
Setelah mantap memutuskan, Vino dan
Nurul pun menetapkan tanggal pindahan
mereka ke rumah baru yakni setelah
ujian Nurul selesai.
Sementara Nurul dan Vino sedang
berbahagia menyusun masa depan
rumah tangga mereka, Rianti malah
menangis haru di taman hingga membuat
kedua mata nya sembab.
"Ma...., kenapa??"
tanya Nurul pelan sembari menatap
sayu Rianti.
Rianti hanya tersenyum, namun senyuman
itu cukup jelas menunjukkan kesedihan.
"Mama masih nangis gara gara Nur
mau pindah ya??"
"Mama cuma takut kalian semua
perlahan pergi meninggalkan mama."
lirih Rianti dalam benak nya.
Melihat sorot mata Rianti, Nurul paham
kegundahan macam apa yang sedang
di rasakan oleh nya.
"Ma.. Nur kan pindah nya nggak jauh,
Nur pasti bakal sering main ke sini sama
seperti kak Fani."
"tetap saja rasa nya akan beda nak..
biasa nya kalau malam mama dengar
kamu nyanyi, dengar kamu ribut sama
Dika, pasti akan berbeda nanti.."
ujar Rianti dengan tatapan kosong.
"di tambah ini...
bunga bunga ini pasti akan mengingatkan
mama sama kamu terus.. hikss..hiks.."
imbuh nya sedikit terisak.
"Ma.. kan masih ada Ayu sama kak Dika.
lagian Nur pasti sering kok main ke sini,
jadi mama jangan khawatir ya..."
"khmm..
waktu Dimas pindah mama nggak seharu
ini deh perasaan."
celetuk Dimas, ia pura pura menatap
sewot ke arah mama nya.
"ya kan kamu udah sering ninggalin mama.
jadi mama kebal."
balas Rianti dengan sorot mata serupa.
Dimas mendekat, lalu merangkul bahu
Rianti yang sudah mulai renta karena faktor usia.
"Ma.. kami ini tetap anak anak mama.
jadi mama jangan merasa terabaikan
karena kami sudah punya pasangan hidup.
mama tetap yang nomor satu kok di sini.."
ia menepuk pelan dada nya mengisyaratkan
keabadian sang mama yang takkan
lepas dari sanubari nya.
GUBRRRAKKK!!!!
suara keras menyerupai dentuman yang
berasal dari rumah membuat mereka terkejut.
Sontak saja momen haru Dimas,Rianti
dan Nurul bubar. mereka langsung berlari
menuju ruangan di mana suara itu berasal.
"Pak Vino..!!!"
ucap Nurul panik saat mengetahui suaminya
terkapar di atas meja kayu dengan kaki
menjuntai ke lantai.
ya.. Nurul emang suka kelepasan
manggil Bapak kalau lagi panik ya gaes..
maklum masih manten baru๐ธ
"aakhhhh!! pinggang ku..!"
rintih Vino hampir hilang kesadaran.
Ini akibat dia kurang kerjaan.
sebelum insiden terjadi....
Vino baru saja selesai menemani El
nonton video sebuah animasi.
seekor beruang yang menari ria
saat hendak menghiasi dinding
dengan lampu dan bola khas natal.
beruang tersebut menuruni tangga
di bagian pagar nya, merosot ala ala
anak TK.๐
Setelah selesai menonton dan El tertidur,
Vino pun keluar berniat menemui Nurul.
namun mata nya langsung berbinar
saat tangan nya menyentuh
pagar tangga yang terlihat menggiurkan.
"asik juga kaya nya.."
begitu mungkin batin Vino saat melihat
pagar stainless yang melingkar mengikuti
pola anak tangga. ia pun iseng mencoba nya
dari bagian tengah. tapi nahas nya,
__ADS_1
bokong nya malah terpeleset hingga menyebabkan diri nya terhempas, terjungkal
di atas meja. untung meja nya kayu,
kalau kaca sudah habis tuh badan Vino.
...~~~~...
Di bawa lah Vino kerumah sakit terdekat
yang tak lain tempat Dika dan Bian
bekerja. tadi nya Vino ngotot mau nya
di bawa ke klinik mama nya saja, namun
Dimas tak setuju karena di butuhkan waktu
setengah jam lebih lama di bandingkan
ke rumah sakit terdekat.
"Woy..! pelan pelan mony*t!!"
rutuk Vino saat Dimas melewati polisi
tidur di halaman rumah sakit.
"hahahaha... iya iya..
santai kamvret. masih untung ku antar."
Dimas tampak tak bisa menahan tawa
karena kelakuan Vino.
"lagian Mas ngapain sih hah!
untung cuma pinggang nya yang sedera,
coba kalau kepala nya gimana coba?!
bisa gegar otak tau nggak!!"
hardik Nurul geram namun tetap mengelus
punggung Vino.
"aduh!!
kok pada untung untungan sih..
ini pinggang saya mau patah rasa nya
untung dari mana coba??"
rengek Vino.
...-...
...-...
Sebagai ahli organ dalam, Bian merasa
ini tanggung jawab nya. yakni memeriksa
keadaan pasien baik itu pria maupun wanita.
apalagi jika sudah berurusan dengan organ
reproduksi, maka dia lah orang yang tepat
jika ingin selamat.
Bibir Vino sudah tak simetris saat
melihat Bian berdiri menyambut nya.
ini hal yang ia hindari, namun malah kejadian.
"pasien mengeluhkan sakit pada pinggang
dan juga bagian kelamin nya Pak."
suster menyerahkan catatan yang ia
dapat dari Nurul saat dalam perjalanan
kesana.
"sakit..??"
sebelah kiri nya.
"AAAAAGGG!!!"
Vino menggeratkan gigi nya, wajah nya
pun merah karena menahan sakit.
"saya keluar aja kali ya.."
Nurul merasa tak enak.
"di sini saja, tidak apa apa."
ucap Bian tersenyum lembut.
semakin panas lah Vino melihat itu.
Bian membaca hasil ronsen yang
menggambarkan kondisi tulang panggul
Vino.
"patah tulang ringan,
saya sarankan untuk di rawat satu malam
jika pasien tidak keberatan."
"kalau saya keberatan?!"
ucap Vino.
"apa tidak ada efek serius bang?"
Nurul tampak khawatir mengingat
usia Vino yang sudah melewati 30 tahun.
"kenapa kamu takut tulang nya keropos?"
Bian tampak usil mengerjai Nurul.
dan Nurul pun mengangguk dengan mimik
wajah polos.
"heh!! saya masih kuat ya..!"
celetuk Vino tak terima.
"hahahaha.. tenang saja,
tidak ada efek serius, tapi untuk
10 hari kedepan libur dulu ya.."
ucap Bian sembari menuliskan beberapa
resep obat untuk Vino.
Vino maupun Nurul mengerutkan alis nya.
"libur.. apa nya??"
Entah kenapa rasa profesional di diri
Bian sedikit minder karena yang ia
tangani suami dari sang mantan sehingga
berat rasa nya hendak mengucapkan
kalimat 'berhubungan' secara gamblang.
Bian mengalihkan kan pandangan nya.
"khm.. itu..
engkol engkolan nya libur dulu."
Otak Vino langsung nyambung dengan
maksud perkataan Bian.
__ADS_1
"WHAATT!! 10 HARI?!"
baru juga buka puasa beberapa hari,
eh sudah di suruh puasa lagi.
"apa sih?? apa nya yang di engkol?
apa yang sepuluh hari??"
tanya Nurul masih tak mengerti.
"kamu."
ucap Bian dan Vino berbarengan.
"heh! kau jangan ikut ikut!
dan berhenti menatap nya seperti itu!"
ketus Vino, hilang sudah kesan formal
yang beberapa menit lalu mampir di antara
mereka.
"lah.. kan saya dokter nya.!
sekarang buka celana mu."
"untuk apa?!!"
Vino langsung panik.
Bian melebarkan mata nya.
"untuk di periksa, bukan kah anda
mengeluhkan ngilu di bagian bakso nya??
saya ingin memastikan ada cedera serius
atau tidak!"
Vino menepis tangan Bian yang hendak
membantu melepaskan sabuk celana nya.
"nggak nggak! nggak mau aku kalau
kau yang memeriksa!"
"carikan dokter lain!"
ketus Vino.
"Mas!! dokter S.pog di sini yang laki
itu cuma bang Bian! jangan ngada ngada ya.
nggak ikhlas Nur kalau Mas di obok obok
perempuan lain.!"
"loh kok kamu hapal sih?"
"ya kan dia mantan saya.."
jawab Bian dengan bangga nya.
"iya.."
sahut Nurul pula sangat enteng.
๐ค๐ค๐ค
Dada Vino sudah hampir terbakar saking
panas nya. ingin rasa nya ia menghaluskan
wajah Bian saat itu juga. namun apalah daya
untuk menggerakkan kaki pun ia tak bisa
karena tulang ekor nya cedera.
"ya udah buruan periksa!!"
akhir nya Vino hanya bisa pasrah.
Bian memberi kode kepada suster untuk
keluar sebentar.
Nurul yang merasa malu pun hendak
keluar dari ruangan itu.
"mau kemana dek?"
"keluar bang.. mau di periksa kan?"
"fffttt..."
Bian hampir tertawa melihat sifat
Nurul yang masih sama.
"kenapa keluar? kan dia suami kamu."
"oh.. iya ya.."
Nurul masuk lagi sambil menggaruk
kepala nya.
Sesi pemeriksaan pun di mulai.
mau tak mau Vino hanya bisa pasrah
karena barang pusaka nya di lihat oleh
seorang Bian.
Melihat ekpresi malu nya Vino serta
canggung nya Nurul. Bian berinisiatif
mencairkan suasana.
"ukuran nya sama kan dek seperti
punya saya." senyum tipis ia sigarkan
saat pertama melihat batang nya Vino.
"iya bang.."
sahut Nurul tanpa tau apa yang di
maksut Bian.
Sontak Vino melotot selebar lebar nya.
"heh?!๐ฒ
a..apa.. yang kalian bicarakan?!!"
...*********...
Beb... maafkeun baru bisa balik lagi ya๐
ada banyak hal yg buat otor berhenti lama
banget dri mulai keperluan tetangga sampe keperluan pribadi otor sendiri๐
kemarin otor sempet drop karena magh
vertigo pada kambuh, jadi otor mutuskan
istirahat total dari dunia perhaluan ini.
ya karena gk bisa istirahat di dunia nyata๐คช
buat yg nebak otor pindah lapak dll.
nggak gaes, ini udah kontrak. jadi otor
bakal lanjutin ini sampe tamat, sampe kalian puassssss๐
dan bisa bayangin kan kalian berapa
besar nya otor kehilangan pundi2 rupiah
karena jarang Up๐ญ
pokok nya makasih banyak buat bebeb2
__ADS_1
yg masih setia nungguin otor.
lop u banget๐๐๐๐๐๐๐