
Setelah meluncurkam surat pembatalan kontrak,Dimas memanggil 13 orang yang di duga pemilik dari akun bodong yang menyebarkan foto diri nya dan Zey di hotel kemarin.
para tersangka berbaris tegap di depan Dimas sambil bertanya tanya dalam benak mereka.
ada apa?
"kalian pasti tau kan berita heboh mengenai saya dan Zey?! sekarang mengakulah secara suka rela siapa pemilik akun itu dan saya akan memberikan keringanan.
kalau tidak saya akan menunjuk salah satu dari kalian dan jika terbukti dugaan saya benar maka jangan harap ada kelonggaran!!!"
ucap Dimas tegas.
"satu..." ia mulai menghitung.
belum sempat Dimas melanjutkah hitungan nya,seorang karyawan yang sudah cukup lama bekerja di sana mengangkat tangan nya.
"sa..saya pak" ujar karyawan itu ketakutan.
"kau yang melakukan nya?!" tanya Dimas.
"iya pak.. saya yang melakukan nya"
karyawan itu mengucurkan keringat dari dahi nya.
"kalian semua keluar! kecuali kau!"
titah Dimas,ia menahan emosi nya sebisa mungkin untuk tak berbuat buruk pada karyawan itu.
Setelah semua orang keluar,Dimas mendekati lelaki itu. ingin sekali dia menghajarnya sampai mampus karena telah membuat kedamaian nya terusik.
"kenapa kau melakukan nya?!"
Dimas menggeratkan gigi nya berusaha menahan amarah.
"maaf Pak..saya di minta oleh seseorang yang mengancam keluarga saya.. sekali lagi maaf Pak"
lelaki itu bersimpuh di kaki Dimas,ia benar benar terpaksa melakukan itu. tadi nya ia di paksa melakukan nya dengan sejumlah uang,namun ia menolak. tapi ia tak bisa berkutik lagi saat orang itu mengatakan akan membuat keluarga nya menderita jika tak mau.
"siapa orang itu?"
"Bf entertainment.. saya tidak tau nama nya tapi saya melihat label itu di dalam mobil nya.
sekali lagi saya minta maaf Pak"
"Sean..."
gumam Dimas sembari mengepalkan tangan nya.
ya,dia memang sudah menduga ini dari awal sebab yang tau diri nya pernah berhubungan dengan Zey hanya lah Sean.
"saya minta maaf Pak..." ucap karyawan itu lagi.
"kemasi peralatan mu! Saya akan mengirimkan gaji dan pesangon mu lewat surel"
Dimas benar benar tak bisa mentolerir perbuatan nya.
"Pak?? bukan nya bapak akan memberikan saya keringanan? kenapa saya di pecat pak?"
"apa itu kurang ringan? kalau kau masih keberatan pilihlah,jalur pencemaran nama baik atau pelanggaran privasi?!! dan tunggu surat panggilan dari kantor polisi"
tegas Dimas,wajah nya sudah benar benar tanpa ekspresi yang menandakan amarah nya sangat memuncak.
"b...baiklah lah Pak. saya akan menerima keputusan pertama bapak"
__ADS_1
ujar lelaki itu lalu beranjak dari sana,selagi Dimas masih baik hati. karena kalau Dimas berubah pikiran bisa melarat 7 turunan keluarga nya.
"Sean..!! rupa nya kau masih belum puas bermain dengan ku! baiklah kali ini aku akan melayani mu"
ujar nya sambil meremas selembar kertas sampai *****.
...~~~~...
Vino mengejar Zey yang melajukan mobil nya tak terkendali sambil terus membunyikan klakson,namun Zey tak menggubris nya.
"aku tau ini salah ku!! hiks..hiks...
aku pantas hancur!!"
tangis Zey terus saja berderu hingga mata nya mulai membengkak. ia tak menyangka pukulan keras mendarat kepada nya di tengah kedamaian hidup yang baru ia rasakan.
publik semakin bringas menjadikan Zey sebagai bulan bulanan atas gosip miring yang terus menerpa nya.
kebenaran bahwa diri nya pernah menjadi pecandu narkotika,bahwa diri nya pernah tiduri banyak pria, hingga kebenaran tentang identitas nya sebagai masa lalu Dimas terus menyebar semakin liar. para penggemar nya yang mulai kecewa pun men-cap Zey sebagai perempuan tak punya Malu karena telah merayu Dimas yang kini sudah beristri.
mereka juga terus menerus menghujani Zey dengan hujatan karena di anggap telah membohongi publik dengan latar belakang nya sebagai wanita baik baik padahal pencitraan semata.
sssrrrrtttttt!!!!!!!
Vino menghadang laju mobil nya Zey hingga hampir terjadi tabrakan. ia langsung keluar dari mobil dan menghampiri Zey.
"Zey.. keluar lah,kau mau kemana?"
"aku mau pulang!!! kenapa?! tidak boleh kah aku menumpahkan kesedihan ku?!!" sahut Zey dengan suara lantang namun bergetar karena tangisan nya tak kunjung berhenti.
"bukalah pintu nya sebentar.." ujar Vino memohon.
Zey pun membuka pintu mobil nya.
"apa...??"
Vino menyeka air mata Zey yang mengalir deras.
"aku sudah benar banar hancur Vin..
hiks..hiks..hiks.. kau lihat semua orang sudah mengetahui betapa hina nya diri ku. tidak ada satu orang pun yang ingin melihat wajah ku lagi bahkan seekor serangga pun jijik kepada ku. dunia ku benar benar berakhir Vino..hikss.."
isakan Zey semakin keras kala menumpahkan semua isi hati nya.
"aku masih ingin melihat mu.. aku masih ingin kau tersenyum. Zey,,tidak ada manusia yang benar benar bersih di dunia ini"
"kau lihat? bahkan manajerku pun tak menanyakan apa aku baik baik saja...hikss..hiks..πππ"
"tapi aku ingin memastikan mu tetap baik baik saja.. maka tenangkan diri mu agar semua nya tetap baik baik saja" Vino terus mengusap kepala Zey dengan lembut. ia juga merasa semua ini tidak adil untuk Zey.
"berhentilah membuatku terus berharap.."
ujar Zey sambil menepis tangan Vino.
Vino terdiam sejenak,ia memang kasihan kepada Zey. tapi kalau soal perasaan seperti nya hati Vino tetap tak mengarah sedikit pun kepada Zey.
"hei..dengarkan aku,tetaplah menjadi lebih baik agar kau mendapatkan orang yang juga baik dan menyayangi mu.
aku ini juga sama seperti diri mu, aku juga sedang dalam proses memperbaiki diri ku walaupun sangat sulit.
di luar sana pasti ada lelaki yang akan mencintai mu apa ada nya,memang nya kau tidak ingin mendapatkan lelaki yang lebih baik dari pada aku hmm..?"
Zey termenung mendengar kata kata Vino, seperti nya Vino memanglah pawang dari segala pawang tak hanya singa betina,moyang nya dinosaurus pun sudah pernah ia jinakkan hanya dengan kata kata lembut yang keluar dari mulut manis nya itu.
__ADS_1
tapi seperti nya ia hanya ahli menjinakkan hewan buas namun tak cukup piawai mengambil hati si kucing mungil nan menggemaskan untuk di jadikan peliharaan.
"apa masih ada orang yang melirik seonggok sampah seperti ku??" ujar Zey sambil meratapi keterpurukan nya.
"bahkan secuil sampah bisa berharga di tangan orang yang tepat" sahut Vino sembari tersenyum lebar. isakan tangis Zey pun mulai mereda seiring mendayu nya hembusan angin.
ia mulai berpikir bahwa tak ada salah nya menjalani hidup dengan segudang kotoran di wajah nya,Vino benar benar berhasil melebur rasa kelam yang tadinya menyelimuti batin Zey.
...~~~~...
Di sisi lain,saat seisi kantor sedang gempar dengan skandal nya Zey. dua sejoli calon pengantin baru siapa lagi kalau bukan Mi-ko malah berdebat perihal kapan akan membagikan undangan kepada rekan kantor.
Riko mengatakan hari ini akan mulai menyebarkan undangan, namun Mila tak setuju.
"apa tidak bisa sehari sebelum tanggal pernikahan?" tanya Mila,ia masih berharap tuhan berbaik hati pada nya.
"orang orang akan mengatakan kau hamil duluan karena mendadak menikah" sahut Riko.
"aku tidak perduli,tinggal lihat saja nanti nya aku benar benar hamil atau tidak"
jawab Mila acuh.
Riko: "lalu apa yang akan orang tua kita pikirkan saat semua orang mengetahui kelakuan anak nya?"
Mila: "aku tidak perduli! bahkan orang tua ku tidak memperdulikan perasaan ku saat memaksaku menikah dengan mu!"
"aku akan membagikan ini sekarang" Riko beranjak membawa segepok undangan itu.
"HEHH!!!" Mila berusaha mencegah,ia menarik baju bagian depan Riko dengan sangat keras hingga membuat beberapa kancing kemeja Riko terlepas dan tubuh nya pun terhuyung menindih Mila dengan posisi setengah terbaring di atas meja.
Bola mata Mila terbelalak saat melihat pemandangan dada tegap dan macho milik Riko yang hanya berjarak 3 centi dari wajah nya.
Di saat yang lumayan tidak tepat itu sekertaris Riko masuk dan langsung syok.
Mila pun langsung mendorong tubuh Riko menjauh.
"m..maaf Pak.." sekertaris Riko langsung berbalik badan dan berjalan keluar.
"hei tunggu.. bawa lah ini dan bagikan sesuai nama nya" Riko menyerahkan sebagian undangan pernikahan itu.
"ya ampun, seperti nya cuple kantor lagi..
kapan aku nyusul ya.."
batin sekertaris dengan kacamata tebal yang kerap di juluki kutu buku itu. ia belum ngeh kalau Riko dan Mila lah yang akan menikah.
"dan ini untuk mu.." Riko menyerahkan selembar lagi dengan nama sekertaris itu di atas nya SISKA.
Siska pun membuka undangan itu ...
Duaarrrrr!!!!
tubuh nya seperti tersamber geledek level 7 saat melihat foto Riko dan Mila terpampang di sana.
"ka..kalian..eh maksut saya Bapak dan Bu Mila?? kok bisahh???!!!" ujar nya dengan mata hampir keluar, kapan mereka berpacaran? bahkan gelagat romantis pun tak pernah ia lihat dari kedua nya. backstreet yang sangat rapi bukan?πππ
Siska sampai mengusap wajah nya berulang kali saking tidak percaya nya karena selama ini dia lah saksi mata yang paling sering menyaksikan betapa panas nya peperangan di antara Riko dan Mila.
ia pun keluar dari ruangan Riko masih dengan wajah nya yang belum sadar akan fenoma alam ini,sementara itu Mila yang sudah buntu menggaruk garuk kepala nya dengan penuh rasa frustasi di pojokan.
"sudah lah.. jangan di jadikan beban pikiran, sebaiknya kita mulai fokus berpikir gaya apa yang kita lakukan nanti.." ujar Riko sambil meninggalkan Mila dengan senyum Smirk nya.
...*******...
__ADS_1
Noh lagi encer otak otor ngetik nya,sampe sispek ni jempol euyπ.
jangan lupa like komen dan Vote nya biar makin semangat otorππππ