Terpaut 15 Tahun

Terpaut 15 Tahun
S2 episode 64: Tompel


__ADS_3

"tompel?? emang aku tompelan ya?"


Gaby bingung, yang di namakan tompel


kan yang hitam besar kaya koin kan?


Gaby nggak merasa tuh punya tompel.


"itu.. yang di atas bibir, dulu kamu punya."


"ouuuuhhhh....


itu bukan tompel kak. itu kan cuma


tahi lalat biasa, cuma secuil juga."


"iya tapi tetap aja timbul kan, orang


jelas banget kok dulu."


"itu, gara gara aku jatuh dari sepeda,


jadi area sini tuh luka. terus pas sembuh


ilang dia.." tutur Gaby, tangan nya


masih menggantung di leher Dika.


sorot mata nya memancarkan kebahagiaan


yang amat jelas, bagaimana tidak.


usaha nya untuk tetap berdiri sebagai


penggemar berat Dika selama ini tak


sia sia.


"ya ampun...jadi gara gara itu?


tau nggak sih kamu, gara gara tompel


itu hilang aku jadi sulit menemukan mu.


hhhffff... kini aku lega, ternyata Dita ku


tumbuh dengan baik.. cantik lagi.."


"jadi kakak sebahagia ini karena


aku cantik? gimana kalau ternyata


aku nggak secantik ini?


atau gimana kalau ternyata Dita itu


bukan aku? apa kakak tetap akan


mencintai Dita tanpa melirik ku sedikit pun?"


"ku akui,, kamu memang cantik.."


pandangan mata Dika seakan menaburkan


seribu cinta ke jantung Gaby.


"dan aku udah lama tertarik sama kamu,


karena kecantikan mu, tapi aku memilih


diam karena jauh di lubuk hati ku masih mengharapkan Dita.


kalau saja aku tak bertemu lagi dengan


Dita, aku akan meminta maaf karena


sudah berpaling, berpaling pada


kecantikanmu..


tapi aku sangat sangat bersyukur,


karena ternyata Dita ku, cinta ku,


adalah kamu Gaby..


aahhhhhh... aku lega, harus kah


kita rayakan ini? atau kita umumkan


ke semua orang kalau kita sepasang


kekasih?"


Gaby benar benar syok menyaksikan


sikap Dika yang benar benar berbeda.


Dika yang biasa nya hanya mengatakan


oh, iya, hm.. oke.. kini benar benar


mencair hanya dalam sekejap.


"kekasih..? kita??🤭"


tanya Gaby tersipu.


Dika mengangguk.


"hmm.. kenapa? ku rasa kita


saling cinta bukan?"


"saling cinta..? beneran??"


wajah Gaby semakin merah merona.


"tunggu.. aku masih belum percaya


ini kak Dika. beneran nggak sih..


ya ampun, kak Dika yang ku kenal itu


begini Oh, iya.. terserah...bagus.."


Gaby sampai mempraktekkan raut wajah


jutek Dika saat sedang berbicara pada nya.

__ADS_1


"masa iya?? perasaan kamu aja itu


hehehhe...."


Dari lantai atas kampus, ternyata ada


seseorang yang diam diam mengambil


foto mereka yang sedang berpelukan mesra.


Orang itu adalah salah satu perawat


magang di rumah sakit yang sama dengan


Dika.


"ya tuhan??!


itu dokter Dika beneran? peluk pelukan


sama anak kuliahan? bukan nya dia


bilang sudah punya istri? OMG!!


apa dia selingkuh???"


gumam wanita itu syok.


...~~~~...


Hari berikut nya, semua orang di rumah


Rianti tengah bermusyawarah tentang


Vino dan Nurul yang akan tinggal di mana.


Duma meminta mereka tinggal di rumah nya,


sementara Rianti pun ingin Nurul tetap


tinggal di sana.


"kamu sendiri lebih ingin kemana nak?


pilih saja sesuai kenyamanan kamu.."


ujar Duma yang kini telah resmi bergelar


menjadi ibu mertua.


"Nur sih ikut Mas Vino aja tan.. eh Ma.."


"ya saya juga ngikut kamu aja, yang penting


kamu nyaman, kamu senang.."


Ya,.. begitu lah mereka berdua dari tadi.


tidak ada yang mau mengambil keputusan.


"bagaimana kalau kalian tinggal di apartemen


Bronze, lokasi nya di tengah tengah rumah


mama kamu, juga kami.."


usul Dimas memberikan peta lokasi tower


Berat rasa nya Duma untuk setuju, karena


Vino anak semata wayang nya.


akan di kemana kan rumah nya jika


Vino tak tinggal di sana?


"yahh... mama sendirian dong,


padahal mama berharap rumah kita


ramai sama seperti di sini.."


ucap Duma memelas.


"ya nggak apa apa Ma..


Mama juga kan lebih sering di klinik,


tu Papa sampai keriput menahan rindu


hahahahahha...."


"ishh!! kau ini benar benar tak pernah


menyanjung ku."


balas Steve mengepalkan tangan nya


ke arah wajah Vino.


"bagaimana sayang?


kalau kamu keberatan bilang saja,


saya akan menuruti kecocokan hati mu."


biasa lah bund.. rayuan pengantin baru,


jadi masih anget anget nya.


"Nur rasa ide Mas Dimas bagus juga..


lagi pula lokasi itu dekat kalau mau


main ke sini, ataupun rumah mama Duma."


"oke.. nanti sore kita lihat lihat ke sana,


tapi ini gratis kan??"


Vino menatap Dimas sambil mengedipkan


sebelah mata nya.


"wohhh!! tidak bisa.


bisnis ya bisnis... hahahahah.."


sahut Dimas.

__ADS_1


"Diskon? kasih lah minimal 80 persen


hitung hitung hadiah pengantin baru😉"


"heh. kau bisa membeli semua unit


kalau kau mau, kalau ku kasih diskon


untuk apa uang mu hah?"


"untuk treatment biar awet muda hahahah.."


"chh. sadar lah.. umur takkan menghalangi


datang nya keriput di wajah mu.


jadi kau siap siap saja mungkin Nurul


akan berpaling dengan yang lebih muda


gagah macho saat keriput mulai


menghampiri mu 😆."


Merasa tak rela suami nya di pojokkan,


Nurul pun angkat bicara memberi


pembelaan.


"Mas juga hati hati.. ntar kak Fani


malahan yang kepincut ama daun muda.


secara Mas kan juga udah tua hahaha.."


"dek.. Mas mu ini laki laki paling gagah


yang pernah kakak temui, jadi jangan


berpikir kakak bakal pindah ke lain hati."


ucap Fani juga membela sang suami.


"ya siapa tau kan..


soal nya Mas Dimas bentar lagi menapouse


HAhahahHHahha..."


"idih.. kalau itu mah masih lama.


kali Vino yang menapouse duluan hahaha..


kan dia udah sering tuh cangkul cangkulan,


jadi udah letih duluan🤣🤣🤣"


"woy..! bisa nggak kalau mau ngejelekin


kami nanti aja, pas kami nggak ada."


gretak Vino tak terima si alex di jelekkan.


"Hahahaha...


ya kan paling enak ngomongin orang


dari depan." imbuh Fani tertawa lebar.


"tapi enakan dari belakang sayang..


lebih terasa... hahahaha..."


Dimas juga tampak nya senang melihat


Vino kepanasan.


"Ahhahahaha....


aduh aduh.. udah ntar pada ngompol


tau rasa.." potong Nurul tak kuasa


menahan kram perut lantaran banyak


tertawa.


"siang siang gini rujak enak ya dek..


seger banget.. sssrrrpp..."


Fani menelan ludah sambil mengecapkan


bibir nya.


Dimas dan Vino langsung saling


bertatapan. begitu juga dengan Rianti


dan Duma yang menguping dari dapur.


"rujak mang udin masih buka kali ya..?"


"masih mungkin kak.. tapi jangan


Nur ya. males hahahahah.."


ia dan Vino reflek saling bertatapan


karena mengingat momen pertama


mereka.


Tiba tiba suara melengking Ayu memecah


suasana saat itu.


"hai semua nyaa.....


hari yang indah sekali..."


ia melepas sepatu nya lalu berjalan


santai ke arah mereka.


Fani dan Nurul saling menatap sambil


menaik turunkan alis nya.

__ADS_1


😄😄


...*********...


__ADS_2