
"waduh.. kok bunda lagi?"
Nurul pun mengabaikan El lalu kembali ke tempat potong kue nya. kali ini mereka semua benar benar menyanyikan lagu untuk si kembar di iringi tepuk tangan meriah.
"Keenan.. Ica... happy birthday..." ucap El sambil memberikan bingkisan nya.
walaupun mainan itu sudah ia pakai, tapi ia merasa itu sangat berharga jadi ia memilih memberikan itu kepada Keenan.
"El... wahh kamu sudah sampai?
El naik pesawat ya?
El nggak takut naik pesawat?" si kembar langsung membombardir El dengan pertanyaan itu, sebab mereka belum pernah naik pesawat.
"tidak, kan ada ayah.." ucap El bangga.
"loh kok si kembar kenal sama ini anak?"
batin Nurul terheran.
"Kenan.. sini deh bina mau tanya.."
bisik nya memanggil. Keenan pun mendatangi Nurul.
"iya bina??"
"Keenan kok bisa kenal sama adek itu? memang nya dia teman Keenan?"
"dia kan saudara Keenan, saudara bina juga"
sahut Keenan dengan polos nya.
Nurul semakin terheran, setau dia tidak ada saudara mereka yang seperti El.
"saudara? nama orang tua nya siapa coba kalau benar dia saudara Keenan."
"mmmm... siapa ya, Keenan lupa bina"
Nurul hanya geleng geleng kepala melihat tingkah lucu Keenan, ia pun berpikir mungkin El anak dari temannya Dimas. masa iya saudara tapi Nurul tak pernah jumpa.
Meskipun ini pertama kali nya El, Keenan dan Ica bertemu, tapi mereka sudah tampak akrab dan tak canggung sama sekali.
mungkin karena mereka sering berkomunikasi lewat panggilan Video jadi mereka tampak dekat satu sama lain.
...~~~~...
Pukul 22:00
"Vino..
mama,papa dan El tidur di sini.
soal nya papa kamu udah ngantuk banget"
Vino menghela nafas panjang melihat pesan singkat mama nya itu.
"hhhhffff.... mama ini, sudah tau El nggak bakal bisa tidur kalau nggak ada aku"
ia langsung bangkit dan berniat menyusul mama nya ke rumah Rianti.
...-...
...-...
Menjelang jam tidur, mereka semua di hebohkan oleh ketiga bocil yang ingin tidur bersama.
masalah nya, Keenan tak mau tidur bersama Ica karena terkadang Ica masih ngompol.
"gini aja deh, Keenan dan El bobok nya bareng.
Ica biar sama papa mama.. gimana?"
usul Dimas.
__ADS_1
"tapi Ica juga pengen tidur bareng El dan Keenan pa.. " rengek Ica tak terima.
"Keenan.. mau ya tidur bareng Ica?
Ica kan juga pengen tidur bareng sama kalian"
bujuk Fani.
Setelah keriwehan yang terjadi, akhirnya Keenan setuju Ica bergabung tidur dengan mereka
walaupun bibir nya Keenan monyong seperti
bebek.
...-...
...-...
Mereka semua tidur di kamar nya Keenan, tampak Keenan dan Ica sedang tertidur pulas sementara El masih berguling kesana kesini.
El melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 23:00. sudah hampir satu jam ia gelisah tak bisa tidur. kemudian dari selah pintu yang tak tertutup El melihat Nurul lewat menuju ke kamar nya. ceria lah langsung wajah El,perasaan nya langsung enteng saat membayangkan Nurul mau tidur bersama nya. dengan langkah mungil nya, El keluar kamar dan mengikuti Nurul diam diam.
...-...
...-...
"hmm.. nananana... dudduudu..."
Nurul bersenandung ria sambil memoleskan serum di wajah nya.
"bunda.." panggil El dari belakang.
"eh.. loh?" tentu saja Nurul terkejut, dari mana tuyul ini bisa masuk ke dalam kamar nya.
"kamu kok di sini? masuk lewat mana kamu?"
tanya Nurul sedikit takut, ia berpikir jangan jangan ni anak makhluk astral.
"dari pintu.." El menunjuk ke arah pintu yang memang tak di kunci oleh Nurul.
"bunda.. El tidak bisa tidur.."
"hhh.." Nurul tak habis pikir sama bocah satu ini.
"aku bukan bunda mu!! anak siapa sih kamu ini?
tiba tiba nongol manggil manggil bunda, mana muka nya imut lagi. kan jadi nggak tega mau marah! tapi ini anak siapa coba? kenapa dia gk ikut pulang sama orang tua nya? kalau orang tua nya juga menginap di sini kenapa dia malah datang ke kamar ku?" oceh Nurul dalam benak nya.
"nama kamu El kan?
begini.. emang nya orang tua El kemana?
kenapa El nggak ikut pulang sama mereka?"
Nurul menarik El ke pangkuan nya, karena tampak dari raut wajah nya El benar benar gelisah.
"mama El lagi istirahat..
ayah tadi pulang duluan.."
"ayah dan mama?" Nurul heran karena El memanggil orang tua nya begitu.
"ya sudah, El bobok bareng mama nya aja ya"
Nurul berpikir mama nya El aneh, bisa bisa nya istirahat sementara anak nya berkeliaran tak bisa tidur.
"tidak bisa bunda.. mama istirahat nya di surga"
ujar El menatap nanar ke arah Nurul.
mungkin ada air mata yang ingin menumpahkan diri, tapi El seperti menahan nya.
deg....
__ADS_1
Nurul tersentak karena penuturan El.
"mama nya meninggal?"
"El mau tidur bareng bunda ya.."
pinta El sekali lagi.
Karena tak tega, Nurul pun mengiyakan permintaan El untuk tidur bersama.
bagaimana bisa anak sekecil itu mengatakan dengan tegar kalau mama nya sudah tiada?
Nurul saja yang sudah sebesar ini selalu ingin menangis jika mengingat mendiang ibu nya.
Yang tadi nya Nurul agak kesal karena El terus memanggil nya bunda, kini ia jadi prihatin.
ia mengerti mungkin alasan El memanggil nya bunda karena dia mungkin mirip mama nya.
"sini ya.. pakai selimut nya, terus bobok,
jangan keluyuran lagi oke..." ujar Nurul sambil membelai lembut kening bocah mungil itu.
"oke bunda..." El langsung memejamkan matanya, dan baru hitungan menit ia sudah tertidur lelap hingga terdengar dengkuran halus mungkin karena El kelelahan.
Nurul tersenyum tipis sambil terus memperhatikan wajah tampan El. ia memperhatikan garis wajah El yang di rasa nya sangat familiar itu.
"mirip siapa ya...?" gumam nya sambil tersenyum kecil. beberapa menit berselang, Nurul pun tertidur sambil memeluk tubuh mungil El.
...~~~~...
Sudah 15 menit lebih Vino mendatangi semua kamar yang ada di rumah Rianti, namun ia tak mendapati El di mana pun. mama nya mengatakan dia tidur bersama Keenan dan Ica.
namun saat Vino menanyakan nya, Keenan malah bilang mungkin El kembali ke kamar oma nya.
Sudah naik turun tangga memeriksa semua kamar, sampai Vino merasa kesal dan khawatir karena tak menemukan El dimana pun.
hanya satu kamar yang belum ia periksa yakni kamar nya Nurul.
"tidak.. tidak mungkin El kesana, lagi pula dia tak mengenal Ran" gumam nya dengan nafas tersengal sengal.
"tapi hanya kamar Ran yang belum ku lihat.."
setelah berpikir agak lama, ia pun membulatkan tekat untuk melihat ke kamar Nurul.
kkrrieett....
Vino membuka pintu kamar itu perlahan.
dan tentu saja ia terkejut saat melihat El dan Nurul tidur berpelukan dengan hangat nya.
"El,, dan Ran?" batin nya heran.
Dengan langkah pelan, ia mendekati mereka lalu mengusap lembut kepala El.
"hh.. sekarang kamu bisa tidur tanpa ayah hm?"
gumam nya tersenyum kecil.
Lalu ia menatap wajah wanita yang selama ini masih tersimpan abadi di lubuk hati nya.
"Ran.. kamu sudah dewasa sekarang..
cantik mu bahkan bertambah..
tidak kah kau merindukan lelaki brengsek ini?"
lirih nya sambil mengusap pipi Nurul dengan jari telunjuknya.
Merasa ada yang menggerayangi wajah nya,
Nurul pun membuka mata nya hingga membuat Vino terkejut. Vino langsung mengangkat tangan nya lalu menjauh dari Nurul.
keringat dingin seketika mengaliri tubuh nya, bagaimana tidak. ia belum siap untuk menghadapi Nurul. ia belum siap menjelaskan betapa hancur kehidupan nya selama hampir
__ADS_1
5 tahun ini.
...********...