Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
episode 96: Bantal guling


__ADS_3

Setelah acara selesai,Mila celingukan di dalam kamar pengantin nya.


"hisshh... ngapain pakai ini segala,nyampah banget" ia mengibaskan selimut nya karena tak suka dengan taburan kelopak mawar di atas kasur nya.


sriiinggggg....


(slowmo ala ala sinetron😆)


Kelopak mawar yang berhamburan itu seakan menyambut Riko yang baru selesai mandi. handuk yang hanya sebatas pinggang membuat otot di perut Riko terpampang jelas.


"sssrrpp..kotak kotak"


ucap Mila tak sadar diri,ia hampir saja meneteskan air liur nya.


"apa.." otak Riko yang memang 4G pun langsung menangkap maksut Mila.


ia tersenyum nakal sambil mengibaskan rambut nya yang basah.


"bantal,ini bantal nya kotak kotak bagus banget,aku harus memberikan bintang lima untuk hotel ini" sahut Mila gelagapan.


ia meminum air mineral yang tersedia di sana,ntah kenapa suasana tiba tiba jadi gerah.


"hhh.. mau ku tunjukan guling nya? kau pasti suka" Riko mendekat ke arah Mila.


zzzffrrrr....


Mila langsung menyemburkan air di mulutnya.


"JANGAN!! aku belum siap"


"guling nya juga tak kalah bagus lihat.." Riko mengangkat guling empuk itu.


"apa yang kau pikirkan? aah kau memikirkan itu?"


"tidak!" Mila mengalihkan pandangannya dari Riko.


Riko: "kau memikirkan nya kan?"


Mila: "tidak!!! pakai lah baju mu cepat!"


"aku akan tidur tanpa baju.."


ucap Riko enteng.


"hehh!! jangan macem macem ya!"


"maaf,tapi aku tidak bisa menjamin"


kejahilan Riko semakin jadi.


ia duduk di sebelah Mila dengan tatapan nya yang semakin membuat Mila kesal.


"bukan nya kau sudah sepakat kemarin selesai acara aku yang berkuasa" ujar nya lagi.


Merasa Riko akan meminta hak nya,Mila melilitkan selimut di tubuh nya rapat rapat.


"berhenti membodohi ku.. dan jangan coba coba berpikiran mesum dengan ku,apalagi tidur telanjang!!"


"hahahhaha...otak mu benar benar kotor.


aku bilang tanpa baju,bukan telanjang.


kau pasti benar benar mengharapkan itu kan?"


gelak tawa Riko lepas,puas rasa nya melihat Mila salah tingkah begitu.


Malu? sudah pasti,dua kali Mila berpikiran jorok tentang Riko.


"hiss!!! tidur saja kau sendiri! aku tidur di sofa"


"hei.. mana jatah malam pertama ku?"

__ADS_1


"chh.. malam pertama apa nya? bukan nya kau sudah mencuri nya waktu itu"


Mila semakin di buat panas oleh Riko karena terus membicarakan hal itu.


"aku berbohong.." ucap Riko dengan ekpresi tanpa dosa.


"hah?" Mila tak memahami perkataan Riko.


"ya,kita tidak pernah melakukan nya"


"APAA!!!


jadi kau membohongi ku hah?!!


kesini kau baj*ngan!!"


Mila mengangkat vas berbahan keramik di atas meja lalu mengejar Riko. tentu saja dia terkejut,ia mengurungkan niat melarikan diri dan tetap menerima pernikahan nya karena Riko mengatakan mereka telah berhubungan.


Mila memikirkan harga diri nya sebagai perempuan,akan bagaimana nasib nya jika melanglang buana dengan status sudah di coblos oleh laki laki yang bukan suami nya.


Riko pun panik,ia lari menghindari Mila sebisa mungkin.


"berhenti mengejar ku.. handuk ku lepas nanti.. kau mau melihat ku telanjang?"


ucap nya ngos ngosan.


Mila langsung berhenti.


"diamlah di sana agar aku bisa memukul kepala mu! berani kau membohongi ku hah!!"


Dengan sigap Riko menangkap tangan Mila dan mengunci nya.


"bibir mu tampak seksi jika sedang marah. bagaimana kalau aku mencium mu?"


"maka aku akan menendang mu!"


Mila tampak benar benar emosi saat itu.


Namun Riko tak menghiraukan nya,tanpa ragu ia mencium bibir wanita yang kini menjadi istri nya itu dengan penuh kelembutan.


"kau tak menendangku?"


Mila tak menjawab,bibir nya terasa kelu hingga tak bisa bergerak.


karena situasi mendukung Riko pun melanjutkan ciuman malam pertama itu lagi,kali ini lebih ganas dari sebelum nya.


"mmm!"


Mila mendorong Riko.


"kenapa kau terus mengambil kesempatan?!


kau bilang tidak menyukai ku waktu itu.


pernikahan kita terpaksa,tapi kau sangat antusias"


Mila ingin meluruskan semua nya,tadi nya ia berpikir Riko akan terbebani dengan pernikahan ini sebab orang tua nya lah yang memaksa menikah.


Riko tersenyum,ia mendekatkan wajah nya lalu menatap Mila dalam dalam.


"kau benar benar bodoh..


aku mencintai mu. kenapa kau tak menyadari nya kau pikir aku mau mencium sembarangan wanita tanpa ada rasa?"


deg..deg..deg..deg....


"aishh!!!!! berhentilah membodohi ku. aku tidak akan termakan oleh omong kosong mu lagi!"


ucap nya kesal,Mila mengambil selimut nya lalu berbaring di sofa dengan tubuh di tutup selimut hingga kepala.


"dia pasti berbohong! cinta kata nya hh!!

__ADS_1


sejak kapan makhluk goib itu bisa mencintai!


cinta itu perhatian,lembut,manis.


sedangkan dia hihhh!! bikin emosi terus!


dia pikir aku bodoh?" rutuk Mila dalam hati.


walaupun pikiran nya menolak keras,tapi dada nya tak henti henti berdebar kencang karena tatapan maut Riko barusan.


...~~~~...


Di sisi lain Fani tengah menyiapkan keperluan Dimas, besok pagi pagi Dimas akan berangkat ke luar Negeri karena ada urusan pekerjaan.


ia akan pergi bersama papa nya sekalian melakukan inspeksi di perusahaan cabang yang ada di luar Negeri.


"dari tanggal ini.. ke sini.. berarti nanti kita empat ronde ya sayang" ucap Dimas sambil menatap kalender.


"apa nya Mas?" Fani tak mengerti maksut suami nya.


"jaaatahhh... kan Mas pergi empat hari,nah jatah Mas kan sehari 1 kali jadi nanti minta 4 kali untuk tabungan selama kita LDR"


"hahh? yang bener aja dong Mas,4 kali?"


"kenapa kurang? tambah 4 lagi kalau gitu"


Dimas memainkan mata nya.


"4 kali aja Fani nggak kebayang apalagi tambah 4 lagi,Mas mau buat Fani nggak bisa berdiri?"


"sayaaanggg....." Dimas merengek manja sambil memeluk Fani dari belakang.


"dua deh ya..."


"tiga yaa..sayang..."


"hhhhffff...." Fani menghela nafas panjang melihat kelaluan Dimas.


"dasar om om satu ini ***** nya kuat banget"


gumam Fani sambil tersenyum kecil.


"apa sayang?" Dimas sayup sayup mendengar Fani ngedumel.


"nggak..ini warna Jas nya terlalu kuat"


"oh iya Mas mau ngomong tentang Vino,


kamu sadar nggak sih dia kaya ada rasa sama Nurul?"


"mmm.. iya kaya nya,kenapa Mas?"


Fani memang sudah tau sejak awal kalau Vino menyukai adik nya.


"Mas khawatir aja soal nya Vino itu.. gimana ya ngomong nya.." Dimas bingung harus menjelaskan nya,karena ia tau betul tabiat Vino yang suka hinggap sana sini dengan wanita manapun. rasa nya ia tak rela jika adik ipar nya didekati lelaki seperti itu.


"banyak 'perempuan' nya? sama kaya Mas gitu?"


Celetuk Fani dengan santai nya.


Wajah Dimas langsung berubah dari yang ceria menjadi kusut keriting.


"kok Mas sih.. ya walaupun Mas pernah ganti ganti perempuan kan tetap dalam ikatan pernikahan sayang.. Mas nggak pernah hinggap sana sini sama perempuan nggak jelas"


"kalau Vino mau jadi lebih baik kenapa enggak Mas.. kita nggak tau loh mantan pendosa seperti Vino itu kalau taubat mulia nya bisa seperti malaikat"


"sepanjang sejarah Mas perhatikan dia,


belum pernah Mas lihat dia konsisten sama 1 perempuan. maka nya Mas ragu,sayang aja kalau adik perempuan kita jatuh ke tangan yang salah"


"ya kita lihat aja nanti kedepan nya Mas.. toh Nur juga masih muda perjalanan nya masih jauh. siapa pun jodoh nya nanti kita doakan aja yang terbaik"

__ADS_1


Fani memang sudah tau seperti apa kelakuan Vino,sebab saat dulu bekerja di kantor rekan rekan Fani selalu membicarakan seputar Vino,Riko dan Dimas. jadi sedikit banyak nya ia tau tabiat 3 lelaki itu dari mulut ke mulut.


...********...


__ADS_2