Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 59 : Wedding day


__ADS_3

Pernikahan Nurul dan Vino akan


di langsungkan besok.


namun hari ini Nurul tetap masuk


kuliah karena ada presentasi penting


yang tidak bisa di tunda.


Karena itu, Vino Duma dan El juga


pulang ke rumah mereka agar besok


ada momen dalam pertemuan kedua


mempelai.


Entah karena gugup, atau bahagia


tubuh Nurul sedari tadi panas dingin.


dahi nya pun sampai berkeringat


padahal ruangan kantin sedang full AC.


Ia menoleh keseluruh arah mencari


keberadaan Gaby, namun seperti nya


Gaby sedang tidak masuk.


padahal momen momen seperti ini


paling tepat kalau curhat ke bestie.


"ini.. minum dulu.."


Bian tiba tiba memberikan sebotol


minuman dingin lalu duduk tepat


di hadapan nya.


"sudah makan?"


tanya Bian lagi.


Nurul tersenyum agar suasana


tak begitu canggung.


"belum lapar bang..


abang udah makan?"


"silahkan.."


ucap ibu kantin menyerahkan


sepiring nasi goreng.


"ini mau makan.."


"wah.. sekarang udah nggak bawa


bekal bang?"


"baru akhir akhir ini saja..


saya merasa aneh kalau makan sendiri,


hhhh.. pohon itu pasti kesepian sekarang"


sahut nya tersenyum pahit saat mengingat


kenangan mereka dulu.


Sebenarnya bukan pohon nya yang


kesepian, melainkan Bian yang kesepian


karena belum bisa melepaskan Nurul.


Nurul membalas dengan senyum lagi.


ia mengeluarkan undangan dari tas nya


untuk di berikan kepada Bian.


"ini bang...


datang ya,,"


Bian memandangi undangan tersebut.


"dek...


kalau suatu saat nanti kamu ternyata


tidak bahagia.


kembalilah sama saya, saya akan


menerima kamu apa ada nya."


deg....


Tulus nya perkataan Bian membuat


Nurul merasa terharu.


"terimakasih sebelum nya bang..


tapi Nur harap abang mendoakan


kebahagiaan Nur ya.. hahahahha.."


sahut nya sedikit bercanda agar


suasana tak begitu tegang.


"pasti...


itu pasti dek, karena kebahagiaan


kamu juga kebahagiaan saya."


"ya udah.. Nur permisi dulu ya bang.


jangan lupa datang.."


pamit nya meninggalkan senyum


lembut yang lama di rindukan Bian.


Tanpa terasa air mata nya menitik


ketika menerima kenyataan bahwa


orang yang sangat di cintai nya


kini benar benar akan menjadi milik


orang lain.


...~~~~...


Di rumah nya, Vino di bantu El tengah


menghafalkan janji pernikahan nya.


"Saya Alvino Giandra, akan menerima


Ran.."


"Alisha Kirana Ayah..


dari tadi Ran Ran terus.."


sewot El mulai kesal.


"aduh.. kita sambung nanti lagi ya El.


Ayah ngantuk banget nih.."


"maka nya Ayah kalau malam


jangan begadang..!"


😳


"El..? kok kamu tau Ayah bergadang?"


tanya Vino gugup.apa jangan jangan


El melihat nya saat sedang....


"tuh.. kantung mata Ayah hitam."


tunjuk El sambil mengerutkan alisnya.


"oh.. iya..Ayah nggak bisa tidur

__ADS_1


semalam.


kalau El, kenapa mata nya bengkak?


bergadang juga ya??"


padahal Vino sudah tau kalau


El menangis semalam, tapi ia sengaja


mengatakan itu untuk mengalihkan


topik.


"kan kita nangis sama sama semalam.


untung lah mata El tidak hitam."


"El,, kalau Ayah meninggal kira kira


masuk surga nggak ya..?"


entah angin apa yang membuat Vino


tiba tiba teringat akan semua dosa dosa nya.


"kenapa Ayah bicara seperti itu?"


"karena Ayah kepikiran sama omongan


kamu tentang mama."


"kalau begitu Ayah harus usahakan


masuk surga agar bertemu sama


mama."


"hahahha.. manusia seperti Ayah


pasti susah untuk masuk surga."


gelak tawa Vino menggema di dalam


kamar membuat El langsung tersenyum.


"kalau begitu ajak El dan Bunda juga


saja.. kan El baik, Bunda baik..


nanti kami berdua yang bawa Ayah


masuk surga."


"hahahahha..


kamu pikir surga itu tempat apa hm?


kalau kita kesana, kita tidak bisa


kembali lagi ke dunia."


"oooohhhhhh....."


sahut El mengangguk.


...~~~~...


Hari yang di nantikan pun tiba,


para kerabat dan tamu mulai berdatangan


memenuhi halaman megah istana Rianti.


para penggerak acara pun mulai berseliweran


bersiap menyambut sang pengantin.


"Pak bisa cepet sedikit tidak??"


pinta Vino tampak tak sabar


untuk mempersunting gadis pujaan nya.


"siap Pak.."


sahut Pak supir menambah


tekanan pada pedal gas nya.


Kecepatan pun bertambah menjadi


dua kali lipat dari sebelumnya.


naskah untuk pernikahan nya.


El dan Duma malah sibuk memilih


nama dede bayi di kursi belakang.


"kalian ini..


Ayah saja belum mematenkan


hak. kenapa kalian malah sibuk


cari nama bahkan jenis kelamin nya


pun kita belum tau."


celetuk Vino geleng kepala.


El menatap mantap Ayah nya.


"Ayah tenang saja, kami cari


kedua nya sekaligus."


"bahkan kami juga carikan


kembar untuk jaga jaga.


siapa tau rejeki kamu seperti


Dimas dapat anak kembar sekaligus


hehehehe...."


Duma pun tak kalah semangat nya dari El.


Tiba tiba mobil yang mereka kendarai


menurun kecepatan nya, tak hanya itu


mobil tersebut bahkan tersendat sendat


sambil mengeluarkan asap hitam dari


belakang.


Sontak saja Vino dan Duma panik.


"loh.. eh.. eh??


kenapa nih??"


Pak supir langsung turun dan memeriksa


keadaan.


"waduh... gimana nih.."


gumam Pak supir khawatir, sebab dia


sudah di suruh untuk service kemarin


namun ia lupa.


Mobil antik tersebut tampak nya merajuk


di hari yang salah.


"waduh Pak... mogok mobil nya."


supir itu tampak ketakutan.


"astaga...!"


rutuk Vino menarik rambut nya


kebelakang.


"kan.. kamu sih Vin.


pake acara minta pake mobil ini.


coba pake mobil sendiri.."


ucap Duma. selamat lah si supir yang


lupa menservis mobil itu.


"aishh!!!

__ADS_1


Pak tua itu selalu saja mengabaikan


mobil nya."


Vino menggerutu tentang Papa nya.


...~~~~...


45 menit berlalu sejak waktu yang


di tentukan. Nurul sampai sudah beberapa


kali menguap karena bosan menunggu


sang pangeran yang tak kunjung timbul.


Papa nya Vino juga sedikit panik


karena di telpon eh nggak di angkat.


ia sampai tak enak dengan beberapa tamu


yang sudah mulai berdatangan.


Di antara para keluarga yang panik,


ada satu orang yang tampak berharap


Vino tak bisa datang hari ini.


siapa lagi kalau bukan Bian.


"semoga gagal..."


batin nya.


Brrrrmmmmmm!!!!


sebuah motor CB memasuki halaman


rumah Rianti siapa lagi kalau bukan Vino.


rambut klimis nya sampai awut awutan


karena helm ia berikan untuk Duma.


"hhhfffff........"


para keluarga langsung menghela nafas


lega, sekaligus menahan tawa melihat


tampilan Vino.


"kemana aja sih kalian?


hampir aja kita bubarin nih acara."


ucap teman teman Vino yang tadi nya


mengiringi mobil mereka.


namun mereka terpisah saat di lampu


merah.


"jangan banyak tanya, bagaimana


penampilan ku??"


Vino berusaha membersihkan


wajah nya dengan tissu.


"kacau.. penampilam mu kacau bro.."


"bodo amat lah.."


sahut Vino cuek.


"ayo... buruan, pembawa acara sudah


manggil pengantin wanita.."


seru Duma kepada rekan rekan Vino


agar menyusun barisan.


Pembawa acara pun naik ke podium.


"baiklah hadirin yang di rahmati tuhan


kita saksikan pertemuan dua insan yang


akan menjadi pasangan suami istri


hari ini.."


Pandangan para tamu langsung


tertuju kepada Nurul yang sangat


cantik dengan balutan gaun putih


yang memancarkan kesan anggun


pada diri nya.


Sedangkan Vino, walaupun lusuh


namun tetap terlihat gagah dengan


setelan coklat muda di tubuh nya.


"cantik nya istri ku..."


batin Vino kagum, padahal belum


sah jadi istri nya tuh.


"pengen ku jitak tuh duda tua.


hampir aja jantungan aku di buat nya."


rutuk Nurul kesal dengan tatapan tajam.


ya, pikiran nya sudah kemana mana tadi


karena Vino terlambat, nggak bisa


di hubungi pula.


Sesampainya di altar,


janji suci pernikahan pun di ucapkan


oleh mereka berdua.


πŸ‘¨β€πŸ’Ό: "bersediakah saudari Kirana


menerima saudara Vino sebagai suami?"


Nurul mengangguk pelan sambil tersenyum.


"Saya bersedia..."


πŸ‘¨β€πŸ’Ό: "bagaimana para saksi? sah..?"


"SAHHHHHHH......."


teriak seluruh manusia yang ada di sana.


di iringi tepuk tangan meriah.


Resmilah mereka sebagai pasangan


suami istri. kini Nurul benar benar


milik Vino seutuh nya.


"siap siap lembur.."


bisik Vino.


"lembur apa Ayah?"


celetuk El yang sedang berpose


di tengah mereka.


...*********...



Bebs.... anggap aja itu mereka ya😬


otor gk semangat ngedit nya, lelah πŸ˜”


maaf juga karena lama ngilang


karena kesibukan otor sebagai warga


negara baru desa bukit indah sangat sangat

__ADS_1


padat😁 jadi maaf yaaa😘😘😘😘


__ADS_2