Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 24: Jujur itu....


__ADS_3

hukk..huk...


untuk kedua kali nya Nurul tersedak.


"sudah ku duga..."


gumam Papa nya.


"kok bisa? Bian gimana cerita nya?"


Rianti syok bukan main di sana.


"dua ratus rebu...."


bisik Dika kepada Ayu.


ya, kemarin mereka menyetujui taruhan


lagi perihal perasaan Vino untuk Nurul.


"kamu juga cinta sama pak Vino dek?"


tanya Fani, ia tak terkejut. namun


bagaimana perasaan Nurul untuk


Vino kan dia belum tau.


"Pak.. ikut Nur sebentar.."


ia menarik paksa Vino untuk bicara secara


empat mata.


"saya lagi makan ini.."


"bawa piring nya!"


Terpaksa Vino menurut, karena tampak


nya Nurul akan membicarakan hal serius.


sedangkan keluarga yang lainnya langsung


berkompromi, mereka menduga duga


apa terjadi masalah serius dengan Bian?


atau Bian mencampakkan Nurul?


atau.. atau dan atau..


mereka menduga duga semua


kemungkinan yang terjadi.


...-...


...-...


Nurul membawa Vino ke pondok belakang


tepat nya tempat mereka kehujanan


tempo dulu.


(hayo,, masih pada inget nggak para readers?)


"Ran.. mau ngapain kiya keyini.."


ucap Vino tak jelas karena mulut nya


asik mengunyah makan siang nya.


"Pak..."


"hmm??"


Nurul menarik nafas sejenak untuk mempersiapkan diri nya.


"Nur belum mau keluarga tau kalau


kita ....., karena status hubungan Nur


sama bang Bian juga belum berakhir."


ia tampak berat mengatakan itu.


"ya sudah.. kalau gitu segera akhiri.


saya siap membangun hubungan sama kamu. mau pacaran dulu?ayo.


mau langsung tunangan? saya siap.


atau langsung nikah?gasss.."


ya gimana nggak ngebet, bayangin aja


lima tahun mendamba dambakan sekarang


baru jadi kenyataan.


"pacaran,tunangan,menikah..


semua nya terdengar indah...


Nur juga sudah merencanakan semua


itu sama bang Bian pak.


hubungan yang kami bangun selama


dua tahun ini rasa nya sayang jika harus


berakhir hanya karena satu masalah."


Yang tadi nya asik mengunyah, Vino


seketika meletakkan piring nya dengan


tatapan serius.


"kamu mau bicara apa Ran..?


bicara yang jelas.."


"Nur..


masih ingin memperbaiki hubungan kami,


Nur ingin melanjutkan impian impian


indah kami.." ia menatap kosong kearah rerumputan yang terbentang luas.


"kalau begitu niat kamu kenapa tadi malam


kamu mengatakan cinta sama saya?"


kekecewaan mulai menyelimuti wajah


Vino.

__ADS_1


"karena memang Nur cinta sama bapak."


lagi, air mata menitik tak kuasa saat


menyatakan itu.


"lalu kenapa kamu berniat kembali


memperbaiki hubungan kalian?"


"tidak ada alasan untuk Nur mengakhiri


ini pak. nggak adil kalau Nur yang mengakhiri dengan alasan mencintai bapak."


tatapan sayu nya memantik api cemburu


yang berkobar di dada Vino.


"kamu tidak mencintai nya.


untuk apa kamu bertahan?"


"Nur nggak tega menghancurkan impian


indah yang sudah kami rencanakan


bersama."


Tak ada jawaban dari Vino, namun tatapan


tajamnya jelas menunjukkan bahwa dia


takkan tinggal diam kali ini.


karena Nurul juga mencintai nya, maka


ia akan mengambil tindakan agar tak kehilangan cinta untuk yang kedua kalinya.


"kalau kamu tidak tega,


saya yang akan menghancurkannya!"


batin Vino sambil kedua tangannya


mengepal erat.


...~~~~...


Nurul tengah bersiap menemui Bian,


ia memandangi diri nya sendiri di cermin


untuk meyakinkan bahwa ia takkan


menyesali langkah yang di ambilnya.


"Viona hanya masalalu nya..


hubungan kami masa depan bersama.."


Setelah selesai, ia berjalan menuju


mobil di garasi depan. satu hal yang ia


tak tau, ternyata Vino sudah bersiap juga


di dalam mobil nya untuk mengikuti Nurul.


...-...


...-...


Begitu Nurul tertangkap pandangan nya


"kamu datang dek? saya kira kamu tak


mau menemui saya.


kamu baik baik saja,hmm??"


"maaf.." lirih Nurul namun ia tak


membalas pelukan Bian.


"tidak..tidak..


saya yang minta maaf karena tidak


pernah memikirkan perasaan kamu"


"Nur juga minta maaf..


karena Nur mencintai pria selain abang."


berat rasa nya mengatakan itu, namun


mau bagaimana? itu memang kesalahan nya.


"dek.. saya mau kita melanjutkan hubungan ini.. melanjutkan impian kita..


tolong, mulai sekarang cintai saya sepenuhnya seperti dulu lagi."


"kamu mau kan melanjutkan hubungan


kita? saya janji akan menjadi lebih baik.


dan saya janji akan memprioritaskan


perasaan kamu."


pinta Bian dengan mata berkaca kaca


sembari menciumi telapak tangan Nurul.


Entah kenapa, hati Nurul tak tega jika


harus melihat Bian menderita karena ulah nya yang mencintai Vino diam diam.


memang Bian selalu membicarakan Viona,


tapi jika Bian berkata ia tidak mencintainya


maka benar benar TIDAK.


Nurul tau itu, karena Bian tak pernah


membohongi nya walau hal sekecil debu.


tentu saja hal itu wajar, mungkin karena


Bian sejak dulu tak mempunyai teman selain Viona.


"kamu bisa kan dek,


mencintai saya lagi.


bisa kan, melanjutkan hubungan ini hmm?"


ia menatap Nurul penuh harap.


Nurul mengangguk sambil menitikkan

__ADS_1


air mata.


"bisa..


mari kita mulai lagi dari awal..


mimpi kita, hubungan kita.."


ia tersenyum lebar, mereka saling menyeka


air mata yang membasahi pipi.


"sekali lagi maafkan saya ya sayang.."


Bian mengecup lembut kening Nurul.


"iya bang.. maafkan Nur juga ya.."


mereka pun saling berpelukan hangat


seolah sedang menyembuhkan luka


yang kemarin di goreskan.


Cinta Nurul memang untuk Vino,


hanya milik Vino. tapi bagaimana bisa


ia tega melukai Bian?


apalagi kemarin Nurul sudah berterus


terang kan kalau dia tidak suka


Bian membicarakan Viona, maka sudah


pasti Bian akan berusaha sebaik mungkin


untuk tidak melukai Nurul lagi.


begitu lah Bian yang Nurul kenal,


lembut, setia dan jujur.


Selama ini Bian tak pernah sekalipun membohongi nya menyakitinya,


memang benar yang Bian katakan.


seandainya saja Nurul jujur dari awal kalau


dia cemburu setiap kali Bian membicarakan


Viona maka pastilah kesalah pahaman seperti kemarin tak akan terjadi.


Wajar jika Bian tak mengerti dan tak peka


akan perasaan wanita nya, karena ia pun


baru kali ini menjalin cinta.


maka jalan tengah dan terbaik yang


harus di ambil agar hubungan tetap


kokoh ialah saling jujur satu sama lain.


Di sini, justru Nurul yang merasa paling


bersalah karena menyakiti Bian dengan


cinta nya untuk Vino.


dan menyakiti Vino karena kembali


kepada Bian.


"Nur janji akan seperti abang..


selalu jujur walau terasa menyakitkan.."


bisik nya terpejam di dada Bian.


"mm..


jadilah diri sendiri, karena saya


akan tetap mencintai Nurul yang


saya kenal." Bian tersenyum lega


setelah perih di hati nya reda terasa.


"chh...


kamu mencintai nya..


tapi cinta nya selalu untukku..


tetap aku.. dadi awal hingga akhir.."


ucap Vino dengan suara berat nya


mengejutkan mereka berdua.


Bian langsung melepaskan pelukannya


dan menatap tajam ke arah Vino.


"kau mengikuti nya sampai kesini?"


ia mulai mengepalkan tangan karena


emosi.


"aku akan mengikuti nya sampai ujung


dunia.." sahut Vino tersenyum smirk.


buuugghh!!!!!


satu pukulan keras dari Bian mendarat


di wajah Vino hingga hidung nya berdarah.


"banggg!!!!"


teriak Nurul panik sekaligus takut.


ternyata sosok lembut Bian bisa ganas juga


kala berhadapan dengan lawan.


...********...


Maaf ya beb..😔 akhir akhir ini jaringan susah..


harap maklum ya beb✌️


otor di pelosok soal nya jadi sinyal kena angin


dikit kabur tak kembali lagi entah kemana😭

__ADS_1


hhufffttttttt


__ADS_2