
............
.................
perkenankan saya untuk belajar membuat cerita.
mungkin ini bukan cerita yang hebat.
namun saya ingin mencoba membuat sesuatu untuk bisa menghibur reader semua.
mohon bimbingan dan saran dari para reader semua. 🙏🙏🙏
.................
............
desa Soko adalah desa yang letaknya sangat terpencil. ada sebuah keluarga yang hidup dengan sangat bahagia dan sederhana.
di hari yang cerah pada malam Jumat, terdengar tangisan seorang bayi laki laki.
ya... dia adalah Joni adik dari kakaknya yang bernama Andre yang usianya baru 5 tahun, anak pertama dari keluarga Pendi.
ibu Joni adalah Sumiyati yang kesehariannya adalah seorang perajin anyaman dan ayah Joni bernama pendi yang kesehariannya adalah seorang petani.
singkat cerita
10 tahun telah berlalu,
Joni telah tumbuh menjadi anak yang sehat dan lucu. dan dia termasuk anak yang sangat menyukai petualangan.
selain bersekolah dan bermain hampir setiap harinya di isi dengan ikut ayahnya ke ladang walaupun Joni hanya bermain saja.
sedangkan kakaknya setelah pulang sekolah lebih suka di rumah untuk membantu ibunya.
dia sering bermain dengan teman sebayanya saat waktu ashar sampai isya (pukul 4 sampai pukul 7 malam)
lalu belajar dan tidur setelahnya karena desa Joni belum ada listrik.
pada malam itu keluarga Pendi tidur lebih awal. dan seperti biasa Joni tidur dengan kakaknya. malam itu cuaca berawan tapi angin bertiup lebih kencang dari biasanya.
membuat pelita yang berada di ruang keluarga mati. sehingga seisi rumah menjadi gelap gulita.
ibu Joni seperti biasa bangun tengah malam untuk pergi ke kamar mandi sekalian ber ibadah. namun malam ini seisi rumah gelap gulita. sehingga berjalan sambil meraba dinding rumah untuk mencari korek api untuk menyalakan pelita.
"biasanya walaupun lampu pelita padam, biasanya masih agak terlihat karena masih ada cahaya bintang, tapi malam ini memang sangat gelap" ucap Bu Sumiati dalam hati.
saat masih mencari... Bu Sumiati di kaget kan dengan benda terbang bercahaya biru yang melintasi desa. yang membuat keberadaan korek api langsung terlihat. sambil meraih korek Bu Sumiati bertanya tanya dalam hati..
''benda apa tadi yang terbang melintasi desa ?
tak ada bintang tapi kok ada bintang jatuh." pikir Bu Sumiati sambil menyalakan lampu pelita.
''besok coba tanya bapak ah.. barangkali tau.. biar nggak penasaran'' ujarnya lagi
setelah menyalakan pelita barulah beliau melakukan hal lainnya.
esok hari pun tiba. Bu Sumiyati mengatakan apa yang terjadi pada malam tadi kepada suaminya.
mendengar hal itu suaminya juga tak mengerti sebab dalam hidupnya pak Ibrahim hanya bekerja keras untuk menghidupi keluarga tercintanya bahkan hanya sedikit waktu yang dia punya untuk bergaul dengan warga lainnya, maka akhirnya Bu sumiati tak lagi bertanya perihal itu, sebab menurutnya pun tak ada artinya juga jika dia tahu.
Minggu pagi seperti biasa Joni bangun awal untuk bersiap ikut ayahnya ke kebun.. sambil membantu membawa bekal untuk dia dan ayahnya.
sambil berjalan di samping ayahnya Joni berkata.
"pak.. ceritakan aku sebuah dongeng tentang pahlawan'' ucap Joni.
''nanti ya... bapak cerita setelah kita sampai ya nak kan lebih enak sambil duduk dari pada sambil berjalan seperti ini" jawab pak Pendi dengan nada yang sabar dan penuh kasih sayang.
sesaat kemudian merekapun sampai di pondok yang ada di kebun. dan memulai aktifitas seperti biasa. ayah Joni mengurus kebun dan Joni mulai bermain dengan segala yang ada di kebun.
__ADS_1
tak terasa waktu sudah menjelang siang, lalu ayah Joni beristirahat di pondok.
"nak... kemari nak, istirahat dulu" panggil pak pendi.
''iya pak'' Joni menjawab seperti biasanya.
''main apa kamu hari ini sampai kotor semua bajunya'' tanya pak pendi.
''aku kerja bikin bendungan pak di sana'' kata Joni sambil menunjukan arah.
''..... Joni pintar ya...'' saut pak pendi.
walaupun keseharian Joni di kebun selalu bermain lumpur, tapi dia tak pernah memarahi anaknya.
''semoga kelak kamu bisa menjadi anak yang sukses nak'' ucap pak pendi dalam hatinya.
''sini duduk dekat bapak. biar bapak ceritakan sebuah kisah'' kata ayahnya sambil memberi tempat di samping tempat duduknya.
joni pun dengan senang hati mengikuti,
''bapak mau cerita apa pak'' kata Joni menatap ayahnya yang terlihat kelelahan.
''em..... mungkin cerita pewayangan. ini tentang kisah Mahabarata'' kata ayah Joni menjelaskan.
kisah ini diceritakan secara detail dan terkadang ayah Joni sesekali bertanya tentang pendapat Joni tentang apa yang di uraikan ya. dengan harapan Joni dapat menyimpulkan dan mengambil hal hal baik dari semua uraiannya.
selama bercerita dan ber interaksi. ayah Joni merasa puas. sebab anaknya dapat menyimpulkan apa yang menjadi pokok pemahamannya.
waktu pun sudah semakin panas. dan tiba saatnya ayah mengajak Joni untuk mandi di sungai kecil yang tidak jauh dari ladangnya.
''ayo kita mandi dulu, biar badan lebih segar sekalian membersihkan diri.'' ajak ayah.
''asik..... ayo pak......'' teriak Joni bersemangat.
tampak sungai kecil berbatu yang akan dituju mereka.
dan Joni pun berlari karena ingin cepat sampai dan berendam.
joni pun mulai mengurangi kecepatan sambil berhati hati.
''dingin.....''. kata Joni yang terlihat sedang berendam di sungai itu dengan raut wajah gembiranya.
ayah Joni pun tak mau menunggu, sambil melepas dan mencuci pakaian Joni yang penuh lumpur.
''ayah.... aku bisa nyelam ni lihat'' kata Joni memanggil ayahnya.
ayahnya tertawa melihat kelakuan Joni yang polos...
setelah selesai mereka kembali ke pondok kebun untuk beristirahat dan makan.
sambil makan ayah Joni bertanya
''nak kalau besar nanti mau jadi apa....?'' tanya ayah
''aku mau jadi bapak, tapi bisa terbang'' jawab Joni bersemangat.
ayahnya tertawa bahagia mendengar kelucuan jawaban Joni.
setelah makan mereka melanjutkan rutinitasnya lagi sampai waktu ashar tiba.
''nak ayo kita bersiap pulang'' kata ayah.
''iya pak..''. sambil melihat ke arah ayahnya.
sesampai di rumah, Joni langsung mandi lagi karena masih ada sisa lumpur dari ladang.
''ayo makan'' ajak ibu yang melihat ayah dan Joni sudah selesai berpakaian.
selesai makan Joni bersiap pergi bermain dengan kawan kawan sebayanya di markas bermain. yaitu pelataran masjid yang ada di kampungnya.
__ADS_1
''jon... sini'' ucap anak kecil seusianya memanggil.
''oy'' saut Joni sambil berjalan menghampiri.
Endi anak seusia Joni yang biasa bermain sambil menunggu waktu Maghrib tiba.
''en kita mau main apa hari ini'' tanya Joni.
''em..... kita main ninja ninjaan aja'' kata Endi sambil mengangkat sarung kebanggaannya.
di halaman masjid terlihat banyak anak anak seusianya yang juga bermain sambil menunggu waktu Maghrib tiba.
(kegiatan keseharian warga desa Soko pada umumnya hampir sama karena daerahnya adalah pesawahan. dan perumahannya di kelilingi bukit dan sawah sehingga perekonomian warga pun tidak tampak timpang. beberapa pemuda dan pemudi desanya pergi keluar daerah untuk menuntut ilmu pendidikan baik keagamaan maupun pendidikan formal lainnya
desa ini nampak lain saat hari hari raya saja mengingat sebagian pemuda dan pemudi desa banyak yang menikah dan menetap di kampung istri atau suaminya. atau sebab pekerjaan yang mengharuskan tinggal di dekat tempat bekerja.)
waktu sudah lepas isya, Joni dan Endi berjalan pulang dari masjid. mereka selalu senang bahkan saat Joni tak ikut ayah ke ladang. maka Endi adalah kawan yang selalu ada untuk Joni dan mereka bersahabat sejak kecil.
''en.... besok kita main di kebun mangga Yo'' ajak Joni.
''emang kamu nggak ikut bapak ke ladang...?'' tanya Endi lagi.
''besok bapak mau antar kakak. ke kota lori untuk sekolah jadi besok aku nggak pergi ke ladang'' saut Joni.
''oke besok kita berangkat awal ya'' kata endi
sesampainya di rumah Joni langsung pergi ke kamar untuk berbincang dengan kakaknya.
''kak, kakak besok berangkat ya....'' ucap joni sambil menunjukan tatapan sedih. karena merasa akan kehilangan.
Andre menatap adiknya sambil tersenyum sedih,
''kan kakak cuma mau belajar di sana. Joni jangan sedih. Joni juga harus bisa bikin bapak ibu bangga pada Joni. Joni nanti harus rajin belajar ya.'' kata Andre menghibur adiknya agar tak khawatir, padahal hatinya pun merasa sedih.
malam telah berlalu dan pagi hari pun tiba,
setelah bersiap dan sarapan Andre berpamitan kepada ibu dan adiknya yang masih tampak berat untuk melepaskan kepergiannya.
Andre menarik nafas dalam sambil berusaha menahan air mata agar ibu dan adiknya tak bersedih.
''Andre pamit dulu ya, doakan Andre ya Bu,''
ucap Andre sambil mencium tangan ibunya..
''nah ini ni...''. adiknya kakak yang jagoan sambil mencium kening dan pipi Joni.
jaga ibu dan ayah selagi kakak pergi ya. jangan nakal.
ucap Andre lagi.
''iya kak..'' ucap Joni dengan tatapan sedih menatap kakaknya.
sambil menatap kepergian kakak dan ayahnya yang masih terlihat berjalan menjauh, Joni menatap wajah ibunya....
aku mungkin masih kecil tapi aku tau, kesedihanku bukanlah apa apa di banding kesedihan ibu, sebab tak pernah sekalipun terlihat ibu menangis.
tapi saat ini ibu menangis, walaupun tak bersuara tapi air matanya terus mengalir...
Bu ayo kita masuk, kata Joni sambil memegang tangan ibunya.
''ibu jangan sedih ya.... kan ada Joni di sini.
kelak kakak pasti akan jadi orang hebat. tapi Joni juga tak akan kalah dari kakak'', ucap Joni untuk menghibur ibunya.
sambil tersenyum Bu Sumiyati menatap anak bungsunya.
''anak anak ibu memang hebat hebat kok. apalagi Joni.'' kata Bu Sumiyati sambil berjalan ke rumah.
setelah beberapa saat di rumah, Joni berpamitan untuk pergi ke rumah Endi.
__ADS_1
........
.......