
"baiklah, aku akan menjelaskan sebisaku" ucap Joni mengizinkan Sarah untuk bertanya.
"kemarin saat kau memintaku untuk membeli makanan aku tidak sengaja melihat isi tasmu yang banyak uang, lalu kami juga melihat berita di televisi tentang penyusup yang tinggal di hutan kota dan bahkan dapat mengalahkan tentara khusus yang di kirim, tetapi aku tak bisa percaya kalian adalah orang jahat. jadi...bisa kau jelaskan semuanya'' ucap Sarah meminta Joni menjelaskannya.
''o... baiklah... akan ku jelaskan semuanya'' ucap joni
joni pun mulai menceritakan bahwa mereka dari negara timur, dan awal pertemuan mereka saat sama sama ingin ke kota bunga. lalu perjalanan mereka hingga sampai di negara selatan ini. Joni juga menceritakan keinginannya untuk berkeliling dunia dan menjadi orang yang kuat. dan menceritakan tentang latihan yang selama ini mereka jalani dan sampai ke dari mana uang yang mereka dapat dan alasan mereka kenapa tidak memilih menginap di hotel ataupun kontrakan. semua di ceritakan joni secara gamblang lalu alasan mengapa mereka bertarung dengan tentara negara juga sama. mereka ingin menjadi lebih kuat. Joni dan Rudi pun melepas pemberat yang terpasang di kaki mereka.
''wah... berat sekali besi ini...'' ucap Silva sambil mengangkat pemberat yang dilepaskan Joni.
''baiklah maafkan aku yang bertanya hingga seperti ini'' ucap Sarah yang terlihat sangat lega dengan penjelasan Joni.
''he..he.. tidak apa apa, justru ini lebih baik'' ucap Joni sambil tersenyum.
beberapa saat setelahnya terdengar suara kendaraan yang datang ke rumah tersebut.
''hah... mungkin itu ayah...'' ucap Sarah sambil berjalan keluar yang juga diikuti Silva untuk menemui ayahnya.
terlihat beberapa orang turun lebih dulu dan membukakan pintu mobilnya
''ayah..." ucap Sarah sambil menyambut seseorang yang keluar dari dalam kendaraan tersebut.
"sepertinya orang tua Sarah dan Silva bukanlah orang sembarangan" pikir Joni yang melihat kedatangan orang tua Sarah.
ayah Sarah tersenyum dan memeluk 2 orang putrinya.
"ayo ayah, ibu, akan ku kenalkan kalian pada teman kami" ucap Sarah sambil menarik lengan kedua orang tuanya.
"he..he..he.. sabar... tunggu sebentar ucap ayahnya sambil melihat sekeliling rumah.
ayah Sarah terlihat heran saat melihat ada tumpukan kayu tersusun rapi di tepi dinding pagar yang semuanya bekas tercabut.
mereka berjalan ke depan rumah dan di sambut oleh Joni dan Rudi yang terlihat ramah pada mereka.
mereka menuju ruang tengah yang terlihat rapi, dengan ada 2 gulung kasur lipat khas pendaki gunung yang ada di sudutnya.
''wah.... serasa kembali ke masa lalu ya Bu,..''. ucap ayah Sarah pada istrinya
''iya yah. jadi terbayang saat Sarah dan Silva masih kecil disini'' ucap ibu Sarah sambil tersenyum menatap seluruh bangunan dalam rumah.
''sarah,... Silva... ini teman baru yang kalian bilang'' ucap ayah sambil menatap wajah Joni dan Rudi yang berdiri bersama.
''iya yah... mereka teman baru yang Kami ceritakan pada ayah dan ibu'' ucap Sarah dan Silva bersemangat.
''oya.. siapa nama kalian'' tanya ayah Sarah..
__ADS_1
''saya Joni dan saya Rudi pak. salam kenal'' ucap Joni dan Rudi bergantian.
''oiya nama saya taori ayah Sarah dan Silva, dan ini ibu mereka, fani'' ucap ayah Sarah mengenalkan.
''oiya sejak kapan kalian menempati rumah ini'' tanya ayah
''baru dua malam ini pak.'' ucap Joni menjawab.
''o... baiklah, kenapa kalian tak menempati salah satu ruangan yang ada di rumah ini'' tanya ayah lagi.
''maaf pak, karena sebelumnya Sarah bilang kalau rumah ini adalah rumah turun temurun keluarga Sarah, makanya Kami merasa tidak punya hak untuk menempati ruang yang ada di rumah ini'' ucap Joni tegas.
mendengar jawaban Joni, ayah sarah merasa senang, tetapi tidak bisa menghilangkan kecurigaannya pada Joni dan rudi.
setelah beberapa saat berkunjung, ayah dan ibu Sarah pamit untuk meninggalkan mereka dan mengatakan pada Sarah dan silva agar tidak pulang terlalu malam.
saat menuju kediamannya ayah Sarah menelpon dan memerintahkan kapten moci untuk mengawasi pergerakan mereka.
Joni yang melihat bahwa orang tua Sarah memiliki tanda manusia rekayasa, memberanikan diri untuk bertanya.
''sarah... sepertinya ayahmu seorang pejabat ya... tadi sempat ku lihat ada 4 pengawal bersamanya.'' ucap Joni penasaran.
''iya... ayahku itu jendral penjaga kota timur ini tau'' ucap Sarah membanggakan ayahnya.
''o... pantas saja ayahmu terlihat kuat'' ucap Joni.
''tentu saja, setiap kota akan di jaga oleh 2 orang jenderal yang kuat'' ucap Sarah lagi.
''oya kalian kan putri seorang jendral penjaga kota, kenapa kalian tidak di kawal'' ucap Joni.
''kalau soal itu, kami yang tidak mau ada pengawal yang selalu mengikuti, kami merasa terganggu dengan adanya pengawal'' ucap Sarah.
setelah beberapa saat berbincang, Sarah dan Silva pamit untuk pulang.
dalam perjalanan mereka sedikit berbincang. Sabil di selingi saling ejek.
''eh... sil, tadi kenapa kau mencium joni,... jangan jangan kamu....'' ucap Sarah yang mencoba menggoda adiknya
''kakak..., sudah ah jangan di bahas'' ucap Silva merasa malu.
''tapi kakak benar kan, kamu suka sama joni'' ucap Sarah.
''udah ah...'' ucap Silva yang terus menghindari pertanyaan Sarah.
''kakak sendiri bagaimana, apakah kakak menyukai kak Rudi...?'' tanya silva
__ADS_1
''em... iya benar, kakak sangat menyukai Rudi,
bahkan bisa di bilang kami sudah jadian'' ucap Sarah sambil tersenyum.
''apa....'' ucap Silva kaget mendengar pengakuan kakaknya.
di sisi lain, kapten moci sudah berada di rumah lama jendral taori, dan sedang mengawasi Joni dan Rudi.
''kak, sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi rumah saat ini'' ucap Joni
''apakah dia orang yang kuat'' tanya Rudi.
''iya... sepertinya manusia rekayasa, mungkin levelnya sekitar level 3.'' ucap Joni.
''sepertinya dia bawahan jendral taori,.. orang tua Sarah
em.... mungkin sejak kedatangannya tadi dia merasa curiga pada kita'' ucap Joni.
''joni, lebih baik kau beristirahat dulu, karena besok adalah pertarungan kedua mu dengan raqi.
untuk masalah orang yang mengawasi rumah ini serahkan saja padaku, akan ku buat dia tak mengetahui apa apa'' ucap moe
''baiklah moe, aku ingin tidur awal malam ini.'' ucap Joni sambil menyiapkan tempat tidurnya.
''jon... aku belum ngantuk, jadi tidurlah lebih dulu.'' ucap Rudi sambil pergi ke dapur untuk membuat kopi.
''huh... sebenarnya aku ingin mencoba kekuatan penguasa tanah yang telah ada dalam diriku, tapi... karena ada yang mengintaiku saat ini jadi aku tahan dulu keinginan ini sampai besok'' pikir Joni dalam hatinya.
esok hari pun tiba, moe yang berjaga semalaman saat ini telah mengantuk dan berubah menjadi bentuk gelang dan melingkar di lengan Joni.
''joni... apakah kau sudah siap bertarung dengan raqi hari ini'' tanya moe.
''tentu saja, bahkan sangat siap'' ucap Joni.
''baiklah.. Joni... dengarkan aku baik baik.
jika seseorang memiliki kekuatan 2 penguasa dalam tubuhnya dia telah memiliki satu ke istimewaan lain yaitu, cara pengaktifan kekuatan nya dapat dilakukan menggunakan bayangan dalam pikirannya. jadi cobalah mengaktifkan kekuatanmu tanpa bergerak'' ucap moe
''baiklah... gunakan kekuatan raqi yang ada padamu dan kita pergi ke tempat pertarungan kemarin aku akan menahan kekuatan yang muncul untuk menghindari kecurigaan dari orang yang masih mengawasi tempat ini'' ucap moe
...##################...
...############...
...#######...
__ADS_1
...##...