Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 27:


__ADS_3

"Ran..."


lirih Vino memanggil.


"hm?"


Nurul menaikkan pandangannya perlahan.


Vino menurunkan kedua tangan Nurul yang sedang menggosok rambut nya lalu


di lingkarkan le leher nya.


perlahan, ia menuip pelan wajah Nurul


dari atas ke bawah seakan tengah memberikan sihir cinta yang bisa memabukkan Nurul saat itu juga.


"I love u.."


bisik Vino lalu melayangkan ciuman hangat


di bibir Nurul.


"....Pak?"


Nurul menjauhkan tubuh Vino dengan


siku nya. namun Vino yang tak bisa menahan luapan cinta itu tak perduli


dan mencium bibir Nurul lagi, kali ini


lidah nya sedikit menari dan membelai


lembut bibir mungil Nurul.


tak di perdulikannya Nurul yang kewalahan


berusaha menjauhkan wajah nya dari Vino.


Dalam sekejap, bibir Vino berpindah lapak


ke daun telinga Nurul.


"Ran... I love u .."


"Pak.. tolong berhenti..!"


tukas nya dengan tubuh gemetar.


serangan Vino membuat separuh tenaga nya seakan hilang sampai kaki nya terasa


lemas.


bughh!!!


seseorang menghantam keras punggung


Vino dengan sikut nya, orang itu tak lain


adalah Bian yang sedang menghadiri


perjamuan pemilik rumah sakit di sana.


"aaaak!!!"


Nurul spontan berteriak karena ia sangat


terkejut melihat Vino hampir terkapar.


"apa yang kau lakukan dengan nya hah?!!"


pekik Bian emosi.


"aku mencium nya, kau tidak lihat?"


sahut Vino sangat arogan.


jdaggg!!!


Bian membenturkan tubuh Vino kedinding


lumayan keras.


"bang... tolong tenang dulu.."


Nurul pun bingung harus mengkhawatirkan


siapa, di satu sisi Vino yang hampir babak belur. di sisi lain Bian yang belum sembuh total dengan cedera leher nya.


"sial.. rambut ku belum di bilas!"


rutuk Vino.


"tenang kamu bilang??


saya menjaga mu baik baik, dan dia seenak nya mencium mu. bagaimana saya bisa tenang?"


"ch.. kau pasti berpikir aku merusak


usaha mu untuk menjaga nya dengan baik.

__ADS_1


tapi ketahuilah, aku sudah pernah memciumnya jauh sebelum dia mengenal mu. silahkan berpikir kalau usaha mu memang sia sia."


ucap Vino tanpa segan, ia benar benar tak mau Nurul lepas dari tangannya lagi.


"aku tidak perduli apa yang terjadi dengan kalian dulu, setidak nya dia sekarang kekasih ku. jadi aku berhak marah jika ada pria lain yang menyentuh nya."


"tapi dia tidak mencintai mu..


sadarkah kau akan hal itu??"


Tatapan membara Bian langsung padam kala mendengar Vino mengatakan itu.


ia berbalik menatap Nurul untuk mendapatkan jawaban apakah ia sengaja melanggar janji nya untuk tidak mencintai Vino lagi.


"dek.. saya akan berusaha merelakan


kamu, kalau memang cinta mu untuk nya


tak berubah.." tentu saja ia berharap Nurul tetap memilih untuk bersama nya.


Nurul tak sanggup mengatakan apa apa.


memang benar ia mencintai Vino, tapi


cinta yang Bian berikan selama ini tak


sanggup membuatnya mengatakan bahwa


ia ingin mengakhiri hubungan ini.


"dek..?"


"jawablah Ran, kalau kamu bungkam


itu hanya akan membuat aku dan dia


semakin bingung." imbuh Vino sambil memegang bahu Nurul.


Bian dengan cepat memegang tangan


Vino menyuruh nya untuk menyingkir.


"Nur mencintai pak Vino..


maaf bang,"


jawab nya, suara nya terdengar gemetar


dan mata berkaca kaca.


Mendengar itu terasa seperti menelan satu gelas empedu yang sangat pahit sampai terasa ke tulang. perlahan Bian melepaskan


sambil berusaha mengatur nafas.


"hhhfff...


baik lah... saya rasa memang cuma


di sini akhir hubungan kita."


kecewa? tentu sangat kecewa.


tapi apa mau di kata, seperti perkataannya


memaksa orang untuk tetap bertahan dalam hubungan tanpa cinta hanya akan


membuat kedua nya semakin terluka.


"jaga dia baik baik..


dan jangan membuat nya menangis."


ucap Bian sambil menepuk bahu Vino.


"maaf..." satu kata yang di ucapkan


Vino terasa sangat mendalam dan penuh


makna di lihat dari tatapannya.


tentu saja ia sangat tau apa yang di rasakan


Bian saat itu. tapi ini semua di luar kemauan nya sebagai manusia, cinta yang tertanam kokoh di hati Vino dan Nurul akhir nya


memakan korban yang harus merelakan


hati nya tercabik cabik saat cinta mereka


kembali bersemi.


"sekarang kau tau rasa nya kan merelakan orang yang sangat kau cintai mencintai orang lain?" tambah Vino lagi.


Entah kemana maksut perkataan Vino,


tapi di kepala Bian langsung terpikirkan


Viona.


"beginikah aku menyakiti nya dulu?"

__ADS_1


...-...


...-...


"baik lah.. sekarang saya akan memulai


pembahasan kita untuk menjadikan rumah sakit semakin ramah dan bisa bersahabat dengan......."


Di tengah tengah pimpinan yang sedang


membahas visi dan misi terbaru rumah sakit.


Bian malah melamun dan tak menghiraukan sekeliling nya.


"Dika.. bisa kah kamu pulang saja?"


ia menyela pimpinan hingga semua orang terkejut.


"saya pak? kenapa?"


"tidak.. saya saja yang pulang.


permisi..." tanpa menyapa pemilik rumah


sakit ia langsung melangkah pergi.


entah kenapa melihat Dika di sana


mengingatkan nya dengan kenyataan


bahwa hubungan nya dengan Nurul sudah


benar benar berakhir.


"apa yang terjadi?" tanya rekan dokter yang lain.


"entah lah.. dia murung sejak keluar dari toilet tadi."


"ahh.. mungkin dia mengalami sembelit."


Sedangkan Dika, ia bisa langsung tau kalau seperti nya Bian ada masalah dengan perasaan nya.


"nggak mungkin orang ganteng bisa sembelit.." batin nya yakin.


...~~~~...


Di ruang keluarga, Nurul sedang termenung memandangi cincin pemberian Bian.


"apa dia benar baik baik aja?"


gumam nya sedih.


"kak..."


panggil Ayu mengejutkan Nurul.


"apa??"


"besok jadi kan antarin Ayu ke kecamatan


Titian agung??"


"jadi.. kamu sudah siap siapin baju dan keperluan lainnya?"


"sudah kak.. aman..


tapi kakak yakin nyetir sendiri? tiga jam loh perjalanan nya.."


"sama saya yuk .."


timpal Vino sambil menggendong El


di tangan kiri nya, sedang tangan kanan nya


di masukkan ke saku celana membuat aura


duda maskulin nya terpancar cerah.


Sekolahan Ayu sedang mengadakan tur


wisata ke pedesaan karena baru saja menyelesaikan ujian akhir semester.


sebenar nya sekolahan menyediakan


beberapa Bus, tapi karena Ayu ini mabuk


berat jika naik Bus apalagi ramai dan sesak begitu, jadi dia minta di antar saja.


lagi pula demi kebaikan dan kenyamanan


teman teman lainnya. bayangkan saja


perjalanan indah mereka terganggu dengan


Ayu yang muntah muntah sepanjang


perjalanan.


...*********...

__ADS_1


__ADS_2