Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 42: Liburan yuk..


__ADS_3

"kak... Pak Vino minta kakak datang


ke kamar nya.."


ucap nya sambil ngos-ngosan.


Dika menaikkan sebelah alis nya.


"untuk apa?"


'hmm.. itu,.. gimana ya..


kakak lihat aja lah sendiri..


dia sakit kata nya.."


"serius?? sakit apa? parah nggak?"


"nggak sih.. udah buruan kesana..


keburu pingsan ntar dia nya.."


Dika menurut saja, wajar kalau dia khawatir


karena bulan depan akan menjadi hari


pernikahan mereka. bisa gawat kan kalau


sampai Vino kenapa kenapa.


Setelah itu Nurul kembali ke kamar nya.


masih mengganjal di benak nya, karena


ekpresi Dika saat keluar dari kamar nya


tadi seperti maling yang tertangkap basah.


"ehh? kenapa By??"


Nurul terheran saat melihat Gaby


senyum senyum sendiri di depan cermin.


"Kak Dika beneran gemoy ya..


tau nggak sih, tadi dia jahilin aku..


mungkin dia pikir yang di kamar mandi


itu kamu...hahahhaha


sweet banget sihh..."


Gaby benar benar semakin di buat


mabuk oleh kelakuan Dika tadi.


"so sweet..so sweet apaan..


gedeg aku tiap hari di gituin tau.


kan udah ku bilang dia itu jahil, resek..


kerjaan nya ngajak ribut tiap hari."


sewot Nurul menyangkal pendapat Gaby.


"sampaikan sama dia..


aku rela di jahilin tiap hari kalau


besok udah nikah.. uhuyy🤭"


"dihhh... halu.. hahahahahha"


ledek Nurul menertawakan Gaby.


"eh tapi seru juga sih kalau kamu


jadi kakak ipar ku.. anti julid julid club."


"nah kan.. iya pasti itu..


di mana lagi coba kamu bisa dapat


kakak ipar yang friendly kaya aku."


Mereka lanjut lagi menghalu, cerita,


menggibah sambil main main dengan


alat make up seperti anak kecil.


...~~~~...


Di rumah Dimas...


"sayang....."


panggil Dimas dari kursi meja makan.


"hmmm?"


sahut nya, namun ia tak menoleh


karena sedang memasak untuk


makan malam mereka.


"kamu baik baik saja..?"


"kenapa Mas? kok tiba tiba nanya begitu?"


"kamu baru kehilangan orang yang


paling berarti di hidup mu..


maka nya Mas ingin memastikan


apa istri Mas ini baik baik saja.."


"Fani udah lama kehilangan dia Mas..


jadi kali ini pun rasa nya sama.."


Dimas bangkit lalu memeluk Fani


dari belakang.


"liburan yuk..."


"ngapain? kok tiba tiba Mas?"


"mmm.. kebetulan minggu depan


jadwal Mas kunjungan ke Paris.


jadi Mas berpikir untuk ajak sekeluarga


liburan sekalian...


itung itung bulan madu kita yang


tertunda.. heheh...."


"sekeluarga?? beneran Mas??"


"iya sayang.. sekeluarga ..


termasuk calon pengantin kita


biar mereka fresh dikit..."


"wih.. mau dong....


seru deh kaya nya, kita belum pernah


ke luar Negeri sama sama kan.."


...~~~~...


Di kantor, Dimas berencana mengajak


Riko dan Mila untuk bergabung dengan


liburan nya. itung itung sebagai hadiah


karena kinerja mereka tetap stabil bahkan


selalu meningkat walaupun mereka sudah


menikah. mereka benar benar profesional

__ADS_1


dan bisa membedakan urusan pribadi nya.


Riko kini menjadi Manajer utama di bagian


desain dan interior. sedangkan Mila,


dia masih menjadi supervisor karena


sempat cuti selama satu tahun untuk


fokus menjaga bayi nya.


"judul nya kan liburan keluarga..


kenapa kau ajak kami?"


tanya Riko tak mengerti.


"ayo lah... kita nikmati liburan akhir


tahun ini sama sama..


lagi pula kalian sudah seperti keluarga


bagi ku." bujuk Dimas.


"maaf.. bukan nya kami tidak mau..


hanya saja kami sedang berhemat untuk


kebutuhan anak kami nanti.."


imbuh Mila.


"free...."


ucap Dimas.


.......


"oke setuju!!"


sahut Riko dan Mila kompak.


"chh.. suami mu ini sungguh pelit.."


rutuk Dimas sambil mendorong kursi Riko.


"bukan pelit.. hanya saja gaji kami


kurang banyak.." celetuk Mila enteng.


Dimas menggelengkan kepalanya.


"wahh.. kau memang berbakat menyindir


orang dari dulu."


...~~~~...


Hari yang sudah di tentukan pun tiba.


mari kita sebutkan siapa saja yang


berangkat.


Dimas, Fani dan si kembar..


sebagai kepala pimpinan karena


liburan kali ini di sponsori oleh dana


pribadi mereka😁


Rianti dan Duma, selaku mama


dan oma yang akan memenuhi bagasi


pesawat saat pulang nanti dengan


barang belanjaan mereka.


Riko, Mila dan Samuel..


produk pertama mereka, bisa di bilang


hasil dari paksaan si bapak yang


ngebet banget jebol gawang waktu itu.


lebih muda dia empat bulan saja.


Pasangan calon pengantin


si Vino dan Nurul beserta jagoan


tampan nya siapa lagi kalau bukan Elzio.


Tak lupa Rey, karena dia akan ambil peran


juga di kunjungan kali ini.


jika yang lainnya membawa anak/ istri.


dia hanya membawa sling bag yang berisikan


minyak rambut dan parfum.


baju nya? gampang.. tinggal beli.


Dika tidak ikut karena dia tak bisa cuti,


begitu juga dengan Adit. ia tak bisa ikut


karena... karena tak mau saja.


maklum udah tua.jadi malas pergi jauh jauh.


Oh iya.. jangan lupakan si Ayu...


sebenar nya dia ragu untuk ikut, karena


dia mabuk kendaraan, darat, terbang maupun


laut pasti dia akan mabuk.


di tambah Dika sebagai pawang mabuknya


tidak ikut. jadi ketar ketir dia..


tapi kalau nggak ikut, sayang juga..


toh libur sekolah. biar ada bahan untuk


di bahas di sekolah nanti sama temannya.


Mereka akan berangkat menggunakan


Jet pribadi milik Adit dengan pilot


yang tentu sudah ahli di bidang nya.


Saat mereka hendak naik, Nurul malah


bingung karena melihat sang Pilot hanya


seorang diri.


"Mas? ma.. serius ini Pilot nya cuma satu?


perjalanan jauh loh.."


ia tampak khawatir karena mereka


akan berada di atas awan selams 16 jam


kurang lebih.


"ck.. apa yang kamu khawatirkan?


kita punya Ko-Pilot di sini..."


Dimas menunjuk ke arah Rey dan Vino


yang ternyata mempunyai bakat


mengendarai pesawat bahkan sudah


mempunyai Lisensi penerbangan.


Vino dengan bangga nya bergaya


bak seorang aktor hollywood.

__ADS_1


sementara Rey, ia juga ingin


membanggakan itu, namun pada siapa?


tidak ada orang spesial disana.


akhirnya ia membanggakan diri kepada


diri nya sendiri dengan lubang hidung


kembang kempis.


Nurul menyeringai tak percaya.


"hhhh!? yakin?"


ia merasa ngeri membayangkan


tangan Vino yang kalau megang apa apa


pasti berujung kacau.


ngeri aja kan, niat nya mau liburan


eh malah landing ke akhirat.


"berhentilah meragukan ku


baibehh...." bisik Vino bernada sensual.


"bagaimana dengan bapak?


yakin bisa? jangan ngadi ngadi deh


kalian. biasa megang pena kantor


sekali nya megang setir pesawat


malah COD-an sama malikat maut kan


nggak lucu."


dari semua orang tampak nya hanya


Nurul yang panik karena trauma dengan


insiden yang hampir melenyapkan


nyawa nya saat liburan tahun lalu.


"kami punya lisensi. jadi berhenti


panik dan duduk lah.."


sahut Rey dingin lalu bersiap


ke kursi Pilot karena dia mendapatkan


giliran pertama untuk mendampingi


Kapten.


"si luwak hebat juga ya..."


batin Ayu menyeringai tipis.


"Paa.. mau duduk sama Om Rey..


Keenan juga pingin ikut setir pesawat nya.."


ucap Keenan sambil tersenyum.


"nggak boleh sayang..


itu bukan mainan, Keenan duduk


sini aja ya.. sama papa mama.."


"silahkan minuman nya tuan dan nyonya..."


ucap Ica sambil menyuguhkan


susu strawberry ala ala pramugari.


"hhaahah.. kamu ini pinter banget sih.."


Rianti mencubit gemas pipi Ica.


Di saat saudara nya heboh bermain.


El malah tertidur sejak turun dari mobil


tadi. ya kalau sudah di gendongan Ayah nya


mau gempa bumi angin topan juga


El bakalan tetap tidur nyenyak.


"Ayo tuan, nyonya dan adik adik..


silahkan duduk ke kursi masing masing


karena kita akan segera berangkat.."


ucap dua orang pramugari yang


akan membantu perjalanan mereka.


"hai everyone...


Rey di sini berbicara sebagai Ko-Pilot


kalian.. harap segera pasang sabuk


pengaman dan kencangkan karena


kita akan segera Landing."


ia berbicara seolah olah sedang


menjadi Pilot sungguhan.


...**********...


Ini otor kasih foto biar halu nya


agak enakan dikit🤭😅😅



Dimas: sayang... cantik banget sih..


Fani: hahahha (tersipu) love u Mas...


Dimas: muuachh.. pulang bawa dimdim


kloter dua enak kali ya..😉😚



Nurul sedang bermain dengan si kembar.


Vino : cantik beut calon bini gua..rrhh...



Riko : cantik banget sih.. Mak lampir ku...


Mila: hhh.. jangan ngajak ribut ya..


mood ku masih baik ini.



Samuel Mahesa. hasil adonan Riko dan Mila.



Gadis dan bujangan nya Dimas.


Ica: senyum dong...


Keenan stay cool padahal ketar ketir


takut pesawatnya jatuh.



El : "sudah sampai kah?"



__ADS_1


#Lancarkan halu nya bosquh😅😅😅


__ADS_2