
Nurul mengucek kedua mata nya agar berhenti menangis.
"aduh aduh pak.. lupa tangan Nurul abis mungutin makanan tadi,pedes jadi nya mata Nurul" ia sampai tak bisa membuka mata nya karena perih.
"ayo,saya antar ke toilet.."
Bian segera memapah tubuh Nurul lalu menuntun nya pergi dari sana.
Tinggal beberapa langkah lagi sampai,Nurul dan Bian malah beranjak pergi.
"apa apaan mereka? malah rangkul rangkulan..!"
dengus Vino kesal.
ya elah.. apa kabar elu yang kemarin main cangkul cangkulan ama Zey🙄
Ingin rasa nya Vino meneriaki mereka berdua,tapi sedang di rumah sakit. auto di seret satpam nanti kalau ribut ribut. terpaksa lah Vino mengikuti mereka berdua yang hendak ke toilet.
...-...
...-...
"mana sini saya bantu.." Bian meniupkan mata Nurul yang sudah di basuh.
"segar nya..." gumam Nurul saat tak sengaja menghirup nafas nya Bian.
"apa nya dek?"
"heheh,nafas bapak,segar.."
"kamu suka?"
Nurul mengangguk sambil tersenyum kecil.
"kalau begitu nanti saya kasih tau obat kumur rahasia saya"
"khmm..! lengket banget dari tadi.."
ketus Vino menyela pembicaraan mereka.
Nurul tak merespon,ia hanya melirik sinis kepada Vino sambil mengangkat sebelah bibir nya.
"ngapain sih pak Vino ngekorin terus,bener bener kaya anakan beruk" rutuk nya kesal.
"kamu mau ke kamar kecil juga?"
tanya Bian,ia menggeser tubuh Nurul agar tak menghalangi pintu toilet.
"saya mau jemput dia.." Vino menarik lengan Nurul ke dekat nya. tapi dengan cepat Nurul menepis dan kembali lagi ke dekat Bian.
"kamu kenapa sih Ran? kamu marah karena saya.."
"ayo kita pergi Pak,mata Nur udah nggak apa apa ini" Nurul menyela perkataan Vino lalu menarik Bian pergi dari sana.
"hishhh!! anak kecil itu benar benar membuat ku akhhh...!" gerutu Vino gemas.
"Kirana...!!!" seru Vino sambil berjalan mengikuti mereka.
"kok dia panggil kamu Kirana?" tanya Bian.
__ADS_1
"sebener nya itu nama asli Nur pak.."
"Alisha Kirana? itu nama asli kamu?"
"hmm.." Nurul mengangguk.
Bian melirik sekilas ke belakang dan mekihat Vino masih mengikuti mereka.
"eh dia masih ngikutin kita,kamu mau lari nggak?"
"ayo pak.. Nur males ketemu sama Pak Vino"
ujar Nurul bergidik merinding.
"ya udah ayo.." Bian menggandeng tangan Nurul dan membawa nya lari agar Vino tak menganggu nya.
"hei.! Pak dokter..! Bian!! jangan lari kalian!"
Vino pun ikut berlari mengejar mereka.
semakin menjadi jadi lah api di kepala Vino berkobar kobar.
...~~~~...
"jangan letakkan di sana!!"
pekik Mila saat Riko menata lemari.
ya,mereka baru saja selesai pindahan ke rumah baru pemberian orang tua Mila.
"jadi di mana tuan ratu?"
"letakkan itu di kamar mu sendiri!! aku akan memakai lemari ku sendiri untuk di kamar ini"
"ohohohohow!! kau mau kita tidur pisah kamar?
TIDAK BISA!"
"hhh! jangan harap aku mau tidur dengan mu lagi bapak Riko!"
"aku tetap akan meniduri.. eh tidur dengan mu ibu Mila"
"jangan harap!!"
Mila mendorong Riko keluar dari kamar baru nya,
sementara Riko memberontak keras dan tetap tak mau pergi.
"pergi lah!! aku sudah menata kamar ini untuk ku!" Mila bersikeras mengeluarkan Riko dari sana.
"No way!! aku akan tidur di sini. aku tidak mau tidur sendiri dan aku suami mu!! ingat itu!"
Riko mendekap tubuh dan tangan Mila agar tak rusuh lagi mendorong nya.
Mila jadi merinding karena Riko mengeluarkan sikap beku nya. wajah nya sangat serius tapi
"sangat tampan..." batin nya.
"ta..tapi aku tidak mau melakukan itu.."
__ADS_1
ucap Mila pelan.
"itu? apa hm?"
Riko membelalakkan mata nya.
"aishh!! jangan pura pura bodoh Riko! aku tidak mau melakukan itu.. kita begitu.. ahh aku tidak mau!" ujar nya sembari memberontak melepaskan diri dari Riko.
"kau pikir kita menikah untuk apa hm?
itu lah tugas utama kita 'berkembang biak'."
bisik Riko dengan wajah mencekam.
"berkembang biak? kau pikir kecoak?"
"selagi aku baik hati turuti perkataan ku! atau aku akan menghajar mu lagi malam ini.. mau??"
tatapan dingin yang sangat khas di wajah Riko seakan membekukan diri nya juga.
"oke.. oke.. kita tidur di sini, tapi jangan sentuh aku, deal?!"
"hahaha...." Riko tertawa seram,lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
"hishh....his... apa apaan dia?
hiiihhh... modus terus anak itu!"
Mila mengusap usap tubuh nya karena sedari tadi di dekap Riko.
"mandi lah.. aku suka melakukan nya dengan keadaan wangi dan bersih.." seru Riko dari dalam kamar mandi.
Karena saking bengis nya ia dengan Riko, ide jahil pun muncul di kepala nya.
ia menatap ke arah gagang pintu kamar mandi dan berniat untuk mengunci Riko dari luar.
"hahahaha.... rasain kau manusia astral!"
perlahan ia mengganjal pintu kamar mandi itu menggunakan gagang sapu.
...~~~~...
"hahh...hahh...hahh... hffff...."
Bian dan Nurul tersengal sengal sambil tertawa tawa. mereka sampai di ruang laboratorium demi menghindari Vino.
"waahhh.. ini tempat apa pak?"
"ini laboratorium, kebetulan saya mau memeriksa sesuatu di sini" Bian mengajak Nurul melihat lihat seisi ruangan.
...********...
Segini dulu ya beb🙏
maaf kalau nggak puas sama episode ini soal nya
otor lagi berkunjung kumpul keluarga,jadi nggak bisa fokus☺️ maaf ya beb💙💙
love u buat kalian semua💙
__ADS_1