
Setelah selesai bekerja Dimas tak langsung pulang kerumah,karena hari ini ia mengadakan pertemuan khusus untuk para investor yang akan bergabung di perusahaan nya.
Pertemuan di adakan di restaurant yang terletak di hotel mewah milik keluarga Dimas.
namun di luar dugaan, ternyata inverstor yang mau bergabung merupakan musuh Dimas saat menjadi direktur di luar Negeri.
nama nya Sean,pria berdarah Indo~london ini merupakan orang yang dulu ingin menjatuhkan Dimas dari posisi nya.
"hai.. lama tidak bertemu ya.."
sapa Sean dengan wajah angkuh nya.
Dimas langsung duduk tanpa membalas sapaan Sean.ia sudah menduga pasti kemunculan Sean kali ini tidak sekedar ingin berbisnis.
Vino pun merasa kalau kehadiran Sean membawa ancaman bagi karir Dimas,karena ia pasti tidak akan diam saja melihat kesuksekan Dimas saat ini.
"Selamat ya pak Dimas, saya dengar anda menikah lagi baru baru ini." ujar Sean membuka obrolan dengan senyum picik nya.
"maaf tuan, sebaiknya kita membahas tentang tujuan anda saja." sahut Vino tegas.
Sean: "apa saya tidak boleh memberikan selamat kepada teman lama saya?"
Dimas menahan kekesalan nya,dia tahu betul Sean sengaja menyinggung kehidupan pribadi nya.
"kalau niat mu hanya untuk mengatakan itu, maaf saya tidak punya waktu." tegas Dimas.
"hahaha.. baiklah,mari kita bahas tujuan kita."
ujar Sean.
Sean pun menjelaskan kalau ia ingin berinvestasi ke peruhasaan Dimas dengan jumlah yang fantastis, ia juga berencana mengajak Dimas bekerja sama untuk membangun perusahaan gabungan.
Namun Dimas seperti nya tak tertarik,ia malah menolak semua tawaran Sean secara gamblang.
tentu saja ia tahu kalau Sean pasti punya maksut tertentu yang bisa membuat posisi nya jatuh.
Dimas mengkode Vino agar pergi lebih dulu menuju lobi hotel untuk mengambil mobil mereka,karena Dimas tak ingin lebih lama lagi berhadapan dengan manusia licik itu.
sekarang hanya ada Sean dan Dimas di ruangan itu.
"maaf.. tapi saya ada janji temu lain saat ini, jadi mari kita akhiri pertemuan kita." Dimas beranjak dari sana dan meninggalkan Sean dengan wajah datar.
"hh... apa kau yakin istri mu yang sekarang benar benar mencintai mu??" celetuk Sean tiba tiba.
Dimas pun langsung menghentikan langkah nya dan berbalik ke arah Sean.
"aku dengar istri mu masih sangat muda, aku yakin dia menikah dengan mu karena terpaksa. ohh atau karena harta seperti yang sebelum nya?? ku dengar istrimu dari keluarga kelas bawah." tukas Sean melemparkan senyuman sinis ke arah Dimas.
__ADS_1
"ck... kau tampak nya tertarik dengan kehidupan ku. apa itu tujuan mu kesini?" Dimas menusuk wajah Sean dengan tatapan tajam nya.
"yaa.. kehidupan mu memang sangat menarik.
oh iya pastikan kali ini istri mu tidak menghianatimu lagi. karena aku yakin gadis muda seperti nya pasti tidak benar-benar mencintaimu."
Sean sengaja memprovokasi Dimas dengan kata kata perselingkuhan,karena ia tahu kelemahan Dimas yaitu trauma akan di hianati.
karir Dimas saat di luar Negeri hampir hancur karena istri nya yang selalu berhianat,dan kali ini Sean menginginkan Dimas mengalami hal serupa,oleh karena itu ia sengaja mengatakan kalau istri nya pasti akan berhianat lagi.
Dimas tak menggubris Sean,ia meninggalkan Sean begitu saja dengan dada nya yang hampir terbakar, namun ia menahan diri nya agar tidak termakan oleh kata kata Sean.
"ck.. aku menunggu kehancuran mu Dimas.."
gumam Sean sambil beranjak dari sana.
...~~~~...
Pukul 21:00
Dimas pulang kerumah dengan wajah lesu dan pikiran kalut, sepanjang perjalanan kata kata Sean terus menggema di kepala nya.
"Mas kenapa??" tanya Fani sembari mengambil tas kerja nya Dimas.
Dimas tak menjawab, ia meraih tubuh Fani lalu memeluk nya dengan erat.
"Sayang.. kamu nggak akan selingkuh kan?" ujar Dimas lirih.
"belajar lah untuk mencintai Mas.. jangan lelaki lain." ucap Dimas lagi.
Fani semakin tak mengerti kemana arah perkataan suami nya itu.
"apa mungkin Mas tiba tiba teringat sama mantan mantan istri nya ya??" batin Fani sambil menepuk nepuk punggung tegap Dimas.
"kenapa Fani harus selingkuh? sekarang Fani punya suami yang baik,sabar,sayang sama Fani. jadi Fani pasti bodoh kalau menghianati Mas."
kata kata Fani membuat hati Dimas yang tadi nya mendidih perlahan dingin dan tenang.
wajah kusut nya pun sudah sedikit lebih ceria dari sebelum nya.
"janji..." ucap Dimas meyakinkan.
"janji.. atas nama tuhan dan ibuk.." ujar Fani sembari menatap Dimas dengan yakin.
Akhir nya Dimas bisa tersenyum setelah mendengar itu, senyuman lembut dan manis bak es krim yang di rindukan Fani pun akhir nya kembali.
"sekarang mandi dulu,abis itu kita makan. Fani tadi belajar buat ayam rica rica kesukaan Mas."
__ADS_1
Fani berniat melepaskan diri nya dari pelukan Dimas.
"wah.. kalau gitu ayo kita mandi.. Mas nggak sabar mau makan."
Dimas terlihat sumringah,namun ia tak melepaskan pelukannya.
"ayo?? kan Fani udah mandi Mas.."
"Mas nggak ngajak kamu mandi kok.."
tiba tiba Dimas mengusap hidung nya pertanda gugup.
"tadi mas bilang ayo.."
"nggak ada.. Mas nggak bilang gitu." Dimas masih saja tak mengakui kalau diri nya keceplosan.
"telinga kamu mungkin konslet.. sini Mas liat dulu." ujar Dimas.
Fani pun menurut dengan polos saat Dimas ingin melihat kepala nya.
Dimas memandangi sejenak telinga yang sangat seksi dan menggoda itu dan....
"ffuuuhhhhh....!" Dimas meniup kencang telinga Fani, hingga membuat Fani terkejut sekaligus merinding.
"Mas??!! kaget tau.." Fani memegangi dada nya karena jantung nya hampir lompat.
"hahha...ayo siapin Mas baju.. ntar kamu berkicau lagi kalau Mas yang ngambil baju."
ujar Dimas sambil mempobong tubuh Fani menuju kamar.
"ya habis Mas main tarik aja.. kan sayang yang udah di setrika jadi kusut lagi."
Dimas: "emang harus nya gimana?"
Fani: "udah biar Fani aja.. Mas nggak bakalan bisa,yang ada awur awur an lagi nanti hahaha."
"kok kamu bisa tiba tiba manggil Mas? padahal kemarin siang nya masih panggil om." Dimas merasa penasaran dengan Fani yang tiba tiba memanggil Mas saat itu.
"ya kan nggak enak aja di denger sama orang masa manggil suami nya om, lagian biar nggak canggung aja gitu.." terang Fani sambil tersenyum hangat.
Dimas pun membalas senyuman Fani sambil menganggukkan kepala nya. Mereka terus membicarakan hal hal random sambil terus melangkah menaiki anak tangga.
Seketika Mereka berdua flashback ke masa 10 tahun lalu,dimana Dimas menggendong Fani untuk pertama kali nya persis seperti sekarang ini.
waktu itu kaki Fani terkilir karena Dimas yang tak hati hati mengendarai mobil,tapi siapa sangka pertemuan mereka 10 tahun lalu ternyata berujung jodoh.
Dimas dan Fani pun saling melempar senyuman saat mengingat momen yang tak terduga itu.
__ADS_1
momen dimana Fani masih mengenakan seragam SD,sementara Dimas sudah memakai seragam kantoran.
...*********...