
Setelah Jam kerja selesai,Vino langsung meluncur
menjemput Nurul.
"Ran,saya otw jemput kamu.."
ia mengirim pesan WhatsApp kepada Nurul.
"masih di sekolah pak.."
balas Nurul yang baru saja keluar dari kelas nya,ya seharus nya ia sudah pulang dari jam 1 tadi.
tapi karena minggu depan mereka ujian akhir semester
jadi Nurul mengambil kelas esktra yang di adakan oleh sekolah.
"saya jemput..."
Vino langsung tancap gas ke sekolahan Nurul.
...~...
Hari ini semua karyawan wanita benar benar mabuk oleh pesona nya Dimas.
mereka bahkan belum pulang demi melihat Dimas yang belum keluar dari ruangan nya padahal jam kerja sudah berakhir 1 jam yang lalu.
mayan cuci mata sekali kali. jarang jarang Dimas salah kostum begitu bun๐.
Setelah menunggu sampai berakar,akhir nya yang mereka tunggu tunggu tiba.
Dimas keluar dari ruangan nya namun kali ini mantel nya tak di pakai,ia hanya mengenakan kaos hitam nya yang lumayan ketat hingga memperlihatkan dengan jelas dada tegap nya.
para karyawan itu pun tambah mabok melihat Dimas.
"Kenapa kalian belum pulang?"
tanya Dimas heran,perasaan sedang tidak ada lemburan.
"ini pak.. kami lagi rundingan mau cari tempat makan.." sahut mereka beralasan.
Dimas hanya menganggukkan kepala nya lalu meninggalkam mereka.
"aduh tolong mata ku..."
"gilakkk keren parahhh...."
"semoga Bu Fani sering sering buat Pak Dimas salah kostum.."
mereka tak henti henti nya memandangi Dimas sambil terkagum kagum.
...~~~~...
Di rumah...
"sayang..."
panggil Dimas sambil melepaskan sepatu nya.
"Mas.. tumben lama pulang nya?"
"iya sayang.. gara gara si Vino mau jalan sama gebetan nya, jadi banyak yang harus Mas kerjakan"
Vino tampak nya tak memberitahu Dimas kalau yang mau ia temui adalah Nurul.
"ahahha... dasar tu orang banyak bener perasaan gebetan nya"
ujar Fani.
"Mas mau makan atau mandi dulu?"
__ADS_1
"mandi dulu deh,gerah soal nya.. kamu sudah mandi?"
"hehe.. udah Mas.."
"kan.. kenapa nggak nunggu Mas dulu mandi nya, Mas pingin mandi bareng" ujar Dimas bermanja.
"hehehe..besok deh ..besok.."
Fani pun mengantarkan Dimas ke kamar sekalian menyiapkan baju ganti.
"lemari nya sudah bi..."
wajah Dimas langsung terkejut kala melihat pintu lemari yang terlepas secara brutal itu.
"loh?!! kok?"
ia menghampiri pintu itu dengan kepanikan.
"hehehe.. abis Fani bingung mau gimana"
ya Fani meminta bantuan kedua Art nya untuk menjebol pintu lemari super canggih itu.
Dimas hanya bisa menghela nafas nya dengan wajah lemas lesu,pasal nya lemari itu ia desain sendiri selama berhari hari tapi malah....
"hhhfff...padahal Mas baru mau mengganti sistem sensorik nya"
"aduh.. udah begini aja Mas, jangan pake kunci aneh aneh lagi. lagian siapa juga sih yang mau membobol kamar kita"
"tapi itu Mas buat dengan kerja keras Mas sendiri sayang...dan sekarang remuk rasa hati Mas liat nya" Dimas masih saja belum bisa menerima kalau lemari ajaib nya sudah rusak.
"yaa..maaf Mas, abis Fani jengkel mau ngambil apa apa jadi susah"
"udah lah Mas...masih bagus kok,cuma lepas pintunya doang hehehe..",
"mama kalian ini bener bener kaya samson nak.."
ujar Dimas sambil mengusap perut Fani.
kandungan Fani sudah mulai mengalami kedutan terutama saat merespon suara orang tua nya.
"heheh.. iya Mas,dari tadi pagi juga kalau Fani ajak bicara mereka kaya nyaut gitu pake getaran"
"waahh... dimdim... ini papa nak๐"
raut wajah Dimas seketika menjadi berbinar.
dan benar saja,perut Fani kembali bergetar kecil saat mendengar suara Dimas.
"ihh.. iya sayang.. wiiihhh.. kok mereka hebat sih sudah bisa nyahut.. waahhhh kelihatan nya aktif kaya kamu nih anak kita"
oceh Dimas sambil menempelkan telinga nya di perut Fani.
"papa mandi dulu gih.. bau bucukk" ucap Fani dengan mengubah suara sepeti anak kecil.
"oh iya sampai lupa kalau belum mandi..
papa mandi dulu ya.. muuachhh"
ia pun langsung beranjak dengan wajah girang,seperti nya si pintu lemari sudah di lupakan oleh Dimas.
"yes... kerja bagus anak anak..."
gumam Fani tersenyum lebar.
...~~~~...
ckiiittt.....
Rem mobil Vino membuat ban berdecit dengan aspal.
__ADS_1
ia pun segera turun menghampiri Nurul yang sudah menunggu di halte sekolahan nya.
"ayo..."
"langsung pergi pak?"
Nurul merasa tak nyaman jika harus pergi masih dengan seragam sekolah nya.
"iya...pameran nya udah di mulai setengah jam yang lalu,kita akan ketinggalan kalau lebih lama lagi"
"t..tapi Nur juga belum pamit sama mama"
baru saja di bicarakan,handpone Nurul berdering karena Rianti menelpon nya.
"hallo ma..."
"kamu di mana nak? kok jam segini belum pulang?"
"Nur ada kelas tambahan ma.. jadi agak sore.
oh iya ma..
Nur mau pergi ke museum A sama pak Vino boleh?"
"mana coba mama mau ngomong sama Vino"
Rianti terlihat khawatir kalau Nur pergi dengan teman teman nya ke tempat yang tidak tidak.
Nurul pun menyerahkan ponsel nya pada Vino.
"hallo tante..."
"beneran sama kamu pergi nya Vino?"
"iya tante.."
"ya sudah kalau gitu, tante kira sama anak anak nggak jelas.. hati hati ya kalian.." ucap Rianti kemudian mengakhiri telepon nya. wajar jika ia khawatir sebab anak sekolah jaman sekarang pergaulan nya sangat bebas.
apalagi Nurul tipe orang yang penurut, maka nya Rianti takut anak gadis nya malah di peralat oleh orang orang bermuka dua.
"kata mama boleh pak?" tanya Nurul memastikan.
"boleh dong.. ayo masuk"
Vino menarik tangan Nurul masuk ke mobil nya.
tanpa di sadari,tak jauh dari sana Zey ternyata membututi Vino dari tadi.
ia terlihat kepanasan melihat kedekatan Vino dan Zey.
"yaa.. tentu saja Vino menyukai nya,dia gadis baik baik. tidak seperti aku yang sangat kotor ini"
gumam Zey.
"hm..khm.."
Vino sengaja berdeham untuk merilekskan suasana,ia malah jadi salah tingkah sendiri saat melihat wajah Nurul.
"kenapa pak?"
"mm..nggak. ini tenggorokan saya tiba tiba gatal"
"minum lah... tu ada air" Nurul menunjuk sebotol air mineral yang ada di sebelah nya.
Dengan tatapan lurus,ia pun meraba rak kecil di sebelah kursi nya mencari posisi botol air itu.
namun bukan nya botol air yang ia pegang,tangan nya malah menyenggol paha Nurul tanpa sengaja.
PLAKKK...
__ADS_1
Nurul menabok tangan Vino lumayan keras.
...********...