Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 97: Salah landing II


__ADS_3

Pagi hari nya...


"AAAAAAKKK!!!!!!!"


Mila terkejut bukan main saat melihat Riko tidur di sebelah nya hanya dengan ****** *****.


semalam Riko memindahkan Mila kekasur karena tak tega melihat nya tidur di atas sofa.


karena Mila tidur nya kaya orang mati suri,jadi ia tak merasakan apa apa saat di bopong Riko.


"hhhmmmm... apasih??" Riko terbangun mendengar teriakan petir nya Mila.


"kenapa kau tidur dirumah ku!! mana nggak pakai baju lagi!" Mila menutupi wajah nya sambil menjauh.


"ini di hotel,bukan rumah mu. dan kita sudah menikah kau tidak ingat?" sahut Riko dengan suara nya yang masih serak,ia lalu kembali melanjutkan tidur nya.


Mila segera berbalik badan agar tak melihat tubuh bugil nya Riko.


"aah iya.. ternyata pernikahan itu bukan mimpi.


eh baju ku?" ia melihat tubuh nya,apakah masih memakai baju atau tidak.


"aahhh syukur lah baju ku masih lengkap.."


Mila menghela nafas lega.


namun mata nya langsung terfokus pada sebungkus kond*m yang sudah terbuka di atas meja. ia mengambil nya lalu membangunkan Riko.


"woyy!! apa ini hah?"


"hhhmm apa lagi sih istri ku.."


"jangan panggil aku istri mu! jelaskan apa ini? kau mencuri kesempatan tadi malam hah? kau membiusku ya!"


"itu? aahh itu kond*m.."


sahut Riko dengan mata setengah terpejam.


itu adalah layanan khusus dari hotel untuk para pengantin baru seperti mereka.


"iya aku tau .. kenapa ini ada di sini?"


"aaarrghhh.. mana ku tau Mila.. diam lah aku masih ngantuk. apa kau ingin mencoba? berikan pada ku agar kau bisa merasakan nya"


Mila tak menjawab, mendengar jawaban Riko seperti nya tak terjadi apa apa kemarin.


daerah terlarang nya juga tak merasakan apa apa,seperti sakit atau semacam nya jadi ia pun tenang.ia pun memutuskan untuk mandi saja,


namun saat hendak berbalik,selimut yang ia pakai menjerat kaki nya hingga membuat nya terjatuh terduduk tepat di atas senjata pusaka nya Riko.


"aaakhhhh... mantap.." ujar Riko saat merasakan bokong empuk Mila menghantam pisang nya.


Mila sampai tak bisa bergerak saking panas dingin tubuh nya saat menyadari bokong nya salah landing. dalam sekejap rudal nya Riko pun terbangun dan mengeras membuat Mila merasakan perubahan yang signifikan di bawah bokong nya.


Riko melingkarkan tangan nya di pinggang Mila.


"tanggung jawab Mila.."


dengan sigap ia membalikkan posisi Mila lalu menindih nya,ia mencengkram kuat tangan Mila agar tak memberikan perlawanan.


gleekkk....


Mila hanya bisa menelan ludah saat merasakan seluruh darah di tubuh nya berdesir hebat.


tok.tok..tok..

__ADS_1


"permisi... maaf menganggu waktu nya bapak ibu.. saya membawakan sarapan untuk bapak dan ibu" ucap resepsionis hotel dari luar kamar.


Seketika Mila panik seperti orang yang kegrebek satpol pp. ia pun mendorong Riko lalu berlalari membukakan pintu.


"hahaha.. kenapa dia panik?"


Riko tertawa geli melihat tingkah Mila yang seperti takut ketahuan kalau sedang berduaan,padahal kan mereka sudah menikah.


...~~~~...


Dimas mengantarkan Fani ke rumah mama nya sekalian menjemput papa nya dan berangkat bersama ke bandara.


selama Dimas pergi ia meminta Fani untuk tidur di rumah orang tua nya saja agar Fani lebih aman dan banyak yang mengawasi.


Vino tidak ikut perjalanan dinas itu karena ia harus menghandle semua yang ada di kantor selama Dimas ke luar Negeri.


kebetulan ini hari minggu jadi dia bisa istirahat karena Dimas dan kantor tak kan memberinya tugas hari ini.


"sayang banget Mas nggak bisa temenin kontrol kamu hari ini sayang.." ucap Dimas sambil mengecup kening Fani.


"nggak apa apa Mas.. nanti Fani minta temenin Nur aja"


"ya udah.. hati hati nanti ya,bilang sama pak supir nanti pelan pelan bawa mobil nya.


Mas berangkat ya sayang.."


"iya.. Mas hati hati juga.."


mereka pun saling melambaikan tangan dengan senyuman lebar.


...-...


...-...


masih ada 4 kali kontrol lagi untuk memastikan pemulihan air ketuban Fani yang sedikit keruh kemarin agar tidak menyebabkan infeksi.


"eh.. pada mau kemana?"


Vino baru saja tiba mengantarkan mama nya,ingin masak masak sama Rianti kata nya.


"mau kontrol Vin.."


sahut Fani.


"Nurul ikut?" tanya Vino.


"iya biar ada temen nya aku"


"kalau gitu ayo ku antar.."


Vino tak melewatkan sedikitpun kesempatan agar bisa dekat dengan Nurul.


Fani pun mengiyakan,berangkatlah mereka bertiga ke rumah sakit langganan Fani.


...~~~~...


Di rumah sakit...


"pak...ada rujukan oprasi darurat dengan bayi sungsang.." ujar suster kepada Dokter yang biasa menangani Fani.


"waduh.. kapan?"


Dokter jones berusia 38 tahun itu bingung sebab jadwal nya bentrok dengan janji yang sudah di tentukan untuk Fani.


"15 menit lagi pak.. pasien sedang dalam perjalanan" jawab suster.

__ADS_1


"haduh... saya ada janji dengan pasien saya"


sang dokter jones menepuk nepuk jidat nya.


"mm.. coba telpon dokter Bian pak,seingat saya dia sift 2 hari ini" suster menyarankan agar Fani di oper kepada Bian.


"oh iya bener.. sebentar saya telpon dulu"


Dokter itu pun menelpon Bian,siapa tau dia bisa mengoper Fani kesana. karena memastikan kondisi Fani pun sangat penting.


"hallo Bian.."


"iya.ada apa Pak?"


"kamu repot tidak? saya ada oprasi,dan jadwal nya bentrok dengan pasien saya. saya mau minta bantuan kamu untuk....."


"ohh.. iya pak bisa.. kebetulan saya sedang senggang"


"baiklah.. terimakasih sebelum nya,saya akan kirimkan riwayat nya ya" dokter menutup panggilan nya.


"sus.. antarkan berkas riwayat ini ke ruangan Dokter Bian ya.." ucap nya pada suster 1.


"dan kamu,nanti antarkan Bu Fani ke ruangan pak Bian ya.. saya mau bersiap dulu untuk oprasi nya"


pinta nya pada suster 2.


"baik Pak.." jawab mereka serentak.


...-...


...-...


Setengah jam kemudian,Fani pun tiba di rumah sakit. ia seperti di temani dua ajudan dengan Nurul dan Vino di kedua sisi nya.


"selamat sore ibu Fani, karena dokter Okta ada pasien darurat. hari ini ibu akan di tangani dokter S.pog lain ya Bu." sambut suster itu dengan senyuman ramah.


"oh.. iya nggak apa apa.."


Fani mengangguk.


"mari Bu saya antar kan.."


suster itu pun menuntun Fani,Nurul dan Vino ke ruangan dokter Bian tepat nya di lantai 3.


Dalam perjalanan Vino terus saja mencuri curi pandang ke arah bahu Nurul yang sedikit terbuka karena lengan baju nya turun.


"tahan mata mu Vino..." rutuk nya memarahi diri sendiri agar mata nya tak kesana.


...-...


...-...


"Sore dok.. ini pasien nya Dokter okta sudah tiba.." ujar suster itu.


"oh iya silahkan masuk.."


sahut Bian sambil terus memperhatikan dokumen riwayat nya Fani.


anddd....jreng..jreng...jreng....


Vino dan Nurul langsung tercengang saat melihat orang yang tak asing bagi mereka.


...***********...


__ADS_1


__ADS_2