
"Mas.. Fani main ke kantor ya.."
ujar nya dari dalam telepon.
"jangan sayang,, nanti kamu kelelahan lagi.."
sahut Dimas meyakinkan sang istri.
"tapi Fani bosen di rumah Mas.. kangen juga,,"
"sama Mas?" Dimas tersipu dan bangga mendengar itu.
"sama buk Mila dan temen temen yang lain.."
Seketika senyuman di bibir Dimas memudar,ia pikir Fani merindukan nya.
"ya udah.. tapi hati hati,jangan mampir kemana mana. langsung ke sini ya.."
"yeeyyy... makasih Mas.. muaachhh..." Fani langsung menutup telepon nya dan bersiap.
"fffuuuuuh.. kenapa dia menciumku tewat telepon." Dimas langsung salah tingkah setelah mendapatkan ciuman daring dari sang istri.
Beberapa menit kemudian..
Saat sedang menggeliat kegirangan. tiba tiba Riko masuk dan menangkap Dimas yang sedang menggeliat seperti cacing kepanasan.
"bagaimana cara merayu wanita?"
ujar Riko tanpa basa basi. ia memang selalu frontal dalam segala hal tapi Dimas tak menyangka ia akan frontal juga dalam hal ini.
"Apaa?!! hahhahahahahahaha..."
tawa Dimas menggelegar, ia tak menyangka Riko mendatanginya hanya untuk hal seperti itu.
"aku serius.." ujar Riko kesal.
"siapa? hahhahaha..siapa wanita yang ingin kau rayu?"
Dimas seperti meledek Riko,karena selama ini Dimas tak pernah melihat Riko dekat dengan wanita.
"ada.. kau hanya harus memberitahu ku cara nya. kurasa aku berguru kepada orang yang tepat mengingat kau sering merayu wanita sejak masih muda." Riko balas meledek Dimas dengan tatapan nya.
"merayu?? masih muda? hiss.. kau pikir aku sudah tua hah?!"
"cepat lah.. beritahu aku."
Riko duduk di sofa dan menyilangkan kaki nya.
"baik lah.." sahut Dimas beranjak dari kursi nya dan menghanpiri Riko dengan wajah menahan tawa.
"coba rayu aku sebisa mu, nanti akan ku koreksi."
imbuh Dimas lagi sambil duduk di meja yang ada di depan Riko.
Dimas: "tatap mata ku dengan penuh cinta.. lalu katakan isi hati mu."
Riko pun menuruti Dimas,dengan wajah dingin nya ia menatap Dimas dan berusaha membuka mulut nya.
__ADS_1
"aku sudah menyukai mu sejak lama.. mau kah kau menjadi kekasih ku.."
"waaahhhhh.... apa kalian dekat? " Dimas malah melenceng dari sesi mengajar nya.
"sssshh!! ajarkan saja cara nya jangan banyak bertanya" dengus Riko sambil melebarkan bola mata nya.
Dimas sekali lagi menahan tawa nya.
"fft.. baik lah. coba sekali lagi dengan penuh perasaan"
Riko pun kembali mengatur nafas nya dan menetralkan wajah.
"khemm... aku sudah menyukai mu sejak lama maukah kau jadi kekasih ku..." Riko pun menatap Dimas penuh cinta seolah olah Dimas lah wanita yang ia sukai.
Tanpa mereka sadari Mila dan Fani mematung di depan pintu yang memang tidak di tutup dengan berkas dan bekal di tangan masing masing.
mereka saling pandang beberapa saat lalu kembali menatap ke arah Riko dan Dimas yang sedang berhadapan mengungkapkan cinta.
Fani berjalan ke arah Dimas dengan suhu tubuh panas ingin memukul suami nya.
"Mas.!!"
Dimas dan Riko yang sedang berpegangan tangan pun langsung berdiri terlonjak.
"ya ampun Mas...inget istri... udah mau punya anak juga nggak tobat tobat!!" Fani memukuli bahu Dimas.
"aduh..aduh.. Sayang kamu jangan salah sangka. Mas cuma ngajarin Riko gimana cara yang baik dan benar merayu wanita."
Mila pura pura tak mengerti apa apa dan hanya memandangi Riko dan Dimas bergantian dengan tatapan kecurigaan.
"ngajarin kok di resapi banget.." tukas Fani sewot.
"ini tidak seperti yang terlihat.." ujar nya sambil menatap Mila gugup.
ini pertama kali nya ia menatap Mila dengan tatapan itu,biasa nya ia selalu menatap Mila seperti macan yang hendak menerkam mangsa.
"aku tidak bertanya.." sahut Mila datar.
lalu ia menyerahkan berkas itu kepada Dimas dan segera beranjak dari sana.
"aku sudah lama menyukai mu,maukah kah jadi kekasih ku?." ujar nya sambil menatap Mila.
Mila pun langsung menghentikan langkah nya,begitu juga dengan Dimas dan Fani yang langsung terdiam.
mereka bertiga memandangi Riko sambil mengernyitkan alis.
"i..itu yang sedang aku pelajari dari Pak Dimas.."
ujar nya gelagapan lalu segera pergi dari sana dengan wajah pura pura santuy. padahal dalam hati nya ketar ketir.
Fani yang mengetahui latar belakang mereka pun menduga duga bahwa Riko pasti menyimpan rasa untuk Mila.
"hhh...apa dia gila??!" dengus Mila yang juga menyusul keluar dari ruangan Dimas.
"Sayang.. lepas..." rintih Dimas berusaha melepaskan cubitan Fani.
"Mas.!! awas ya kalau Fani tau Mas ada main sama laki laki! .. hihhh!!" Fani menggerakkan tangan nya seperti mematahkan sesuatu.
__ADS_1
"kalau sama perempuan?" goda Dimas.
"xxxkkk..!!" Fani membuat garis lurus di leher nya dengan ibu jari sambil melotot ke arah Dimas.
"heheh.. kamu bawa apa Sayang?" Dimas sengaja melarikan topik.
"bawa golok!!" jawab Fani cepat.
"ulululu... bumil Mas sini sini cium dulu.. muaach mwaahhh mwaachh...." Dimas mengecup bibir Fani berkali kali.
"Mas..."
risih Fani tak nyaman karena pintu kantor terbuka,ia takut kalau ada yang melihat.
"kenapa hm..," sahut Dimas lembut membuat jantung Fani berdetak kencang.
Dimas pun mengunci pintu kantor nya dan kembali menggerayangi tubuh Fani hingga membuat Fani keringat dingin antara nikmat dan panik takut ada yang lihat.
"kenapa harus di sini sih Mas.." batin Fani sambil merem melek menikmati jajahan tangan Dimas.
akhir nya jam makan siang pun mereka habiskan untuk melepaskan hasrat Dimas yang sudah tak terbendung.
...~~~~...
Jam pemotretan pun berlangsung.
tampak semua orang penting dari dapartemen perancangan hadir di ruangan pemotretan termasuk Riko dan Mila.
Fani juga ada di sana karena ia juga sudah mengenal Zey bukan,jadi dia ingin menyaksikan bagaimana sih seorang bintang besar saat sedang bekerja.
"Wahh...dia sangat hebat, aku yakin penjualan kita kali ini akan laku keras" ujar Mila terkagum.
"sangat cantikk.." sahut Riko sambil menyunggingkan bibir nya sambil melirik ke arah Mila.
"yaaa.. bahkan manusia batu pun tergila gila pada nya." gumam Mila menyindir.
"coba yang lebih ekspresif lagi agar konsep kita lebih menonjol dan menarik minat calon konsumen." seru Dimas pada sang model dan potografer.
"jangan menutupi susunan ruangan nya, kita kan menjual aprtemen bukan promosi model nya!"
"sshsh.. bukan kah baju nya terlalu berlebihan. ganti yang lebih simple tapi tetap energik" ujar Dimas yang sedang melihat beberapa hasil pemotretan.
begitu lah Dimas, selalu teliti dan perfeksionis.
Sementara itu Vino yang sedang duduk di sebelah Fani melongo tak sadar diri, ia sangat terpesona dengan penampilan Zey kali ini.
"cantik yaa.." celetuk Fani.
"ehh.. apa?" sahut Vino gugup.
"Zey cantik.." ujar Fani lagi sambil menatap Vino penuh arti, tentu saja ia sengaja bilang begitu. karena dia lah orang yang di mintai tolong oleh Zey agar mereka bisa dekat.
"hhh.. tapi lebih cantik yang polos.." sahut nya tersenyum tipis. tiba tiba saja bayangan Nurul timbul di otak nya.
"polos??"
Fani terheran,ah mungkin baju nya.
__ADS_1
...******...