Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 90: Pro player


__ADS_3

Monitor pendeteksi detak jantung berbunyi seimbang,pertanda kondisi Fani sudah semakin stabil. selama kehamilan nya ntah berapa kali ia masuk rumah sakit karena ulah orang orang di sekitar nya.


beruntung fisik Fani termasuk kuat,sehingga tidak membawa pengaruh buruk kepada janin nya.


Dokter tampak sedang melakukan USG untuk memantau si utun kembar di dalam rahim Fani.


"syukur lah semua nya stabil,perkembangan nya juga bagus. hanya saja air ketuban nya sedikit keruh karena si ibu sempat mengalami stress berat kemarin"


terang sang dokter.


Dokter juga menjelaskan semua perkembangan janin nya.


"usia nya sudah 17 minggu 3 hari..." imbuh nya lagi.


Dimas dan Fani tersenyum bahagia mendengar perkembangan buah cinta mereka.


"apa jenis kelamin nya sudah bisa di lihat dok?" tanya Dimas antusias.


"sebentar ya..." Dokter itu memutar alat USG ke sisi kanan perut Fani.


Dokter: "waahh... selamat ya Bapak benar benar mendapatkan paket komplit.anak bapak kembar pengantin"


"kembar pengantin?" tanya Dimas dan Fani hampir serentak,mereka tak mengerti dengan perkataan sang Dokter.


"iya.. kembar sepasang,laki laki dan perempuan" senyum sang dokter merekah.


Dimas dan Fani langsung saling bertatapan dengan wajah berbinar.


senyuman penuh cinta saling mereka lemparkan satu sama lain.


"sayang.. kamu benar benar membuat kebahagiaan Mas semakin berlimpah"


ia mengecup hangat kening Fani.


"Fani juga bahagia banget Mas.. "


ia tersenyum lembut,sungguh hadiah yang sempurna setelah melewati masa yang mengerikan.


"ukuran" Dokter hendak menjelaskan ukuran si utun. eh di potong oleh Dimas.


Dimas: "Mas yakin pasti wajah dimdim fotocopy kita berdua banget nih.."


Fani "iya Mas.. Fani nggak sabar lihat wajah Dimas dan Fani junior"


Dokter: "fundus nya.,"


"Mas yakin mama pasti seneng nya bukan main kalau tau ini, aakhh... kalau bukan di rumah sakit Mas pasti udah lompat lompat ini" Dimas tampak tak tahan untuk mengekspresikan kebahagiaan nya.


ia juga terus mencium kening dan pipi Fani sebagai ucapan terimakasih nya karena sudah memberinya buah hati.


"hahah Mas ini ada ada aja.."


mereka terus saja meluapkan cinta dan kebahagiaan nya,tanpa sadar dokter yang sedari tadi mencoba bicara selalu di potong mereka berdua karena terlalu di mabuk cinta.


Si Dokter hanya bisa mengecapkan bibir nya sambil menunggu Dimas dan Fani selesai.


baru kali ini ia melihat pasangan suami istri yang sangat berbahagia hingga lupa tempat.


"jadi pengen nikah mak.."


batin sang Dokter sambil garuk garuk kepala.


...~~~~...


Di tempat lain...


Mila membawa Riko ke kamar hotel di mana keluarga besar nya menginap.

__ADS_1


"loh.. kenapa ini kok calon menantu mama basah kuyup?" mama nya Mila bergegas membawakan handuk.


"hehehe... ini nggak sengaja ke siram tadi Bu"


wajah sangar Riko berubah 360 derajat menjadi super kalem dan menggemaskan. tak lupa lesung pipi yang hanya bisa di lihat 300 tahun sekali itu pun muncul.


sangar boleh,tapi di depan mertua harus tetep gemoy.


"chh..!" Mila memandang jengah ke arah Riko.


"ya udah cepetan ganti baju ntar masuk angin loh"


sahut mama nya Riko yang asik menata pakaian nya. ya mereka semua baru saja sampai pagi ini.


Tatapan Mila mengikuti langkah Riko yang menuju kamar mandi,ia terpana dengan postur tubuh nya Riko sangat uh ahw waww lah pokok nya.


"baru badan nya itu.. belum yang lain"


ucap mama nya Riko terkekeh sambil menata pakaian mereka,ternyata sedari tadi ia memperhatikan sang calon menantu yang terpaku akan pesona anak bujang nya.


"gimana?? yakin masih bilang terpaksa menikah sama Riko?" bisik papa nya Mila yang juga memperhatikan nya sedari tadi.


Pipi Mila pun langsung merah merona karena di ledekin oleh papa dan mama mertua nya.


"kenapa dia tidak pernah senyum semanis itu pada ku.." batin Mila dengan hati berdebar debar.


...~~~~...


Malam pun tiba,Vino menepati janji nya untuk membantu Zey pindah ke apartemen baru nya.


ya walaupun tak seluas dan semewah hotel sebelum nya, tapi apartemen ini sangat tepat untuk diri nya yang sedang melarikan diri dari semua orang.


"kenapa kau pindah?" tanya Vino sambil membantu Zey menyusun alat kosmetik nya.


"ingin mencari suasana baru.."


"hhfff... ntah lah, mungkin aku akan menghabiskan dulu sisa uang ku" tatapan Zey sangat putus asa,tentu saja.


karir yang bertahun tahun ia bangun kini hancur dalam sekejap mata.


beruntung di saat saat seperti ini ia masih mendapatkan semangat hidup dari orang yang ia cintai.ya walaupun orang itu tak mencintai nya.


"kau tidak ingin kembali bersama orang tua mu?"


Vino bertanya sangat hati hati agar tak menyinggung perasaan Zey.


"orang tua ku tidak lagi menganggap aku anak nya semenjak aku terjun di dunia modeling, hhhhfff... andai saja dulu aku mendengarkan mereka"


Vino mendekati Zey yang sedang duduk di lantai sambil membongkar koper nya.


"hei,, dengarkan aku.


semua yang terjadi di kehidupan kita,ntah itu nasib baik ataupun buruk itu sudah tertulis bahkan jauh sebelum kita di lahirkan.


memang kita di bekali akal sehat untuk memilih jalan yang buruk atau yang baik,tapi untuk yang sudah terjadi anggap saja sebagai pelajaran untuk kita menjalani hidup yang lebih baik kedepan nya.


jadi semangat lah,tuhan pasti menyiapkan sesuatu yang indah di balik semua ini"


"sekarang aku punya penceramah yang handal"


Zey terkekeh kecil. Vino benar benar membuat suasana hati Zey menjadi tenang dan adem.


"hei.. berhentilah membicarakan kesedihan.


kau punya Wine?"


"yaa kau benar,sebaik nya kita minum untuk merayakan perpindahan ku" Zey berdiri dan mengeluarkan Wine yang ia bawa dari hotel sebelumnya.

__ADS_1


Vino menemukan spot yang indah di depan kaca yang mengarah ke balkon.


"kemari lah.. pemandangan nya tampak indah dari sini"


"benarkah?


wah.. kau selalu hebat kalau memilih sesuatu yang indah"


Mereka berdua pun mengobrol panjang lebar,dari mulai masa masa kuliah, keluarga hingga membicarakan hal hal random yang cukup menghibur untuk Zey.


Vino senang bisa melihat Zey tersenyum,bagi nya Zey wanita hebat yang mau mengakui kesalahan nya.


"kau tau aku sangat menyukai mu??"


Zey mulai meracau, tampak nya ia sudah mulai di bawah pengaruh Wine itu.


"hmm..." Vino menenggak lagi dari gelas nya,tampak nya ia pun mulai mabuk.


"tapi kau selalu melihat ku seperti ini.."


Zey mempraktikan pandangan Vino saat menatap wajah nya. ya, pandangan datar dari teman untuk teman.


"coba sesekali lihat aku seperti kau melihat gadis kecil itu..aakkhhhh,, dia sangat beruntung"


ujar nya lagi dengan kepala sempoyongan.


"hh...benarkah??" Vino hanya tersenyum kecil.


"aku.... sangat mencintai mu"


bisik Zey. dengan keadaan mabuk ia mendekatkan tubuh nya ke arah Vino lalu perlahan membuka kancing kemeja nya Vino.


Vino yang sudah mabuk juga menggenggam tangan Zey untuk menghentikan nya.


namun Zey kelihatan nya sudah tak bisa membendung diri nya apalagi saat menghirup aroma maskulin dari dada nya Vino.


Tanpa ragu,Zey meluncurkan bibir nya ke leher Vino. ia menyesapi inci demi inci leher Vino hingga ke dada nya.


karena sedang mabuk dan memang bawaan,Vino tak bisa lagi menolak umpan yang Zey berikan.


siapa yang akan tahan dibuat melayang seperti itu oleh pemain yang memang PRO.


"aakHHhh..." Vino mendesah menikmati permainan yang di berikan Zey.


kesadaran nya sudah tinggal 5 persen lagi,dan tentu itu tak dapat mengendalikan diri nya.


"biarkan aku mencintaimu malam ini Vino..


malam ini saja.." bisik Zey sambil memainkan lidah nya di belakang telinga Vino.


Kali ini 100 persen kesadaran Vino sudah hilang,alkohol dan Zey benar benar mengambil alih iman nya yang hanya setipis serpihan kertas.


ia pun membalikkan tubuh Zey ke bawah lalu melanjutkan aksi mereka dengan penuh gairah.


terjadi lah hal yang tak seharus nya mereka lakukan, cinta? tentu bukan.


itu hanya ***** yang tak bisa mereka kendalikan.


"sshh...Ran, i love u" ucap Vino lirih di iringi ******* kenikmatan.


...*********...


pak cepak cepak cepak jedderrr💦💦


Otor balik lagi gaes...


terimakasih buat dukungan dan semangat nya yaa♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


walaupun otak belum lempeng otor usahain tetap ada buat kalian yang selalu setia membaca cerita ini♥️


__ADS_2