
Joni dan Rudi berjalan menyusuri setiap sudut kota selatan, mereka duduk di depan sebuah gang, dan seperti biasa Rudi telah menyiapkan kopi yang dibawanya dari kota timur, mereka ngopi bersama di sebuah kursi yang terpasang di tepi jalan.
''kak... sepertinya tugasmu kali ini lumayan berat ya... dan sepertinya suasana kota Selatan ini masih kalah dari kota timur.'' ucap Joni
''iya Jon... di beberapa sudut kota tadi aku juga melihat anak anak usia sekolah yang masih berkeliaran, padahal ini sudah malam'' ucap Rudi.
setelah beberapa saat, terlihat 3 orang anak anak usia sekolah melewati mereka berdua. mereka tampak lusuh dan berjalan memasuki sebuah gang di sela sela gedung yang tinggi menjulang.
''jon coba perhatikan tiga bocah itu bukankah mereka bertiga masih usia sekolah'' ucap Rudi sambil menunjuk ke arah ketiga bocah yang berjalan melewati mereka hingga berbelok ke gang kecil dan tidak terlihat lagi.
''iya benar kak... sepertinya mereka adalah tugas kak Rudi juga ya'' ucap Joni lagi
''hem... sepertinya begitu'' ucap Rudi singkat
''aw... maaf maaf'' terdengar suara dari dalam gang tempat mereka berbelok.
Rudi berdiri dan ingin mencoba untuk melihat apa yang terjadi di dalam gang sempit tersebut. tetapi Joni menahan tangannya.dan mencegahnya.
''kak Rudi,... sabarlah sebentar, jangan bertindak gegabah. kita tunggu beberapa saat lagi'' ucap Joni menenangkan Rudi yang sudah bersiap untuk pergi.
Rudi kembali duduk seperti yang di sarankan oleh Joni. setelah beberapa saat terlihat ada 2 orang anak lagi yang datang melewati mereka, dan satu diantaranya mengambil tas yang di bawa Rudi dan berlari masuk ke dalam gang yang sama dengan tiga anak sebelumnya.
Joni dan Rudi menyadari apa yang dilakukan kedua anak ini, tetapi membiarkan mereka mengambil tas dan pura pura tidak tahu.
setelah 2 orang anak itu sudah tidak terlihat Joni dan Rudi mengaktifkan kekuatan tanah dan berjalan di dalam tanah untuk mengawasi apa yang akan mereka lakukan dengan tas yang dibawa Rudi.
''coba kak Rudi perhatikan... mereka hanya membawa tas kak Rudi, tanpa membukanya... jadi aku yakin ada orang lain di balik ini semua'' ucap Joni yang berjalan mengikuti mereka dari dalam tanah.
saat berada di dalam tanah Rudi dan Joni lebih mudah melihat gerak gerik mereka, karena walaupun dari atas tanah kita tidak dapat melihat apapun selain permukaan tanah, tetapi bagi Joni dan Rudi mereka melihat orang orang yang berjalan di atas tanah seperti berjalan mengambang karena penguasa tanah bisa membuat benda padat menjadi seperti air yang jernih.
__ADS_1
setelah beberapa saat mengikuti langkah kedua bocah itu akhirnya mereka berhenti di depan sebuah bangunan dan masuk ke dalamnya.
bocah itu menyerahkan tas milik rudi pada 4 orang berwajah boros, dengan kumis tebal menyeramkan.
''heh... bocah, kemari... cepat serahkan apa yang kalian dapatkan hari ini'' ucap salah satu dari mereka memberi perintah kepada kedua bocah yang baru memasuki ruangan tersebut.
''i...ini... bos...'' ucap salah satu bocah itu sambil menyerahkan tas, dompet, serta beberapa barang lainnya.
''heh... kenapa sedikit sekali hah... dasar tidak berguna...!'' teriak salah satu dari mereka
''ma..maaf bos, hari ini kami sagat sulit menemukan target kami'' kata salah satu anak.
''brak'' sebuah tendangan membuat Noah itu terpental kesakitan.
''maaf.. bos... maaf.. bos... ampun...'' ucap anak yang ditendang tadi sambil memegang dadanya yang kesakitan.
''jika besok kalian tidak bisa mendapatkan lebih banyak maka kalian akan menerima hukumannya, paham...!!" ucap bos yang dari tadi duduk di kursi.
''tunggu kak Rudi, tunggulah sebentar lagi, setelah ini lakukanlah apa yang ingin kak Rudi lakukan'' ucap Joni sambil menatap wajah Rudi.
''huh... '' Rudi berusaha menenangkan dirinya
sementara itu, mereka bertiga memeriksa barang barang yang dibawa kedua bocah itu, sedangkan satu anak lainnya membantu temannya untuk berdiri. dan alangkah terkejutnya mereka berempat saat melihat isi tas Rudi yang di curi oleh anak anak itu. isi tas Rudi adalah uang satu ikat dan beberapa baju dan yang paling bawah adalah baju dinas jendral penguasa.
''hey kau... periksa pintu depan, apakah ada yang datang. cepat...'' ucap sang bos memberi perintah.
''siap bos..'' ucap satu orang yang berjalan ke pintu depan untuk mengawasi keadaan.
''ada apa bos... mengapa anda terlihat panik'' tanya 2 orang lainnya.
__ADS_1
''apa kalian tahu ini apa.. hah... bagaimana aku tidak panik jika salah satu tas curian ini adalah milik seorang jenderal... dasar bodoh....'' ucap sang bos sambil menatap tajam pada kedua anak buahnya.
sementara itu Rudi membuat mereka tidak menyadari bahwa kedua kaki mereka tenggelam. dan mereka juga melihat tiga anak sebelumnya sedang terkurung di sebuah ruangan dengan gembok besar yang menguncinya..
''lalu apa yang sebaiknya kita lakukan bos'' ucap mereka bertanya lagi.
''tenang dulu kalian, kalau sampai seorang jenderal datang kemari itu tidak mungkin, kita tinggal bilang pada kapten Ericson untuk membantu menyelamatkan kita'' kata sang bos
''kak Rudi, sepertinya kita dapat informasi bagus hari ini ya'' ucap Joni pada Rudi yang telah mengerti maksud Joni yang terus menahan langkah Rudi.
saat mereka mulai berfikir untuk pergi, mereka baru menyadari bahwa kaki mereka telah terbenam hingga ke lutut. dan saat ini Rudi telah memadatkan tanah yang mengikat kaki mereka.
''ada apa ini mengapa kakiku terjepit di lantai... sebenarnya apa yang barusan terjadi'' tanya bos yang sama sekali tidak merasakan saat kaki mereka semua terbenam ke tanah.
''iya aku juga tidak tahu apa yang terjadi'' ucap salah satu dari mereka lagi menjawab.
sementara itu, dua anak yang sebelumnya mengambil tas milik Rudi hanya diam berpandangan karena mereka tidak mengalami apa apa dan bahkan kaki mereka tetap berada di atas tanah dan tidak terbenam.
Joni dan Rudi keluar dari sudut ruangan dan meraih gembok besar yang mengunci ruangan yang mengurung 3 anak sebelumnya, lalu menghampiri dua orang anak yang masih berada di ruangan tersebut. dua orang anak itu mengenali Joni dan Rudi yang datang menghampiri mereka, mereka meminta maaf karena telah mencuri tas milik Rudi. dan Rudi hanya tersenyum. dan mengusap kepala mereka.
''bantulah teman kalian untuk keluar dari ruangan itu'' ucap Rudi sambil menunjuk ruangan yang sebelumnya terkunci.
''ba...baik tuan...'' ucap dua bocah itu yang masih merasa ketakutan.
ke empat penjahat yang mengetahui kedatangan Joni dan Rudi langsung mengambil senjata api mereka dan menembakkan nya ke arah Rudi dan Joni.
''dar.. der... dor.... '' suara senjata api meletup dan mengenai tubuh Joni dan Rudi yang sedang berdiri.
tetapi karena Joni dan Rudi yang sedang mengaktifkan kekuatan penguasa tanah, dengan sengaja membiarkan peluru peluru itu mengenai tubuhnya bahkan ada beberapa yang mengenai keningnya.
__ADS_1
...*****...
...*************...