Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 65: Jatuh


__ADS_3

Setelah mantap memutuskan, Vino dan


Nurul pun menetapkan tanggal pindahan


mereka ke rumah baru yakni setelah


ujian Nurul selesai.


Sementara Nurul dan Vino sedang


berbahagia menyusun masa depan


rumah tangga mereka, Rianti malah


menangis haru di taman hingga membuat


kedua mata nya sembab.


"Ma...., kenapa??"


tanya Nurul pelan sembari menatap


sayu Rianti.


Rianti hanya tersenyum, namun senyuman


itu cukup jelas menunjukkan kesedihan.


"Mama masih nangis gara gara Nur


mau pindah ya??"


"Mama cuma takut kalian semua


perlahan pergi meninggalkan mama."


lirih Rianti dalam benak nya.


Melihat sorot mata Rianti, Nurul paham


kegundahan macam apa yang sedang


di rasakan oleh nya.


"Ma.. Nur kan pindah nya nggak jauh,


Nur pasti bakal sering main ke sini sama


seperti kak Fani."


"tetap saja rasa nya akan beda nak..


biasa nya kalau malam mama dengar


kamu nyanyi, dengar kamu ribut sama


Dika, pasti akan berbeda nanti.."


ujar Rianti dengan tatapan kosong.


"di tambah ini...


bunga bunga ini pasti akan mengingatkan


mama sama kamu terus.. hikss..hiks.."


imbuh nya sedikit terisak.


"Ma.. kan masih ada Ayu sama kak Dika.


lagian Nur pasti sering kok main ke sini,


jadi mama jangan khawatir ya..."


"khmm..


waktu Dimas pindah mama nggak seharu


ini deh perasaan."


celetuk Dimas, ia pura pura menatap


sewot ke arah mama nya.


"ya kan kamu udah sering ninggalin mama.


jadi mama kebal."


balas Rianti dengan sorot mata serupa.


Dimas mendekat, lalu merangkul bahu


Rianti yang sudah mulai renta karena faktor usia.


"Ma.. kami ini tetap anak anak mama.


jadi mama jangan merasa terabaikan


karena kami sudah punya pasangan hidup.


mama tetap yang nomor satu kok di sini.."


ia menepuk pelan dada nya mengisyaratkan


keabadian sang mama yang takkan


lepas dari sanubari nya.


GUBRRRAKKK!!!!


suara keras menyerupai dentuman yang


berasal dari rumah membuat mereka terkejut.


Sontak saja momen haru Dimas,Rianti


dan Nurul bubar. mereka langsung berlari


menuju ruangan di mana suara itu berasal.


"Pak Vino..!!!"


ucap Nurul panik saat mengetahui suaminya


terkapar di atas meja kayu dengan kaki


menjuntai ke lantai.


ya.. Nurul emang suka kelepasan


manggil Bapak kalau lagi panik ya gaes..


maklum masih manten baru๐Ÿ˜ธ


"aakhhhh!! pinggang ku..!"


rintih Vino hampir hilang kesadaran.


Ini akibat dia kurang kerjaan.


sebelum insiden terjadi....


Vino baru saja selesai menemani El


nonton video sebuah animasi.


seekor beruang yang menari ria


saat hendak menghiasi dinding


dengan lampu dan bola khas natal.


beruang tersebut menuruni tangga


di bagian pagar nya, merosot ala ala


anak TK.๐Ÿ˜


Setelah selesai menonton dan El tertidur,


Vino pun keluar berniat menemui Nurul.


namun mata nya langsung berbinar


saat tangan nya menyentuh


pagar tangga yang terlihat menggiurkan.


"asik juga kaya nya.."


begitu mungkin batin Vino saat melihat


pagar stainless yang melingkar mengikuti


pola anak tangga. ia pun iseng mencoba nya


dari bagian tengah. tapi nahas nya,

__ADS_1


bokong nya malah terpeleset hingga menyebabkan diri nya terhempas, terjungkal


di atas meja. untung meja nya kayu,


kalau kaca sudah habis tuh badan Vino.


...~~~~...


Di bawa lah Vino kerumah sakit terdekat


yang tak lain tempat Dika dan Bian


bekerja. tadi nya Vino ngotot mau nya


di bawa ke klinik mama nya saja, namun


Dimas tak setuju karena di butuhkan waktu


setengah jam lebih lama di bandingkan


ke rumah sakit terdekat.


"Woy..! pelan pelan mony*t!!"


rutuk Vino saat Dimas melewati polisi


tidur di halaman rumah sakit.


"hahahaha... iya iya..


santai kamvret. masih untung ku antar."


Dimas tampak tak bisa menahan tawa


karena kelakuan Vino.


"lagian Mas ngapain sih hah!


untung cuma pinggang nya yang sedera,


coba kalau kepala nya gimana coba?!


bisa gegar otak tau nggak!!"


hardik Nurul geram namun tetap mengelus


punggung Vino.


"aduh!!


kok pada untung untungan sih..


ini pinggang saya mau patah rasa nya


untung dari mana coba??"


rengek Vino.


...-...


...-...


Sebagai ahli organ dalam, Bian merasa


ini tanggung jawab nya. yakni memeriksa


keadaan pasien baik itu pria maupun wanita.


apalagi jika sudah berurusan dengan organ


reproduksi, maka dia lah orang yang tepat


jika ingin selamat.


Bibir Vino sudah tak simetris saat


melihat Bian berdiri menyambut nya.


ini hal yang ia hindari, namun malah kejadian.


"pasien mengeluhkan sakit pada pinggang


dan juga bagian kelamin nya Pak."


suster menyerahkan catatan yang ia


dapat dari Nurul saat dalam perjalanan


kesana.


"sakit..??"


sebelah kiri nya.


"AAAAAGGG!!!"


Vino menggeratkan gigi nya, wajah nya


pun merah karena menahan sakit.


"saya keluar aja kali ya.."


Nurul merasa tak enak.


"di sini saja, tidak apa apa."


ucap Bian tersenyum lembut.


semakin panas lah Vino melihat itu.


Bian membaca hasil ronsen yang


menggambarkan kondisi tulang panggul


Vino.


"patah tulang ringan,


saya sarankan untuk di rawat satu malam


jika pasien tidak keberatan."


"kalau saya keberatan?!"


ucap Vino.


"apa tidak ada efek serius bang?"


Nurul tampak khawatir mengingat


usia Vino yang sudah melewati 30 tahun.


"kenapa kamu takut tulang nya keropos?"


Bian tampak usil mengerjai Nurul.


dan Nurul pun mengangguk dengan mimik


wajah polos.


"heh!! saya masih kuat ya..!"


celetuk Vino tak terima.


"hahahaha.. tenang saja,


tidak ada efek serius, tapi untuk


10 hari kedepan libur dulu ya.."


ucap Bian sembari menuliskan beberapa


resep obat untuk Vino.


Vino maupun Nurul mengerutkan alis nya.


"libur.. apa nya??"


Entah kenapa rasa profesional di diri


Bian sedikit minder karena yang ia


tangani suami dari sang mantan sehingga


berat rasa nya hendak mengucapkan


kalimat 'berhubungan' secara gamblang.


Bian mengalihkan kan pandangan nya.


"khm.. itu..


engkol engkolan nya libur dulu."


Otak Vino langsung nyambung dengan


maksud perkataan Bian.

__ADS_1


"WHAATT!! 10 HARI?!"


baru juga buka puasa beberapa hari,


eh sudah di suruh puasa lagi.


"apa sih?? apa nya yang di engkol?


apa yang sepuluh hari??"


tanya Nurul masih tak mengerti.


"kamu."


ucap Bian dan Vino berbarengan.


"heh! kau jangan ikut ikut!


dan berhenti menatap nya seperti itu!"


ketus Vino, hilang sudah kesan formal


yang beberapa menit lalu mampir di antara


mereka.


"lah.. kan saya dokter nya.!


sekarang buka celana mu."


"untuk apa?!!"


Vino langsung panik.


Bian melebarkan mata nya.


"untuk di periksa, bukan kah anda


mengeluhkan ngilu di bagian bakso nya??


saya ingin memastikan ada cedera serius


atau tidak!"


Vino menepis tangan Bian yang hendak


membantu melepaskan sabuk celana nya.


"nggak nggak! nggak mau aku kalau


kau yang memeriksa!"


"carikan dokter lain!"


ketus Vino.


"Mas!! dokter S.pog di sini yang laki


itu cuma bang Bian! jangan ngada ngada ya.


nggak ikhlas Nur kalau Mas di obok obok


perempuan lain.!"


"loh kok kamu hapal sih?"


"ya kan dia mantan saya.."


jawab Bian dengan bangga nya.


"iya.."


sahut Nurul pula sangat enteng.


๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค


Dada Vino sudah hampir terbakar saking


panas nya. ingin rasa nya ia menghaluskan


wajah Bian saat itu juga. namun apalah daya


untuk menggerakkan kaki pun ia tak bisa


karena tulang ekor nya cedera.


"ya udah buruan periksa!!"


akhir nya Vino hanya bisa pasrah.


Bian memberi kode kepada suster untuk


keluar sebentar.


Nurul yang merasa malu pun hendak


keluar dari ruangan itu.


"mau kemana dek?"


"keluar bang.. mau di periksa kan?"


"fffttt..."


Bian hampir tertawa melihat sifat


Nurul yang masih sama.


"kenapa keluar? kan dia suami kamu."


"oh.. iya ya.."


Nurul masuk lagi sambil menggaruk


kepala nya.


Sesi pemeriksaan pun di mulai.


mau tak mau Vino hanya bisa pasrah


karena barang pusaka nya di lihat oleh


seorang Bian.


Melihat ekpresi malu nya Vino serta


canggung nya Nurul. Bian berinisiatif


mencairkan suasana.


"ukuran nya sama kan dek seperti


punya saya." senyum tipis ia sigarkan


saat pertama melihat batang nya Vino.


"iya bang.."


sahut Nurul tanpa tau apa yang di


maksut Bian.


Sontak Vino melotot selebar lebar nya.


"heh?!๐Ÿ˜ฒ


a..apa.. yang kalian bicarakan?!!"


...*********...


Beb... maafkeun baru bisa balik lagi ya๐Ÿ˜˜


ada banyak hal yg buat otor berhenti lama


banget dri mulai keperluan tetangga sampe keperluan pribadi otor sendiri๐Ÿ™ƒ


kemarin otor sempet drop karena magh


vertigo pada kambuh, jadi otor mutuskan


istirahat total dari dunia perhaluan ini.


ya karena gk bisa istirahat di dunia nyata๐Ÿคช


buat yg nebak otor pindah lapak dll.


nggak gaes, ini udah kontrak. jadi otor


bakal lanjutin ini sampe tamat, sampe kalian puassssss๐Ÿ˜…


dan bisa bayangin kan kalian berapa


besar nya otor kehilangan pundi2 rupiah


karena jarang Up๐Ÿ˜ญ


pokok nya makasih banyak buat bebeb2

__ADS_1


yg masih setia nungguin otor.


lop u banget๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2