
**Masih flashback..
Setelah Sean di bebaskan,ia dan ayah nya kembali merintis perusahaan mereka hingga menjadi besar seperti sekarang,namun tidak di indonesia melainkan di luar Negeri.
Dan kebetulan Zey pindah di negara yang sama dengan Sean.
Setelah Zey Dewasa,ia memutuskan untuk menggapai cita cita nya yakni sebagai model.
namun karena sampai saat ini Zey masih memakai obat obatan itu,ia tidak bisa lolos seleksi karena untuk menjadi model tidak hanya butuh kecantikan,melainkan tubuh yang sehat dan bebas dari narkotika.
Secara kebetulan Zey kembali bertemu lagi dengan Sean yang saat itu masih menjadi direktur di Agensi milik ayah nya.
Sean yang kenal dan tau kejelekan Zey tak mau menerima nya,karena ia tidak ingin merusak nama perusahaan yang di bangun mati matian bersama sang ayah.
Zey memohon dan berjanji akan melakukan apa saja agar dia bisa di terima di sana.
Dan akhir nya Zey menjadi alat bagi Sean,terkadang mereka berdua diam diam mengedar obat obatan tersebut ke berbagai negara. bisa di bilang Sean jadi gembong narkoba bahkan sampai sekarang.
Itu lah mengapa Zey tidak berani membantah perintah Sean,karena ia tak mau karir impian nya hancur setelah semua kerja keras nya.
Beberapa tahun kemudian,saat Sean sedang di puncak kejayaan nya. ia melihat stasiun tv di sana heboh memberitakan tentang Direktur muda dan berbakat asal indonesia yang akan memimpin beberapa anak perusahaan di luar Negeri.
api yang tadi nya mulai reda pun kembali menyala ketika mengetahui Dimas lah orang tersebut.
"Setelah menghancurkan keluarga ku dan menjebloskan ku ke penjara,sekarang kau dengan santai menikmati hidup mu Dimas!?" Sean begitu marah ketika melihat kesuksesan Dimas yang meroket dengan dahsyat.
Sejak saat itu pula ia tak berhenti berniat membuat Dimas merasakan kehancuran yang padahal dia buat sendiri.
****Flashback selesai...
......~~~~......
Tampak nya Fani mempertimbangkan permintaan Zey untuk di kenalkan dengan Vino.
siang ini Fani menelpon Zey untuk datang ke perusahaan bersama nya.
"Vino.. ada yang mau ketemu sama kamu.."
ujar Fani saat berpapasan di depan kantor Dimas.
"siapa??"
"temui dia di taman depan, dia sudah menunggu."
Setelah itu Fani langsung masuk ke kantor Dimas meninggalkan Vino dengan wajah nya yang heran.
"Mas.... sayang..." ujar Fani sumringah sambil berlari memeluk Dimas.
"sayang... hhhh, kamu ini bikin Mas nggak fokus kerja nanti" ujar Dimas tersenyum sambil menyentuh hidung Fani.
__ADS_1
Dimas melihat tangan Fani dan terheran,biasa nya Fani tak pernah absen membawakan nya bekal.
"kamu nggak bawa nasi sayang??"
"Fani sengaja nggak masak Mas, Fani mau ajak ajak Mas makan sushi" lagi lagi Fani menunjukkan sifat manja nya.
"sushi?? bukan nya kamu bilang nggak mau makan ikan mentah?" Dimas heran mendengar permintaan Fani.
"nggak tau,tiba tiba aja pingiiiiinnnnnnn banget... gara gara tadi liat orang di tv makan itu. yuuk Mas,kita makan sushi yukk"
"nanti malam aja gimana sayang?? sekalian kita dinner di luar ala romantis gitu"
"yaaa,,, tapi pingin nya sekarang loh Mas."
wajah Fani langsung cemberut lengkap dengan bibir manyun seperti mulut bebek.
"Nanti malem aja ya.. biar kita menikmati suasana nya.." bujuk Dimas lagi,kebetulan ia juga ingin dinner di luar dengan Fani.
"ya udah nggak jadi aja Mas..." Fani melepaskan pelukan nya dan wajah nya menjadi lesu.
Dimas mengambil Jas nya lalu menggandeng tangan Fani.
"kita makan di restaurant seafood dekat sini aja yuk, kamu kan suka banget seafood.ayo sayang.."
"hmm.." jawab Fani datar.
jreng jrengg Jedderrrr!!!....
"waduh.. susah nih urusan nya kalau udah hmm doang" batin Dimas sembari mengusap usap hidung nya.
"ya udah kita cari restauran sushi yang paling enak.. yuk.." Dimas merangkul Fani dengan nada rayuan.
Fani mengalihkan wajah nya dengan mata berkaca kaca.
"nggak usah.. nggak mau.. udah nggak pingin hiksss.."
"sayang..kok kamu nangis?? maafin Mas yaa, yuk kita pergi sekarang."
Dimas merasa sangat bersalah karena membuat Fani sedih, tapi di sisi lain ia juga bingung dan tak menyangka Fani akan menangis hanya gara gara sushi.
"Maafin Mas sayang.. kamu jangan nangis ya.. ayo kita beli sushi yang banyak, biar kamu nggak kepingin lagi." bujuk Dimas lagi sambil terus mengecup kening Fani.
Akhir nya Fani pun luluh dan mau menyahut Dimas lagi walaupum bibir nya masih mancung.
"ya udah.. tapi beliin yang banyak ya Mas.."
"iya sayang.. Mas beli yang banyak biar kamu puas."
Dimas pun segera mengajak Fani ke restaurant sushi yang paling enak di Kota.
__ADS_1
...~~~~...
Sementara itu di taman..
"haii..." sapa Zey pada Vino sambil melambaikan tangan.
"kamu yang mau ketemu sama saya?? ada apa?"
Vino terlihat tak tertarik dengan Zey.
"aku ingin berkenalan lebih dekat dengan mu"
ujar Zey malu malu.
"baik lah.." Vino tersenyum masam ke arah Zey.
Menyadari Vino tak tertarik dengan nya,Zey pun tak kehabisan akal. ia terpaksa banting stir membahas soal Sean agar Vino mau berbicara lebih dekat dengan nya. karena Dimas saudara nya pasti Vino tidak akan tinggal diam bukan?
"mm.. sebenar nya.. hmm,, kau kenal Sean bukan?"
Vino yang tadi nya hendak pergi langsung menghentikan langkah nya dan langsung menatap Zey dengan tatapan maut nya.
"yess.. seperti nya ini berhasil" batin Zey kegirangan karena Vino merespon nya.
"aku ingin kau merahasiakan ini tentang Pak Dimas,Sean dan Fani." imbuh nya lagi sambil mengeluarkan senyuman khas nya agar Vino klepek klepek.
"apa hubungan mu dengan nya?" Vino langsung duduk di sebelah Zey dengan wajah bingung.
"sebenar nya aku...."
..
Zey menceritakan secara detail tentang niat jahat Sean kepada Dimas. Zey juga meminta Vino merahasiakan ini dari Dimas maupun Fani,karena Sean pernah bilang kalau Dimas trauma dengan 'musuh dalam selimut' jadi Zey meminta tolong kepada Vino untuk membantu nya lepas dari tekanan Sean tanpa menyakiti siapa pun.
Vino tentu saja menyetujui nya,karena ia tidak mau kebahagiaan saudara nya di hancurkan lagi.
mereka pun bertukar nomor telepon untuk membahas rencana mereka selanjut nya.
"kamu hati hati dengan Sean.kalau dia tau,kamu bisa dalam bahaya" ujar Vino mengkhawatirkan Zey.
Zey langsung dag dig dug karena di khawatirkan oleh Vino sang pangeran idaman nya.
"nggak sia sia aku memilih jalan ini. sekali dayung dua pulau ku sebrangi." bisik nya dalam hati sambil kegirangan.
"ingat.. kalau Sean berbuat macam macam dengan mu segera beritahu aku." ucap Vino sambil melangkah terburu buru meninggalkan Zey karena masih ada urusan pekerjaan.
Zey menganggukkan kepala nya sambil senyum ke arah Vino.
"yessss!!!!!" Zey merasa sangat senang sekali karena berhasil mendekati Vino.
__ADS_1
"ck.. lagi lagi aku terlibat dengan wanita yang pernah dekat dengan Dimas" gumam Vino sembari menaikkan sebelah bibir nya dan tersenyum tipis.
...********...