Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 80: Salah ku.


__ADS_3

Berita wawancara dengan Dimas pun menyebar dengan cepat. kini Fani di kenal oleh masyarakat luas karena berita miring suami nya,masyarakat luas menganggap Fani adalah sosok istri yang hebat karena di tengah isu perselingkuhan suami nya ia berani pasang badan dan menghancurkan tuduhan publik.


dengan penuturan Fani yang sangat tegas dan jelas,publik kini meyakini bahwa Dimas tak ada hubungan apa apa dengan Zey. tapi segelintir haters nya Zey malah memperkeruh keadaan dan mengatakan bahwa Zey yang menjadi duri dalam rumah tangga Dimas. mereka semua menuduh Zey tak punya hati karena di anggap belum bisa melupakan Dimas yang sudah beristri.


media sosial Zey kini di penuhi dengan komentar bully-an dari para haters.


...-...


...-...


"apa sih Mas.. jangan pegang pegang.."


sewot Fani.


"kamu hebat sayang.. mereka langsung terdiam karena kata kata kamu" puji Dimas sambil merayu sang bumil.


Fani hanya melengos sebal dan membuang muka nya.


"berarti kamu percaya kan sama Mas?"


"kasih bukti nya kalau memang Mas nggak ada apa apa sama Zey!"


dengan hati masih mendidih,ia meninggalkan Dimas lagi ke kamar nya.


"baik lah kalau memang itu mau kamu..."


Dimas langsung melangkahkan kaki nya pergi.


...~~~~...


Di sisi lain, si kecil nan mungil Kirana alias Nurul tampak lesu dan pucat di atas tempat tidur nya karena ia tak bisa tidur semalaman.


karena ulah Vino ia jadi bingung,takut dan tak tau harus bersikap bagaimana jika bertemu lagi nanti nya.


"sayang.. kok kamu belum bangun? udah hampir terlambat lo kamu.." panggil Rianti dari luar kamar.


"Nur kaya nya libur aja ma.. nggak enak badan soal nya" sahut nya dengan suara pelan.


"kamu sakit nak? mama boleh masuk ya.."


"iya ma.."


Rianti pun masuk kekamar Nurul setelah mendapat izin,ia langsung duduk di ranjang Nurul sambil memeriksa keadaan nya.


"kamu sakit apa? demam? kok pucet banget kamu nak??"


"nggak apa apa kok ma.. cuma meriang biasa.."


sahut Nurul tersenyum tipis.


"ya udah.. mama ambilkan kamu sarapan ya.."


Rianti langsung bergegas dari sana.


"apa dia sakit karena rindu ibu nya...?"


batin Rianti saat tadi tak sengaja melihat selembar foto mendiang Nita di sebelah bantal Nurul.


...-...


Baru turun dari kamar Nurul,Rianti kedatangan tamu spesial yakni adik kandung nya yang sudah 2 tahun di luar Negeri karena urusan bisnis suami nya.


nama nya Duma dan suami nya Steven,tak salah lagi mereka adalah kedua orang tua nya Vino.


"mbak..." sapa Duma sambil merentangkan tangan nya. mereka berdua pun berpelukan bak Teletubbies.

__ADS_1


"ya ampun Duma.. kapan balik? kok nggak bilang bilang?" sambut Rianti sambil cipika cipiki.


"semalam mbak, ini mau ngurus dokumen pindahan karena ngelewatin ya udah kita mampir sekalian minta makan hahahha..."


wanita itu 11 12 humble nya dengan Rianti, mereka hanya berjarak usia 3 tahun jadi wajar jika keakraban mereka seperti teman sebaya.


"ya ampun.. serius kamu bakalan pindah? bukan nya harus nya tahun depan?"


"aku nggak sabar mbak.. semakin lama di tinggal kok Vino semakin melunjak gonta ganti perempuan nggak kawin kawin"


ujar nya sambil terkekeh.


"trus kantor kalian gimana?"


"gampang lah.... ya kan pa.. loh kemana papa nya Vino?"


Duma heran saat mendapati batang hidung suami nya sudah tak ada di sana.


"paling nyusul Mas adit ke golf belakang.. mana tahan dia dengerin kita ngerumpi"


ujar Rianti,tangan nya masih aktif mengaduk panci berisi sup ayam untuk Nurul.


"oh iya anak anak mbak mana?"


tanya Duma.


"si kakak dan si bungsu udah berangkat sekolah,


yang gadis lagi sakit di kamar,ini mbak buatin sup untuk dia.


oh iya kamu bisa periksain sebentar keadaan nya? kaya nya kok pucet banget tadi dia mbak lihat"


pinta Rianti kepada si adik bontot yang kebetulan dokter umum.


"bisa bisa.. di mana kamar nya mbak?"


Rianti menyegir lebar kepada Duma.


"siap mbak..." sahut Duma sangat antusias, karena semenjak di luar Negeri ia tak bekerja sebab tak bisa berbahasa asing.


niat nya pulang ke indonesia pun karena ia sudah merindukan klinik nya yang sudah lama titipkan kepada dokter lain.


Duma pun masuk dengan kotak P3K di tangan nya.


"permisi sayang.."


ujar nya tersenyum ramah.


"ibu siapa??"


"saya mau memeriksa kamu.."


"oh..ibu dokter?"


"mm..iya.."


Duma pun mulai memeriksa,di mulai dengan mengukur suhu tubuh Nurul,lalu mengukur tekanan darah nya.


"ya ampun.. tekanan darah kamu rendah banget,kamu bergadang ya semalaman?"


"hehe.. iya bu.."


"waduh.. hindari bergadang ya,kamu masih muda udah begadang mikirin apaan sih.." goda Duma agar suasana tak canggung.


Sesaat kemudian Rianti menyusul ke atas dengan semangkuk Sup hangat.

__ADS_1


"gimana keadaan nya?"


"kecapek an ini mbak, darah rendah plus demam"


"mbak?" Nurul heran karena mereka tampak akrab.


"eh.. iya kenalin ini tante kamu,adik kandung nya mama yang di luar Negeri" ujar Rianti.


"tante??" Nurul bertambah bingung.


Rianti: "iya.. mama nya Vino"


"mama nya Pak Vino?" Nurul tersentak sampai tangan nya bergetar lagi.


langsung terbayang oleh nya adegan ekslusif di basemen hotel semalam.


"tenangkan diri mu Nur, ini mama nya bukan Pak Vino!!" batin nya berusaha menetralkan wajah tegang nya.


...~~~~...


Di kantor...


Vino menghampiri Zey yang baru saja memasuki ruangan wadrobe nya.


"Zey.."


Zey langsung menoleh.


"hmm???"


senyuman di wajah nya merekah kala melihat ekpresi wajah Vino yang sepertinya menyesal telah menolak cinta nya.


"kau tidak apa apa??"


seperti biasa,Vino dengan mulut manis dan lembut nya selalu bisa membuat wanita klepek klepek hanya dengan mendengar suara nya.


"iya.. aku baik baik saja.."


Sebenar nya Vino tak tega harus menyampaikan ini,tapi karena ini perintah Dimas maka mau tak mau Vino harus memberikan selembar MAP coklat itu.


"ini dari Pak Dimas.."


Vino menyerahkan MAP itu dengan berat hati.


"apa ini??"


"buka lah.. kau akan tau"


Zey membuka perlahan MAP itu lalu membaca isi nya.


"pembatalan kontrak??"


Zey sangat terkejut,ya surat itu adalah pembatalan kontrak yang artinya Zey harus segera angkat kaki dari perusahaan BRAM'S property. tak lupa ada kertas cek dengan nominal yang sangat besar sebagai bayaran penalti yang sudah di sepakati kedua belah pihak sebagaimana yang tertulis di kontrak.


"apa maksut nya ini?? dimana Direktur Salim? aku ingin bicara dengan nya!!" (Direktur Salim orang yang dulu menekan kontrak untuk Agensi nya) Zey tak terima dengan pemecatan sepihak itu.


"hei.. tidak ada guna nya kau mencari Direktur,kau tidak melihat Pak Dimas yang menandatangani itu. jadi tidak akan berpengaruh" ujar Vino.


"tapi kenapa?? aku juga korban dalam skandal gosip itu lalu kenapa malah aku yang di rugikan?!"


"kau tidak rugi Zey. Pak Dimas membayar penalti 10 kali lipat sesuai perjanjian"


Zey merasa sangat frustasi,berita skandal perselingkuhan,di bully haters, dan bahkan di pecat secara halus oleh Dimas. dengan semua itu sudah pasti akan sulit bagi para media menjadikan Zey sebagai model utama mereka.


dengan kata lain bisa saja perlahan karir nya sebagai model mulai meredup karena semua itu.

__ADS_1


"baik lah!! memang aku penyebab semua ini!! semua keburukan yang terjadi di sini karena aku! maka hanya akulah orang yang pantas di perlakukan seperti sampah begini hiks hiks hiks....." Zey berlari keluar ruangan nya dengan deraian air mata. dunia serasa menghimpit posisi Zey hingga hancur berkeping keping,tanpa ada seseorang di sisi nya maka ia harus menanggung semua kehancuran ini seorang diri.


...********...


__ADS_2