
''ha..ha.. nah begitu dong.
o..iya paman ini ada sedikit simpanan ku, semoga bisa paman gunakan untuk memulai sebuah usaha.'' kata Joni sambil menyerahkan bungkusan.
''ini..... bukankah kamu ingin pergi berkeliling dunia, dan itu membutuhkan banyak uang''. kata paman Frans sambil menyerahkan kembali pemberian Joni.
''paman tak usah khawatir padaku, aku masih punya jauh lebih banyak dari itu''. kata Joni sambil menyerahkan dan menenangkan paman Frans agar mau menerimanya.
di sisi lain Rudi yang melihat itu sangat mengetahui bahwa itu adalah semua uang yang di miliki Joni. tapi Rudi selalu mempercayai apa yang di lakukan Joni.
paman Frans menerima uang yang di berikan Joni pada mereka berdua, dalam hatinya dia sangat menyesali perbuatannya saat ingin mencelakai Joni. tapi dia juga merasa sangat lega karena Joni anak yang kuat, sehingga mereka bisa berteman.
''baiklah mari kita beristirahat dulu''. ucap Joni sambil berjalan menuju kamarnya dan mereka pun mengikuti.
esok hari pun tiba, setelah sarapan saatnya bagi Joni dan Rudi untuk melanjutkan perjalanan, Joni di buatkan bekal yang berisi daging panggang oleh pak Denny untuknya saat di perjalanan.
tampak paman Frans dan Andien bersedih saat melihat kepergian Joni dan Rudi. tapi paman Frans sangat yakin bahwa suatu hari nanti mereka akan bertemu lagi.
saat di tengah perjalanan, Joni dan Rudi berhenti di tepi sungai untuk memakan bekal yang di berikan pak Denny padanya.
mereka mengambil nasi dan lauk masing masing. saat selesai makan mereka bersiap melanjutkan kembali perjalanannya.
''Jon. tunggu dulu, nampaknya ada sesuatu yang lain di dalam tas makanan ini.'' kata Rudi sambil mengeluarkan semua isinya.
dan benar saja ada 1 benda yang tersimpan didalam tas makanan itu.
''ini Jon....'' ucap Rudi sambil memberikan bungkusan itu pada Joni.
Joni menerimanya dan membuka bungkusan itu, dan ternyata isinya uang. memang jumlahnya tak sebanyak pemberian ayah Rendi tapi, ini lebih banyak dari uang yang ia berikan pada paman Frans.
Joni menerimanya tapi suatu saat dia akan kembali untuk menanyakannya pada pak Denny.
hari hari berlalu kini Joni dan Rudi telah kembali ke kota batu.. dan malam ini Joni berencana tidur di hutan.
''Jon, lebih baik kita menginap saja di penginapan. ini uang ku, lebih baik kamu yang menyimpannya...'' ucap Rudi sambil memberikan uang yang ia persiapkan untuk perjalanan saat masih di kota bunga.
__ADS_1
''kak Rudi simpan saja, lagi pula aku tadi sudah mendapatkan uang juga dari pak Denny. tapi ku mohon malam ini biarlah aku tidur di hutan dulu''. ucap Joni lagi.
''baiklah jika itu sudah jadi keputusanmu, aku juga akan ikut denganmu''. ucap Rudi sambil tersenyum.
''baiklah... kita akan mencari tempat yang bagus untuk malam ini. ayo bergegas,...'' ucap joni sambil bergerak pergi ke arah hutan.
saat menemukan tempat yang cocok, mereka pun membagi tugas, Rudi membuat tempat tidur, tetapi kali ini Joni meminta membuatnya di atas pohon dan seperti biasa Joni ingin mencari daging segar untuk dimakan malam ini.
malam pun tiba Joni mendapatkan buruan kijang untuk malam ini dan Rudi juga telah mempersiapkan semuanya.
''wah... jika semua negara memiliki banyak hutan dan binatang liar seperti ini, nampaknya pesona penginapan kalah sama pesona kijang guling hi..hi..'' kata Joni sambil membayangkan lezatnya daging kijang guling ini nanti.
''he..he.. benar juga ya Jon. baiklah untuk seterusnya aku akan selalu mengikuti semua keputusanmu.'' ucap Rudi
''kak Rudi, sebenarnya aku memilih tempat ini karena menurut kabar dari pak Denny daerah ini merupakan daerah yang rawan. dan itu bisa saja membahayakan nyawa kita. tapi bagiku untuk menjadi seorang yang kuat. aku tidak hanya memerlukan latihan, tetapi juga praktek. walaupun itu membahayakan nyawaku''. ucap Joni penuh keyakinan.
Rudi terdiam sesaat dan setelah mendengar cerita Joni ini. Rudi menjadi waspada.
hari mulai gelap Rudi membuat api unggun di dekat tempat mereka beristirahat. seperti biasa mereka membuat kijang guling. tapi kali ini, mereka memanggang organ dalamnya terlebih dahulu sambil menunggu kijang guling nya matang. tetapi sambil memperketat kewaspadaan mereka.
''wah... dah masak nih. hati, Peru dan jantungnya. ayo kita santap dulu''. kata Joni sambil memberikan sebagian pada Rudi.
''kak Rudi, apa kakak mendengarnya''. ucap Joni sambil berbisik.
''iya aku mendengarnya... mulai dari sini kita harus lebih berhati hati, dan ingat jangan meremehkan musuh''. ucap Joni dengan serius.
sambil melihat Rudi yang mengangguk anggukan kepalanya.
saat Joni dan Rudi selesai memakan organ dalam yang mereka panggang lebih dulu.
''wusss.....'' sebuah tongkat kayu mengarah pada api unggun yang Rudi buat.
Rudi dan Joni menghindar menjauh dari api unggun Joni menghindar sambil meraih kijang guling yang masih belum masak dan melemparkannya ke atas tempat istirahatnya.
ada 4 orang yang muncul dari semak belukar mereka menggunakan penutup wajah.
__ADS_1
''hey siapa kalian...'' kata Joni sambil menatap wajah mereka.
''serang...'' kata salah satu orang yang langsung menyerang.
mereka membagi menjadi 2, dua orang menyerang Joni dan dua orang menyerang rudi.
Joni dengan mudah menghindari dan balik menyerang mereka. mereka tidak membawa senjata tajam. tetapi mereka menggunakan tongkat kayu. yang sangat keras.satu orang yang tertabrak tubuh Joni langsung pingsan dan satu orang lagi terlihat panik antara lanjut menyerang atau kabur.
sedangkan Rudi yang menghadapi 2 orang sekaligus kewalahan hingga Rudi beberapa kali terkena pukulan keras dari tongkat mereka.
melihat itu Joni menyerang satu orang tersisa. kali ini Joni menendangnya ke arah salah satu orang yang sedang menyerang Rudi.
''buk....''. tendangan Joni yang mengarah ke pinggang bagian atas yang membuat orang itu terlempar dan pingsan lalu menghantam salah satu penyerang yang menyerang Rudi.
dan kali ini. Rudi tinggal melawan 1. karena salah satu dari mereka tertabrak oleh orang yang menyerang Joni.
seharusnya yang tertabrak tadi masih bisa bangun, tapi kenapa belum muncul juga. apa mungkin tadi dia ikut terbentur juga, pikir Joni sambil melihat ke arah semak semak.
..............
Rudi sedang bertarung dengan satu orang tersisa. dan kali ini Rudi lebih unggul. dan akhirnya ke empat orang itupun berhasil di kalahkan.
Rudi dan Joni mengumpulkan ke 4 orang tersebut dan mengikatnya bersama. dan mereka melanjutkan untuk memanggang kijang yang tadi belum selesai.
''nah... kan tempat tidurnya jadi kotor'' ucap Joni sambil mengangkat daging kijang tadi.
''tak apa Jon. kita ganti lagi alasnya nanti,,,'', kata Rudi yang masih kesakitan.
''oiya kak, sepertinya orang orang yang menyerang kita kali ini bukanlah orang bisa, sepertinya mereka orang orang terlatih''. ucap Joni pada Rudi dengan wajah serius.
...&&&&&&&&&&&&&&&&...
...&&&&&&&&&&&&&...
...&&&&&&&&&&...
__ADS_1
...&&&&&&&...
...&&&&...