
Hari ulang tahun Nurul tiba, semua orang di rumah sibuk menyiapkan perayaan ulang tahun Nurul yang ke 17.
Kebetulan Hari ini hari Sabtu di mana semua karyawan perusahaan sedang libur akhir pekan.
tampak Dimas,Fani dan Vino juga sudah ada di rumah Rianti.
"alasan apa yang bisa di pakai agar Nurul tidak pulang dulu ke rumah.." Rianti dan yang lainnya berdiskusi alasan apa yang paling masuk akal untuk mencegah Nurul pulang.
mengingat jam sudah menunjukkan pukul 11:00 yang berarti Nurul akan pulang sekolah 30 menit lagi.
Nurul masih bersekolah di tempat yang sama,karena ini tahun terakhir nya jadi dia ingin menunggu sampai selesai.
"biar Vino aja yang urus tante.. di mana sekolah nya?"
"ide bagus tuh...
di SMP 015 dekat rumah lama nya anak anak.."
"pastikan kalian tidak pulang sebelum jam 8 malam. jangan lupa mampir ke butik yang tante bilang..." Rianti terlihat sangat bersemangat karena momen kehangatan keluarga seperti ini sudah lama ia dambakan.
"hahaha...nggak pulang juga Vino siap tante.."
"hishh...jaga bicara mu brengs*k..." Dimas melemparkan bantal ke arah Vino.
"pastikan kalian makan siang yaa..." imbuh Fani.
"okee..." Vino mengedipkan mata nya ke arah Fani,lalu mengambil kunci mobil nya dan pergi.
Dimas melebarkan mata nya melihat tingkah Vino,terlebih saat Fani membalas nya dengan senyuman tubuh nya menjadi panas.
"sayang.. kamu jangan senyum senyum sama dia!"
"kenapa Mas??" Fani terkejut karena raut wajah Dimas amat serius.
"senyum itu punya Mas. jangan kamu kasih ke orang lain"
Fani dan Rianti hanya saling menatap sambil geleng kepala melihat ulah Dimas.
"kita makan dulu yuk sayang.. " Rianti menggandeng tangan Fani meninggalkan Dimas.
"ssshhh... mereka benar benar mengabaikan ku"
gumam Dimas sembari mengikuti langkah Fani dan Rianti dengan pandangan nya.
...~~~~...
Vino sedikit terlambat menjemput Nurul karena terjebak macet.
tampak Nurul sudah menunggu di halte depan sekolah dengan beberapa murid yang juga belum di jemput.
"hai.." sapa Vino yang baru keluar dari mobil.
Nurul mengernyitkan alis nya.
"loh pak Vino? mau jemput Nurul?"
"Alisha Kirana.??" Vino terheran kala membaca name tag di dada Nurul.
"iyaa..." sahut Nurul merasa terpanggil.
__ADS_1
"lohh...?" Vino tampak bingung dengan nama itu
"bapak mau jemput Nurul??"
" ahh..iyaa.. ayo masuk"
Vino menarik lengan Nurul masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan Vino sengaja menyetir mobil nya selambat mungkin,agar bisa mengulur waktu.
ia juga menawarkan Nurul mampir ke suatu tempat.
"siapa sebenar nya nama mu?" Vino kelihatan sangat penasaran dengan nama Nurul.
"yaa itu.. Alisha Kirana pak"
"kok bisa Nurul?"
"panjang cerita nya pak.."
"teman teman kamu manggil apa?"
"kalau temen dekat atau keluarga manggil nya ya Nurul,tapi kalau yang nggak terlalu dekat atau yang baru kenal pasti manggil nya Kirana sesuai ini" Nurul menunjuk name tag di dada nya.
"hhh...kalau saya panggil Kirana juga boleh?"
ujar Vino basa basi,ia tak tau lagi harus membahas apa dengan Nurul. tiba tiba saja isi otak nya kosong ketika melihat wajah manis nya Nurul.
"iya boleh aja.." sahut Nurul dengan senyum mengembang,membuat jantung Vino tambah dag dig dig.
Setelah 30 menit perjalanan,mereka sampai di sebuah hotel mewah. bukan mau chek in ya slur,
jadi dari pada bingung mau ajak Nurul kemana,Vino memutuskan untuk membawa nya juga mengantar Zey.
Vino pun membawa Nurul ke restaurant yang ada di lantai dasar hotel itu, sembari menunggu Zey bersiap.
kebetulan mereka juga belum makan siang.
"kamu pesan apa?" tanya Vino pada Nurul.
Nurul tak tau harus memesan apa karena ia belum pernah melihat menu makanan seperti ini sebelum nya.
"mmm ikut Bapak aja deh.."
"sshh...baik lah.."
Vino pun meminta 2 porsi steak dengan minuman soda.
Tak lams setelah itu pesanan mereka pun datang,Vino segera mengambil pisau dan memotong steak itu lalu memakan nya.
menyadari Nurul hanya melihat nya makan,Vino pun terheran.
"kenapa nggak di makan? kamu nggak suka?"
"nasi nya belum dateng Pak" sahut Nurul dengan wajah polos tanpa dosa.
"ppfffftt.... sejak kapan orang makan steak pakai nasi?" Vino hampir melepaskan tawa nya mendengar itu.
"yaa ini kan baru lauk nya Pak, jadi Nurul tunggu nasi nya dateng" Nurul balik terheran melihat Vino yang menertawakan nya.
__ADS_1
"hahahahahahah.... ini steak sayang.. bukan rendang nasi padang, jadi makan nya nggak perlu pakai nasi udah kenyang kita."
Vino tertawa ngakak melihat wajah polos nya Nurul,sampai dia tak sadar kalau mulut nya kelepasan memanggil sayang.
"hah..?" Nurul malah salah fokus dengan kata kata sayang.
"Vino..." Zey menepuk bahu Vino sambil tersenyum lebar,mereka jadi semakin akrab belakangan ini.
Zey pun duduk di sebelah Vino.
"ya ampun.. kamu ngetawain apa? sampai merah begitu wajah mu.."
"eh.. siapa dia?" Zey menatap Nurul dengan tanda tanya.
"ahhh.. dia Kirana"
sahut Vino masih berusaha menahan tawa nya.
"hai sayang... " Zey melambaikan tangan nya ke arah Nurul.
"hai juga tante..." balas Nurul malu malu.
Zey: "jangan tante.. kakak saja, mm..apa kalian saudara?"
"mmm.. dia adik ipar nya sepupu ku, apa bisa di bilang kalau dia juga adik ipar ku?" sahut Vino bingung. baru terpikirkan oleh nya ikatan seperti apa yang ada di antara dia dan Nurul.
"aaahhh... baik lah, bisa di bilang kalian saudara"
Zey menganggukkan kepala nya.
Setelah makan siang selesai,mereka pun segera beranjak menuju tempat rehabilitas.
Nurul langsung duduk di kursi belakang,karena ia menebak Zey adalah pacar nya Vino jadi sudah pasti Zey yang akan duduk di depan.
Vino juga menyusul masuk ke mobil,sementara Zey kembali sebentar ke kamar nya karena dompet nya ketinggalan.
"loh kok kamu duduk di belakang??"
tanya Vino yang baru saja duduk di kursi nya.
"ehh suka aja di sini lebih lebar.." sahut Nurul santai.
"lah emang nya di depan kurang lebar?"
Vino tak tau kalau Nurul sengaja pindah agar Zey duduk di depan.
"ya kalau tante Zey duduk di sana kan jadi
sempit tu...
masa iya Nurul juga duduk di depan Pak,mau duduk dimana? nggak mungkin di pangkuan Bapak kan?" celetuk Nurul dengan nada santai namun terdengar ambigu bagi Vino.
"apa yang di bicarakan anak kecil ini? duduk di pangkuan ku? hhh.." batin Vino, ia jadi senyum senyum sendiri mendengar perkataan Nurul.
Setelah Zey datang,Vino pun melanjutkan perjalanan nya menuju tempat rehabilitas, Nurul yang tidak tau apa apa hanya bisa diam sambil berpikir mungkin mama nya sedang repot,supir juga repot,atau mungkin ada pertemuan antar kolega papa nya. maka nya Vino menjemput nya, dan karena Vino ingin mengantar pacar nya jadi sekalian Vino mengajak diri nya.
ia juga berpikir kalau ini hanya sebentar saja.
...***********...
__ADS_1