
hukk..huk...
untuk kedua kali nya Nurul tersedak.
"sudah ku duga..."
gumam Papa nya.
"kok bisa? Bian gimana cerita nya?"
Rianti syok bukan main di sana.
"dua ratus rebu...."
bisik Dika kepada Ayu.
ya, kemarin mereka menyetujui taruhan
lagi perihal perasaan Vino untuk Nurul.
"kamu juga cinta sama pak Vino dek?"
tanya Fani, ia tak terkejut. namun
bagaimana perasaan Nurul untuk
Vino kan dia belum tau.
"Pak.. ikut Nur sebentar.."
ia menarik paksa Vino untuk bicara secara
empat mata.
"saya lagi makan ini.."
"bawa piring nya!"
Terpaksa Vino menurut, karena tampak
nya Nurul akan membicarakan hal serius.
sedangkan keluarga yang lainnya langsung
berkompromi, mereka menduga duga
apa terjadi masalah serius dengan Bian?
atau Bian mencampakkan Nurul?
atau.. atau dan atau..
mereka menduga duga semua
kemungkinan yang terjadi.
...-...
...-...
Nurul membawa Vino ke pondok belakang
tepat nya tempat mereka kehujanan
tempo dulu.
(hayo,, masih pada inget nggak para readers?)
"Ran.. mau ngapain kiya keyini.."
ucap Vino tak jelas karena mulut nya
asik mengunyah makan siang nya.
"Pak..."
"hmm??"
Nurul menarik nafas sejenak untuk mempersiapkan diri nya.
"Nur belum mau keluarga tau kalau
kita ....., karena status hubungan Nur
sama bang Bian juga belum berakhir."
ia tampak berat mengatakan itu.
"ya sudah.. kalau gitu segera akhiri.
saya siap membangun hubungan sama kamu. mau pacaran dulu?ayo.
mau langsung tunangan? saya siap.
atau langsung nikah?gasss.."
ya gimana nggak ngebet, bayangin aja
lima tahun mendamba dambakan sekarang
baru jadi kenyataan.
"pacaran,tunangan,menikah..
semua nya terdengar indah...
Nur juga sudah merencanakan semua
itu sama bang Bian pak.
hubungan yang kami bangun selama
dua tahun ini rasa nya sayang jika harus
berakhir hanya karena satu masalah."
Yang tadi nya asik mengunyah, Vino
seketika meletakkan piring nya dengan
tatapan serius.
"kamu mau bicara apa Ran..?
bicara yang jelas.."
"Nur..
masih ingin memperbaiki hubungan kami,
Nur ingin melanjutkan impian impian
indah kami.." ia menatap kosong kearah rerumputan yang terbentang luas.
"kalau begitu niat kamu kenapa tadi malam
kamu mengatakan cinta sama saya?"
kekecewaan mulai menyelimuti wajah
Vino.
__ADS_1
"karena memang Nur cinta sama bapak."
lagi, air mata menitik tak kuasa saat
menyatakan itu.
"lalu kenapa kamu berniat kembali
memperbaiki hubungan kalian?"
"tidak ada alasan untuk Nur mengakhiri
ini pak. nggak adil kalau Nur yang mengakhiri dengan alasan mencintai bapak."
tatapan sayu nya memantik api cemburu
yang berkobar di dada Vino.
"kamu tidak mencintai nya.
untuk apa kamu bertahan?"
"Nur nggak tega menghancurkan impian
indah yang sudah kami rencanakan
bersama."
Tak ada jawaban dari Vino, namun tatapan
tajamnya jelas menunjukkan bahwa dia
takkan tinggal diam kali ini.
karena Nurul juga mencintai nya, maka
ia akan mengambil tindakan agar tak kehilangan cinta untuk yang kedua kalinya.
"kalau kamu tidak tega,
saya yang akan menghancurkannya!"
batin Vino sambil kedua tangannya
mengepal erat.
...~~~~...
Nurul tengah bersiap menemui Bian,
ia memandangi diri nya sendiri di cermin
untuk meyakinkan bahwa ia takkan
menyesali langkah yang di ambilnya.
"Viona hanya masalalu nya..
hubungan kami masa depan bersama.."
Setelah selesai, ia berjalan menuju
mobil di garasi depan. satu hal yang ia
tak tau, ternyata Vino sudah bersiap juga
di dalam mobil nya untuk mengikuti Nurul.
...-...
...-...
Begitu Nurul tertangkap pandangan nya
"kamu datang dek? saya kira kamu tak
mau menemui saya.
kamu baik baik saja,hmm??"
"maaf.." lirih Nurul namun ia tak
membalas pelukan Bian.
"tidak..tidak..
saya yang minta maaf karena tidak
pernah memikirkan perasaan kamu"
"Nur juga minta maaf..
karena Nur mencintai pria selain abang."
berat rasa nya mengatakan itu, namun
mau bagaimana? itu memang kesalahan nya.
"dek.. saya mau kita melanjutkan hubungan ini.. melanjutkan impian kita..
tolong, mulai sekarang cintai saya sepenuhnya seperti dulu lagi."
"kamu mau kan melanjutkan hubungan
kita? saya janji akan menjadi lebih baik.
dan saya janji akan memprioritaskan
perasaan kamu."
pinta Bian dengan mata berkaca kaca
sembari menciumi telapak tangan Nurul.
Entah kenapa, hati Nurul tak tega jika
harus melihat Bian menderita karena ulah nya yang mencintai Vino diam diam.
memang Bian selalu membicarakan Viona,
tapi jika Bian berkata ia tidak mencintainya
maka benar benar TIDAK.
Nurul tau itu, karena Bian tak pernah
membohongi nya walau hal sekecil debu.
tentu saja hal itu wajar, mungkin karena
Bian sejak dulu tak mempunyai teman selain Viona.
"kamu bisa kan dek,
mencintai saya lagi.
bisa kan, melanjutkan hubungan ini hmm?"
ia menatap Nurul penuh harap.
Nurul mengangguk sambil menitikkan
__ADS_1
air mata.
"bisa..
mari kita mulai lagi dari awal..
mimpi kita, hubungan kita.."
ia tersenyum lebar, mereka saling menyeka
air mata yang membasahi pipi.
"sekali lagi maafkan saya ya sayang.."
Bian mengecup lembut kening Nurul.
"iya bang.. maafkan Nur juga ya.."
mereka pun saling berpelukan hangat
seolah sedang menyembuhkan luka
yang kemarin di goreskan.
Cinta Nurul memang untuk Vino,
hanya milik Vino. tapi bagaimana bisa
ia tega melukai Bian?
apalagi kemarin Nurul sudah berterus
terang kan kalau dia tidak suka
Bian membicarakan Viona, maka sudah
pasti Bian akan berusaha sebaik mungkin
untuk tidak melukai Nurul lagi.
begitu lah Bian yang Nurul kenal,
lembut, setia dan jujur.
Selama ini Bian tak pernah sekalipun membohongi nya menyakitinya,
memang benar yang Bian katakan.
seandainya saja Nurul jujur dari awal kalau
dia cemburu setiap kali Bian membicarakan
Viona maka pastilah kesalah pahaman seperti kemarin tak akan terjadi.
Wajar jika Bian tak mengerti dan tak peka
akan perasaan wanita nya, karena ia pun
baru kali ini menjalin cinta.
maka jalan tengah dan terbaik yang
harus di ambil agar hubungan tetap
kokoh ialah saling jujur satu sama lain.
Di sini, justru Nurul yang merasa paling
bersalah karena menyakiti Bian dengan
cinta nya untuk Vino.
dan menyakiti Vino karena kembali
kepada Bian.
"Nur janji akan seperti abang..
selalu jujur walau terasa menyakitkan.."
bisik nya terpejam di dada Bian.
"mm..
jadilah diri sendiri, karena saya
akan tetap mencintai Nurul yang
saya kenal." Bian tersenyum lega
setelah perih di hati nya reda terasa.
"chh...
kamu mencintai nya..
tapi cinta nya selalu untukku..
tetap aku.. dadi awal hingga akhir.."
ucap Vino dengan suara berat nya
mengejutkan mereka berdua.
Bian langsung melepaskan pelukannya
dan menatap tajam ke arah Vino.
"kau mengikuti nya sampai kesini?"
ia mulai mengepalkan tangan karena
emosi.
"aku akan mengikuti nya sampai ujung
dunia.." sahut Vino tersenyum smirk.
buuugghh!!!!!
satu pukulan keras dari Bian mendarat
di wajah Vino hingga hidung nya berdarah.
"banggg!!!!"
teriak Nurul panik sekaligus takut.
ternyata sosok lembut Bian bisa ganas juga
kala berhadapan dengan lawan.
...********...
Maaf ya beb..😔 akhir akhir ini jaringan susah..
harap maklum ya beb✌️
otor di pelosok soal nya jadi sinyal kena angin
dikit kabur tak kembali lagi entah kemana😭
__ADS_1
hhufffttttttt