
awan kegelapan dari tubuh Joni menyebar ke seluruh area bukit itu, dan seperti yang di sampaikan oleh pak Helmi bahwa mahluk ini berada di sini.
dan benar saja dari dalam bebatuan muncul mahluk yang kemarin sempat bertarung dengan Joni.
saat mahluk itu akan menyerang Joni. Joni mengatakan sesuatu.
''apakah kita bisa berbincang....'. ucap Joni dengan tenang.
mahluk itu seketika berhenti dan kembali di posisinya. karena Joni telah meng copy kekuatannya, maka tak heran jika Joni juga bisa berkomunikasi dengannya.
''hey.... manusia, apa yang kau inginkan....'' ucap penguasa kegelapan dengan suara yang menggema.
''maaf jika kedatanganku mengganggumu. aku datang hanya untuk berbincang denganmu....''
ucap Joni singkat.
''ha...ha...ha... sudahlah jangan berbasa-basi denganku.... bicarakan apa yang ingin kau sampaikan, jika tidak... jangan salahkan aku jika membunuhmu....'' kata penguasa bayangan sambil mengarahkan cakarnya pada leher Joni.
''baiklah.... nama saya Joni. maukah kau mengatakan namamu...''. kata Joni dengan tulus
''ha...ha ..ha .. kamu benar benar manusia yang unik, seharusnya kamu merasa takut denganku.
tapi baiklah untuk menghargai keberanian mu akan ku beri tahu namaku. namaku adalah MOE....'' ucap penguasa bayangan
''baiklah moe aku tahu kau hidup sangat lama dan aku yakin bahwa kau merasa sangat kesepian dan marah pada manusia yang sudah berani menghancurkan rumahmu dan menjarah barang barang kesayangan mu.... tetapi apakah tidak ada keinginan bagimu untuk berkeliling dunia....'' ucap Joni tenang.
''apa maksudmu Joni. bukankah kamu ingin memperdayaku...'' ucap moe sambil mengarahkan cakarnya ke arah Joni.
''maaf, jika perkataan ku menyinggung mu. tapi apa yang ku katakan itu benar. jika kau ingin melakukannya maka ikutlah denganku....
maukah kau menjadi temanku....'' ucap Joni tulus.
moe terdiam dia dapat merasakan ketulusan dari perkataan Joni. tetapi dia tak ingin mengakuinya saat ini.
''baiklah mungkin pembicaraan ini kita akhiri dulu. aku harus tidur untuk berlatih besok.
baiklah..... aku pamit dulu moe. sampai jumpa lagi di lain waktu. o..iya 2 hari dari sekarang aku akan pergi dari desa ini. dan jika saat itu tiba jagalah dirimu baik baik, mungkin lain kali kita bisa menjadi teman....'' kata Joni sambil melesat pergi dari bukit batu kediaman moe sang penguasa bayangan.
__ADS_1
moe hanya terdiam di atas tumpukan batu dan memikirkan kata kata Joni padanya. ber abad abad lamanya dia tak pernah berbicara dengan siapapun sampai datangnya hari dimana ada anak manusia yang sama sekali tidak takut padanya dan di penuhi aura kasih sayang.
moe terus berfikir apa yang harus dia pilih. apakah dia ingin ikut dengan Joni berkeliling dunia atau tetap disini sambil berharap ada kesempatan kedua.
sementara itu Joni yang telah kembali di sambut oleh rudi, ketua pondok dan teman teman lainnya.
''apa yang terjadi Jon, apakah kamu baik baik saja''. ucap Rudi dan pak helmi yang berebut pertanyaan.
''aku tidak apa apa, tak ada yang terjadi padaku.....'' ucap Joni dengan nada lelah.
''apakah, kau sudah mengalahkan penguasa bayangan,.....'' tanya pak Helmi.
''tidak paman, kami tidak bertarung.... aku hanya berniat untuk berbicara dengannya.'' ucap Joni
rudi dan pak Helmi berpandangan tak mengerti.
''bagaimana ceritanya dan mengapa kau ingin mengajaknya berbicara..''. ucap pak Helmi penuh rasa penasaran.
''baiklah,... aku akan mengatakannya. tapi aku minta, semua warga pondok berkumpul disini untuk mendengar ceritaku...''. ucap Joni memberi syarat.
''baiklah.... Yandri, kumpulkan semua orang di balai malam ini...''. ucap pak Helmi memberi perintah.
setelah beberapa saat kemudian, seluruh warga desa nampak sudah berkumpul di balai pondok, Joni duduk paling depan dan ditemani pak Helmi di sebelahnya.
''mohon maafkan saya yang meminta semuanya berkumpul malam malam begini''. ucap Joni memulai pembicaraannya.
''kemarin, saat aku menggunakan kekuatan penguasa bayangan. aku dapat merasakan suatu kesedihan dan kebencian yang sangat dalam dari kekuatan kegelapan itu.
dan sejak saat itu aku menyadari bahwa kesedihan dan kebencian ini berasal dari moe, sang penguasa bayangan.
sang penguasa bayangan itu bernama moe, dan mungkin hanya aku saja yang dapat berbicara dengannya, sebenarnya moe bukanlah mahluk buas dan jahat seperti yang di ceritakan dalam dongeng selama ini.
moe sebenarnya mahluk yang baik dan penyayang, tetapi dari yang aku lihat, kebencian moe berkembang saat tempat yang menyegelnya dihancurkan juga karena rasa kesepiannya selama berabad abad yang membuatnya terlihat sebagai mahluk buas.
jadi tadi... aku berniat mengajaknya untuk pergi berkeliling dunia, tetapi dia terlihat sangat ragu.
jadi saat dia datang ke desa pondok. aku mohon pada kalian semua untuk menganggapnya sebagai seorang teman. aku menjamin tak akan ada satupun dari kalian yang akan terluka o..iya bersikaplah biasa dan mulai hari ini kita bisa mulai menghidupkan lampu....'' ucap Joni menjelaskan.
__ADS_1
penduduk saling berpandangan, dalam hatinya masih kurang percaya pada apa yang dikatakan Joni.
''em.... dari seluruh cerita yang kamu sampaikan, berarti selama ini kami telah salah paham padanya...'' ucap pak Helmi
''baiklah..... mulai hari ini, jangan ada rasa takut pada diri kalian. anggaplah moe juga sebagai teman kita, walaupun kita tidak bisa mengerti kata kata nya tapi aku sangat percaya pada keyakinan Joni. jadi aku minta kalian bisa bersikap tenang saat bertemu moe....'' perintah pak Helmi pada seluruh warga.
Joni tersenyum lega, telah mengatakan semua yang ingin disampaikannya. setelah semua berjalan baik, semua penduduk pulang ke rumah masing-masing. sedangkan beberapa pemuda pergi untuk berpatroli.
esok hari pun tiba, matahari bersinar cerah pagi ini terlihat Joni dan Rudi sedang berbincang. besok adalah hari kepergian mereka dari desa bayangan ini.
''Jon... apakah kau benar benar ingin mengajak moe pergi bersama kita,...''. tanya Rudi yang masih penasaran.
''iya kak... aku benar benar ingin mengajaknya pergi bersamaku, dia merasakan kesepian dan kesedihan yang teramat lama. aku pernah merasakan kesedihan dan kesepian saat ibuku meninggal. bagiku itu adalah saat dimana rasa sakit dan kesendirian seakan memakan ku. aku hanya bisa diam dan terus tenggelam. dan aku merasakan hal yang sama dengan yang moe rasakan. dan aku sangat berharap saat sedang bersama kita, moe bisa merasakan bahagia dan bisa memiliki teman..''. ucap Joni dengan wajah sedih.
''baiklah jika itu sudah jadi keputusanmu, aku tak akan lagi mempertanyakannya...'' ucap Rudi yang juga merasa sangat yakin, sebab dulu sebelum bertemu Joni. hidupnya pun terasa tak memiliki tujuan.
siang itu Joni masih menunggu kepastian dari moe, untuk ikut dengannya atau tidak, Joni sedang berbincang dengan beberapa pemuda desa.
''bagaimana Jon, apakah kalian besok jadi pergi..''. tanya Yandri pada Joni dan Rudi.
''iya... Yan, aku tak ingin menunda Nunda waktuku...'' ucap Joni
''lalu apakah kau yakin ingin mengajak moe ikut bersamamu''. tanya Yandri lagi.
''iya... tentu saja aku sangat yakin... berkat kekuatan yang kumiliki darinya aku juga dapat mengerti bahasanya. paling tidak jika bersamaku dua akan sedikit bisa mengobrol..''. ucap Joni sambil membayangkan moe bisa ikut bersamanya.
Joni merasakan sesuatu yang kuat mendatangi desa bayangan, dan Joni sangat mengenali aura ini. kali ini aura yang keluar dari moe tak lagi penuh dengan kebencian dan kesepian, tetapi lebih kepada semangat dan harapan.
''he...he...he... akhirnya kau datang juga kata'' Joni sambil tersenyum.
mendengar yang di ucapkan Joni. rudi, Yandri dan yang lainnya bergeser dari depan Joni. dan membuka ruang agar Joni tak terhalangi oleh mereka. walaupun mereka tak merasakan keberadaan moe, tetapi karena Joni berkata demikian. maka itu berarti yang datang adalah MOE sang penguasa bayangan.
...$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$...
...@@@@...
...$$$$$$$$$$...
__ADS_1
...@@...
...$$$$$$...