
kapten suan Li meminta Endi untuk mengantarnya ke tempat tempat yang biasa di gunakan Joni untuk latihan.
Endi mengatakan apa yang dulu pernah di ceritakan oleh Joni padanya, mengenai latihan kerasnya. dari menggali batu untuk memperbaiki jalan hingga membuat pemberat yang saat ini telah mereka gunakan untuk melatih kecepatan. sedangkan untuk latihan kelincahan dan kekebalan tubuh Joni menggunakan hutan sebagai media sekaligus tempat latihannya. terlihat dari pohon yang kulit kayunya rusak bahkan beberapa dahan pohon juga patah di sepanjang jalan dari kota lori menuju desa Soko.
bahkan saat pertama kali melakukan perjalanannya, Joni berlari dari desa Soko menuju penyebrangan dan bertemu dengan dua orang penjahat yang saat ini telah menjadi orang baik dan menjadi temannya,... salah satunya adalah Rudi yang ikut berkeliling dunia bersama Joni. dan kabarnya Rudi telah memiliki kekuatan yang setara dengan level seorang jendral di negara selatan.
''Joni banyak melakukan kebaikan dan merubah banyak orang. dan salah satu hadiah untuknya adalah turbin yang dibangun oleh orang tua Rendi untuk Joni yang berada dekat dengan pondok ayahnya'' ucap Endi.
''o... ternyata benar, kapten kepala kami bukanlah orang yang mudah putus asa..
terimakasih atas ceritamu en... aku sangat bersemangat kali ini.'' ucap kapten Suan Li
''ha... ha... ha... itukan cerita tentang Joni, dan perjalanan hidupnya memang sangat luar biasa aku merasa sangat beruntung menjadi sahabatnya'' ucap Endi
''oya... kapan rencana kalian kembali ke negara tengah'' ucap Endi bertanya.
''rencananya kami akan kembali ke kota burung besok pagi. jadi aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan saat berada di sini.'' ucap kapten Suan Li
''wah... padahal kita baru saja berkenalan...
apakah suatu saat nanti aku bisa bertemu denganmu lagi'' tanya Endi
''tentu saja bisa,... datanglah ke kota burung dan carilah aku, maka aku akan dengan senang hati menemuimu'' ucap kapten Suan Li sambil tersenyum menatap wajah Endi.
''tapi...'' ucap kapten Suan Li menahan kata katanya
''tapi apa... ayo katakan... jangan membuatku penasaran'' ucap Endi.
''tapi aku kurang menyukai laki laki yang berambut panjang..'' ucap kapten Suan Li.
''o... begitu ya... Oya, .bagaimana kalau kita ke bendungan... disana pemandangannya bagus bahkan kita bisa berenang di bendungan yang dibuat Joni dulu, anggap saja kali ini kalian sedang berlibur'' ucap Endi mengajak kapten Suan Li dan teman temannya.
''baiklah... sepertinya itu bukan ide yang buruk'' ucap kapten Suan Li sambil tersenyum. yang membuat Endi menjadi bersimpati pada kapten Suan Li.
''gadis secantik ini di galakin sama Joni,...
Hem... memangnya selera wanita dia seperti apa sih... sampai yang seperti ini juga tak membuatnya jatuh cinta'' pikir Endi dalam hatinya.
''nah.. itu mereka'' ucap endi sambil menunjuk ke arah pondok.
__ADS_1
Joni rendi dan teman temannya sedang bersantai setelah berenang di bendungan, saat ini Andien,moe dan raqi masih berwujud binatang yang sesekali mereka terbang untuk mencari makan.
Endi mengatakan bahwa dia akan mengantar mereka melihat bendungan jadi saat ini Endi tidak bisa bersama mereka dulu.
''ah...kamu ini en... sepertinya ada udang di balik batu nih'' aji menggoda Endi yang sepertinya berusaha mendekati kapten Suan Li.
''bukan begitu ji,... masa ada tamu jauh jauh, kita malah sibuk dan tak menemaninya. kan tidak sopan jadinya'' ucap Endi beralasan.
''iya... baiklah, tenang saja kami sudah dari sana tadi'' ucap Rendi.
Endi bersama kapten Suan Li dan lainnya berjalan menuju bendungan yang tidak jauh dari pondok tempat Joni berada. mereka duduk di atas batu besar yang ada di tepi bendungan.
''kapten... lihatlah airnya sangat jernih... aku sangat ingin berenang, bolehkah kami berenang kapten,'' ucap wakil kapten Roka meminta izin.
''apakah kau membawa pakaian untuk renang dan handuknya'' tanya kapten Suan Li.
''iya... kami sudah membawanya.
pakaian untuk kapten juga ada'' kata Roka menunjukan isi tas yang di bawanya.
''kamu memang dapat diandalkan ya.'' ucap kapten Suan Li.
''apakah kapten ingin ikut berenang bersama kami'' ucap Roka.
Roka dan tiga anggota lainnya berganti pakaian di tempat terbuka, untuk mengganti pakaian renang yang mereka bawa. sesekali Endi melirikan matanya ke arah mereka.
''oya en... disini memang indah ya pemandangannya... dan bendungan yang terbentuk dari hasil latihan kepala kapten ini ternyata sangat besar jika dibandingkan dengan sungai yang masih asli di sana''ucap kapten Suan Li sambil menunjuk ke arah sungai berbatu di hulu sungai yang nampak dari kejauhan.
''apakah tidak ada bantuan dari orang lain...'' tanya kapten Suan Li
''tentu saja ada, tetapi tetap saja sedikit jika di bandingkan dengan hasil yang dibuat Joni'' ucap Endi.
setelah beberapa saat berbincang, kapten Suan Li juga ingin berenang bersama tiga orang lainnya.
''apa kau mau ikut berenang atau menunggu sampai kami selesai..? jika dilihat sepertinya kami akan lama berenang disini'' ucap kapten Suan Li
''em... boleh.... tapi mungkin sebentar'' ucap endi
kapten Suan Li tanpa rasa sungkan melepas pakaiannya dan mengganti dengan pakaian renang di depan Endi.
__ADS_1
Endi yang melihat hal itu sangat terkejut dan hampir saja mimisan melihat bentuk tubuh kapten suan Li yang langsing dengan rambut pirang yang indah, ditambah lagi parasnya yang cantik, bermata biru khas wanita negara tengah.
''ayo en... aku duluan ya...'' ucap kapten Suan Li sambil melompat ke air
'' maaf Suan... sepertinya aku mau menemui Joni dulu, nanti saat sudah selesai tunggu aku di atas batu besar itu ya..'' ucap Endi yang tidak jadi berenang karena takut dia tak dapat menahan dirinya.
Endi menemui Joni dan lainnya di pondok pak pendi. dia masih memikirkan apa yang tadi di lihatnya.
''jon... bisakah aku berbicara sebentar denganmu'' tanya Endi sambil berbisik.
''sepertinya kau ingin membicarakan hal yang penting ya..'' ucap Joni sambil berjalan bersama Endi.
''ren, maaf ya Joni ku pinjam dulu sebentar'' ucap endi sambil tersenyum
''wah... nampaknya rahasia besar ini.
pasti mengenai kapten cantik ya... kan...?'' ucap Rendi menebak nebak.
''ada deh... ha..ha..ha...'' ucap Endi sambil berjalan pergi.
setelah dirasa cukup jauh.
''mengapa kapten Suan Li merasa tidak malu untuk membuka pakaiannya di depanku, apakah mereka wanita murahan...'' tanya Endi lagi.
''kamu ini en... ada ada saja....
baiklah... aku akan menyampaikan jawabanku. tetapi ini hanya pendapatku saja ya. dan jangan anggap ini sebagai sebuah kebenaran...
kalau menurutku dia tidak malu padamu mungkin karena dia terbiasa seperti itu saat bersama dengan anggotanya yang lain. mungkin juga Karena setiap anggota mereka semuanya perempuan jadi kebiasaan itu terbawa saat sedang bersamamu, kau juga perlu mengingat bahwa budaya mereka sangat berbeda dengan budaya kita,'' ucap Joni.
''lalu kalau pendapatmu tentang mereka bagaimana Jon'' tanya Endi lagi
''sebenarnya aku sangat ingin merubah kebiasaan mereka, tetapi aku belum sempat melakukannya. dan menurutku jika kau punya perasaan pada mereka tak perlu membahas masa lalu dan kebiasaan mereka, cukup kau sampaikan bahwa hal itu kurang baik di lakukan. dan apa yang tadi kau lihat juga tidak berarti bahwa itu membuktikan bahwa mereka wanita murahan'' ucap Joni.
''ha.. ha... ternyata aku tak salah bertanya padamu...
siap kapten saranmu sungguh oke'' ucap Endi sambil tersenyum dan berjalan pergi.
''ha.. ha... '' Joni tertawa melihat tingkah laku Endi.
__ADS_1
...####...
...##########...