
esok hari pun tiba, mereka semua bangun lebih awal, Ari dan Rudi langsung membersihkan halaman rumah Endi, dari depan sampai belakang. saat ini mereka berencana untuk pulang ke desa daun untuk beberapa hari.
orangtua Endi merasa senang dengan berkunjungnya mereka, mereka sangat rajin dan sopan, mereka merasa sudah sangat lama rumahnya sepi. semenjak anak anaknya pergi sekolah.
beberapa saat setelah sarapan, Joni, Endi, Ari dan Rudi mengobrol dulu sebelum akhirnya Rudi dan Ari berpamitan.
''Joni. kemana lagi tujuanmu kedepannya'' tanya Ari mencoba bertanya rencana Joni selanjutnya.
''sebenarnya mengunjungi Endi adalah awal perjalananku, aku ingin berkeliling ke semua negara pertama mungkin negara tengah, negara selatan, negara barat, dan yang terakhir negara Utara''. ucap Joni penuh keseriusan.
mendengar jawaban Joni ini. Ari, Rudi dan Endi terkejut. sebab yang mereka tau, negara timurlah yang paling aman, sedangkan negara lain walaupun lebih maju dan modern tapi banyak sekali kejahatan dimana mana, yang terparah adalah negara Utara. di sana warga negara tidak mempunyai kebebasan seperti di negara lainnya. negara Utara adalah negara kaya dengan banyak sekali senjata canggih yang diperjual belikan secara bebas, bahkan setiap hari banyak sekali tindak kejahatan yang terjadi di negara Utara.
''apakah kamu yakin dengan rencana mu ini'' kata Endi bertanya dengan wajah serius.
''tentu saja aku yakin'' ucap Endi dengan tegas
''memangnya apa yang kamu cari, dengan berkeliling dunia ini'' kata Endi masih bingung dengan keputusan Joni.
''aku ingin belajar banyak hal dengan berkeliling dunia. dan' mencari sesuatu yang nantinya bisa ku gunakan untuk memajukan desa Soko.'' ucap Joni
mendengar jawaban Joni Endi terdiam, dia mengingat kembali masa kecilnya, saat masih kecil dia dan Joni memiliki cita cita yang sama
yaitu ingin memajukan desa Soko di kemudian hari.
''memangnya kamu sudah menyiapkan bekal perjalanannya...'' kata Endi dan Ari bertanya bersama sama. sambil saling pandang.
''hi..hi..hi.. kalau masalah bekal, mungkin aku tak perlu menjawabnya, soalnya kamu juga pasi tau jawabannya...'' kata Joni sambil menatap Endi
''jangan bilang kamu tak memikirkan hal itu ya Jon'' tanya Endi dengan nada serius.
''he.. he.. he.. sebenarnya itulah kenyataannya, aku tak pernah menyiapkan bekal untuk bepergian nanti, aku hanya di beri kak Andre, bekal untuk bisa mencari mu di kota bunga ini''.
__ADS_1
ucap Andre polos dengan wajah tak bersalahnya.
Endi yang menduga hal ini pun, sedikit marah pada keputusan yang di ambil Joni sebab Endi merasa khawatir, ada sesuatu yang kurang baik di jalan nanti.
''kamu memang tak pernah berubah ya Jon. dari masih kecil sampai dewasa, masih saja sembarangan dan bodoh...'' kata Endi yang menutupi rasa khawatirnya dengan kata kata kasar.
namun Joni yang sangat memahami Endi tak pernah mempermasalahkan ucapan Endi.
''jangan marah lah kawan....., kita kan baru bertemu, masa belum genap sehari aku sudah di marahi begini'' ucap Joni sambil tersenyum pada Endi.
''bukannya marah, tapi kamu terlalu meremehkan keadaan di tempat tempat tujuanmu itu, apakah kamu tak pernah berfikir tentang perasaan orang yang khawatir padamu'' ucap Endi menyadarkan Joni dari ke keegoisan dalam keputusannya.
''tenang aku sudah berpamitan pada semuanya, makanya aku juga mencari mu. percayalah padaku kawan, sahabat mu ini akan baik baik saja hingga kembali lagi ke desa Soko nanti. tapi satu hal yang aku tidak bisa berjanji padamu''. ucap Joni yang terus berusaha menghilangkan kekhawatiran Endi padanya.
katakan apa itu, kata Endi dengan serius.
''aku tak bisa berjanji padamu saat kembali nanti aku masih muda, tapi bisa saja malah saat kembali nanti sudah jadi pria dewasa, ha..ha..ha...'' ucap Joni yang berusaha mengubah suasana.
''kamu ini, saat sedang serius seperti ini, bisa bisa nya kamu gurau'' ucap Endi yang masih marah.
''he..he.. baiklah akan aku beritahu, tapi lepaskan aku dulu'' kata Joni meminta Endi melepaskan rangkulannya.
''sebenarnya masalah bekal, aku ingin mencari langsung di kota yang dituju. misalnya di kota bunga ini. aku akan mencari pekerjaan paruh waktu. untuk mengumpulkan uang yang cukup untukku menuju kota atau negara selanjutnya dan begitu seterusnya'' ucap Joni menjelaskan rencananya.
''yasudah jangan terlalu tegang, ngopi dulu dong biar agak santai''. ucap Joni yang mengingatkan mereka bahwa kopinya hampir dingin karena terlalu serius dalam obrolan.
''bolehkah aku ikut denganmu'' ucap Rudi yang sontak membuat Joni yang sedang minum kopi menyemburkan kopinya ke arah Rudi.
dan mengagetkan Ari dan Endi yang masih tak percaya dengan keputusan Joni.
''maaf maaf kak rudi''. ucap Joni meminta maaf karena telah menyemburkan kopi ke arahnya karena kaget.
__ADS_1
lalu Joni terdiam mendengar permintaan Rudi yang ingin mengikutinya. dan setelah beberapa saat Rudi kembali meminta Joni.
''bolehkah aku ikut denganmu,'' ucap Rudi sekali lagi bertanya pada Joni.
''jangan sembarangan ah, kak Rudi ini....
ini bukan sesuatu yang mudah, perjalananku nanti pun tak tau seperti apa. tapi yang jelas perjalanan ini sangat berbahaya'' ucap Joni pada Rudi yang masih mengusap air kopi yang tadi di semburkan Joni ke arahnya.
''aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melewati segalanya dan selalu berusaha untuk membantumu''. kata Rudi yang masih terus meminta ijin untuk ikut bersamanya.
mendengar hal ini Joni hanya terdiam tidak berkata apa-apa, dalam hatinya dia tak ingin melibatkan siapapun pada masalah yang akan ia hadapi saat berusaha bertemu dengan keluarga antoni nanti.
''apakah kak Rudi tidak memikirkan keluarga di desa daun, bagaimana perasaan mereka saat ada hal hal yang kurang baik di perjalanan nanti'' kata Endi menyela permintaan Rudi yang bersikeras ingin mengikuti perjalanan Joni.
''mungkin dalam hal ini ijinkan aku yang akan menjawabnya ya''. ucap Ari pada Rudi.
Rudi terdiam dan hanya mengangguk tanda menyetujui perkataan Ari.
''sebenarnya keluarga Rudi juga keluargaku. ayahku bertemu Rudi sedang menangis di dalam hutan saat ayahku berburu, saat itu usia ku 10 tahun begitu juga usia Rudi. jadi kami adalah saudara sambung. sejak saat Rudi ditemukan ayah dan sampai saat ini, keluarga kami tak pernah tau apa yang terjadi dengan keluarganya ataupun ayah dan ibunya. selama satu bulan lebih ayahku dan teman temannya mencari di tiap sudut hutan tetapi tak menemukan petunjuk sedikitpun. hingga akhirnya ayah memutuskan untuk mengangkat Rudi menjadi adiku'' ucap Ari menjelaskan.
Endi terdiam mendengar penjelasan Ari, dan Rudi tertunduk sambil sesekali mengusap air mata sedangkan Joni terlihat diam merenungi apa yang diceritakan Ari.
''paling tidak kamu masih mempunyai keluarga Ari sebagai keluargamu'' kata Endi yang berusaha menghibur rudi.
................................
........................
...............
........
__ADS_1