"sejak nyuci piring di warung ibuk.."


Fani benar benar kehabisan kata kata mendengar jawaban Dimas. berarti saat Fani waktu itu tersipu malu,Dimas malah ....


(bayangin sendiri😋😴)


"tuu.. wajah kamu merah lagi seperti waktu itu.. jangan jangan kamu juga udah suka sama Mas dari dulu ya.." goda Dimas sembari tangan nya bergerayang di balik baju Fani.


"nggak ahh.." wajah Fani tambah merah merona.


"ngaku ajaa... pasti iya kan.."


"nggak loh Om Dimas..." sahut Fani meledek.


"hhhhh....tau rasa kamu kan kena pelet nya Om Om" ujar Dimas tersenyum tipis sembari membuat jejak jejak merah di antara bukit kembar nya Fani.


"sshhh... ahw..." rintih Fani yang sedang menikmati gigitan penuh cinta nya Dimas.


akhir nya sesi sedot menyedot pun di lanjutkan oleh Dimas,ia menumpahkan semua gairah nya yang terbendung dari tadi malam dengan penuh cinta.


...~...


Di kantin...


Semua mata karyawan tertuju kepada Riko yang membawa nampan makanan di tangan nya.


ya, dia berniat mengantarkan makan siang untuk mak lampir sang pujaan hati yang sedang mengejar deadline.


"tumben pak Riko ke kantin??"


"iya biasa nya di anter makanan nya.."


"iya, akhir akhir ini kok dia aneh ya.."

__ADS_1


para karyawan bersahut sahutan membicarakan Riko.


...-...


...-...


"nih.. makan dulu" ujar Riko sambil meletakkan nampan itu di meja Mila.


"hm.."


Mila hanya melirik jengah ke arah Riko.


"istirahat lah.."


Riko mengusap keringat yang ada di dahi Mila dengan telapak tangan nya.


"heh!! kau gila? kalau ada yang lihat gimana??"


Mila menepis kasar tangan Riko.


"tidak ada orang lain di sini.. lagi pula sebentar lagu kita menikah kenapa kau ingin menutupi nya?"


"masih ada waktu 2 minggu lebih. dan aku berharap tuhan berbaik hati padaku lalu membatalkan pernikahan kita.


jadi jangan beri tau orang orang untuk antisipasi agar kita tak perlu repot repot menjelaskan ke mereka nanti nya paham?!!" tukas Mila.


"chh.. tuhan tidak akan bermurah hati pada orang seperti mu" Riko tertawa sinis.


"apa maksut nya orang seperti ku hah?! memang nya kau orang baik!" Mila semakin kesal dengan Riko.


"tentu saja aku baik.. maka nya tuhan mempermudah semua urusanku"


sahut Riko dengan sombong nya.


"ahahahaha.. iya kau baik sekali.. sering menerobos rumah ku! sering menindasku di kantor dan..."


Riko: "hei.."


"APA!!" Mila meninggikan suara nya,ia tak menyadari kalau beberapa karyawan sudah ada di sana.


"cieee.. awas lo kalian berantem terus"


" biasa nya yang kaya kalian ini ujung ujung nya jodoh.." ujar mereka sambil cekikikan.


Mila semakin kesal mendengar itu, lebih kesal lagi karena sekarang ia tak bisa membantah itu.


sebab memang tinggal menghitung hari dia benar benar akan menikah dengan Riko.


"fffttt..." Riko tertawa kecil dengan wajah songong nya sambil melangkah meninggalkan Mila.


"hishh!! ingin ku lempar wajah nya!!"


rutuk Mila kesal.


ia pun melanjutkan pekerjaannya dengan wajah jengkel,dada nya benar benar terbakar karena situasi tak ada yang mendukung diri nya.


"ya tuhan.. aku tidak mau menikah dengan nya"


tangis Mila dalam hati.


...**********...


Ayo dong beb.. jangan pelit sama like dan vote nya🙈 biar otor semangat teruss🤭


buat yang udah baik hati sering kasih jempol dan hadiah makasih banyak yaa😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2