Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 23: Mimpi?


__ADS_3

Pukul 04:00 pagi...


Nurul mengerjapkan mata nya perlahan


sambil menerawang sekitaran kamar


yang terang benderang.


"aahww..


leher ku sakit.."


rintih nya sambil berusaha mengumpulkan


nyawa. ia memandangi kasur nya yang rapi


tertata, sedangkan ia tertidur di lantai.


"hh.. semua nya hanya mimpi??"


bangau dan ungkapan cinta, hanya mimpi


terasa. sampai ia menyadari bahwa


sedang menjadikan lengan kekar sebagai


bantal nya.


Nyawa yang tadi nya masih terbang di awang awang kini berkumpu.l dengan kecepatan penuh


ia langsung terduduk.


"pak Vino??!!"


Pandangan panik nya menangkap sekardus


bangau kertas yang sudah di rapikan Vino


sebelum nya.


"bangau..?!!"


ia memukul pipi nya untuk menyadarkan


ungkapan cinta mereka kemarin bukanlah


mimpi semata.


"Ran.. kemarilah.."


Vino menarik Nurul kedalam pelukannya


sambil menggeliat.


"kenapa kami tidur bersama??


bagaimana kalau orang rumah lihat?


nggak..! nggak.. jangan panik.


kami masih memakai pakaian lengkap."


batin Nurul kebingungan.


"love u bunda.."


bisik Vino sambil mengecup lembut


kening Nurul.


"pak..! bangun...!"


ia mengguncang keras tubuh Vino.


"hah?? kenapa??"


"mendingan bapak pindah sekarang


selagi keluarga yang lain belum bangun."


"Ran.. yang terjadi semalam bukan


mimpi kan??" tanya Vino setengah terpejam.


"apa? apa memang nya yang terjadi.."


tentu Nurul panik dan berpikir sudah terjadi


yang tidak tidak di antara mereka.


"begini.."


Vino kembali mempraktikkan pelukan mesra


mereka semalam.


"saya menyatakan cinta sama kamu..


dan kamu juga..."


Nurul mengangguk malu malu sambil


menunduk.


"benarkan?? bukan mimpi?"


"bisa kita bahas nanti pak?


Nur takut yang lain anggap kita


berbuat aneh aneh karena satu kamar."


walaupun Nurul sangat bahagia bisa


mengutarakan perasaan nya, risau di hati


masih membumbung memenuhi setiap


celah karena ia masih terikat hubungan


dengan Bian.


"oke.. saya keluar.."


wajah girang Vino terlukis jelas


walau masih lusuh.

__ADS_1


...~~~~...


Hari ini Nurul sengaja tidak kuliah karena


jam kelas nya barengan dengan jam tugas


Bian. ia bingung, kemana dan bagaimana


pembahasan tentang hubungan mereka


akan berlanjut, rasa takut, marah, dan


bimbang mengarungi lubuk hati nya hingga


terasa perih membalut sayatan luka batinnya.


"Kirana? dia titip absen sama saya tadi pak."


ujar salah satu teman sekelas Nurul.


"apa dia tak apa apa?


kenapa seperti nya dia menghindari ku?"


Bian merasa risau karena Nurul tak membalas


telepon atau pun pesannya.


"*dek.. kamu dimana?"


"kamu baik baik saja?"


"saya ingin kita memperbaiki


kesalahpahaman ini"


"saya tunggu di taman dekat persimpangan


rumah kita. jam 7 nanti malam..


tolong, saya masih ingin memperbaiki


hubungan kita*."


ini ke sekian kali nya Bian mengirim pesan


spam kepada Nurul, di baca. namun tak di


respon walau hanya sepatah kata.


...-...


...-...


Di rumah, keluarga Nurul kebingungan


kenapa Nurul tak keluar kamar sejak


pagi tadi? kini jam makan siang tiba


dan Nurul tak juga mau turun, akhirnya


seluruh keluarga membicarakan Nurul


di meja makan.


"Nur kenapa? apa dia sakit?


tanya Rianti.


"lagi sakit kali ma?"


sahut Ayu masih dengan seragam sekolahnya


karena dia baru pulang.


"nggak dek, tadi kakak periksa dia baik baik


saja.."


"apa dia kangen sama mendiang ibu kalian?"


tanya Rianti lagi.


"emang bunda kenapa oma?"


El pun penasaran ikut nimbrung.


"bina sakit kali.."


sahut si kembar menimpali.


"eh.. anak anak jangan ikut ikut."


tegur Fani sambil menyuapi bayi besarnya


yakni paksu Adimas. sudah dua hari mereka


tidur di rumah Rianti karena si kembar


yang meminta.


Panas mendengar mereka menerka nerka


Vino pun memutuskan membuka mulut nya.


"dia ada masalah dengan hubungan nya.


biasalah anak muda.."


"kok Om Vino tau?"


celetuk Ica.


"iya tau dong, kan tadi pagi ayah ke kamar bunda.." timpal El dengan polos nya.


"hah.. El tau dari mana?"


tanya Dimas.


"tadi pagi El terbangun terus mau cari ayah,


eh nampak ayah keluar dari kamar bunda."


"apa yang kau lakukan di sana?


pagi pagi buta kau menyelinap ke kamar

__ADS_1


anak gadis untuk apa?!"


Dimas sedikit tersulut karena menilai


Vino sangat lancang. apalagi ini di rumah


keluarga nya, tentu rasa nya tidak pantas.


"aku tidur di sana..


bukan menyelinap."


sahut Vino santai mengunyah makan siangnya.


"APAA????"


semua orang di meja makan sangat terkejut


mendengar itu.


"heh duda cap badak!


apa yang kau lakukan pada nya?"


Dimas melemparkan irisan timun


ke arah Vino.


"pak. saya tau keinginan anda untuk


mantab mantab terlalu lama terbendung.


tapi jangan..."


"woy..woy..woy..


apa apaan ini?! saya nggak se mesum yang


kalian pikirkan ya!"


elak Vino tak terima.


"ehh!! jaga kata kata kalian, ada anak anak


di sini!" tegur Fani dan Rianti.


"apasih ribut ribut??"


celetuk Nurul turun dari kamar nya karena


merasa lapar.


Semua mata yang ada di sana langsung


memindai tubuh Nurul dari atas sampai


bawah.


"Ran.. kamu tidak cuci muka dulu?"


"nggak.. keburu laper.."


"sini duduk lah.."


Vino menarikkan kursi di sebelahnya.


"Kalian tadi malam tidur bersama?"


tanya Papa nya yang sedari tadi diam saja.


ffffrrrrrrtttttttt


Baru setengguk air masuk ke mulut,


Nurul sudah di buat terkejut hingga membuat


sumber air dadakan dari mulutnya.


dan lebih apes, Vino yang menjadi korban


di sana hingga wajah nya berembun oleh


jigong nya Nurul.


"papa tau dari mana?"


"jadi beneran?"


"i..iya, tapi kita.."


"burung.. saya cuma kasih burung.."


timpal Vino.


bbbbbrrttttt


kali ini Ayu yang terkejut karena merasa


pembahasan ini di luar nalar.


"bangau kertas.."


sahut Nurul cepat.


"terus? kok bisa tidur bersama?"


tanya Dimas tak kalah garang.


Merasa jengah dengan pertanyaan konyol


mereka, akhirnya Vino memutuskan untuk


menceritakan yang sebenar nya.


"saya cinta sama Ran..


bisa tolong kerja sama nya?"


klenting....


sendok di tangan mereka semua terjatuh


saking tak percaya,terkejut dan terperangah.


...*********...


kita lanjut besok ya beb😘😘😘

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote nya 😘😘


love uβ™₯️β™₯️β™₯️


__ADS_2