
"kak... Pak Vino minta kakak datang
ke kamar nya.."
ucap nya sambil ngos-ngosan.
Dika menaikkan sebelah alis nya.
"untuk apa?"
'hmm.. itu,.. gimana ya..
kakak lihat aja lah sendiri..
dia sakit kata nya.."
"serius?? sakit apa? parah nggak?"
"nggak sih.. udah buruan kesana..
keburu pingsan ntar dia nya.."
Dika menurut saja, wajar kalau dia khawatir
karena bulan depan akan menjadi hari
pernikahan mereka. bisa gawat kan kalau
sampai Vino kenapa kenapa.
Setelah itu Nurul kembali ke kamar nya.
masih mengganjal di benak nya, karena
ekpresi Dika saat keluar dari kamar nya
tadi seperti maling yang tertangkap basah.
"ehh? kenapa By??"
Nurul terheran saat melihat Gaby
senyum senyum sendiri di depan cermin.
"Kak Dika beneran gemoy ya..
tau nggak sih, tadi dia jahilin aku..
mungkin dia pikir yang di kamar mandi
itu kamu...hahahhaha
sweet banget sihh..."
Gaby benar benar semakin di buat
mabuk oleh kelakuan Dika tadi.
"so sweet..so sweet apaan..
gedeg aku tiap hari di gituin tau.
kan udah ku bilang dia itu jahil, resek..
kerjaan nya ngajak ribut tiap hari."
sewot Nurul menyangkal pendapat Gaby.
"sampaikan sama dia..
aku rela di jahilin tiap hari kalau
besok udah nikah.. uhuyy🤭"
"dihhh... halu.. hahahahahha"
ledek Nurul menertawakan Gaby.
"eh tapi seru juga sih kalau kamu
jadi kakak ipar ku.. anti julid julid club."
"nah kan.. iya pasti itu..
di mana lagi coba kamu bisa dapat
kakak ipar yang friendly kaya aku."
Mereka lanjut lagi menghalu, cerita,
menggibah sambil main main dengan
alat make up seperti anak kecil.
...~~~~...
Di rumah Dimas...
"sayang....."
panggil Dimas dari kursi meja makan.
"hmmm?"
sahut nya, namun ia tak menoleh
karena sedang memasak untuk
makan malam mereka.
"kamu baik baik saja..?"
"kenapa Mas? kok tiba tiba nanya begitu?"
"kamu baru kehilangan orang yang
paling berarti di hidup mu..
maka nya Mas ingin memastikan
apa istri Mas ini baik baik saja.."
"Fani udah lama kehilangan dia Mas..
jadi kali ini pun rasa nya sama.."
Dimas bangkit lalu memeluk Fani
dari belakang.
"liburan yuk..."
"ngapain? kok tiba tiba Mas?"
"mmm.. kebetulan minggu depan
jadwal Mas kunjungan ke Paris.
jadi Mas berpikir untuk ajak sekeluarga
liburan sekalian...
itung itung bulan madu kita yang
tertunda.. heheh...."
"sekeluarga?? beneran Mas??"
"iya sayang.. sekeluarga ..
termasuk calon pengantin kita
biar mereka fresh dikit..."
"wih.. mau dong....
seru deh kaya nya, kita belum pernah
ke luar Negeri sama sama kan.."
...~~~~...
Di kantor, Dimas berencana mengajak
Riko dan Mila untuk bergabung dengan
liburan nya. itung itung sebagai hadiah
karena kinerja mereka tetap stabil bahkan
selalu meningkat walaupun mereka sudah
menikah. mereka benar benar profesional
__ADS_1
dan bisa membedakan urusan pribadi nya.
Riko kini menjadi Manajer utama di bagian
desain dan interior. sedangkan Mila,
dia masih menjadi supervisor karena
sempat cuti selama satu tahun untuk
fokus menjaga bayi nya.
"judul nya kan liburan keluarga..
kenapa kau ajak kami?"
tanya Riko tak mengerti.
"ayo lah... kita nikmati liburan akhir
tahun ini sama sama..
lagi pula kalian sudah seperti keluarga
bagi ku." bujuk Dimas.
"maaf.. bukan nya kami tidak mau..
hanya saja kami sedang berhemat untuk
kebutuhan anak kami nanti.."
imbuh Mila.
"free...."
ucap Dimas.
.......
"oke setuju!!"
sahut Riko dan Mila kompak.
"chh.. suami mu ini sungguh pelit.."
rutuk Dimas sambil mendorong kursi Riko.
"bukan pelit.. hanya saja gaji kami
kurang banyak.." celetuk Mila enteng.
Dimas menggelengkan kepalanya.
"wahh.. kau memang berbakat menyindir
orang dari dulu."
...~~~~...
Hari yang sudah di tentukan pun tiba.
mari kita sebutkan siapa saja yang
berangkat.
Dimas, Fani dan si kembar..
sebagai kepala pimpinan karena
liburan kali ini di sponsori oleh dana
pribadi mereka😁
Rianti dan Duma, selaku mama
dan oma yang akan memenuhi bagasi
pesawat saat pulang nanti dengan
barang belanjaan mereka.
Riko, Mila dan Samuel..
produk pertama mereka, bisa di bilang
hasil dari paksaan si bapak yang
ngebet banget jebol gawang waktu itu.
lebih muda dia empat bulan saja.
Pasangan calon pengantin
si Vino dan Nurul beserta jagoan
tampan nya siapa lagi kalau bukan Elzio.
Tak lupa Rey, karena dia akan ambil peran
juga di kunjungan kali ini.
jika yang lainnya membawa anak/ istri.
dia hanya membawa sling bag yang berisikan
minyak rambut dan parfum.
baju nya? gampang.. tinggal beli.
Dika tidak ikut karena dia tak bisa cuti,
begitu juga dengan Adit. ia tak bisa ikut
karena... karena tak mau saja.
maklum udah tua.jadi malas pergi jauh jauh.
Oh iya.. jangan lupakan si Ayu...
sebenar nya dia ragu untuk ikut, karena
dia mabuk kendaraan, darat, terbang maupun
laut pasti dia akan mabuk.
di tambah Dika sebagai pawang mabuknya
tidak ikut. jadi ketar ketir dia..
tapi kalau nggak ikut, sayang juga..
toh libur sekolah. biar ada bahan untuk
di bahas di sekolah nanti sama temannya.
Mereka akan berangkat menggunakan
Jet pribadi milik Adit dengan pilot
yang tentu sudah ahli di bidang nya.
Saat mereka hendak naik, Nurul malah
bingung karena melihat sang Pilot hanya
seorang diri.
"Mas? ma.. serius ini Pilot nya cuma satu?
perjalanan jauh loh.."
ia tampak khawatir karena mereka
akan berada di atas awan selams 16 jam
kurang lebih.
"ck.. apa yang kamu khawatirkan?
kita punya Ko-Pilot di sini..."
Dimas menunjuk ke arah Rey dan Vino
yang ternyata mempunyai bakat
mengendarai pesawat bahkan sudah
mempunyai Lisensi penerbangan.
Vino dengan bangga nya bergaya
bak seorang aktor hollywood.
__ADS_1
sementara Rey, ia juga ingin
membanggakan itu, namun pada siapa?
tidak ada orang spesial disana.
akhirnya ia membanggakan diri kepada
diri nya sendiri dengan lubang hidung
kembang kempis.
Nurul menyeringai tak percaya.
"hhhh!? yakin?"
ia merasa ngeri membayangkan
tangan Vino yang kalau megang apa apa
pasti berujung kacau.
ngeri aja kan, niat nya mau liburan
eh malah landing ke akhirat.
"berhentilah meragukan ku
baibehh...." bisik Vino bernada sensual.
"bagaimana dengan bapak?
yakin bisa? jangan ngadi ngadi deh
kalian. biasa megang pena kantor
sekali nya megang setir pesawat
malah COD-an sama malikat maut kan
nggak lucu."
dari semua orang tampak nya hanya
Nurul yang panik karena trauma dengan
insiden yang hampir melenyapkan
nyawa nya saat liburan tahun lalu.
"kami punya lisensi. jadi berhenti
panik dan duduk lah.."
sahut Rey dingin lalu bersiap
ke kursi Pilot karena dia mendapatkan
giliran pertama untuk mendampingi
Kapten.
"si luwak hebat juga ya..."
batin Ayu menyeringai tipis.
"Paa.. mau duduk sama Om Rey..
Keenan juga pingin ikut setir pesawat nya.."
ucap Keenan sambil tersenyum.
"nggak boleh sayang..
itu bukan mainan, Keenan duduk
sini aja ya.. sama papa mama.."
"silahkan minuman nya tuan dan nyonya..."
ucap Ica sambil menyuguhkan
susu strawberry ala ala pramugari.
"hhaahah.. kamu ini pinter banget sih.."
Rianti mencubit gemas pipi Ica.
Di saat saudara nya heboh bermain.
El malah tertidur sejak turun dari mobil
tadi. ya kalau sudah di gendongan Ayah nya
mau gempa bumi angin topan juga
El bakalan tetap tidur nyenyak.
"Ayo tuan, nyonya dan adik adik..
silahkan duduk ke kursi masing masing
karena kita akan segera berangkat.."
ucap dua orang pramugari yang
akan membantu perjalanan mereka.
"hai everyone...
Rey di sini berbicara sebagai Ko-Pilot
kalian.. harap segera pasang sabuk
pengaman dan kencangkan karena
kita akan segera Landing."
ia berbicara seolah olah sedang
menjadi Pilot sungguhan.
...**********...
Ini otor kasih foto biar halu nya
agak enakan dikit🤭😅😅
Dimas: sayang... cantik banget sih..
Fani: hahahha (tersipu) love u Mas...
Dimas: muuachh.. pulang bawa dimdim
kloter dua enak kali ya..😉😚
Nurul sedang bermain dengan si kembar.
Vino : cantik beut calon bini gua..rrhh...
Riko : cantik banget sih.. Mak lampir ku...
Mila: hhh.. jangan ngajak ribut ya..
mood ku masih baik ini.
Samuel Mahesa. hasil adonan Riko dan Mila.
Gadis dan bujangan nya Dimas.
Ica: senyum dong...
Keenan stay cool padahal ketar ketir
takut pesawatnya jatuh.
El : "sudah sampai kah?"
__ADS_1
#Lancarkan halu nya bosquh😅😅😅