
Melihat Ayu tak menggubris perkataannya, Rianti mendekat dan duduk di sebelah anak bungsunya itu "Ayu? ngelamunin apa sih kamu nak? ada masalah?"
Lamunan Ayu pun seketika buyar saat Rianti menepuk bahunya "iya?? kenapa Ma?"
"Mama penasaran, apa sih yang buat bontot Mama ini ngelamun hmm?" Rianti menatap lembut ke arah Ayu sambil tersenyum.
"mmm.. boleh nggak sih kalau Ayu mau main ke kantor?" tanya Ayu sedikit ragu.
"ya boleh dong, memang nya kamu mau ngapain kesana nak?"
"mau main aja sih, siapa tau Ayu ada minat untuk jadi karyawan di sana hehehe.."
"ck.. dasar kamu ini, Mama pikir apaan tadi sampai kamu ngelamun begitu." padahal Rianti berharap kalau Ayu hendak cerita soal hubungan asmara di sekolah ala ala cinta monyet gitu. soalnya ia sangat senang apabila bisa menjadi teman curhat anak-anak nya.
Setelah meminta izin Mamanya, Ayu pun pergi ke kantor di antarkan Pak supir. ya dari pada penasaran, mending langsung ke TKP. Ayu sudah berpikiran pasti Vino dan Rey tengah adu jotos saat ini.
Nurul yang tak sengaja melihat Ayu pergi bertanya kepada Rianti. "loh Ma? Ayu mau kemana?"
"main ke kantor kata nya." sahut Rianti.
"tumben??" heran Nurul sambil berpikir pasti Ayu kesana untuk mencuci mata karena banyak jejaka tampan di sana.
...~~~~...
Setibanya di kantor, Ayu bingung harus menjelaskan apa nanti nya kalau bertemu dengan Rey. karena bisa saja kan Rey marah karena Ayu menyampaikan berita yang belum tentu benar kepada Vino.
Kebetulan di ruangan tempat Rey bekerja sedang sepi karena semua orang tengah makan siang di kantin.
Tapi sepertinya telinga Ayu menangkap suara orang yang sedang bermusyawarah dari dalam kantor Dimas. perlahan Ayu jalan mendekati pintu kantor lalu menempelkan telinganya di celah lubang kunci.
__ADS_1
Benar saja, di dalam sana Adit, Dimas, Vino dan Rey tengah duduk berhadapan untuk memperjelas semua nya.
Namanya orang jatuh cinta, hatinya pasti berbunga-bunga. begitu juga mungkin yang di rasakan Rey kepada Vino saat itu hingga tatapannya tak bisa lepas dari sang pujaan hati.
"issh!! berhenti menatapku baj!ngan!!" risih Vino sambil melemparkan bantal sofa ke wajah Rey.
"wajahmu terlalu indah untuk di lewatkan" ujar Rey membuat bulu kuduk Vino berdiri kaku.
"sejak kapan kamu menyadari penyimpangan ini?" tanya Adit setelah mengatur nafas. biasa, begah perut nya karena kelamaan nongkrong di WC.
"entah lah, yang jelas dari dulu Saya tidak pernah tertarik pada wanita." jawab Rey enteng.
"hei! dia yang bertanya, jangan menatapku terus!" rutuk Vino semakin kesal.
Rey hanya tersenyum kecil lalu mengganti arah matanya ke arah Dimas. langsung salah tingkah lah Dimas karena tak mau membuat Rey terpesona akan kharisma nya.
"kau yakin tidak menyukaiku kan?! kita bersama lebih dari dua tahun, kau yakin tidak menyimpan perasaan seperti itu?" tanya Dimas panik.
glekk.. "tidak!" sahut Dimas cepat.
"apa kau pernah mencoba berpacaran dengan wanita?" tanya Adit lagi.
"sering.. beberapa bertahan lebih dari setahun, tapi Saya memutuskan lebih dulu karena kasihan pada mereka."
"kasihan?" Adit tampak bingung.
"mereka mencintai Saya, tapi Saya tidak pernah bisa menyukai mereka. bukankah kasihan?" Rey merasa tak ada gunanya mempertahankan hubungan karena ia merasa itu hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Semua wanita yang ia pacari tak ada satu pun yang membuat nya berubah, jantung nya hanya akan berdegup kencang bila ia melihat lelaki tampan seperti Vino misalnya.
__ADS_1
"lalu sejauh mana perasaanmu terhadap para lelaki? apa kau pernah 'berhubungan' atau kau ada niat untuk menikah dengan sesama lelaki?" tujuan Adit bertanya agar lebih mudah mencari penanganannya. kalau ternyata belum parah maka Rey bisa menjalani hari-harinya seperti biasa sambil di ubah perlahan. namun jika sudah parah maka mau tak mau Rey harus bersedia di rehabilitasi ke dokter jiwa.
"belum. Saya juga tidak pernah menjalin hubungan dengan pria yang Saya sukai. karena Saya berharap bisa mengembalikan jati diri Saya sebagai laki laki walaupun sampai sekarang belum bisa."
"lalu kenapa kau menyatakan perasaanmu padaku hah? kenapa tidak kau simpan saja!" lagi-lagi Vino terbawa suasana panas itu.
"karena kau menuduhku. lagi pula di antara pria yang ku temui kau yang paling menggetarkan hatiku, karena kau sangat seksi..." entah memang tak tau malu, atau hanya sekedar menggoda Vino. yang pasti Rey membuat Adit dan Dimas ingin muntah saat itu juga.
Vino beranjak dari sana, sedikit lebih lama saja dia di sana rasa nya seluruh pori pori di tubuh nya akan sobek karena merinding terus. "hiss!!! aku tak tahan lagi.! kalian atasi sendiri tokek gurun ini!"
Saat Vino membuka pintu itu dengan kejengkelan, tiba-tiba Ayu yang tengah menempelkan telinganya tersungkur kelantai. "aduhh!!!"
"Ayu??" gumam mereka serempak.
"ngapain kamu kesini?" tanya Vino heran.
"ee...ini.." Ayu bingung harus menjawab apa. badannya hampir lemas karena dapat kejutan ganda, yang pertama ketahuan sedang nguping. yang kedua ia dengar semua fakta tentang sosok Rey.
"dia pasti mendengar semuanya." ucap Rey saat membaca raut wajah Ayu.
Dimas berdiri dan menarik Ayu kedalam. sementara Vino kembali masuk dan menutup pintunya.
"apa kamu dengar semua nya?" tanya Dimas.
Vino pun juga penasaran "jadi kamu sudah tau kalau Rey.."
"G..Gay?" bibir Ayu bergetar saat mengatakan itu.
"pastikan hanya kalian yang mengetahui ini oke?! bagaimana pun ini aib. jadi jangan menyebarkam ini ke siapa pun." keputusan Adit langsung di angguki oleh mereka semua termasuk Ayu.
__ADS_1
...*******...
Sory beb...lama nongolnya, dah tu pendek pula epsd nya😁 jangan marah yeee😙